Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Pakha kembalilah


__ADS_3

Boy menepati janjinya untuk mempertemukan oci dengan pakha.


Oci merasa ada aura gelap yang menyelimuti tubuh pakha. Benar kata boy wajah pakha terlihat tenang seperti sedang tertidur pulas.


Saat oci berjalan mendekat ke ranjang pakha dia melihat puzzle ingatan masa lalu pakha.


Oci melihat sebuah hutan lebat yang menyeramkan di sana di huni oleh makhluk aneh berbagai bentuk. Tiba-tiba puzzle itu hilang kepala nya terasa pusing sehingga membuat tubuh oci terhuyung ke belakang .Untung tubuhnya di tangkap boy sehingga dia tidak jadi terjatuh.


"oci kamu kenapa,apa kamu sedang tidak enak badan"tanya boy setengah kwartir .


"aku tidak apa-apa boy, aku tadi sekilas melihat ingatan yang tak aku mengerti "kata oci sambil memegang kepalanya yang terasa berat.


"Ceritakan semua yang kamu lihat tadi padaku"kata boy penasaran.


"aku tadi sekilas melihat hutan yang di tempati pakha"kata oci dengan nafas tersengal.


"apa maksudmu ci aku benar-benar tidak mengerti "kata boy penasaran.


Setelah itu oci menceritakan semua yang ia lihat tadi dan mengatakan pakha kemungkinan tidak bisa kembali ke raganya.


Karna oci melihat pakha sedang tersenyum bahagia.


Kabar itu membuat boy terduduk lemas, dan tidak punya semangat lagi.


oci kasihan melihat keadaan sahabatnya itu, dia memikirkan sebuah cara untuk membangkitkan semangat sahabatnya itu.


"Boy aku punya rencana bagaimana kalau kita adakan doa bersama untuk meminta kesadaran pakha? "kata oci sembari menepuk punggung boy.


"iya kamu benar mengapa aku tidak kepikiran tentang hal itu "jawab boy ,wajahnya kembali bersemangat.


Sementara itu pakha sedang berlari-lari mengejar kupu-kupu di sebuah taman yang cantik sambil tertawa bahagia.


Di sana duduklah seorang laki-laki mata biru yang sedari tadi mengamati pakha yang terlihat bahagia.


Sebenarnya dunia yang ditempati pakha saat ini itu dunia gaib yang terlihat seperti dunia nyata yang membedakan hanya alamnya.


Bima bisa mengelabui mata pakha saat ini, karna sebenarnya nyawa pakha itu berada tidak jauh dari kampung halamannya.


Sebenarnya hutan di belakang rumahnya itu bisa di bilang hutan angker yang di tempati pakha saat ini ,warga menamai hutan itu dengan sebutan hutan kelam.

__ADS_1


Waktu pakha kecil dia juga pernah berada di hutan ini namun yang ia lihat saat itu kenyataan yang sungguh menyeramkan.


Bima juga sebenarnya wujud aslinya mengerikan seperti yang di lihat pakha pertama kali saat ia masih berumur 5 tahun.


Bima menghampiri pakha yang sedang berteduh di bawah pohon.


"Sayang lagi apa kok senyum-senyum sendiri begitu"kata bima sambil mencubit pipi pakha.


"Sakit bim jangan sering mencubit aku begitu dong"jawab pakha sambil cemberut.


"Pakha aku senang kamu betah di sini, terima kasih karna telah menemaniku selama ini"kata bima sambil mengelus kepala pakha.


"aku akan selalu bersamamu bim sampai"jawaban pakha berhenti.


Pakha mendengar suara lamunan ayat suci samar-samar namun menghilang lagi.


"Sampai apa sayang kenapa tidak jadi di teruskan"tanya bima di samping pakha.


"Ah tidak apa-apa kok"jawab pakha sambil tersenyum.


Pikiran pakha saat ini masih penasaran suara ayat suci yang barusan dia dengar,entah kenapa hatinya terasa sesak saat ini.


"Mungkin hanya firasatku saja, masa di sini aku mendengar orang yang sedang mengaji bahkan villa ini jauh dari rumah penduduk dan cuma ada kita berdua di villa ini"kata pakha dalam hati.


Di rumah sakit tempat pakha di rawat sedang di adakan doa bersama untuk membantu kesembuhan pakha.


Boy membaca ayat suci sambil meneteskan air matanya mengingat penjelasan oci yang kemarin ia dengar. Pikirannya hanya meminta pakha kembali sadar dari mimpinya itu.


"Pakha ku mohon kembalilah aku tidak rela engkau pergi dari sisiku, aku tidak bisa hidup tanpamu, ku mohon sadarlah pakha"kata boy dalam hati.


Oci menepuk punggung boy untuk menguatkan hati boy yang rapuh itu.


"Jika pakha memang di ciptakan untuk menjadi jodohmu dia pasti kembali boy"bisik oci di telinga boy.


Boy hanya terdiam dan kembali membaca ayat suci untuk pakha.


Oci sangat kasihan melihat temannya sudah beberapa hari ini tidak pernah tersenyum sama sekali. Bahkan boy sering telat makan, tubuhnya sekarang terlihat agak kurusan.


Orangtua pakha hanya beberapa kali menjenguk pakha, yang setia menemani pakha setiap hari adalah boy.

__ADS_1


Boy menyempatkan dirinya setelah pulang sekolah untuk menjaga pakha bahkan dia mengerjakan tugasnya di rumah sakit sambil menjaga pakha.


Terkadang juga membacakan ayat suci untuk pakha setiap boy selesai sholat.


Meskipun solatnya tidak tekun seperti oci sahabatnya itu namun dia tetap mengingat sang penciptanya.


"Pak lihatlah anakmu selalu saja menyusahkan kita"kata bu sar.


"Buk diamlah nanti terdengar boy, kan dia yang membiayai semua perawatan pakha saat ini, andai saja pakha bisa bangun ,akan ku jodohkan pada laki-laki baik seperti boy"kata pak yat.


Bu sar hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar, dan berjalan keluar dari ruang perawatan pakha.


Teman-teman pakha setiap hari ada yang menjenguknya dan membawakan buah tangan untuk pakha. Namun sampai sekarang dia belum pernah membuka matanya sama sekali. Sudah berbagai cara di lakukan untuk membuat pakha sadarkan diri namun hanya sia-sia saja.


"Pakha lihatlah teman-teman kita setiap hari menjenguk mu dan mendoakan kesembuhanmu, cepatlah kembali aku tidak bisa hidup tanpamu pakha"bisik boy di telinga pakha.


Tanpa di sadari mata pakha yang terpejam itu meneteskan air mata.


Langkah kaki seorang perempuan cantik mendekati boy yang sedang berada di samping ranjang pakha.


"Boy ada yang ingin aku bicarakan berdua denganmu, ayo kita keluar sebentar "bisik kak nawang di telinga boy.


"Baiklah kak"jawab boy


Setelah itu mereka keluar dari ruangan pakha dan berada di depan ruang perawatan pakha.


"Apa yang ingin kak nawang bicarakan padaku"tanya boy penasaran.


"Aku hanya ingin memberi tahumu cara lain agar pakha dapat sadar dari tidurnya yang panjang itu"kata kak nawang pelan.


"apa itu kak"jawab boy ikut pelan.


"Jadi gini aku pernah membawa dukun untuk mengecek keadaan pakha saat itu, dukun itu bilang ada cara lain untuk membantu pakha sadar yaitu dengan kalung yang mempunyai kekuatan cinta yang tulus harus di pakaikan ke leher pakha untuk menyadarkan pakha, namun sampai saat ini kakak pikirkan pun tidak ketemu jawabannya"kata kak nawang menjelaskan dengan panjang lebar.


Kak nawang menceritakan semua kata yang


mbah dukun itu bilang padanya tanpa terlewati satupun.


Boy hanya mengangguk mengerti apa yang di ceritakan kak nawang padanya itu.

__ADS_1


Kemudian pikirannya memikirkan sesuatu yang berkaitan dengan kalung.


Dan ia teringat pernah memberi kalung pada pakha dengan perasaan yang tulus mungkin itu maksud dari perkataan mbah dukun itu.


__ADS_2