
Keluargaku berpikir AKU SUDAH MATI, sebenarnya aku tidak mati tapi lebih tepatnya berpindah dimensi. Lebih aman bagi keluarga ku untuk tetap berpikir begitu. Mataku terbuka sudah berada di sebuah kamar namun dengan suasana yang sangat asing bagiku.
"Dimana ini?"
Betapa terkejutnya saat tangan yang dulu hangat menjadi dingin semakin ku lihat tangan ini semakin transparan, kadang muncul kadang menghilang, ah benar ini bukan di duniaku. Rasanya seperti terbangun ditengah-tengah mimpi, aku resah menerka-nerka kepalaku di penuhi tanda tanya, aku di mana? Aku ini siapa?
Hanya seorang laki-laki tampan yang tersenyum di hadapanku dan keberadaannya sama sekali tidak menguraikan misteri yang melandaku. Sebaliknya misteri yang ada kini semakin berlipat ganda. Apa yang sebenarnya terjadi?
"Aku takut, sangat takut. "batinku dalam diam.
Suara dalam tenggorokan ku terasa tercekat, seperti baru saja kehilangan pita suara. Hal yang paling membuatku semakin takut kini di sekeliling ku berbaring, terdapat banyak makhluk menyeramkan yang tak aku ketahui namanya, sangat banyak bahkan segenggam semut pun tidak bisa mewakili banyaknya makhluk seram itu. Ketika mereka ku tatap, mereka malah menunduk seperti sedang menghormati seseorang. Apa yang sedang mereka lakukan?
Bukan cuma satu atau dua mereka semua menunduk saat aku tatap dirinya dan ketika aku membangunkan tubuhku, betapa terkejutnya aku saat makhluk-makhluk itu semuanya bersujud serempak padaku.
"Hormat ibunda ratu. "itulah kata-kata yang mereka ucapkan.
Kenapa makhluk menyeramkan itu menuduh dan memanggil ku ibunda ratu?
Kepalaku sakit, badanku seperti remuk bahkan diri ini tak mampu untuk menggerakkan jari jemariku.
"Aku bukan ratu kalian, aku..... Siapa aku? "teriakku di hadapan mereka dan tiba-tiba perkataanku terhenti ketika mereka semua mendongak kepadaku.
Aku bangkit hatiku merasa takut, bagaimana mungkin ribuan makhluk menyeramkan berkumpul di hadapanku seperti ini, aku berlari menuju lorong namun tanpa ujung. Mereka tetap mengejarku seperti aku adalah buruan mereka, aku terus berlari dan tibalah di ruangan asing bak istana megah yang lengang dengan milyaran pertanyaan dalam kepalaku. Semakin jauh aku berlari tekanan udara semakin turun. Ada perubahan hawa yang tidak wajar kian menyuburkan rasa takut di dalam dadaku.
Sesak tak berujung. Sesaat langkah ku terhenti ketika di hadapan ku terdapat cairan merah yang membentuk bendungan seperti kawah.
"Ah.. Da.. Darah? "
Benar itu adalah darah, semakin aku perhatikan semakin terkejut pula diriku. Di kawah darah itu ada banyak sekali makhluk tanpa kepala, makhluk bertubuh pendek bahkan ada makhluk bertubuh hewan namun kepala manusia dan banyak makhluk seram lainnya sedang asik meminum cairan merah itu bagai air kehidupan. Hal itu membuat perutku mual dan seketika isi di dalam perutku rasanya ingin keluar.
"Huekk"
Aku pun tidak bisa menahan lagi mualku akhirnya ku muntahkan semua isi perutku. Ketika aku kembali mendongak ke depan, pandangan saat pertama kali ku lihat telah berubah seratus delapan puluh derajat, sekarang mereka semua menatap tajam ke arahku, aktivitas mereka terhenti bahkan kepala mereka juga bisa berputar terbalik saat tadi sedang asik sendiri, sekarang malah berbalik ke arahku. Saat aku sedikit menggerakkan sebagian tubuhku mereka pun dengan serempak bersujud ke arahku.
"Hormat ibunda ratu, sang penguasa istana kerajaan hutan kelam. "
__ADS_1
Mereka juga mengucapkan kata-kata tentang ibunda ratu. Apakah aku ratu mereka?
Apa yang barusan aku lihat? Tempat apa ini sebenarnya? Ada yang tidak beres dengan penglihatan ku, ada yang tidak beres dengan tempat ini!
Aku berlari meninggalkan makhluk-makhluk aneh itu tanpa sengaja malah menabrak sosok tampan yang baru pertama kali aku temui saat membuka mata.
"Cup.. Cup.. Cup.. Tenanglah aku sudah ada di sisimu Pakha."kata sosok tampan itu sambil memeluk tubuhku yang bergetar bahkan air mataku pun jatuh dengan derasnya melihat hal di luar nalar yang baru saja ku alami.
"Siapa sosok tampan ini? Kenapa pelukannya membuatku nyaman, siapa yang barusan ia panggil Pakha? "pikiranku berkecamuk.
"Ratuku tenanglah semua akan baik-baik saja, karna aku akan menjagamu seumur hidupku. "kata laki-laki itu sambil menepuk-nepuk punggungku dalam pelukannya.
...TAKDIR...
Angin berhembus pelan
Mendesir dedaunan kering di kejauhan
Aku tak bisa menerka
Ini seperti mimpi tapi bukan
Seperti nyata namun sangat ku asingkan
Ini bukan keduanya, inilah alam gaib
Catatan hari pertamaku ku tulis dengan tinta desiran darah yang mengalir dingin
Bersama air mata ketakutan dan kebingungan
Kata-kata ini ku rangkai dalam sudut otakku yang kosong
Seribu pertanyaan menjadi teman membunuh waktu
Aku ingin segera melihat matahari terbit
__ADS_1
Menyaksikan hari berganti
Merasakan sebuah kamar yang hangat
Dengan penuh kesadaranku
Tapi semua itu mustahil bagi diri ini yang sudah berpindah alam
Inilah kisahku... Kisah sang ratu di kerajaan hutan kelam
^^^Pakha(nr cahaya)^^^
Apa yang harus kau takutkan jika kau sudah menjelma menjadi ketakutan itu sendiri. Bagaimana mungkin kau akan takut pada kematian jika kau sudah melewatinya.
Namaku Pakha, keberadaan ku di tempat ini telah membuktikan satu kenyataan pahit BAHWA AKU SUDAH MATI.
Aku adalah hantu mereka menyebutku ibunda ratu. Tentang apa penyebab kematianku atau aku bisa sampai berada di sini, semua masih menjadi misteri yang harus ku temukan jawabannya di istana hutan kelam ini tempatku berada.
Di antara semua penampakan yang kulihat di tempat ini, hanya dia yang berkenan menghampiriku, memelukku bahkan berkata akan menjagaku seumur hidupnya. Bima namanya atau makhluk lain memanggilnya baginda raja dan akulah ratunya. Dia bilang dialah penghuni pertama di istana ini, seorang lelaki berwajah eropa dan tampan mengaku sudah singgah di istana ini selama ratusan tahun. Tanpa di minta ia mulai bercerita tentang dirinya.
Dulunya istana ini adalah sebuah hutan belantara, saat itu hanya ada Bima dan hewan melata yang hidup di tanah ini. Di masa itu Bima baik-baik saja hidup sendirian di hutan ini. Sampai suatu ketika datanglah seorang anak gadis yang berumur lima tahun yang mempunyai aura lain. Tak ada yang tahu pasti aura apa yang menyelimuti gadis itu, dan sejatinya entah ada apa gerangan ia sangat tertarik dengan gadis kecil itu yang tak lain adalah Pakha. Bima ingat hanyalah rasa takut kehilangan beradu menjadi satu di dalam jiwanya. Aura Pakha saat kecil telah menarik keinginannya untuk menjadikan sosok pendamping di kehidupannya sebagai makhluk gaib. Bima sudah di butakan oleh rasa kala itu sehingga ia menandai Pakha untuk menjadikannya ratu di kerajaan dunia lain yang ia pimpin. Penjelasan Panjang lebar sosok tampan itu pada diriku. Namun ada satu hal yang masih mengganggu pikiran ku, bagaimana mungkin di satu istana ini ada berbagai macam penampakan hantu?
Bima langsung menjawab pertanyaan konyolku, di tempat inilah pusat pemerintahannya dan di istana ini pula aku akan menjalani hari-hariku berdampingan dengan sosok seram itu. Ada satu hal yang membuat aku tak kalah terkejutnya Bima mengatakan bahwa dia, aku dan kita semua adalah kumpulan arwah yang tidak tenang bahkan setelah kematian menjemput. Kita yang seharusnya beristirahat dengan tenang di alam kubur justru terdampar di istana hutan kelam ini bersama-sama. Hingga muncul sosok ratu dan raja penguasa istana ini yang tak lain adalah diriku sebagai ratunya dan Bimalah rajanya, jika benar demikian kita harus pulang, pulang seperti semestinya di alam barzah.
Namun sosok tampan itu malah melarangku pulang, dia hanya ingin aku hidup di sini mendampingi dirinya di alam yang sangat asing bagiku. Inilah kisah baruku di dalam istana hutan kelam sebagai arwah Pakha yang bahkan aku tidak tau siapa diriku yang sebenarnya. Namun kini setidaknya aku tau apa yang melandaku. Kisah ini baru saja dimulai. Semakin besar misteri yang muncul menghadang, semakin besar pula keinginan ku untuk berjuang, setidaknya aku tidak sendiri ada Bima di sisiku. Namun di banding penguasa di istana ini, ada satu sosok misterius yang lebih berkuasa di banding raja dan ratu sebut saja nenek syamsin(penguasa semua makhluk gaib) .
Ia tidak pernah mencampuri urusan makhluk gaib tapi ia bisa membaca semua rahasia yang terjadi pada kami termasuk siapa diriku. Nenek syamsin menulis kan semuanya di dalam buku yang slalu berada dalam genggamannya seperti sebuah takdir yang akan terjadi pada kami sang makhluk gaib. Hantu-hantu penasaran di dalam istana hutan kelam ini di buang dan di kurung oleh seorang dukun. Dia adalah manusia yang masih hidup di dunia ki ageng Boy itulah namanya. Dia menjadi Dukun karna suatu sebab, semasa hidupnya selalu mencari berbagai kekuatan dari berbagai daerah untuk meningkatkan kekebalan kanuragan. Ki ageng Boy mulai menjadi dukun semenjak kehilangan kekasihnya.
Hidup Boy menjadi mengenaskan, setiap minggu ia melakukan ritual meminum darah ayam cemani untuk meningkatkan kekuatannya agar tetap bisa berkomunikasi dengan makhluk astral. Dia hidup dalam kesesatan banyak ilmu hitam yang membutakan hati dan pikirannya . Tujuan yang selama ini ingin ia raih adalah menemukan arwah kekasihnya yang sudah mati. Ki ageng Boy meninggalkan hidup mewahnya dan sekarang memilih menjalani kehidupannya sebagai dukun penganut ilmu hitam yang sakti di antara dukun lainnya. Ia adalah simbol harapan bagi manusia dan simbol ancaman bagi makhluk gaib termasuk aku dan Bima yang berkedudukan sebagai penguasa kerajaan hutan kelam. Boy memang tidak bunuh diri sesuai permintaan terakhir Pakha yang ia tulis di buku diarynya namun ia hidup sebagai manusia yang mendalami ilmu hitam.
Karna kesaktiannya itu ia mampu menjagal para arwah dan memerintahkan sesuai keinginannya bahkan ia bisa menyiksanya jika arwah itu tidak menuruti keinginannya. Orang-orang yang masih percaya ilmu hitam sering memintanya untuk memindahkan hantu dan jin penunggu yang mendiami suatu tempat. Hal itu ia lakukan hanya untuk menemukan kekasihnya di salah satu buruannya. Namun hingga saat ini Boy masih belum berhasil menemukan kekasihnya.
Setiap malam purnama ki ageng Boy itu akan mendatangi tempat-tempat yang di anggap angker untuk upacara ritual memperkuat kesaktiannya agar makhluk gaib tidak ada yang bisa menyakitinya. Ki ageng Boy terlalu kuat untuk di kalahkan bahkan jika harus di keroyok ramai-ramai.
Wow. ternyata kehidupan Boy sang pria muda yang sukses malah menjadi mengenaskan seperti itu? temukan keseruan lainnya di episode selanjutnya. Semangat membaca.
__ADS_1