
Hawa dingin menerpa rambut pirang itu, dengan mengendarai mobil mewahnya dia berhenti di depan gerbang perumahan pondok kecil. Suara pintu mobil terbuka memperlihatkan tubuh tinggi yang gagah dengan mata hitam yang menampakkan aura lain. Matanya yang sedari tadi memperhatikan gerbang itu akhirnya sudut bibir itu menampakkan sedikit senyuman yang sedari tadi di tekuknya.
Keluarlah seorang wanita cantik dengan pakaian casualnya yang berdiri di depan gerbang menunggu jemputannya tiba.
Rambut hitam yang di gerai terlihat melambai-lambai terkena angin di pagi hari.
Membuat orang yang melihatnya kagum akan kecantikan yang muncul dengan alami itu.
Perempuan itu di hampiri laki-laki yang sedari tadi menunggunya keluar gerbang.
"Hai pakha cantik sekali kamu hari ini, kamu ingin kemana biar aku aja yang antar"kata laki-laki itu menawarkan dirinya.
"Itu bukan urusanmu, pergilah aku tidak membutuhkanmu"jawaban ketus pakha.
"Aku akan menemanimu menunggu di sini, siapa tau nanti kamu berubah pikiran"jawab lelaki itu dengan entengnya.
Pakha tidak peduli dengan keberadaan laki-laki itu. Dia hanya tertuju pada layar hp karna sedari tadi dia menunggu taksi yang lewat di jalan depan kosannya.
Hari ini pakha ingin pulang di kampung halamannya, itu salah satu rutinitasnya saat hari sabtu.
Karna hari ini dia membawa banyak barang dia lebih memilih memesan taksi.
"kenapa taksi sia*** itu belum datang juga, aku sudah tidak tahan melihat wajahnya"dalam hati pakha berkata.
Pakha mengacak rambutnya frustrasi, taksi yang di pesannya sampai saat ini belum datang juga.
"Bagaimana apa boleh aku mengantarmu pakha" tawar lagi laki-laki itu.
"Tidak, aku tidak butuh bantuan mu"jawaban ketus pakha.
Karna tidak ada pilihan lain akhirnya pakha terpaksa mau di antar oleh boy.
Egonya berkata tidak ingin semobil bersama laki-laki itu namun keadaan berkata lain.
Boy merasa maju satu langkah karna berhasil mengalahkan egonya pakha.
Dia pernah berjanji pada dirinya sendiri dia akan mendapatkan pakha apapun yang terjadi. Karna pantang baginya untuk mundur di tengah jalan.
Pakha menuju mobil boy, ketika akan membuka pintu belakang tiba-tiba di hentikan oleh boy.
__ADS_1
"Tunggu jangan duduk di belakang karna aku bukan sopirmu, duduklah di depan bersamaku"goda boy pada pakha.
Pakha terpaksa menuruti perkataan boy dia segera berjalan menuju depan dan masuk ke dalam mobil. Karna jika dia terus menolak boy yang keras kepala itu tidak akan mengalah dan hanya membuang waktunya saja.
Saat itu pakha terlihat kesal dan moodnya hancur gara-gara taksi yang ia pesan tidak datang juga.Ternyata taksi yang ia pesan sudah di batalkan oleh boy, ada banyak koneksi yang bisa ia lakukan untuk mendapatkan cintanya itu.Makanya dia bersikeras menunggu di samping pakha,karna taksi yang pakha pesan tidak akan datang.
"Eh pakha kita akan menuju kemana sekarang? "tanya boy sembari menoleh pakha yang berada di sampingnya. Pakha hanya diam dan terus menatap ke depan.
"kalau kamu tidak bicara biar aku bawa pulang ke rumah saja"kata boy sambil tersenyum ke arah pakha.
"Antarkan aku di jalan ambarawa no. 12 "jawab pakha seketika.
"baik tuan putri "saur boy.
Di sepanjang perjalanan mereka hanya saling diam.Untuk memecah keheningan boy mengajak bicara pakha duluan.
"Aku lapar ,kita istirahat sebentar apa kamu bersedia ikut makan denganku "ajak boy sambil menepikan mobilnya di samping pedagang nasi goreng.
pakha hanya mengangguk dan ikut turun dari mobil boy.
Mereka segera memesan dua porsi nasi goreng di pinggir jalan pedagang tersebut.
Pakha yang tidak selera makan hanya mengaduk-aduk nasi tersebut hingga tercampur dan tak memakannya sama sekali.
"Pakha kenapa nasinya tidak di makan, apa kamu tidak suka? "tanya boy dengan wajah cemas.
"Aku masih kenyang "jawab pakha ketus.
"Jika kamu tidak suka makanan itu apa kita pindah tempat saja"tawar boy dengan melihat raut muka pakha yang murung.
"tidak usah, aku akan memakannya dan setelah ini aku ingin segara istirahat "jawab pakha dan memakan nasi di hadapannya itu.
Boy hanya tersenyum melihat wajah pakha yang terlihat mengemaskan.
Setelah mereka menghabiskan makanan yang di pesannya, mereka melanjutkan perjalanan kembali.
Saat mereka melewati hutan yang biasa pakha lewati, tiba-tiba mobil depan boy tertimpa burung gagak yang sudah mati.
Itu membuat boy kaget dan menepikan mobil yang di kendarainya itu.
__ADS_1
"Kenapa berhenti ayo cepat jalan" kata pakha yang sudah tak sabar untuk sampai di rumahnya.
"Tunggu di sini sebentar aku ingin mengecek burung itu dulu"jawab boy dengan membuka pintu mobilnya dan keluar untuk mengecek burung tersebut .
namun ada sesosok mata merah yang memperhatikan mereka dari jauh.
Pakha merasa merinding rasanya seperti ada seseorang yang mengawasi mereka berdua.
Pakha ikut turun untuk melihat boy di depan,tiba-tiba napasnya terasa sesak seperti ada tangan yang mencoba mencekik lehernya.
"umm bboy tttolong"suara pakha terdengar lirih. namun boy tak mendengar pakha sedikit pun, sekilas dia melihat belakangnya ternyata tidak ada orang. Boy kembali masuk ke dalam mobil namun pakha tidak berada di mobilnya.
Boy mencoba memanggil pakha beberapa kali namun tidak ada jawaban. Saat itu dia terlihat panik, keringat dingin bercucuran di wajahnya. Dia mencari di sekitar tempat itu akhirnya boy menemukan pakha yang tergeletak di pinggir jalan. Boy langsung membopong tubuh pakha dan di bawa ke dalam mobilnya.
Pakha mulai membuka kedua matanya dan terlihatlah wajah yang membuatnya kesal. Sekarang dia berada di kamarnya dengan di temani laki-laki yang duduk tertidur di samping ranjangnya. Dia teringat semalam telah di tarik makhluk menyeramkan yang mempunyai dua taring yang panjang, dengan muka di penuhi oleh dar** yang bercucuran. Saat kesadarannya sudah sepenuhnya terkumpul ,ia sudah teringat lagi apa yang terjadi padanya. karna saat itu pakha langsung tak sadarkan diri.Meskipun sebenarnya ada makhluk yang selalu melindunginya saat ia dalam bahaya karna pakha dan makhluk itu mempunyai benang takdir.
Pakha mengelus kepala laki-laki yang di sampingnya itu, dan membuat pria itu terbangun dari tidurnya.
"pakha kamu ternyata sudah bangun, bagaimana keadaan mu? "kata boy mengkhawatirkan keadaan pakha.
"aku tidak apa-apa kenapa kamu berada di kamar ku"tanya pakha melihat boy dengan tatapan tajam.
"aku hanya menunggumu sadar eh malah aku ketiduran hehehe "jawab boy dengan mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Pakha hanya terdiam seribu bahasa, ceklek suara pintu kamarnya di buka oleh bu sar sambil membawa camilan untuk boy.
Pakha hanya menatap malas kedatangan ibunya itu.
"cih dia hanya membawa camilan untuk boy, kenapa dia tidak memberiku sedikit makanan, aku atau laki-laki itu sih anaknya"kata hati pakha dengan kesal.
pakha hanya memperhatikan mereka berdua yang asik berbincang-bincang bersama
sampai melupakan keberadaannya.
Pakha tidak peduli dengan mereka berdua dia hanya ingin bertemu bima.
"Bima aku merindukanmu, dengarkan suara hatiku ini yang menginginkan kehadiran mu" pakha berbicara dalam hati.
Mata pakha menatap langit yang terlihat diluar jendela kamarnya.Seketika air matanya turun membasahi pipinya.
__ADS_1
Nb:Kata orang tua zaman dulu burung gagak hitam itu simbol kejahatan yang sedang mengancam dan juga ada makhluk halus di sekitar kita.
cukup dulu ya episode kali ini, nantikan cerita selanjutnya yang menceritakan cinta segitiga antara boy, pakha, dan bima pasti asik deh dan ada banyak kejutan yang author siapkan untuk kalian. Selamat membaca 🤗