
"ASTAGA SAYANG KAU MEMBUAT KU KAGET. "
Ternyata sosok prempuan baju putih itu Pakha.
"Boy kamu sedang apa duduk di lantai seperti itu, kamu baik-baik sajakan? "tanya Pakha sambil membantu Boy berdiri.
"Iya aku tidak apa-apa, sayang katanya kamu di pos kok sekarang ada di sini?. "tanya Boy.
"Kamu tuh lama, aku hanya berjalan beberapa langkah dari pos dan melihat kamu duduk di lantai. "jawab Pakha sambil tersenyum.
"Aku lagi jatuh sayang bukan duduk. Yaudah ayo kita segera ke ruangan tante. "kata Boy.
Pakha hanya mengangguk dan segera mengikuti langkah kaki Boy. Di perjalanan itu mereka saling diam dan tidak menceritakan semua kejadian menakutkan yang baru mereka alami. Hal itu agar tidak membuat takut satu sama lain.
Perjalanan mereka aman dari gangguan makhluk halus, syukurlah hanya butuh waktu 5 menit mereka sampai di depan ruang ICU tempat tante Boy di rawat. Pakha kemudian menyapa satu-persatu keluarga Boy termasuk ibunya Boy.
"Tante yang sabar ya, semua itu sudah menjadi takdir tuhan, kita doakan saja semoga tidak terjadi hal buruk. "kata Pakha menenangkan ibu Boy.
"Iya sayang makasih ya, panggil saja aku ibu bukan tante karna kamu kan calon menantu ibu ."jawab Ibu boy.
"Iya tan, eh ibu."kata Pakha.
Jawaban itu membuat Boy mendelik, tak menyangka bahwa kekasihnya itu pintar merebut hati keluarganya. Secepat itu juga ibunya sudah jatuh hati pada Pakha.
Hari sudah semakin larut, Boy mengantar Pakha untuk pulang.
"Sayang selamat tidur, jangan lupa mimpikan aku di dalam tidurmu ya. "kata Boy sebelum pulang.
"Apaan sih Boy, cepat sana pulang udah malam jangan gombal terus. "jawab Pakha.
__ADS_1
Boy tersenyum mendengar kalimat pengusiran Pakha padanya, ia kemudian melangkahkan kakinya untuk pulang, sebenarnya tidak pulang sih cuma ingin kembali lagi ke rumah sakit menemani ibunya yang sendirian menjaga tantenya.
Setelah mobil Boy meninggalkan halaman kosannya Pakha melemparkan tubuhnya di atas ranjang kecil.
"Huh kenapa hari ini aku melihat hal aneh itu lagi sih, Oh ya tanggal berapa ini. Apa.... besok hari valentine. Kira-kira Boy ingat gak ya...ini kesekian kalinya aku melewati hari itu tanpa hal spesial apapun tapi ini kan pertama kalinya aku punya pasangan. Hah Pakha jangan terlalu berharap, Boy sekarang lagi kesusahan, tantenya sedang sakit. "kata Pakha kemudian membuang jauh-jauh pikirannya.
Kemudian ia beranjak dari tempat tidur untuk sekedar mencuci wajahnya yang berminyak.
Ketika ia selesai dari kamar mandi, rutinitas yang tak pernah ia lupakan yaitu menyetel alarm hp. Namun matanya melihat ada satu pesan masuk yang belum ia baca. Tangannya tak sabar membuka ia berharap Boy mengirim pesan untuk mengajaknya kencan besok, namun kenyataan tak seindah harapan. Hanya pesan promosi yang muncul setelah ia membuka pesan itu.
"Apaan ini, aduh kenapa juga aku terlalu berharap seperti ini, lupakan saja hari valentine. Ayo kita tidur. "kata Pakha kemudian melempar hpnya begitu saja.
Ketika ia ingin memejamkan mata ia mendengar hpnya berbunyi dengan perasaan bete Pakha terpaksa menghampiri benda pipih itu.
"Boy... "kata Pakha langsung mengangkat panggilan itu.
Seperti biasanya, di hari Valentine selalu diwarnai dengan bunga mawar dan cokelat. Kali ini seorang pria datang terburu-buru di tengah hujan demi kekasih tercinta. Boy tahu bahwa ia terlambat dan hujan keburu turun.
"Pakha pasti sudah menunggu lama, gara-gara meeting itu aku terlambat seperti ini. "batin Boy kemudian menepikan mobilnya.
Ia turun dari mobil sambil membawa 12 bunga di tangannya. Boy pun terpaksa menerobos hujan itu karena ia lupa membawa payung.
"Sayang maaf aku terlambat, tadi pembahasan meetingnya terlalu lama dan melewati waktu yang di perkirakan. "kata Boy dengan tubuh basahnya.
Ia pun meminta maaf pada kekasihnya yang terlihat cemberut. Hari ini Pakha dan Boy berencana makan malam berdua, persis seperti yang diinginkan Pakha di film-film adegan romantis yang ditontonnya.
Pakha lupa, bahwa romantisme bukan sekedar meniru adegan di film saja, yang terkadang justru tidak nyata. Ia juga lupa, bahwa sebenarnya romantis itu datang dari berbagai cara, seperti yang dibawa oleh kekasihnya.
"Sayang happy valentine days aku membawakanmu bunga ini," kata Boy sambil menyodorkan bunga di tangannya. Namun Pakha tetap membisu dan memasang wajah kesalnya.
__ADS_1
Gimana tidak kesal coba, ia sudah niat sekali berdandan cantik malam ini namun Boy malah terlambat lebih dari satu jam dari waktu yang ia janjikan. Tadi Pakha juga sudah berkali-kali menelfon Boy namun tidak aktif. Dan ternyata Boy menyetel mode pesawat di hpnya, ia biasa melakukannya saat meeting. Agar semua konsentrasi Boy tidak terganggu notif benda pipih itu. Akhirnya Pakha menerima 12 tangkai mawar yang masih basah karena tersiram air hujan.
Pakha pun kaget, "kenapa ada satu mawar plastik di sini? kamu nggak rela ngasih aku bunga mawar?" kekesalannya memuncak lagi.
Masih dengan sabar, Boy menjawabnya, "aku memang sengaja membawa 11 mawar segar dan setangkai mawar plastik. Bagiku, aku akan mencintaimu hingga si mawar plastik itu mati."
Pakha merasa bersalah karena ledakan kekesalannya, Ia langsung menangis berurai air mata dan memeluk kekasihnya.
"Boy maafkan aku, aku sudah berpikiran jelek padamu, aku terlalu egois dan mementingkan diriku sendiri "kata Pakha sambil sesegukan.
11 tangkai bunga mawar segar itu memang
cantik seperti di film yang dilihatnya, tetapi setangkai mawar plastik yang dibawa Boy itu melambangkan cinta yang abadi dan tak pernah mati. Jadi romantisme itu tak hanya harus dipandang dari satu hal yang pernah dilakukan di film-film saja. Namun ketulusan yang terkandung di dalamnya.
Setelah tangisnya berhenti Pakha menyodorkan sebuah kotak hitam di depan Boy.
"Sayang happy valentine days too, ini ada pakaian bisa untuk mengganti bajumu yang basah, tapi maaf ini cuma pakaian murah tidak bermerk seperti punyamu. "kata Pakha sambil menyodorkan kotak itu.
Boy tersenyum kemudian menerima pemberian Pakha.
"Makasih sayang, aku sangat mencintai mu. "jawab Boy sambil mencium punggung tangan Pakha.
Setelah itu ia berdiri dengan gagah dan cool berjalan menuju kamar mandi. Pakha sedikit kaget dengan kecupan Boy yang tiba-tiba mendarat di tangannya. Pipinya kini merona bagaikan seekor kepiting rebus ,ia pun merasa sangat beruntung bisa memiliki laki-laki sempurna seperti Boy.
Sementara itu di belakang Pakha terdapat seorang laki-laki sedang berdiri menatap dirinya dari kejauhan, laki-laki itu merasa kecewa dengan semua yang ia lihat barusan. Laki-laki itu adalah Jidan malaikat sekaligus sahabat yang selalu menolong Pakha.
"Pakha ternyata kamu sudah mempunyai orang lain di dalam hatimu,"kata Jidan kemudian membuang coklat dan sebuket bunga di tangannya.
Sekian dulu ya, sebenarnya apa yang terjadi pada Jidan mengapa dia membuang buah tangan yang ia bawa. Jangan-jangan Jidan punya perasaan pada pakha??... temukan jawabannya di episode selanjutnya. Semangat membaca.
__ADS_1