
Pakha sedang menghirup udara pagi di atas gunung yang indah. Entah kenapa hatinya saat ini terasa aneh. Pakha melangkah menuju kamarnya, terlihatlah bima yang sedang duduk tersenyum padanya.
"Sayang kemarilah,kenapa wajahmu terlihat murung begitu? "tanya bima.
pakha melangkah mendekati bima di atas ranjang.
"Bim aku rindu sekolah, aku rindu teman-temanku"kata pakha sambil duduk di pangkuan bima.
"apa kamu sedang bosan bersamaku sayang? "tanya bima sambil mengelus rambut pakha.
"aku tidak bosan bim hanya saja aku rindu sekolah"jawab pakha sambil cemberut.
"Baiklah temani aku beberapa hari lagi ya setelah itu kamu boleh pulang"jawab bima.
"Baiklah "kata pakha sambil memeluk bima.
Hallo pembaca setiaku kalian pasti ingin melihat visualisasi dari cerita ini kan. di bawah ini saya berikan sedikit gambaran tentang para tokoh utama ya.
1.Pakha
Umur : 17 tahun
Hobby : Bela diri taekwondo, membaca novel,memasak.
Warna favorit : Putih, biru
Ciri-ciri : Rambut hitam yang panjang, bermata sipit, alis tipis, berkulit putih, sikap tegas, ramah dan suka menolong,tinggi badan 160 cm, BB 50 kg.
2.Bima
Umur : 18 tahun
Hobby : Olahraga
Warna favorit : Hitam
Ciri-ciri : Rambut berwarna agak kecoklatan, mata biru, hidung mancung, kulit putih, sikap berwibawa, penyayang, rendah hati, disiplin, TB 170 cm ,BB 65 kg.
3.Boy
Umur : 17 tahun
Hobby : Basketball, main musik
Warna favorit : Coklat
__ADS_1
Ciri-ciri : Rambut berwarna pirang, alis tipis, ramah, keras kepala, penyayang ,TB 170 cm ,BB 60 kg.
4.Oci
Umur : 19 tahun
Hobby : Membaca buku
Warna favorit : Biru tua
Ciri-ciri : Mata sipit, hidung mancung, alis tebal, berkumis tipis, religius, ramah, pemalu, optimis, pantang menyerah, TB 165 cm ,BB 63 kg.
5.Kak Nawang
Umur : 20 tahun
Hobby : Menulis cerita,memancing
Warna favorit : Merah
Ciri-ciri : Kulit sawo matang, pintar, ramah, mudah bergaul, penyayang, rambut pirang , TB 158 cm ,BB 46 kg.
Sementara itu di kosan pakha ada seorang laki-laki yang sedang mengacak-acak kamar pakha, karna dari tadi barang yang di carinya belum ketemu juga.
Dengan perasaan tak menentu laki-laki itu terus mencari di sudut manapun, dan raut muka yang sedari tadi cemas, sekarang lebih terlihat lega.
Barang itu akhirnya sudah di temukan di bawah kolong tempat tidur pakha. Setelah barang itu ketemu laki-laki itu bergegas keluar dari kamar pakha dan langsung menuju rumah sakit.
Bruk seorang perempuan tak sadar menambrak laki-laki berkumis tipis yang terlihat seperti menunggu seseorang.
"maaf mas aku tidak sengaja, aku sedang buru-buru menjenguk adikku"kata perempuan itu.
"iya tidak apa-apa mbak "kata laki-laki itu.
Setelah itu perempuan tadi segera melangkah meninggalkan laki-laki itu.
Tak lama kemudian boy sampai di depan rumah sakit, di sana terlihat oci yang sudah menunggu kedatangannya. Mereka berdua segera berjalan menuju ruang rawat pakha.
Ceklek boy membuka pintu ternyata keluarga pakha sudah menunggu kedatangannya.
Oci juga terkejut karna wanita yang tadi menabraknya sudah berada di samping pakha. Boy segera memasangkan kalung pemberiannya itu ke leher pakha.
Mereka semua berharap pakha bisa kembali sadar dari mimpinya yang panjang itu.
__ADS_1
Sementara itu di dalam villa terdapat perempuan cantik yang sedang asik memasak tiba-tiba lehernya terasa sesak dan nafasnya tersengal. Pakha menjatuhkan panci masaknya yang membuat bima kaget dan langsung menghampiri pakha.
"ah leherku terasa sesak seperti ada yang mencekik, aku sudah tidak kuat lagi"gumam pakha setelah itu kesadarannya hilang.
Beberapa saat kemudian bima menghampiri pakha namun dia tak terlihat dan hanya menampakkan panci yang tergeletak di lantai.
Bima mencari pakha kemanapun namun tak juga di temukan.
"Si** mereka sudah berhasil membuat pakha kembali, aku tidak rela kalian merebut pakha dariku, aku akan membuat pakha di sisiku selamanya hahaha"teriak bima pada udara kosong di depannya.
Perlahan-lahan mata yang sedari tadi tertutup sekarang sudah mulai terbuka.Semua orang tersenyum melihat dia membuka matanya.
"alhamdulillah kita berhasil boy"kata oci.
Hal itu membuat pakha bingung karna dirinya di kelilingi banyak orang,seingatnya dia tadi sedang memasak di villa bima tiba-tiba lehernya terasa sesak,setelah itu dia tak ingat lagi.
"Apa yang terjadi padaku, ini dimana, kalian semua sedang apa di sini? "pertanyaan beruntun yang pakha berikan pada semua orang di sampingnya itu.
"Pakha kamu sekarang ada di rumah sakit, kamu tidak kenapa-napa kok, kita di sini sedang menunggu mu bangun"jelas boy pada pakha.
Pakha semakin kebingungan dengan penjelasan boy itu. Dia meneliti semua bagian tubuhnya masih terlihat utuh. Namun tubuhnya sekarang terasa agak kaku seperti dia tidak pernah olahraga 1 minggu.
"Dimana bima, apa kalian melihat bima"tanya pakha ketika tidak melihat wajah yang di sayanginya itu.
Semua orang di ruangan itu tidak mengerti siapa itu bima, dan mengapa setelah dia terbangun dari tidur panjangnya nama bima yang pertama di carinya.
Kak nawang mulai menjelaskan semua kejadian yang menimpa pakha dengan pelan-pelan mulai dia pingsan beberapa hari, kemudian kata dokter yang aneh, kata dukun tentang kalung itu, dan semua usaha yang selama ini mereka lakukan.
Pakha semakin tidak mengerti apa yang kak nawang jelaskan, dia tidak percaya sama sekali dan hanya bisa menangis.
Alasannya menangis bukan karena terharu namun karna pergi meninggalkan bima tanpa pamit.Dia merasa bersalah telah meninggalkan bima sendirian di villa itu bima pasti kuatir padanya yang tiba-tiba menghilang.
"aku harus menghubungi bima, berikan hpku sekarang dia pasti sedang bingung mencariku"ucap pakha sambil menangis sesegukan.
Grep tiba-tiba boy memeluk pakha, karna dia tidak tega melihat pakha sedang bersedih.
"Pakha tenanglah dulu,siapa bima itu ceritakan pada kami agar bisa membantumu mengabarinya"kata boy sambil mengelus punggung pakha agar sedikit tenang.
Sedari tadi pikiran oci tertuju pada perempuan cantik yang duduk di samping pakha.
"Siapa perempuan itu mengapa dia ada di sini, ah sekarang aku baru ingat dia kakak pakha karna tadi aku dengar dia sedang buru-buru menjenguk adiknya"kata oci dalam hati.
Tak sengaja pandangan mereka berdua bertemu, oci langsung membuang muka di hadapan kak nawang. Entah kenapa hatinya terasa berdetak kencang jika melihat wajah nawang.
Sedangkan kak nawang merasa aneh dari tadi di tatap teman boy seperti itu.
"Siapa laki-laki itu kenapa tatapannya padaku tidak biasa begitu,membuatku merinding saja"batin nawang sambil menatap oci yang membuang muka.
Terimakasih untuk kalian pembaca setiaku aku mohon dukungan kalian dengan cara like dan komentar di bawah ya agar menjadi catatan bagi author untuk terus maju.
__ADS_1