
Hari ini Jidan berencana mengungkapkan perasaannya pada Pakha namun hal tak terduga terjadi di depan matanya, ternyata Pakha sudah mempunyai pasangan. Jidan sadar bahwa dia memang tidak pantas untuk berada di sisi Pakha dan laki-laki yang Pakha peluk memang lebih pantas dari pada dirinya.
Jidan hanya kecewa dengan dirinya sendiri karna baru menyadari perasaannya terhadap Pakha. Jika saja waktu bisa di putar kembali ia akan lebih cepat mengungkapkan perasaan nya dan mungkin sekarang Pakha sudah menjadi miliknya. Namun sekarang sudah terlambat ibarat nasi sudah menjadi bubur. Hancur tak terbentuk.
Untuk mengungkapkan kekecewaan nya Jidan ingin menyampaikan isi hatinya lewat tulisan yang akan di baca banyak orang.
Jidan adalah seorang Bloger terkenal yang sudah mendapat banyak pendapatan dari hasil tulisannya. Kini ia ingin menulis perasaannya di dalam blogger miliknya.
...CINTA DALAM DIAM...
Aku pernah diam-diam mencintaimu, entah bagaimana awal mulanya, rasa itu muncul begitu saja. Ingin sekali aku bertanya padamu tentang mantra sihir apa yang kau gunakan hingga aku jadi seperti ini? namun sekali lagi, aku memilih diam dan bertanya dalam sunyi tanpa suara.
Sejak saat itu kamu selalu menjadi bagian terpenting yang memenuhi sudut-sudut terpencil di kepalaku, memenuhi relung-relung hatiku, dan menjadi tamu dalam mimpiku di setiap malamnya. Namun aku baru menyadari perasaanku setelah semuanya terlambat.
Semua terjadi begitu cepat, tanpa teori dan banyak basa-basi. aku melihatmu, mengenalmu, lalu mencintaimu. Sesederhana itulah kamu mulai menguasai hari-hariku. Kamu menjadi penyebab rasa semangatku. kamu menjelma jadi senyum yang tak bisa kujelaskan dengan kata-kata. Kini sudah terlambat, kamu sudah di miliki orang lain.
Biar ku simpan cinta ini dalam diam, seperti dulu aku melakukan semuanya diam-diam. Begitu rapi. Hingga hal yang kulakukan untukmu tak membuat siapapun curiga. Semua kusembunyikan. Hingga kamu yang tidak peka tetap saja tak acuh pada gerak-gerikku yang jarang tertangkap sorot matamu. Aku pandai menyembunyikan banyak hal hingga kau tak memahami yang sebenarnya terjadi.
Seandainya saja kamu tahu bahwa cintaku padamu begitu sederhana, apakah kau akan menerimanya? Aku hanya bisa mencintaimu dalam diam. Cintaku tak perlu ada suara untuk mengungkapkan, tak perlu ada kata untuk dilafadzkan, biarlah ia terus membara dan bergelora dalam diam.
Ketahuilah, dulu aku pernah bercerita kepada Tuhan tentangmu melalui monolog yang ku sebut doa, dulu aku rajin menyebut namamu dalam doaku, aku bahkan pernah menyampaikan sejuta harapku bersamamu kepada-Nya, namun entah Tuhan setuju atau tidak, aku hanya bisa pasrah dan sekali lagi, aku memilih diam.
Aku tahu diam itulah cara terbaik agar kamu dan orang lain tak terluka karna cintaku yang datang terlambat. Aku bukan lebih mencintai buku saat bersamamu namun aku takut kamu akan menjauhiku jika kamu tau aku suka padamu.
Aku memilih pura-pura mencintai buku agar kamu tidak pergi dari sisiku. Ketika kamu lulus rasanya begitu berat melepaskan genggaman tanganmu namun aku percaya jika kita adalah takdir kita akan bertemu kembali. Tanpa aku duga ternyata benar tuhan mempertemukan kita kembali setelah 7 tahun kamu menghilang. Di kampus yang sama aku dan dirimu di pertemukan kembali. Ku kira pertemuan itu adalah jawaban atas semua doaku, namun takdir berkata lain. Sudah ada orang lain yang mengisi hatimu. Aku janji akan memendam rasa cinta ini seumur hidupku. Biarlah waktu yang membawa cinta dalam diam ini. Dan untukmu sang pemilik hati, ku harap engkau bahagia bersama pendamping mu.
Setelah semua torehan-torehan di atas, kini hati Jidan sedikit lebih lega.
Tanpa menunggu waktu tulisan yang tertuang dalam blog nya langsung di upload di sebuah blogger miliknya. Kini dunia sudah tau bagaimana perasaannya yang sebenarnya. Meskipun seseorang yang ia tuju tidak mengetahui sekata pun dari isi hatinya itu.
Mengagumi dalam diam itulah pilihannya sekarang. Persahabatan murni antara laki-laki dan perempuan itu tidak akan pernah ada, kenyataannya sembilan puluh persennya ada perasaan spesial yang ikut tumbuh di antara persahabatan itu.
Setelah kencan nya dan Boy berakhir Pakha tidak ingin di antar Boy pulang. Karna ada hal yang ingin ia lakukan sebelum pulang, Boy bersikeras ingin ikut namun Pakha juga tak kalah keras kepalanya seperti Boy.
"Boy tolonglah, untuk kali ini saja izinkan aku pulang sendiri, ada hal penting yang ingin aku lakukan."kata Pakha mengemis dengan wajah terimutnya.
__ADS_1
"Hah baiklah jangan menampilkan wajah itu lagi di hadapan ku, aku jadi tidak tahan melihatnya tapi janji dulu ketika kamu sampai rumah langsung kabari aku. "Kata Boy sambil mencubit hidung Pakha.
"Iya aku janji sayang. "Jawab Pakha.
Setelah itu Boy kembali dan meninggalkan Pakha di depan lestoran itu seorang diri. Semua itu karna permintaan Pakha sendiri.
Hari ini Pakha berencana ingin menemui seseorang yang juga janjian di lestoran itu.
"Jidan mana ya, udah jam 8 malam kok belum sampai juga. "gumam Pakha sambil melihat layar hpnya.
Sudah sepuluh menit berlalu Pakha belum juga bertemu Jidan. Ia kemudian ngechat Jidan lewat wa.
Tik tik tik
Pakha memasang wajah kecewa setelah menerima pesan wa itu. Ia kemudian berjalan ke arah kiri tiba-tiba kakinya menginjak sesuatu, Pakha berhenti dan mengambil di bawah kakinya.
"Hah bunga... "kata Pakha kaget melihat buket bunga segar di buang begitu saja.
Pakha hanya berfikir jika bunga itu di buang oleh seseorang yang juga merayakan valentine hari ini.
Matanya menemukan sebuah surat berbentuk love yang terselip di antara bunga itu. Tangannya dengan cepat mengambil surat itu kemudian membukanya. Namun belum sempat membaca tiba-tiba ada angin kencang menerpa tubuhnya sekaligus membawa surat itu terbang tinggi dan terlepas dari tangan Pakha.
"Eehh kok malah terbang, yaudah lah lagi pula itu privasi orang lain bukan urusanku."kata Pakha kemudian membuang kembali bunga itu.
...Terlambat...
Ribuan tetesan air menyerbu bumi
Memaksa sang awan untuk menangis
Di kala itu air mataku ikut turun ke bumi
Melihat engkau bahagia sekaligus
__ADS_1
Mematahkan hati ini....
Namun rasa cinta ini....
Tak terhenti oleh keumuman sang pemilik waktu
Hanya seribu air mata penyesalan
Turun seperti hasrat yang lama tak tertuang
Hari valentine itu hari bahagiamu
Hari di mana pupuslah harapanku
seperti bunga asmara hanya mekar sesaat
Layu pun tak terduga
Untuk sampah yang hina sepertiku
Mencintai pun aku meras tak pantas
Andai saja kala itu.....
Kata love you
bisa diucapkan oleh bibirku yang terjajah
Mungkin kau sudah ada di sisiku
Namun takdir telah menghianatiku
^^^Karya: Jidan(nr cahaya)^^^
Setelah Jidan mendapat pesan dari Pakha dia kembali menulis perasaannya yang di tuangkan dalam sebuah puisi untuk mengisi blogger miliknya.
__ADS_1
Hingga saat ini perasaan cinta Jidan masih jadi rahasia, Jika saja angin yang membawa pergi surat itu tidak datang mungkin saja Pakha sudah tau perasaannya. Mungkin kah perasaan Jidan akan terus menjadi rahasia selamanya?
Tuh kan Jidan punya perasaan pada Pakha. Cinta dalam diam hemm apakah Jidan mampu tabah melihat pujaan hatinya bersama pria lain??? atau Jidan malah menjadi perusak hubungan orang lain seperti Dandi perisor. Temukan jawabannya di episode selanjutnya.....