Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Terpesona


__ADS_3

Setelah sampai di rumahnya dia berjalan ke dapur dan melihat kakaknya sedang memasak.


"loh pakha darimana saja kamu,kenapa tadi pagi kakak panggil tidak ada jawaban sama sekali"tanya kak nawang.


"ah tadi aku hanya olahraga pagi kak, kakak masak apa itu? "tanya pakha kembali.


"kakak hanya masak nasi goreng,apa kamu mau" kak nawang menawarkan sepiring nasi pada pakha.


"terima kasih kak, tapi pakha tadi sudah beli makan di warung depan"jawaban bohong pakha.


Setelah itu pakha berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang kotor.


Mentari mulai menyembunyikan sinarnya, itu adalah waktunya pakha untuk kembali ke rumah kosannya.Dia selalu pulang ke Kos nya minggu sore untuk menghindari jalanan yang macet di pagi hari.Hari mulai gelap dan dia sudah hampir sampai di daerah tempat kosnya. Dia mampir di pom untuk mengisi bensinnya terlebih dahulu.


grep tangan pakha di tarik oleh seseorang yang menggunakan jaket hodie. Dia di tarik ke tempat lebih gelap di sekitar pom bensin.


Itu membuat pakha terkejut dan langsung menendang kaki sang pemilik jaket hodie itu.


"Tunggu jangan sakiti aku pakha"kata pria tersebut kemudian melepas penutup jaket yang ada di kepalanya.


"kamu"kata pakha sambil menatap tajam laki-laki itu.


"iya aku boy, yang pernah terkena lemparan kaleng botolmu"jawab boy sambil mengusap dahinya yang masih benjol.


"apa maumu kenapa kau menarikku ke sini"jawab pakha dengan hati kesal.


"aku hanya ingin minta maaf "kata boy dengan tatapan memelas.


Pakha tidak mempedulikan perkataan boy,kemudian meninggalkannya. Dia kembali ke pom untuk mengambil motornya dan kembali melanjutkan perjalanan nya.


Entah kenapa boy semakin gemas melihat sifat pakha yang dingin itu.


Brakk suara pintu kos yang di banting pakha.Dia merasa kesal dengan kejadian di pom bensin tadi.

__ADS_1


"Si*l kenapa aku kembali bertemu pria bod*h itu sih, bikin mood hancur saja"gerutu pakha di kamarnya. Entah kenapa saat ia ingin memejamkan mata,matanya sangat sulit untuk terpejam.pakha masih kepikiran dengan laki-laki hutan yang pernah dia temui.


Pakha sangat terpesona memikirkan wajah tampan laki-laki mata biru itu. Dia juga masih banyak yang ingin di ketahui tentang bima. Kenapa di dalam hutan ada rumah sebagus itu, dan kenapa jantungnya berdetak kencang saat bertemu bima.Terus apa maksud dari ucapan bima bahwa dia adalah miliknya.Pikiran pakha berkecamuk dan bertanya-tanya tentang lelaki itu.


Jam sudah menunjukkan 01:15 waktu setempat dan matanya masih sulit untuk terpejam. Dia mengacak rambutnya karna frustrasi, pikirannya di penuhi oleh bayangan bima.


"Kenapa malam ini rasanya sulit sekali untuk tidur, menyebalkan besok ada upacara lagi" pakha bergumam sendiri. Karna dia kelelahan akhirnya tertidur dengan sendirinya.


kring kring alarm HP pakha berbunyi menandakan hari sudah pagi. Dengan sigap pakha mengambil HP dan tanpa sadar mematikan alarm HP nya.kemudian dia kembali melanjutkan tidurnya. Alarm HP kembali terdengar dan dia langsung mengecek jam dan ternyata sudah jam 06:39.


" whats padahal aku baru saja tidur kenapa sudah jam segini,biasanya alarm ku jam lima pagi sudah bunyi,mungkin hpnya lagi eror"gumam pakha sambil berlari turun dari ranjang menuju kamar mandi.


Pakha selesai bersiap-siap dan dandan seadanya karena sedang terburu-buru agar tidak telat saat upacara. Meskipun tanpa make up pakha masih terlihat cantik dengan wajah natural dan rambut hitam yang di kuncir kuda.


Sampailah pakha di depan gerbang pintu sekolah nya dan hampir saja di tutup pak satpam.


"TUNGGU PAK"teriak kedua murid itu bersamaan sambil berlari-lari menuju pintu gerbang dengan membawa tas masing-masing.


"pak satpam yang ganteng izinkan pakha masuk kali ini saja ya, aku ada satu burger ni mungkin bapak lapar"kata pakha sambil menyodorkan burger yang di belinya tadi. Meskipun maksud hati tidak ingin memberikan burger itu tapi nasib sarapan Paginya hilang.


Pak satpam membiarkan pakha masuk dan menerima burger yang di kasih pakha.


sedangkan laki-laki itu alias boy tidak di izinkan masuk dan itu membuat boy marah.


"Pak izinkan aku masuk juga ya pliss nanti boy belikan dua burger deh"permohonan boy pada satpam itu.


"Apa kamu bilang, kamu ingin menyogokku, maaf nak aku tidak bisa"jawab satpam tersebut.


Pakha hanya tersenyum melihat boy terkunci di luar pagar dan menjulurkan lidahnya untuk mengejek boy, Kemudian berlari meninggalkannya.


"Pakhaaa"teriakan boy dengan kesalnya kemudian meninju pagar di hadapannya.


Namun dia tidak kehabisan cara untuk bisa masuk ke sekolah. Dia mencari tangga agar bisa membantu memanjat tembok belakang sekolah, akhirnya dia bisa masuk juga dan langsung berlari menuju lapangan upacara.

__ADS_1


Saat upacara masih berlangsung ada seorang siswa yang berteriak sendiri mengagetkan siswa lain, dan ternyata siswa tersebut kesupan. Selanjutnya juga ada beberapa siswa yang jatuh pingsan di samping pakha.


Pakha terkejut dan langsung menolong siswa tersebut namun yang terjadi rambut pakha di jambak oleh siswa tersebut dan berteriak-teriak sendiri.


"hahaha kamu adalah manusia yang menyedihkan, manusia bod*h yang sudah terikat oleh makhluk menyeramkan hahaha sungguh hidup yang tak berguna "kata siswa yang kesurupan tadi dengan menunjuk wajah pakha. Kemudian siswa itu di bawa oleh petugas upacara yang berjaga untuk di tangani.


Seketika pakha terkejut dengan apa yang di katakan siswa itu,dia tidak mengerti maksud dari kata-kata siswa itu.


"Apa maksudnya, siapa yang terikat oleh makhluk menyeramkan, kenapa dia menunjuk diriku"kata pakha dalam hati. Pikiran pakha berputar -putar memikirkan maksud dari perkataan siswa itu namun tidak juga dia mengerti.


Setelah upacara selesai semua siswa masuk di kelasnya masing-masing, namun tidak dengan pakha dia menuju perpustakaan untuk meminjam beberapa buku novel yang di sukainya.


Saat itu perpustakaan masih terlihat sepi dia melangkah masuk untuk mencari novel favoritnya.Namun dia melihat ada seorang siswa laki-laki yang duduk di pojok perpustakaan sambil menundukkan wajahnya.


Pakha pikir hanya siswa kutu buku yang pagi-pagi sudah membaca buku di perpustakaan. Pikirnya pakha dia mungkin murid yang pertama ada di perpustakaan, karna setelah upacara dia langsung menuju ke perpustakaan.Dan ternyata ada siswa lain yang mendahului nya.


Pakha berjalan mendekati laki-laki itu, dia hanya ingin menyapa laki-laki tersebut.


Setelah pakha menyapanya tidak ada respons sama sekali dan laki-laki itu masih menundukkan wajahnya.Pakha terlihat kesal dan menggeprak meja di depan laki-laki itu. Akhirnya laki-laki itu menaikkan wajahnya, dan yang membuat pakha terkejut wajah laki-laki itu di penuhi banyak bela**** dan tampak tak utuh.Seketika pakha berlari menjauh dan segera keluar dari perpustakaan tersebut.


"ah sial kenapa aku melihat penampakan pagi hari begini"ucap pakha sambil berlari dengan nafas ngos-ngosan dan menjauh dari perpustakaan.Sebenarnya dia tidak begitu takut karena dia sudah pernah melihat hal seperti itu beberapa kali saat masih kecil. Namun karena pakha terkejut dia hanya refleks berlari menjauh.


Tanpa sadar dia menabrak orang yang berjalan di depannya. Pakha menjatuhkan buku-buku novel yang di pinjamnya dari perpustakaan tadi meskipun tanpa sempat menulis daftar pinjam.


"maaf saya tidak sengaja" kata pakha sambil memunguti buku-bukunya yang terjatuh.Tanpa melihat wajah orang yang di tabraknya tadi.Setelah selesai mengambil novelnya yang terjatuh dia mendongak melihat wajah yang tak asing baginya.


"kenapa sih aku selalu bertemu dengan laki-laki seperti mu, hari yang sungguh menyebalkan "ucap pakha dengan memalingkan wajahnya.


"pakha mungkin kita jodoh"jawab laki-laki itu di sertai senyum jail.


"cih tak sudi aku berjodoh denganmu"jawaban ketus pakha dan berlalu meninggalkan boy.


Boy hanya tersenyum memandang punggung pakha yang semakin jauh meninggalkannya.

__ADS_1


__ADS_2