Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Dia lagi


__ADS_3

Ketika rindu sudah di ujung tanduk, hati terasa gelisah, pilu menusuk kalbu, merana tanpa berkesudahan tak akan sembuh sebelum bertemu sang pemilik rindu. Sebuah filsafat hati yang mampu memberikan ketabahan dan kepercayaan terhadap semua angan. Tik tok tik tok sang waktu terus berjalan meninggalkan sejuta kenangan masa lalu. Waktu yang sudah terlewati tidak akan bisa di putar kembali seperti saat ini seorang perempuan sedang membayangkan waktu bahagia bersama kekasih hatinya. Dia tiba-tiba meneteskan air mata kerinduan. Cincin yang berkilau masih tersemat di jari manisnya menambah kepiluan hati. Sudah satu jam lebih pakha melihat cincin dari bima yang masih tersemat di jari manisnya itu.


Tok tok tok suara pintu di ketok dari luar kamar pakha.


"Masuk"jawaban pakha untuk mempersilakan orang itu masuk.


Wajah ganteng itu memperlihatkan senyuman di ujung bibirnya. Boy melangkah menghampiri pakha yang berdiri di samping jendela kamar.


"Pakha boleh aku tanya sesuatu? "tanya boy ragu-ragu.


Pakha tidak merespon apapun dari pertanyaan yang boy berikan, karna ia masih tenggelam dalam kesedihan.


"Apa kamu membenciku? "tanya boy kembali.


Pakha hanya menggelengkan kepala,namun matanya tetap tertuju pada cincin tak terlihat pemberian bima itu. Boy merasa ada yang aneh dengan kelakuan pakha namun ia tidak terlalu memikirkan soal itu.


"Aku pamit"kata boy di ujung pintu, pakha masih saja terdiam membisu.


Boy hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar dan segera berlalu meninggalkan pakha di kamar sendirian agar ia bisa menenangkan diri. Ia segera melajukan mobilnya meninggalkan kediaman pakha karna ia sudah lama tidak pulang kerumah.


"Pakhaaaa"teriak kak nawang yang tiba-tiba muncul di depan pintu kamar pakha setelah kepergian boy .


Pakha segera menghapus air matanya ia ingin menyembunyikan kesedihan di hadapan kak nawang.


"Ada apa kak kenapa berteriak begitu"kata pakha.


"Taraaa "kata kak nawang sambil memperlihatkan sebuah cincin di tangannya.


"Wihh apa itu kak, kelihatannya mengkilap begitu"tanya pakha.

__ADS_1


"Aku di lamar oci, kakak seneng banget dek, akhirnya kakak bisa mendapatkan laki-laki yang baik seperti dia"kata kak nawang dengan gembiranya.


"Selamat ya kak pakha ikut senang"jawab pakha sambil tersenyum.


Pakha harus terlihat bahagia juga mendengar kakaknya sudah mendapatkan laki-laki impiannya, meskipun sebenarnya dalam hati pakha saat ini sedang menangis. Setelah kak nawang memberitahukan kabar itu, ia langsung berlalu keluar dari kamar pakha sambil bernyanyi riang. Pakha hanya diam menatap kepergian kak nawang dengan tatapan sayu.


Pakha hari ini harus kembali ke kosannya karna besok dia akan kembali masuk ke sekolah. Pakha kemarin hanya izin satu hari saja pada wali kelasnya.


"Bu, pak, kak nawang, pakha pamit dulu ya ingin kembali ke kosan soalnya sudah sore"pamit pakha pada keluarganya.


Mereka hanya mengangguk saja, sedangkan kak nawang berpesan untuk hati-hati pada adiknya itu. Kak nawang adalah satu-satunya keluarga yang sangat peduli pada pakha.


Motor melaju memecah kesunyian jalanan yang sepi, jalanan nan gelap ditempuh seorang diri hanya untuk bisa kembali mengeyam pendidikan. Jarak yang lumayan jauh pun harus pakha tempuh untuk bisa mengejar cita-citanya, perjuangan dari kampung menuju ke kota. Seperti kata dalil di bawah ini.


اُطْلُبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ فَإِنَّ طَلَبَ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ، اِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَضَعُ اَجْنِحَتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضَاءً بِمَا يَطْلُبُ


Artinya:


Dari dulu pakha berusaha menjadi anak yang bisa membanggakan kedua orangtuanya. Namun hanya sia-sia saja orang tuanya tetap memandang dia lebih rendah dari kakaknya dan dia sekarang sudah berubah tujuan, ia hanya ingin menjadi anak kebanggaan bangsa bukan karena kedua orangtuanya tapi karna hati kecilnya.


Hari semakin gelap pakha sudah sampai di jalan dekat kosannya namun tiba-tiba langit terlihat mendung dan beberapa menit kemudian hujan rintik-rintik mulai membasahi bumi dan dirinya. Pakha segera menepikan motornya di sebuah halte untuk berteduh. Disana juga ada seorang laki-laki berjaket hitam yang sudah berteduh terlebih dulu di pojok halte itu. Wajah laki-laki itu tertutupi jaket hitam miliknya sehingga tidak terlihat.


Jeder suara petir menggelegar mengangetkan dua orang yang saling diam di halte itu.


"Aaaaa petir sia***"umpatan pakha tak kalah kerasnya dengan suara petir itu.


"Mbak jangan berisik mengganggu konsentrasi ku saja"bentak laki-laki yang sedang sibuk bermain game di hpnya.


" aku kan sedang keget tapi kenapa dia malah marah-marah padaku ,gak jelas banget awas aja kau akan ku beri pelajaran"batin pakha ,dengan perasaan kesalnya lalu berjalan mengendap endap agar langkahnya tidak terdengar pada seorang pria yang tengah fokus bermain game di pojok halte.

__ADS_1


Kemudian ia berteriak dengan keras tepat di depan wajah laki-laki berjaket kulit itu. Seketika HP yang di pegang laki-laki itu terpental mengenai wajah pakha. Bukan senang yang pakha dapat namun kesialan malah menimpa dirinya, matanya terhantam hp dengan keras sehingga menjadi sedikit memar. Pakha semakin kesal dan menarik jaket yang menutupi wajah laki-laki itu. Dan jeng jeng muncullah wajah dingin yang sangat ia benci.


"Reno.. "batin pakha,kemudian kakinya langsung maju ke depan untuk melancarkan aksi balas dendamnya . Duk akhirnya tendangannya tepat sasaran, setelah beberapa kali gagal mendarat di kaki pria dingin itu.


"Yes rasakan tuh tendanganku "kata pakha penuh kemenangan di sertai senyum seringai di sudut bibir mungilnya.


"Kamu"kata reno sambil memelototkan matanya pada pakha karna kakinya terasa berdenyut akibat ulah pakha.


Pakha hanya menjulurkan lidahnya di hadapan reno, saat kakinya ingin melangkah lantai yang licin membuat ia terpeleset, akhirnya tangan reno menangkap tubuh pakha dan mata mereka berdua saling bertatapan dan hanya berjarak lima senti dari wajah pakha.


"Lepaskan jangan pegang-pegang"kata pakha untuk mengusir kecanggungan di antara mereka. Seketika reno langsung melepaskan tangannya . Akhirnya pakha terjatuh ke lantai dan bokongnya bertabrakan dengan lantai yang keras sehingga menimbulkan suara berdentum.


"Aww"teriak pakha saat tubuhnya terjatuh ke lantai .


"Katanya di suruh lepasin kok malah teriak-teriak"jawab reno sambil tertawa terkekeh kekeh melihat pakha yang jatuh tersungkur di lantai yang licin itu. Pakha segera berdiri sendiri dan memasang wajah manyun di depan reno.


Pakha sangat kesal dengan kelakuan orang di depannya itu, dia memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya meskipun hujan belum berhenti. Ia sudah tidak kuat lagi melihat wajah yang paling ia benci itu.


"Eh kok malah kabur "ucap reno yang melihat pakha menerjang hujan yang deras itu.


Pakha berlalu meninggalkan reno sendirian di halte tersebut.


Reno melihat pakha dengan tatapan heran.


"Kamu ternyata lucu juga, jadi membuat ku penasaran "batin reno yang melihat kepergian pakha.


Pakha melajukan motornya dengan kecepatan kilat agar segera sampai di kosan.Tubuhnya terasa menggigil karna terkena air hujan dan angin malam yang sepoi-sepoi di sepanjang perjalanan.


"laki-laki br****** tidak punya hati apa tega bener menertawakan aku yang kesakitan, dasar tidak peka "gumam pakha di sepanjang perjalanannya.

__ADS_1


Akhirnya pakha sudah sampai di kosannya, dia segera mandi air hangat untuk menghangatkan badan yang sudah dingin seperti dinginnya sikap reno padanya. Pakha sangat marah pada laki-laki yang barusan ia temui itu. Dia akan membalas semua perbuatan reno padanya.


"Reno tunggu tanggal mainku, aku akan membuatmu bertekuk lutut memohon cintaku hahaha"kata pakha di dalam kamar mandi disertai dengan tawa menyeramkan.


__ADS_2