
Semalam ada dua sejoli yang sedang bahagia memadu kasih namun ada juga hati yang sedang terluka karna melihat mereka berdua bermesraan di depan matanya, ia tak lain adalah Bima suami gaib Pakha dan juga pemimpin istana hutan kelam. Bima terlihat murka ia sudah di butakan oleh api cemburu yang membakar hatinya.
"Aku tidak mau tau, kalian harus bisa menghabisi manusia itu, apa pun caranya jika jiwa kalian masih ingin hidup tenang di istanaku."Teriak Bima dengan amarah yang meluap-luap.
"Baik yang mulia agung. "jawab mereka serempak.
Perkumpulan makhluk halus itu bersiap-siap bergerak menuju ke arah yang di perintahkan rajanya. Banyak sekali bahkan ribuan jenis makhluk gaib berbondong-bondong menuju ke arah gubuk reot Boy.
Sementara itu Boy masih saja terlelap akibat perang ranjang semalaman yang menguras habis tenaganya. Pakha menatap lekat-lekat wajah Boy yang masih terlelap dari tidurnya.
"Sayang.. aku bahagia Tuhan telah memberikan kesempatan untukku bisa bersamamu lagi seperti ini."kata Pakha sambil mengelus wajah Boy, tubuhnya masih berbaring di samping Boy.
"PAKHA JANGAN PERGI. "gumam Boy dalam tidurnya.
Pakha semakin melotot tajam karena Boy menyebut namanya saat masih tidur.
Sedetik kemudian Boy pun tersentak dan terbangun dari tidurnya.
"Pakha.. ".
"Iya Boy aku di sini. "jawab Pakha sambil tersenyum ke arah Boy.
Boy duduk kemudian memeluk Pakha begitu saja.
"Kamu mimpi buruk ya?"tanya Pakha sambil menepuk-nepuk punggung Boy untuk menenangkannya.
"Aku bermimpi kamu menghilang lagi dari hidupku, mimpi itu seperti nyata aku takut sekali. "kata Boy masih memeluk Pakha dengan erat.
"Itu memang takdir Boy bagaimana pun kita tidak bisa bersama terus selamanya, kita sudah berbeda, aku juga takut jika harus meninggalkanmu lagi."batin Pakha, ia sangat sedih memikirkan asmaranya yang tidak semulus sinetron.
DUAKK, BRAKK
Terdengar suara berisik dari luar, juga angin yang bertiup kencang membuat gubuk reot Boy meliuk kesana kemari seperti ingin roboh. Pakha dan Boy melepaskan pelukannya, mereka berdua berlari keluar dari gubuk yang ingin roboh itu. Ketika sudah berada di luar gubuk, mereka berdua sangat terkejut saat melihat ribuan makhluk gaib berjalan menuju ke arahnya.
__ADS_1
"A... apa.. itu.. ba.. banyak sekali mereka."kata Boy gugup, sehingga pelipisnya mengeluarkan keringat dingin saat ia melihat berbagai makhluk aneh itu membabi buta menerpa pohon-pohon menjadi roboh dan membuat daerah sekitar kediamannya hancur.
"Sial itu pasti kelakuan Bima. "batin Pakha saat melihat makhluk-makhluk itu.
Pakha tau tidak mungkin setan-setan itu mengamuk begitu saja tanpa ada yang menyuruh mereka, karna hanya satu orang yang bisa mengendalikan kekuatan mereka selain Pakha siapa lagi kalau bukan Bima sang raja.
Memang kekuatan Pakha kalah jauh dengan kekuatan Bima yang sudah lama menjadi pemimpin bangsa setan namun Pakha masih bisa mengendalikan mereka jika masih tergolong ratusan. Namun kali ini mereka lebih banyak dari perkiraan Pakha bahkan ribuan atau bahkan ratusan ribu seperti segerombolan semut tapi mereka semua itu dengan wujud hantu.
Terlambat sebelum Pakha dan Boy melarikan diri dari mereka, hantu-hantu itu sudah lebih dulu sampai di depan mereka dan mengepung Boy. Mereka berdua hanya ada satu pilihan yaitu harus melawan hantu-hantu itu dengan sekuat tenaganya.
Pakha berusaha melindungi Boy begitu juga dengan Boy yang berusaha melindungi Pakha dari serangan ribuan makhluk halus itu.
Boy dan Pakha saling melindungi satu sama lain, meskipun begitu sebagian serangan hantu itu masih bisa mengenai tubuh Boy sehingga mulut Boy tertohok oleh kekuatan supranatural itu. Kini mulut Boy memuntahkan darah segar yang banyak, kekuatannya juga semakin melemah saat menghabisi beberapa hantu yang menyerangnya.
Mustahil bagi mereka berdua untuk kabur dari hantu-hantu itu, tubuh Boy bergetar hebat dengan sisa kekuatannya ia berusaha menepis serangan hantu-hantu itu yang bertubi-tubi menuju ke arahnya. Sementara Pakha sibuk sendiri menghabisi hantu-hantu itu yang juga ikut-ikutan menyerang dirinya.
Pakha menoleh ke belakang ternyata Boy sudah begitu lemas, Pakha berlari mendekati tubuh Boy dan menghadang hantu-hantu itu yang tidak ada habis-habisnya.
"Tinggalkan aku saja..biarkan aku di habisi mereka, Pakha kamu pergilah selamatkan dirimu. "kata Boy dengan tubuh sangat lemas, ia pun sudah tidak kuat lagi menahan serangan hantu-hantu itu.
"Kamu tetap bodoh Boy, pikirkan dirimu sendiri, kamu itu manusia sedangkan aku sudah mati, kamu harus ingat itu. "jawab Pakha sambil menghalau serangan hantu itu.
BRUKK
Tubuh Boy terkapar begitu saja setelah serangan hantu itu lagi-lagi mengenai tubuh Boy yang sudah tidak bertenaga.
"Boy.. "teriak Pakha saat melihat tubuh Boy ambruk di belakang punggungnya.
Pakha semakin marah, ia memejamkan mata kemudian mengumpulkan seluruh kekuatannya. Cincin yang tersemat di jari manisnya mengeluarkan sinar yang sangat terang sehingga mampu membutakan hantu-hantu itu. Atas ijin Tuhan kekuatan Pakha menjadi berkali-kali lipat dan ketika bendungan kekuatan itu meledak, dengan seketika menyapu bersih hantu-hantu itu sehingga semuanya lenyap. Hanya menyisakan sunyi dan porak-poranda bekas perlawanannya.
Tanpa pikir dua kali Pakha langsung menghampiri tubuh Boy yang penuh dengan darah.
"Boy bangun.. tolong jangan pergi lebih dulu dariku ..hiks.. hiks. "kata Pakha sambil menggoyang-goyangkan tubuh Boy yang lemas.
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan..manusia.. ah.. iya.. rumah sakit. "gumam Pakha kemudian mengangkat tubuh Boy dan dalam sekejab mereka berdua menghilang dari hutan itu.
Sementara itu Bima tersenyum saat melihat manusia itu terkapar tak berdaya di depan matanya.
"Itulah akibatnya jika kamu berani menyentuh pasanganku, nyawamu yang akan jadi taruhannya. "kata Bima kemudian menghilang juga dari lokasi yang sangat berantakan itu.
Pakha dan Boy tiba di rumah sakit, ia langsung manggil-manggil seseorang namun nihil tidak ada yang membantu dirinya.
"Tolong... seseorang ..ada manusia yang sedang sekarat.. siapa pun tolong selamatkan Boy. "kata Pakha manggil-manggil perawat ataupun dokter yang bertugas hari itu namun ia lupa kalau mereka semua tidak bisa melihat dirinya dengan wujud arwah seperti itu.
"Kalian semua ingin mati, berani sekali mengabaikanku.. "teriak Pakha kesal karna tak satupun orang yang menolongnya.
Sementara darah Boy tidak henti-hentinya keluar, bibir Boy juga semakin membiru.
Beberapa saat dengan kebetulan ada seorang dokter yang mempunyai indra ke enam, ia menoleh ke arah pintu dan melihat Pakha berlari kesana kemari sambil membopong tubuh Boy di tangannya. Dokter itu penasaran ia pun berlari ke arah Pakha, ternyata benar, kaki Pakha melayang namun anehnya laki-laki yang penuh luka itu seperti manusia.
"Permisi apa ada yang bisa saya bantu. "dokter itu pun memberanikan diri berbicara pada Pakha yang menangis hampir putus asa.
Pakha menoleh ke arah sang dokter, ia memberikan tubuh Boy kepada dokter itu.
Betapa terkejutnya sang dokter saat menerima tubuh Boy yang masih hangat.
Dokter itu pun langsung berteriak di sekitarnya, sehingga para bidan dan semua yang berada di sana langsung sigap menolong Boy yang denyut nadinya melemah. Boy pun di bawa ke ruang IGD oleh dokter itu.
Tubuh Pakha lemas, ia masih menangis di depan pintu sambil menatap kekasihnya di beri pertolongan oleh dokter.
"Terima kasih hanya kamu yang mau menolongku, aku janji akan membalas kebaikanmu wahai manusia baik."kata Pakha menatap punggung dokter yang tadi menolong Boy.
Pakha mengepalkan tangannya, ia ingat Bima lah yang membuat Boy menjadi seperti itu. Pakha menggigit bibirnya, ia terlihat sangat murka.
Seketika tubuh Pakha langsung menghilang dari rumah sakit itu.
Sekian dulu ya.. apa yang akan terjadi selanjutnya? apakah Boy bisa selamat atau ia harus ikut meninggalkan dunia ini? dan apa yang akan Pakha lakukan pada Bima? temukan jawabannya di episode selanjutnya. Tetap semangat membaca.
__ADS_1