Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Terusik


__ADS_3

Debur ombak memecah karang, angin lembut terasa mengelus kulit.


Terlihat batu besar yang seolah-olah siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat.


Air, air, air, sejauh mata memandang yang kulihat air berkilauan cahaya mentari dan tentu saja di mana ada air di situ orang-orang berbondong-bondong mencari kesegaran sejenak, di jantung musim panas ini.


Weekend akhirnya hari yang di tunggu-tunggu semua orang datang juga. Seperti dua sejoli yang lagi mabuk asmara juga menanti hari ini.


Minggu tak pernah terlewat satu hari pun untuk tidak mengadakan kencan. Pakha dan Boy memutuskan untuk menghabiskan weekend nya di sebuah pantai.


Boy sedang asik memerhatikan seorang prempuan cantik dengan bibir semerah darah; rambut sehitam malam, dan senyum seperti bulan sabit sedang bermain-main air di tepi pantai.


"Sayang kemarilah, udah yuk main airnya, ini aku belikan kelapa muda biar segar. "teriak Boy dari kejauhan memanggil Pakha.


"Iya sayang. "jawab Pakha sambil berjalan ke arah Boy.


"Duduklah."kata Boy.


Kemudian Pakha duduk di depan Boy sambil menyeruput es kelapa muda bercampur sirup yang segar itu.


"Sayang aku punya pantun buat kamu loh, pengen dengar gak? "kata Boy.


"Iya boleh. "


Gadis kemayu berguling-guling


Dapat gaun dari Majakeling


I love you oh my darling


Moga kamu takkan berpaling.


"Aku juga bisa loh berpantun,"kata Pakha menimpali.


"Coba mana aku juga pengen dengar pacarku membalas pantunku. "jawab Boy.


Gunung barat di bawah bintang


Lempar batu menangkap ikan


Walau banyak godaan datang


Teguh cintaku tak tergoyahkan.


"Wow bagus juga pantunmu sayang. "kata Boy kagum.


Kemudian ia meluncurkan pantun gombalannya lagi.


Jangan dirayu Bapak Raden


Istrinya ngamuk nggak bisa konsen


I love you till the end

__ADS_1


Moga cintamu nggak pernah absen.


Pakha langsung membalas.


Sebelum kang mas menutup pintu


Tolong bangunin kalau ada tamu


Cita-citaku itu cuma satu


Hidup bahagia bersama kamu.


Boy:


Kelap kelip di tengah hutan


Ada bintang indah menawan


Walau cinta banyak rintangan


Pasti kujaga dengan kesetiaan.


Pakha:


Burung tekukur matanya semu


Hinggap sebentar di atas peti


Aku bersyukur jadi pacarmu


Kini mereka berdua asik bermain pantun sambil tertawa dan bercanda di pinggir pantai nan indah.


Sementara itu Nawang duduk di kursi taman dekat Alun-alun. Mengetukkan kaki di lantai. Menghela napas. Tatapannya lurus ke ujung taman. Mengamati setiap wajah orang berlalu lalang bermain atau berpacaran . Ia melirik jam yang melingkar di tangannya. Pukul 4 sore. Ia mengerang pelan. Cemas, tak sabar, gugup. Sesekali dia juga menggigit bibirnya.


“Mengapa dia lama sekali?” Nawang bergumam gusar.


Sudah satu jam dia duduk di sana.


Riuh suara anak kecil yang bermain bersama teman-teman nya di seberang tak bisa membuat Nawang mengalihkan pandangan dari ujung taman. Menunggu dengan cemas. Baginya menunggu selalu saja menjadi kegiatan yang membosankan.


Mungkin bukan baginya saja. Semua orang mungkin sependapat dengannya.


Semua ini ia lakukan karna Dandi mengancam akan membocorkan semua rahasia masa lalu dengan dirinya. Hal itu juga membuat Nawang cemas karna ia merahasiakan pada Oci jika ia sudah mengenal Dandi cukup lama ,hal itu ia lakukan agar suaminya tidak berpikir yang aneh-aneh terhadap Dandi cinta pertamanya.


Malam itu hari sudah semakin larut, ada tukang paket datang ke rumah Nawang. Lantas Nawang kaget dia tidak pesan barang online namun kenapa ada paket datang malam-malam seperti ini.


Paket itu teruntuk dirinya bukan suaminya. Nawang menandatangani tanda terima kemudian kurir itu pergi.


Tak sabar dia langsung membuka paket yang baru ia terima, penasaran dengan isi di dalamnya.


Setelah di buka paket itu hanya sebuah boneka beruang kecil dan satu tangkai bunga mawar hitam lengkap dengan durinya.


Tanpa sengaja Nawang terkena satu duri dari mawar itu, ternyata ada satu surat yang terselip di bawah boneka kecil itu.

__ADS_1


_Untuk Naee kesayangan ku, gimana kabarmu?mengapa kemarin kau pura-pura tidak mengenali diriku, hahaha lucu sekali aktingmu, jangan-jangan kamu sedang menyembunyikan persoalan kita dulu. Licik sekali kamu sayangkuh. Temui aku di taman dekat alun-alun besok sore jam 3, jika kamu tidak datang, aku akan memberitahu semua hubungan kita dulu pada suami jelekmu. I MISS YOU Naee. _Dandi your love.


Nawang langsung merobek surat itu dan membakarnya , untung saja suaminya kebetulan sudah tidur karna kecapean kerja. Jika surat itu tiba di tangan suaminya dia pasti membeku tak bisa menjelaskan apa-apa tentang hubungannya dulu. Karna tak bisa di pungkiri dia sempat dekat dengan Dandi meskipun tanpa status yang jelas.


...Back to the beginning Nawang menunggu di taman....


Nawang menyerah. Akhirnya dia memutuskan untuk pulang karna orang yang sejak tadi di tunggunya belum juga menampakkan batang hidung.


"Sial aku sedang di permainkan Dandi. "gumam Nawang kemudian bangkit dari tempat duduknya.


Sebelum ia sempat melangkah maju dari arah belakang ada sebuah tangan besar dan kokoh sedang menutup kedua matanya, Hal itu membuat Nawang mengurungkan langkah kakinya.


Nawang melepaskan tangan yang menutup matanya kemudian berbalik badan. Nampaklah Dandi dengan segala senyumnya yang sudah lama tak di lihatnya.


"Apa mau mu sebenarnya? "tanya Nawang to the point.


"Ayo duduk dulu Naee ada hal penting yang harus aku bicarakan kepadamu. "jawab Dandi.


Nawang menuruti kata Dandi kemudian duduk di sampingnya namun dengan jarak berjauhan. Tiba-tiba tubuh Dandi semakin mendekat membuat Nawang terpojok. Di satu sisi jika ia bergeser lagi ia pasti akan jatuh ke bawah, dengan terpaksa ia harus diam di tempat.


"Dan bisa agak geser gak? "kata Nawang sambil melirik Dandi di sampingnya.


"Tidak bisa naee soalnya di samping ku udah jurang atau kamu mau duduk di pangkuan ku saja biar lebih nyaman. "kata Dandi dengan senyuman menggoda.


"Apaan sih nyebelin kamu Dan, cepat katakan apa maumu sekarang aku sibuk harus segera pulang"kata Nawang.


Dandi menarik nafas panjang kemudian membuka suara.


"Naee terima kasih kamu sudah mau datang kemari. Aku akan mengingat moment ini untuk waktu yang sangat lama. Aku akan ingat rasa terima kasih ku. Betapa senang bertemu denganmu lagi. Dan semua kekhawatiran ini. Moment ini akan terus ku ingat sebagai kenangan indah. Suatu hari nanti dalam hidupmu, jika kamu menghadapi kesulitan lagi yang membuatmu sulit menepati janjimu. pada hari itu jangan lupa ada seseorang yang percaya padamu dan menunggu mu selama bertahun-tahun. "kata Dandi di hadapan Nawang.


Nawang hanya diam mendengar kan semua ucapan Dandi tanpa sadar ia meneteskan air mata di kedua matanya. Tak bisa ia hindari memang benar ia masih mencintai Dandi cinta pertamanya namun sekarang statusnya berbeda. Ada seseorang yang harus ia jaga hatinya.


"Dandi maafkan aku yang tak bisa menepati janjiku untuk slalu hidup bersamamu. Ini adalah takdir kita. Lupakan semua kenangan yang sudah ku lukis bersama mu dulu. Aku yakin kamu pasti akan bertemu wanita yang lebih baik dari aku. "kata Nawang langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Naee tunggu dulu, tolong berikan aku satu kesempatan untuk memeluk mu yang terakhir kalinya. "kata Dandi sambil berlutut memohon di hadapan Nawang.


Nawang tak tega membiarkan Dandi sampai seperti itu, ia mengangguk bagaimana pun juga tak salahkan jika memberi kesempatan terakhir untuk Dandi?


Akhirnya mereka berdua berpelukan di taman pinggir alun-alun itu.


Namun sebuah kebetulan mobil Oci berhenti saat lampu merah di dekat taman alun-alun. Tanpa sengaja matanya menangkap pemandangan yang membuat hatinya sakit.


Tak salah lagi itu benar-benar Nawang istrinya namun ia sedang berpelukan dengan siapa ?


Oci menepikan mobilnya di pinggir taman sekalian ingin memastikan sendiri siapa laki-laki yang di peluk Nawang.


Setelah Pelukan selesai Nawang segera melepaskan tubuh Dandi, ini sudah waktunya Oci pulang.


Dia takut jika suaminya bingung mencari dirinya yang tak berada di rumah.


Ketika ia ingin pergi dari hadapan Dandi langkahnya berhenti ketika sepasang mata telah menusuk jantungnya.


"Abiii... "kata Nawang kaget.

__ADS_1


Omg ketahuan deh, kira-kira gimana tuh nasib nawang setelah suaminya melihat kejadian itu. Marahkah atau lebih mengerikan dari itu?


nantikan jawabannya di episode selanjutnya... Semangat membaca.


__ADS_2