Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Kesalahpahaman


__ADS_3

Nawang kaget melihat suaminya sedang menatap dirinya dan Dandi.


"Abii.... "kata Nawang kembali memanggil suaminya.


Oci tidak menjawab panggilan Nawang namun ia langsung menghampiri Dandi, tiba-tiba tangannya meluncurkan satu pukulan tepat di wajah Dandi.


Bruk. Tubuh Dandi ambruk akibat serangan Oci yang tiba-tiba sehingga mengagetkan dirinya. Nawang juga kaget melihat suaminya semarah itu terhadap Dandi.


Baru kali ini Nawang melihat kemarahan Oci.


"Berani sekali kamu menggoda istriku di depan mataku, ini adalah peringatan untuk orang tak berbudi sepertimu. "kata Oci dengan marahnya.


"HAHAHA ini belum seberapa bro. "jawab Dandi sambil mengusap ujung bibirnya yang berdarah akibat pukulan Oci.


"Kauuu...."kata Oci tatapannya siap menelan Dandi hidup-hidup.


Oci ingin kembali memukul Dandi namun tangannya berhenti ketika mendengar suara teriakan Nawang.


"MAS CUKUP "


Oci mengurungkan niatnya setelah melihat Nawang memeluk lututnya sambil menangis di pojok taman. Dia langsung menghampiri Nawang.


"Ummi ayo kita pulang sekarang, jelaskan semuanya di rumah. "kata Oci sambil membantu istrinya berdiri.


"NAE I LOVE YOU FOREVER "teriak Dandi sebelum mereka berdua pergi.


Oci mendengar teriakan Dandi membuat hatinya di semakin penuhi amarah. Dandi hanya tersenyum melihat wajah Oci yang murka. Dia berharap Oci akan marah juga terhadap Nawang dan syukur jika malah menceraikannya. Sungguh kesempatan yang bagus buat Dandi. Satu dayung dua pulau terlampaui. Kejadian itu membawa keuntungan untuk Dandi. Ia tak akan berhenti mencari akal untuk mengganggu hubungan mereka berdua. Dandi berharap Nawang dapat kembali lagi di pelukannya. Status itu tak penting untuk Dandi asalkan dia bisa bersama Nawang ia bahagia. Tak hanya pelakor yang pandai menggoda, laki-laki juga bisa menjadi penggoda rumah tangga. Salah satunya Dandi pria perusak rumah tangga dengan segala akal bulusnya untuk merebut Nawang dari Oci. Kira-kira jika kalian menjadi Nawang masih maukah kembali kepada Dandi cinta pertamamu? Atau tetap bertahan untuk Oci suami hasil ta'aruf mu?

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Nawang berlutut memeluk kaki suaminya sambil menangis.


"Abi aku mohon dengarkan penjelasan umi dulu, tak semua kebenaran seperti yang terlihat. "kata Nawang sambil menangis.


Oci hanya diam mematung, mulutnya tak mampu berkata-kata setelah melihat semua yang terjadi dengan mata kepalanya sendiri. Kini hatinya terasa perih seolah ada belati tajam yang menusuk hatinya. kenyataan pahit baru ia ketahui yang ternyata Nawang sudah mengenal Dandi lebih dulu darinya dan mengapa Nawang menyembunyikan hal itu padanya.


Kecewa hanya perasaan itu yang membumbung tinggi di seluruh benaknya. Hah istriku berpelukan dengan pria lain di kawasan umum. Pikiran itu selalu berlari-lari di kepala Oci saat ini.


Oci mengangkat tubuh Nawang yang bersimpuh di kakinya. Kemudian mengusap air mata yang mengalir begitu deras di pipi cantik itu.


"Ummi tenang dulu, setelah tenang baru jelaskan apa yang sebenarnya belum aku ketahui selama ini. "kata Oci sambil memeluk Nawang agar sedikit tenang.


Bukan ketenangan yang terjadi Nawang malah menangis begitu kencang di dalam pelukan suaminya itu.


Beberapa menit berlalu, kini air mata Nawang sudah mulai kering. Dan ia sudah siap untuk menjelaskan kebenaran yang belum Oci ketahui.


Nawang juga menunjukkan bukti boneka beserta mawar hitam untuk mengancam Nawang agar ia mau menemui Dandi. Nawang menceritakan semua hal yang sudah terjadi padanya namun dia menyembunyikan satu kenyataan bahwa Dandi adalah cinta pertamanya. Biarlah Nawang menyimpan sendiri kenyataan itu.


"Baiklah kalau seperti itu kebenarannya, tapi perlu ummi ingat bahwa laki-laki dan prempuan itu tak mungkin bisa bersahabat jika tidak ada perasaan di dalamnya. Ummi harus tetap berhati-hati dengan hal itu, dan satu lagi ummi tidak boleh lagi berpelukan pada seseorang yang bukan muhrimnya, ummi hanya milik abi seorang."Jawab Oci sambil mencubit hidung Nawang.


"Iya ummi janji tidak akan melakukan hal itu lagi, ummi janji bi. "kata Nawang sambil memasang wajah melasnya.


Oci tersenyum melihat wajah istrinya yang memelas imut bak seekor kucing. Syukurlah kini hati Oci sudah sedikit terobati setelah mendengar semua penjelasan Nawang. Untung saja Nawang mempunyai suami baik, pintar agama dan menghargai perempuan seperti Oci. Jika saja di situasi itu bukan Oci mungkin masalah itu akan terus berlanjut bahkan bisa-bisa berakhir di meja perceraian. Naudzubillah min dzalik atau dalam bahasa Arab (نعوذ بالله من ذلك) memiliki arti “Kami berlindung kepada Allah dari perkara itu“. Cemburu boleh tapi jangan berlebihan. Godaan dalam rumah tangga itu sudah biasa, dan dalam hidup tak mungkin dapat menghindar dari masalah , hanya saja kita harus pintar-pintar menyelesaikan semua masalah itu.


Sementara itu di tengah ramainya lalu lalang aktivitas sore hari, pria bersetelan jas hitam itu tak henti mengintip arloji mahal yang melilit di pergelangan kirinya. Dia berjalan bak seorang model dengan gagah dan berkharisma sebagai pemilik B Group Innovasion, Gedung pencakar langit yang berdiri tegak sombong dengan huruf B besar seolah ingin menelan siapa pun di depannya. B Group Innovasion milik Boy sudah bertahun-tahun berdiri namun bangunan itu seolah tak pernah tergores apapun. Dari luar hanya terlihat pantulan kaca namun lobinya masih bisa terlihat beberapa karyawan yang berlomba keluar lift atau resepsionist yang sudah menerima panggilan sore. Tidak hanya satu atau dua orang yang menjadikan B Group Innovasion sebagai tujuan hidup mereka, tak mudah juga untuk menjadi pekerja di perusahaan itu. Tidak salah jika banyak mata yang menatap iri mereka yang menginjakkan kaki ke dalam bangunan raksasa itu.


"Selamat sore Pak. "sapa salah satu karyawan.

__ADS_1


"Sore juga. 'jawab Boy dengan melangkah tergesa-gesa.


Meskipun statusnya sebagai pemilik perusahaan tapi dia tidak boleh terlambat dengan rapat penting yang akan berlangsung sore ini. Di umurnya yang masih muda ia sudah memegang beberapa perusahaan atas namanya sendiri. Semua perusahaan dengan huruf timbul B merupakan anak cabang perusahaan yang ia kelola. Huruf B dari perusahaannya di ambil dari awalan namanya. Yah meskipun terbilang agak lucu sih namun hal itu menambah daya tarik tersendiri.


Boy hampir saja terlambat meeting karna dia mengantar Pakha ke rumah temannya terlebih dahulu.


Tanpa sadar ia asik berbincang-bincang sampai melupakan jadwal rapatnya. Untung saja sekretaris nya sudah sigap menyiapkan semua materi rapat penting kali ini.


Ceklek. Pintu di buka, kini hanya satu kursi kosong yang terlihat, kursi siapakah itu?Siapa lagi kalau bukan kursi Boy. Ia hampir saja terlambat.


"Sore semua. "sapa Boy untuk para karyawannya.


"Sore pak. "jawaban serentak para karyawan rapat.


"Baiklah langsung saja kita mulai meeting kali ini. "kata Boy.


Kemudian sekretaris nya menyiapkan file untuk bahasan rapat kali ini. Namun sebelum ia memulai rapatnya, telfonnya berbunyi mengagetkan dirinya dan karyawan lain.


"Ayah tumben dia menelfon. "Boy berkata dalam hati.


"Maaf saya angkat telefon sebentar. "kata Boy kemudian keluar sebentar dari ruang rapat.


"Waalaikumslm yah, apa tante kecelakaan? "


Suara tangis ibunya menangisi adik kandungnya hingga sesegukan sampai terdengar di telinga Boy hal itu membuat pikiranya berlarian kalang kabut. Di satu sisi ia harus melihat keadaan tantenya , namun di sisi lain rapat di perusahaannya juga tak bisa ia tinggal kan begitu saja.


Kalian masih ingat dengan wanita cantik yang di sangka Pakha istrinya Boy, benar sekali orang itu adalah tante Boy yang sekarang sedang koma di rumah sakit akibat kecelakaan tunggal.

__ADS_1


Sekian dulu ya, kira-kira menurut kalian apa yang akan Boy pilih di antara keduanya? Temukan jawabannya di episode selanjutnya...


__ADS_2