
Waktu sudah menunjukan pukul 18:35 pakha baru sampai di depan rumahnya.
Keluarga nya sedang menikmati makan malam bersama,datanglah pakha dengan wajah pucatnya karna dari tadi perut nya belum terisi makanan sama sekali dan ketakutan yang masih menyelimuti hatinya.
"Sore pak, buk, kak " sapa pakha ke keluarganya yang sedang menikmati makan malamnya. keluarganya hanya menatapnya dan kembali meneruskan makan malamnya. Setelah pakha menyapa dia segera masuk ke dalam kamarnya. Tubuhnya terasa lelah dan lengket karena keringat.
"perutku terasa lapar tapi aku malas jika harus makan bersama mereka".gumam pakha sambil mengacak rambutnya yang gatal.
Setelah pakha selesai membersihkan tubuhnya yang lengket, dia berjalan menuju ke dapur.Perutnya yang sedari tadi berbunyi ditahannya.Sekarang dia mengambil makanan yang tersisa dan segera mengisi perutnya.Setelah ia menghabiskan makanannya dia segera menuju kamarnya untuk beristirahat.
Mata yang hampir terpejam mulai masuk ke alam mimpi namun ada suara berisik yang membuatnya gagal memasuki alam mimpi tersebut. "ah si*l suara apa itu berisik sekali,kepalaku jadi sedikit pusing karna tiba-tiba terbangun."kata pakha dengan rasa malas.Karna terbangun dengan tiba-tiba pakha tidak bisa tidur kembali.Dia berjalan menuju jendela dan membukanya untuk menghirup udara malam hari.
huh hembusan suara nafas pakha, dia melihat ke luar jendela dan menatap langit malam. "kenapa hari ini tidak terlihat satu bintang pun, kemana mereka padahal tidak ada awan yang menutupi"dalam hati pakha berbicara. Entah kenapa pakha tak sadar berjalan keluar menuju dapur belakang.Langkahnya terhenti ketika sudah berada di dekat hutan belakang rumahnya.
"Apa yang aku lakukan bukankah tadi aku hanya memandang langit kenapa aku malah jalan keluar malam-malam begini"gumam pakha saat menatap hutan itu.
Saat pakha berencana untuk kembali masuk rumah dia mendengar suara yang memanggil namanya, terdengar sangat jauh di dalam hutan.
"Sebegitu ngantuknya aku sampai berhalusinasi mendengar ada yang memanggil namaku, dasar ya otakku jadi gak beres begini"ucap pakha dengan perasaan kesalnya.
Grep tiba-tiba ada yang memegang tangan kirinya. Dengan refleks pakha berhenti berjalan dan menengok ke arah belakangnya.
"kamu bukankah laki-laki dalam hutan itu,ngapain kau ada di sini?"tanya pakha pada orang tersebut.
"benar aku adalah laki-laki yang pernah kamu temui di dalam hutan,bagaimana kabarmu? sudah lama kita tidak pernah bertemu"ucap lelaki itu dengan senyuman.
Pakha hanya terdiam dan tidak menjawab satu kata pun, hatinya terasa berdetak kencang. laki-laki itu terlihat tampan di bawah sinar rembulan malam. laki-laki itu berjalan mendekat ke arahnya dan mendekatkan wajahnya ke hadapan wajah pakha. Nafas mereka berdua bertemu jarak yang hanya satu senti itu membuat pakha merasa deg degan. Pakha melihat jelas wajah laki-laki tampan itu yang mempunyai mata warna biru dan sungguh sangat menawan hati.
Entah kenapa pakha merasa dia sedang merindukan orang di depannya ini.
"aduh pakha kenapa jantungmu kumat lagi, bukankah selama ini tidak terjadi apa-apa ,kenapa jika aku bertemu laki-laki ini rasanya ada yang berbeda"pakha bergumam namun tidak terdengar jelas.
"Bicara apa kamu?kenapa bisik-bisik begitu? "ledek laki-laki itu.
__ADS_1
blush wajah pakha merona menahan malu. Dia merasa gugup dekat laki-laki itu.
"siapa namamu dari dulu aku belum pernah tahu siapa dirimu? "pakha bertanya sambil tersipu malu.
"hahaha aku tidak pernah memiliki nama, apa kamu penasaran terhadap diriku? "jawab laki-laki itu.
"ah begitu, jadi aku harus memanggilmu apa"ucap pakha dengan menundukkan wajahnya.
"panggil saja aku seperti yang kamu inginkan,aku akan menerimanya" kata laki-laki itu sambil mengusap pucuk kepala pakha.
Seketika pakha merasa nyaman dekat laki-laki itu, dia hanya ingin terus bersama dengannya.
Tangan pakha di genggam dan di ajak berjalan ke dalam hutan.Pakha hanya menurut meskipun matanya sudah tidak tahan lagi untuk terpejam namun dia tetap menjaga agar tetap terbuka.
"aku akan membawamu ke dalam rumahku, ini sudah waktunya kamu kembali padaku"ucap laki-laki itu menoleh pakha.
pakha sebenarnya tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh laki-laki itu,namun dia tetap berjalan mengikutinya.
Dan di depan matanya dia melihat istana yang megah dan indah,yang membuatnya kagum.
"ayo masuk kita udah sampai di rumahku"kata laki-laki tanpa nama itu.
pakha hanya mengikuti langkah kaki laki-laki itu.
Ngantuknya yang tidak bisa ia tahan lagi dan dia tertidur di sofa rumah itu.
laki-laki itu tersenyum melihat pakha tertidur dan memindahkan nya ke dalam kamarnya.
"aku tidak akan melepaskan kamu lagi pakha"kata lelaki tersebut sambil mengecup dahi pakha.
pakha hanya mengeliat dan tertidur pulas di ranjang laki-laki itu.
Sinar matahari pagi menerpa wajahnya yang membuat pakha bangun dari mimpinya.
__ADS_1
Setelah nyawanya sepenuhnya terkumpul dia baru menyadari bahwa dia tidak berada di kamarnya.
"Dimana aku, ah aku ingat kemarin malam aku berada di rumah laki-laki itu" ucap pakha dalam hati.
Dan matanya menelusuri dirinya ternyata tidak terjadi apa-apa dengannya baju yang dia kenakan juga masih utuh.
Ceklek pintu kamarnya terbuka dan memperlihatkan wajah tampan lelaki itu.
Pria itu berjalan mendekati dirinya yang masih terduduk di atas ranjang.
"Bagaimana apa tidurmu semalam nyenyak? "tanya pria itu.
"iya"jawaban pakha hanya sedikit karna dia sedang gugup.
"ayo keluar pelayan sudah mempersiapkan sarapan bagimu"ajak pria itu sambil menarik lengan pakha.
Pakha hanya mengikuti pria itu begitu saja, entah kenapa dia merasa nyaman saat berada di dekat pria itu.
"Bima boleh aku memanggilmu bima"kata pakha di sela-sela mengunyah makanan.
pria itu hanya tersenyum, kemudian berdiri dari tempat duduknya. Langkah kakinya mulai mendekati kursi pakha dan menarik tangannya. Pakha sungguh kaget saat tubuhnya tertarik laki-laki itu. Seketika makanan yang di sendoknya terjatuh, dan tubuhnya berada di pelukan laki-laki itu.
"apapun kamu memanggilku aku akan tetap menyukaimu"bisik bima di telinga pakha.
blush wajah pakha kembali merona.
Pakha segera melepaskan pelukan bima, dan dia terlihat begitu kaku di hadapan bima.
"Bima sepertinya aku sekarang harus kembali, karna besok senin aku harus masuk sekolah. ibu pasti terkejut jika melihatku tidak ada di rumah"ucap pakha sambil menatap mata bima yang biru itu.
"baiklah jika itu maumu, aku akan membantumu kembali, tapi yang perlu kamu ingat, kamu itu milikku pakha" ucap bima dengan menatap mata pakha.
Bima mengantar pakha sampai di perbatasan hutan dan melepaskan genggaman tangannya. "pergilah aku hanya bisa mengantarmu sampai di sini, datanglah kemari kapanpun jika kamu ingin,aku akan selalu menunggumu pakha"ucap laki-laki itu sambil tersenyum.
__ADS_1
Entah kenapa perasaan pakha tidak ingin meninggalkan laki-laki itu, dengan berat hati ia melangkah keluar meninggalkan bima. Saat ia kembali menoleh ke belakang bima sudah menghilang. Pakha hanya berfikir mungkin bima sudah kembali ke rumahnya.Dia semakin melangkah jauh untuk meninggalkan hutan itu dan kembali kerumahnya.
gimana masih penasaran baca episode selanjutnya ya.