Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
teman baru


__ADS_3

Seketika pakha sangat kaget dengan kelakuan yang baru saja ia lakukan.


Tanpa di sengaja dia melakukan kebodohan dan menimbulkan masalah baru.


Bermaksud hati ingin mengisi perutnya dengan tenang namun dia mengotori tubuh laki-laki yang berpenampilan seperti preman itu dengan semburan makanan dari mulutnya.


Rasa gugup dan takut menyelimuti hatinya.


"Pakha kenapa kamu malah mengganggu singa yang sedang tidur sih, bod*hnya aku ini"dalam hati pakha berkata sambil memukul kepalanya sendiri.


Preman di depannya sangat marah dengan kelakuan pakha saat itu, preman itu memanggil teman-temanya yang duduk di depan pakha dan menghampirinya.


Saat itu pakha hanya ingin melarikan diri dari situasi ini namun bagaimana pun itu sudah terjadi dan tidak bisa dihindari.


Brakk preman itu menendang meja pakha,seketika pakha langsung berdiri.


"Maaf pak saya tidak sengaja, baju bapak biar saya bersihkan "permintaan maaf pakha sambil merogoh uang seratus ribu di dalam dompetnya.


"ini ada sedikit uang untuk biaya laundry bapak"kata pakha dengan menyodorkan uang itu.


Sementara itu ada dua orang laki-laki yang baru masuk ke rumah makan itu dan mendengar keributan di depannya.


"Dasar cewek sia*** beraninya kamu denganku, kamu harus bertanggung jawab karna telah berani mengotori bajuku"teriak pria itu dengan marahnya.


Tangan pria itu ingin menampar wajah pakha namun di hentikan oleh tangan seseorang.


Pakha kaget langsung memalingkan wajahnya, namun tidak terjadi apa-apa dengannya.Dia kembali menengok ke depan sebenarnya apa yang telah terjadi, ternyata seorang laki-laki beserta satu temannya sedang menghajar segerombolan preman itu.


Pakha hanya menyaksikan pertarungan itu pada akhirnya preman-preman itu kalah dan memilih untuk pergi.


"Kamu tidak apa-apa "tanya laki-laki berpeci itu.


Di belakangnya di susul oleh laki-laki yang wajahnya tak asing bagi pakha.


"pakha",,"boy"kata mereka bersamaan.


blush wajah mereka berdua sama-sama merona.


"Ciee jodoh nih, kok barengan begitu"goda laki-laki berpeci itu pada boy dan pakha.


"Tidak"kata pakha dan boy bebarengan.

__ADS_1


"Tuhkan bener kalian berdua itu jodoh, masa bareng terus"ledek laki-laki berpeci itu.


" terimakasih ya kalian berdua sudah menolongku"kata pakha sambil memonyongkan bibirnya.


"Terimakasih mu seperti tidak ikhlas begitu, kenapa bibirnya sambil monyong kedepan seperti bebek begitu"ledek boy pada pakha.


"Bagaimana jika ucapan terimakasihnya di simpan dulu dan sebagai gantinya traktir kita berdua makan bagaimana pakha? "jawaban boy sambil tersenyum.


"Ah begitu, baiklah aku akan traktir makan kalian berdua "jawab pakha terpaksa.


Mereka bertiga mencari tempat duduk kembali dan memesan makanan masing-masing.


Pakha duduk di hadapan boy sedangkan laki-laki berpeci itu duduk di sebelah boy.


"Perkenalkan ini oci temanku dari kecil, oci perkenalkan ini pakha teman satu sekolah ku"kata boy sambil memperkenalkan mereka berdua.


"pakha"kata pakha sambil menyodorkan tangannya namun tidak ada balasan dari oci.


"oci"jawab laki-laki itu sambil menangkup tangannya.


Seketika pakha merasa malu karena tidak ada respons dari uluran tangannya.


"Pakha maaf ya atas perlakuan temanku ini, dia memang tidak pernah menyentuh perempuan jika bukan makhrom nya"kata boy sambil mencubit pinggang oci.


"Pakha kamu bod*h sekali, sampai tidak mengetahui kalau dia anak dari seorang ustad, padahal sudah terlihat dari penampilannya yang religius "kata pakha dalam hati.


Oci adalah anak dari seorang syeh terkenal, dia mempunyai sifat pemalu dan sangat mengerti tentang agama atau bisa dikatakan orang yang sangat religius. Memiliki mata batin yang tajam,terkadang juga bisa berkomunikasi dengan makhluk gaib.


Mereka bertiga terlihat kikuk dan keadaan terasa hening karna tidak ada pembicaraan sama sekali. Hanya suara piring beradu yang terdengar di antara mereka. Untuk memecah keheningan itu boy mengajak bicara mereka berdua.


"Pakha apa yang terjadi kenapa mereka terlihat marah begitu"ucap boy sambil menatap mata pakha.


Pakha menceritakan semua yang terjadi padanya dari awal sampai akhir.


Akhirnya rasa canggung yang di rasakan mereka seketika berubah menjadi canda tawa.


"Boy, oci, sepertinya aku harus pulang sekarang soalnya banyak tugas yang belum aku kerjain "kata pakha sembari melihat jam di tangan yang sudah menunjukkan pukul 20:35 waktu setempat.


"Baiklah aku juga ada urusan yang harus ku selesaikan dengan oci ,silakan kalau ingin pulang duluan"jawab boy dengan mengedipkan mata ke arah oci.


"aku duluan ya"kata pakha langsung berlalu meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


Setelah pakha keluar dari rumah makan itu, mereka berdua melanjutkan pembicaraannya.


"Boy ada hal penting yang ingin ku bicarakan denganmu "ucap oci sambil menepuk pundak boy.


"Ada apa ci gak biasanya kamu berbicara serius begitu"jawab boy dengan meminum kopi hitam di cangkirnya.


"Ini soal wanita tadi yang kita tolong"kata oci sambil memakan camilan.


Byur boy menyemburkan kopi hitam yang di minumnya, karna dia terkejut dengan perkataan oci.


"Jangan bilang kamu menyukai pakha, aku tidak rela kau rebut dia dariku"jawab boy dengan kesalnya.


"Tidak bukan itu yang ingin ku bicarakan denganmu, aku rasa ada aura aneh pada wanita itu, sepertinya kamu harus berhati-hati boy"kata oci dengan muka tegangnya.


"oci kamu tidak boleh seuzon begitu dong, meskipun aku baru mengenalnya beberapa minggu ini tapi aku yakin dia perempuan baik-baik, sepertinya kamu tidak mendukung ku ya"jawab boy dengan melirik oci yang sedari tadi memandangnya.


"Jangan pandang aku begitu aku kan jadi malu"goda boy pada oci.


"Apaan sih aku serius kamunya malah bercanda"jawab oci dengan me monyong kan sedikit bibirnya.


Sementara itu telinga pakha terasa berdengung.


"Sepertinya ada seseorang yang ngomongin aku deh, telingaku gatal sekali"batin pakha sambil menggaruk telinganya yang gatal.


Kertas tugas yang menumpuk membuat pakha kepikiran untuk segera mengerjakan tugas itu.


Dia segera mengambil buku-buku tebal yang merupakan bahan untuk mengerjakan tugasnya yang menumpuk itu.


"Sepertinya malam ini aku harus begadang deh"gumam pakha sambil mengerjakan tugasnya.


Di dalam hutan yang gelam dan mengerikan ada sesosok makhluk yang tersenyum-senyum sendiri karna memikirkan perempuan yang di cintainya.


"Pakha akhirnya kamu merindukanku, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku, tak akan ku biarkan orang lain memilikimu hahaha"ucap laki-laki itu sambil memegang dagunya.


Tawa menyeramkan itu membuat penghuni hutan takut bahkan burung gagak pun beterbangan menjauh.


Di kediaman laki-laki tampan nan kaya terdapat seseorang yang berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya. Pikirannya berkecamuk memikirkan perkataan sahabatnya itu.


"Apa maksud oci barusan, aku sungguh tidak mengerti apa yang dia pikirkan"batin boy dalam hati.


Dia sungguh kepikiran tentang perkataan temannya itu karna selama ini oci tidak pernah bercanda dengan kata-katanya.

__ADS_1


Selama mengenal sahabatnya itu dia sangat mengetahui apapun tentang oci bahkan kepribadian yang tidak bisa di ajak bercanda pun dia tau.


__ADS_2