Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Pulang


__ADS_3

Desir pasir, ombak bergelombang menyapu sebagian pasir yang sedang terlelap. Sejuknya angin yang sepoi-sepoi menerbangkan butiran pasir putih yang indah di pandang mata. Kaki yang dari tadi melangkah pelan pun kini semakin cepat. Seorang wanita cantik sedang berjalan di atas pasir putih yang di ikuti juga seorang laki-laki ganteng di belakangnya.


"Sayang tunggu aku dong"kata bima yang capek mengejar pakha, sudah satu jam ia berjalan-jalan di tepi pantai. Pakha hanya berjalan lurus mengitari pantai dengan tatapan kosong.


Saat ini pikirannya sedang berjalan-jalan di tempat lain, meskipun dirinya sedang berada di pantai namun hatinya terasa tidak tenang.


"Boy lagi apa kamu di sana, apa kamu baik-baik saja"batin pakha di setiap lamunannya.


Puk punggungnya ditepuk dari arah belakang seketika itu juga langsung membuyarkan lamunannya.


"Boy... "kata yang begitu saja terucap di mulut pakha. Dia langsung membungkam mulutnya sendiri. Karna tanpa sadar dia salah menyebut nama boy di depan bima.


Saat itu juga bima langsung membelalakkan bola matanya dan raut wajahnya langsung berubah menjadi muram.


"Bima maaf aku tadi...."jawab pakha tidak melanjutkan kata-kata nya.


"Sudah cukup kamu tidak usah menjelaskan apapun padaku"jawab bima dengan nada sedikit kesal. Pakha merasa bersalah dengan apa yang barusan ia katakan itu pasti sangat melukai hati bima. Siapapun pasti akan terluka jika kekasih hatinya menyebut nama pria lain selain dirinya. Pria manapun pasti akan seperti terkhinati cintanya karna perempuan yang di sayanginya salah menyebut pria lain.


"Bim biarkan aku pulang ya,aku rindu orang tua ku"kata pakha dengan nada pelan.


"rindu siapa hah, rindu boy? "tanya bima seketika membungkam mulut pakha saat itu. Karna apa yang di katakan bima memang benar.


"Tidak sayang bukan begitu maksudku,aku hanya.. "pakha tidak tau harus bilang apa dia tidak jadi meneruskan kata-kata nya.

__ADS_1


"aku tau,baiklah jika kamu ingin kembali"jawab bima yang langsung meninggalkan pakha sendirian di pinggir pantai saat itu juga.


Pakha tidak tau mengenai perasaannya saat ini, bukankah dia mencintai bima, tapi mengapa dia beberapa hari ini bermimpi boy. Itu yang membuat hatinya bimbang, kenapa saat ini dia ingin bertemu dengan wajah laki-laki yang selalu membuntuti hidupnya itu. Kejailan boy yang selalu membuatnya tertawa membuat ia merindukan saat-saat bersamanya itu.


pakha melamun sambil berjalan dan tiba-tiba kakinya tersandung batu ia akhirnya terjatuh dan kepalanya terbentur batu besar di tepi pantai. Saat itu juga pakha langsung tidak sadarkan diri.


Mata yang sedari tadi terpejam akhirnya sedikit demi sedikit mulai terbuka. Saat mata itu benar-benar terbuka ia langsung melihat seorang laki-laki yang sedang ia rindukan. Ia kembali mengucek matanya karna masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.


"Aduh pakha kamu sudah gila ya, masa sampai berhalusinasi boy dia tidak mungkin ada di sini"batin pakha sambil menepuk nepuk kepalanya agar sadar sepenuhnya.


"Pakha apa yang kamu lakukan, itu akan menyakitimu sendiri"kata laki-laki di depannya yang melihatnya dengan kwartir.


"hah aku beneran udah gila masak dia bisa ngomong sih"batin pakha sambil melongo melihat boy yang berada di depan ranjangnya.


Pakha langsung terduduk dan mendekati laki-laki yang berdiri di depannya itu, ia langsung memegang wajah boy dengan kedua tangannya. Mata mereka berdua bertemu saat itu juga jantung yang sedari tadi berdetak tak beraturan semakin terdengar keras. Sehingga orang lain pun mampu mendengar detak jantung boy saat itu.


"ehem "suara seorang perempuan yang mengagetkan pakha saat itu sehingga ia langsung melepaskan tangannya yang masih menempel di wajah boy.


"Kak nawang"kata pakha yang kaget melihat kakaknya yang sedari tadi sedang duduk di sampingnya.


"Kok kamu kaget begitu melihat kakak seperti melihat hantu saja"jawab kak nawang sambil tersenyum.


Pakha merasa malu karena laki-laki di depannya itu ternyata bukan halusinasi. Dan bodohnya ia tadi juga mendekatkan wajahnya ke wajah boy. Saat itu juga pakha langsung terdiam tanpa berkata-kata lagi.

__ADS_1


"pakha kamu tidak apa-apa kan kenapa langsung terdiam mematung begitu, jangan-jangan kamu kesambet lagi gara-gara kelamaan berada di hutan"kata oci yang memecahkan suasana kaku di ruangan itu.


Seketika membuat semua orang di ruangan itu tertawa, boy menjitak kepala temannya karna sudah ngomong sembarangan di saat keadaan sedang serius.


Malam itu ada seorang polisi yang izin kaptennya untuk buang air kecil. Dia berjalan menjauhi teman-teman yang lain dan menuju ke sebuah gubug yang ia lihatnya untuk buang air. Namun di gubug itu ia melihat ada seseorang yang sedang berbaring di atasnya.


Ternyata setelah di dekati ada seorang wanita yang berbaring yang wajahnya tidak terlihat asing. Polisi itu langsung memanggil kawanan yang lain, ia akhirnya tidak jadi buang air kecil deh. Ternyata yang berbaring itu adalah pakha yang selama ini sedang ia cari dan juga teman-temannya yang lain. Pakha di temukan dengan keadaan tidak sadarkan diri.


"Ini minum dulu"kata boy sambil menyodorkan segelas air putih.


"terimakasih boy"jawab pakha sambil menerima gelas itu.


Sebenarnya pakha masih bingung dengan keadaan dirinya, bukankah dia tadi masih berada di pantai dekat villa bima. Tapi kenapa dia sekarang bisa berada di rumahnya. Apa mungkin bima yang membawanya kembali tapi dimana bima sekarang kenapa wajahnya tidak terlihat saat ini. Apa mungkin bima masih kesal dengan dirinya karna ia salah menyebut nama boy kala itu.Entahlah pakha hanya bersyukur karna dia sekarang berada dirumahnya sendiri. Kalau dia sekarang masih di villanya bima ia pasti merasa canggung, karna sepertinya bima masih marah padanya waktu itu.


"Boy maaf ya tadi aku tidak sengaja memegang wajahmu"kata pakha pipinya memerah menahan malu.


"Iya tidak apa-apa kok"jawab boy memalingkan wajahnya karna setiap ia melihat wajah pakha ia ingin memeluknya namun itu tidak mungkin ia lakukan.


"Aduh kenapa jantung ini tidak bisa diam sih, terlalu berisik aku takut kalau pakha bisa mendengarnya"batin boy.


Mereka berdua hanya saling diam karna merasa canggung, hanya suara detik jam berputar yang terdengar di antara mereka berdua saat itu. Boy sementara tinggal di rumah pakha, untuk menjaga pakha. Boy juga rela ketinggalan pelajaran hanya untuk bisa menemani pakha agar tidak sendirian.


Kalau aku jadi pakha sih akan memilih boy untuk menjadi pendamping hidup karna selama ini boy sudah banyak berjuang dan berkorban untuk pakha. Sedangkan bima hanya melakukan hal kecil saja yang membuat pakha senang. Ya kita tidak akan pernah tau hati seseorang, karna hati itu bisa cepat berubah, hanya cinta sejatilah yang bisa mempersatukan mereka berdua. Karna prempuan itu di ciptakan dari tulang rusuk laki-laki, maka jodoh itu akan bertemu dengan pemilik aslinya.

__ADS_1


Rasulullah saw bersabda, "Berilah nasihat yang baik pada perempuan karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah pangkalnya. Jika kamu coba meluruskan tulang rusuk yang bengkok tersebut, maka dia akan patah. Namun jika kamu biarkan, maka dia akan tetap bengkok. Untuk itu nasihatilah para perempuan." (HR. Bukhari dan Muslim).


Terimaksih karna sudah membaca karya saya, jika ada sesuatu yang kurang berkenan di hati para pembaca silahkan kasih catatan di bawah ya agar author bisa memperbaiki kesalahan nya. Semoga karya ini bisa lebih baik lagi dan terus berkembang.


__ADS_2