
Seperti burung hilang paruh, makan tak enak terasa hambar di mulut. Semenjak sang sahabat kehilangan malaikat kecil karna dirinya. Hati gelisah rasa bersalah tak mungkin hilang begitu saja. Seperti mersucuar yang meledak membakar hati, gersang tanpa penyemangat. Boy berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya, hati ingin berkunjung ke rumah Oci untuk minta maaf tapi kaki terasa berat untuk melangkah. Dia hanya tak enak dengan Pakha, dan Nawang terutama pada Oci sahabat baiknya yang sekarang masih berkabung. Walau kejadian itu tak sepenuhnya menjadi salahnya namun dia juga ikut peran andil penyebab Oci mengalami tragedi itu. Jika saja waktu bisa di putar kembali mungkin hal itu tidak akan pernah terjadi pada sahabatnya.
Telfon dalam sakunya bergetar mengagetkan sang pemilik.
"Iya sayang tunggu sebentar aku akan kesana. "
Telfon itu meninggalkan kecemasan yang kesekian kali, bukan karna Boy tidak ingin bertemu kekasihnya namun dia belum siap bertemu sahabatnya. Segenap rasa untuk mengumpulkan mental pun terpaksa harus ia lakukan. Semoga Oci tidak marah atas dirinya. Namun itu yang malah membuatnya semakin cemas ia tak ingin kehilangan sahabat baiknya sekaligus yang akan menjadi kakak ipar jika ia menikahi Pakha.
Waktu tak terasa kini ia sudah sampai di depan gerbang kosan Pakha. Tak lama seorang wanita cantik dengan tas selempang kecil keluar dari gerbang itu. Wanita itu tersenyum yang membuat kecemasan yang dari tadi melanda hilang begitu saja meninggalkan sebuah ketenangan hati.
Boy langsung keluar dari mobil untuk membuka pintu mobil di sampingnya agar wanita cantik itu segera masuk.
"Terima kasih sayang, "ucapan yang membuat hati Boy berbunga-bunga untuk sesaat dia melupakan kecemasannya.
Setelah Pakha masuk kini mobil yang di kendarai Boy melaju dengan kecepatan sedang.
"Sayang kita akan kemana sekarang? "tanya Boy sambil melirik gadis cantik di sampingnya.
__ADS_1
"Kita akan berkunjung ke rumah kak Nawang."
Kata-kata yang barusan ia dengar membuat hatinya kembali cemas, apa yang akan ia katakan kepada sahabat dan nawang jika ia bertemu nanti, apakah permintaan maafnya akan di terima atau justru sebaliknya. Kini hatinya menjadi kacau balau, di perjalanan menuju rumah nawang dan oci dia hanya diam tenggelam dalam lamunan. Sehingga wanita di sampingnya merasakan ada keganjalan hati.
"Sayang ada masalah apa? kenapa wajahmu seperti ada kecemasan begitu? "tanya Pakha kwartir.
"Sayang aku tidak apa-apa, hanya saja aku sedang kepikiran masalah pekerjaan dan banyak tugas kuliah yang menumpuk membuat kepala ku pusing, "kata Boy berbohong. Padahal dia cemas karna kejadian yang menimpa sahabatnya, Boy tak ingin kekasihnya ikut membenci dirinya karna dia sangat menyayangi Pakha.
"Sayang jangan terlalu keras seperti itu santai saja aku siap kok membantu tugas kuliahmu,"kata Pakha sambil tersenyum ke arah Boy. Akhirnya dia sampai ke halaman rumah Oci, Pakha dengan antusias segera turun dari mobil. Namun Boy malah sebaliknya dia ragu-ragu untuk turun mentalnya belum siap menerima kenyataan jika sahabatnya akan membencinya.
"Sayang aku tak jadi ikut mampir tiba-tiba ada rapat mendadak yang harus ku hadiri, nanti kalau kamu ingin pulang kabari aku saja biar ku jemput, "kata Boy dari jendela mobil. Pakha hanya mengangguk sambil melangkah masuk ke dalam rumah Kakaknya. Boy langsung meninggalkan kediaman sahabatnya secepat kilat agar dia tidak dulu bertemu dua orang yang berharga itu. Tak lama setelah mobil Boy pergi Oci keluar dari rumah sambil membawa pakaian kotor.
"Waalaikumslm, eh Pakha tadi itu mobil siapa sepertinya kakak kenal? ".
"Oh itu mobil Boy tadinya dia ingin mampir juga tapi tiba-tiba ada rapat mendadak, biasa dia kan bos penting, "kata Pakha matanya sambil mencari seseorang.
"Oh begitu, ".
__ADS_1
"Kak nawang kemana kok tidak kelihatan, "tanya Pakha.
"Dia ada di dapur lagi memasak buat sarapan, sana masuk bantuin, "kata Oci sambil menyiapkan pakaian kotor untuk di cuci.
"Baiklah. "kata Pakha langsung menuju dapur untuk membantu kak nawang.
Sementara itu Boy kembali menuju rumah karna hari ini tidak ada rapat penting itu cuma sebagai alasan saja. Entah kapan dia akan memberanikan diri untuk meminta maaf kepada Oci. Mungkin saat ini dia harus menata mental dan hatinya dulu jika dia sudah siap, ia akan meminta maaf secara langsung. Boy langsung menghempaskan tubuhnya di ranjang empuk kesayangan miliknya.
Tak terasa kini senja mulai menampakkan diri itu berarti sang surga mulai bersiap-siap untuk pamit, dan sang malam mulai mengambil peran. Burung-burung mulai berterbangan mencari rumah bermalam, hiruk pikuk sebuah jalanan kota kini semakin sepi. Sekarang gelap mulai menyelimuti bumi bagian timur.
Masih ingatkah dengan Reno pria psikopat yang hampir membunuh Pakha waktu itu, untung saja ada Bima sang makhluk astral yang siap melindungi calon ratunya kapan pun ia dalam bahaya. Penasaran gak gimana kehidupan Reno sekarang? pasti penasaran ya...kan. Semenjak Bima menelantarkan dia di hutan terdalam kini kehidupannya menjadi sangat suram, lebih suram dari kehidupan sebelumnya yang slalu berkeinginan ingin menghabisi hidup orang lain demi kesenangan belaka. Kini tubuhnya menjadi kurus kering seperti tengkorak berjalan. Tubuh yang dulu kekar itu sekarang hanya tinggal kulit yang melapisi tulangnya. Rambut ikal dengan wajah tirus, kulit hitam dan tubuh tinggi itu sekarang terlihat mengenaskan.
Dulu ia berkali-kali mencoba cara agar bisa keluar dari hutan kelam itu namun usahanya sia-sia. Di sana tidak akan mungkin ada manusia yang singgah atau sekedar lewat. Hanya binatang buas dan binatang berbisa lainnya yang hidup berdampingan dengannya. Ya memang benar sih karna mitos dari cerita rakyat yang terus turun temurun mengatakan hutan itu berbahaya dan di huni banyak makhluk tak kasat mata yang menyeramkan.
Karna dari itu tak ada satupun manusia yang mau mendekatkan diri di hutan itu. Siapa sih yang mau mengorbankan nyawa hanya untuk jalan-jalan di hutan yang terkenal dengan banyak binatang buas dan berbisa yang bisa membahayakan nyawa. Sekarang hanya Reno yang menjadi manusia satu-satunya yang menghuni hutan itu. Setiap hari jika perutnya lapar dia selalu makan daun, atau hewan apapun asal bisa ia makan. Untuk bertahan hidup di hutan itu sangat susah apalagi kalau malam banyak binatang dan makhluk halus yang sering mengganggunya. Kini dia seperti tarzan yang hanya memakai pakaian compang-camping namun bedanya dia tidak berteman dengan binatang seperti tarzan.
Malah dia yang berkali-kali akan menjadi santapan binatang buas, tapi dia tetap selamat itu karna dia slalu di selamatkan oleh bima. Bukan usut punya usut karna bima baik namun dia ingin pria psikopat itu hidup menderita selamanya di dalam hutan miliknya itu. Bahkan untuk menikmati cahaya saja tidak pernah Reno dapatkan karna hutan itu di tumbuhi pohon-pohon yang sangat besar dan menjadi salah satu paru-paru di kawasan daerah itu, sehingga sinar matahari tidak sampai ke bawah pohon. Hanya cela kecil yang masuk tapi hanya sampai di permukaan saja. Reno juga sudah berkali-kali ingin mengakhiri hidupnya sendiri namun selalu di gagalkan Bima. Kini hidupnya akan selamanya terkurung di hutan itu sampai akhir hayat.
__ADS_1
Sekian dulu gays cerita ini, nantikan cerita menarik lainnya di episode selanjutnya....