
"ANJIR".
Satu kata berjuta ekspresi. Mau marah, senang, kaget, ada saja orang indonesia yang masih pakai kata itu. Apa kalian juga sama seperti Pakha?
Pakha kaget dengan ucapan yang baru Nano katakan dengan reflek mulutnya berkata seperti itu.
"Hah kamu serius No. "kata Pakha tidak percaya.
Nano kecil hanya mengangguk dan tidak peduli.
Ini masalah yang serius aku harus kasih tau pak rt. Itu yang Pakha pikirkan untuk pertama kali. Pak rt pun kaget dengan berita yang Pakha sampaikan, Ia langsung berlari mengikuti Pakha dari belakang.
Namun anehnya Pak rt tadi tiba-tiba menghilang, dan kembali muncul dengan membawa gergaji di tangannya.
"Ehh tunggu pak, untuk apa gergaji itu? "tanya Pakha tak kalah paniknya.
"Neng tenang saja ini nantinya akan berguna kok. "jawab pak rt sambil tersenyum.
"Itu bukan untuk memisahkan mereka berdua kan. "batin Pakha sambil begidik ngeri.
Sesampainya di depan kamar pak kos , pak rt dan warga heboh dengan kejadian yang luar biasa. Pak rt menggunakan gergajinya untuk membuka pintu kamar yang masih terkunci rapat. Para warga pun memanggil manggil nama mereka berdua namun tidak ada jawaban. Dengan terpaksa pintu itu harus di dobrak paksa. Alhasil ada dua orang yang saling menempel satu sama lain dengan mengenaskan. Siapa lagi kalau bukan pak kos dan bu kosnya Pakha.
Ternyata oh ternyata bibir dan tangan mereka berdua menempel satu sama lain. Lantas warga sangat kaget melihat kejadian aneh itu. Usut punya usut hanya Pakha yang tau akibat kejadian itu, namun Pakha memilih untuk diam dan hanya menyaksikan penanganan mereka berdua.
"Bagaimana kalian berdua bisa menempel seperti itu? "tanya Pak rt sambil membawa gergaji.
"Ammi tidmm ja. "kata Pak kos dan bu kos dengan bibir yang masih saling menempel.
Mereka berdua menjadi bahan tontonan warga sekampung. Eh tapi tenang saja pakaian mereka masih lengkap kok. Hayo pada mikir apa nih kalian?
"Aku tidak tau apa yang kalian bicarakan, ini harus segera di atasi, aha aku punya ide. "kata pak rt sambil menyodorkan gergaji yang ia bawa.
Sontak dua orang yang saling menempel itu kaget dan mata mereka berdua melotot lebar sampai-sampai ingin keluar dari tempatnya.
"Sini monyongkan mulut kalian biar saya pisahkan pakai gergaji ini. "kata Pak rt.
Mereka berdua saling menggelengkan kepalanya berharap pak rt mengerti keinginan mereka berdua. Para warga yang menonton tidak sanggup membuka matanya karna terlalu takut dengan apa yang akan di lakukan pak rt. Namun sebelum pak rt mengambil keputusan ngeri itu ada satu warga yang berlari dengan nafas tersengal-sengal menuju ke arah mereka.
"TUNGGU PAK"kata sosok pria tua sambil membawa sesuatu di tangannya.
Teriakan laki-laki itu mengagetkan pak rt, warga begitu juga dengan Pakha yang melihat keadaan mengenaskan seperti itu.
"Pak ini saya bawa cairan untuk memisahkan mereka berdua."kata pria tua itu sambil menyodorkan sebotol cairan bening.
__ADS_1
"Hmm baiklah, mari kita coba dulu dengan cara ini. "kata pak rt kemudian berjalan mendekati dua orang yang sudah di penuhi keringat dingin karna ketakutan.
Di teteskanlah cairan yang di bawa pria tua itu ke bibir mereka berdua. Akhirnya mereka berdua terlepas dari jeratan itu meskipun sekarang bibir mereka sedikit dower, bu kos terkulai lemas di atas ranjang tanpa bisa berkata apapun sedangkan pak kos berterima kasih pada pak rt dan semua warga yang telah menolongnya.
"Berterima kasihlah pada neng itu juga yang sudah memberi tahu saya untuk segera menolong kalian. "kata Pak rt sambil menunjuk Pakha.
"Terima kasih ya neng, sudah membatu kami terlepas dari lem sialan itu. "kata pak kos sambil bersalaman dengan Pakha.
"Iya pak sama-sama. "jawab Pakha.
Akhirnya kejadian panjang dan menguras emosi itu selesai dengan aman terkendali, Pakha langsung meminta kunci cadangan pada pak kos karna ia sudah lelah dan ingin segera istirahat.
Setelah berhasil mendapatkan kunci kamar, Pakha langsung membuang tubuhnya di atas kasur yang sudah lama ia tinggalkan.
Ketika ia hendak memejamkan matanya tiba-tiba hpnya berbunyi. Dengan malas Pakha pun segera mengangkat panggilan telefon itu.
"Waalaikumslm, iya kak Pakha sudah sampai di kosan. Iya kakak tidak perlu kwatir. waalaikumslm.. "
Panggilan telefon itu hanya satu menit dan Pakha kembali memejamkan matanya berniat untuk istirahat. Namun hpnya kembali lagi berbunyi.
"Aish siapa lagi sih. "kata Pakha kesal berniat ingin merijek panggilan itu namun matanya melihat nama Boy yang tertera dan mengurungkan niatnya untuk menolak panggilan itu.
"Halo sayang ada apa tumben menelfon?"tanya Pakha.
"Apaan sih. "kata Pakha sambil tersenyum malu.
"Sayang nanti malam kamu sibuk gak? "tanya Boy.
"Emm entahlah, emang ada apa? "Pakha kembali bertanya.
"Aku ingin mengajakmu kencan."kata Boy antusias.
"Hah kencan?"jawab Pakha kaget.
"Iya sayang gimana mau tidak? "kata Boy menyakinkan Pakha.
"Iya udah deh. "jawab Pakha.
"Yess... sampai bertemu nanti malam sayang. "kata Boy bersemangat.
Panggilan telefon itu pun berakhir, Pakha langsung membuang jauh hpnya dan langsung tidur karna tubuhnya kecapean.
Sementara itu Nawang sedang berbelanja di mall bersama teman prempuannya kali ini Oci tidak ikut menemani Nawang saat berbelanja. Bagaimana mau ikut itu kan kumpulan para cewek-cewek pasti belanjanya lama banget. Apalagi kalau lihat banyak diskon pasti tu mata berubah hijau.
__ADS_1
"Nawang aku ke kamar mandi dulu ya, udah kebelet nih. "kata teman Nawang ijin ke kamar mandi.
"Iya sana."kata Nawang matanya masih sibuk memilih pakaian di depannya.
Firasatnya dari tadi dia merasa ada seseorang yang terus mengawasinya dari jauh. Nawang mempunyai cara tersendiri untuk mengetahui siapa yang telah membuntutinya.
"Loh nae kemana ya, bukanya tadi dia berjalan ke arah sini. "kata sosok laki-laki yang panik kehilangan orang yang ia buntuti.
"Ini pak orangnya yang dari tadi mencurigakan, sepertinya dia ingin mencuri sesuatu di mall ini. "kata Nawang berdecak pinggang sambil membawa dua orang sekuriti di belakang nya.
"Naee kamu kok tega banget ngomong gitu ke aku. "jawab dandi kaget dengan keadaan sekarang.
"Cepat usir pak, kalau dia ngelawan seret aja keluar dari mall ini. "kata Nawang menyuruh sekuriti itu.
"Baik. "kata dua orang sekuriti menerima printah Nawang.
Dandi meronta-ronta sambil melawan dua sekuriti mall itu, namun akhirnya Dandi tunduk juga setelah tenaganya habis dan langsung di seret keluar dua orang sekuriti itu.
"Naee tunggu saja pembalasan ku... "teriak Dandi sebelum seutuhnya di lempar keluar dua orang sekuriti.
Nawang hanya mengabaikan teriakan Dandi, dia sangat jijik jika terus-terusan di ikuti seperti itu. Semua itu ia lakukan agar Dandi jera terhadap dirinya, meskipun dengan cara kasar seperti itu.
"Ada apa kok rame-rame ? "tanya temannya yang baru keluar dari kamar mandi.
"Entah lah aku juga tidak tau, yaudah kita belanja lagi yuk. "kata Nawang pura-pura tidak tau.
Nawang dan teman perempuannya itu kembali mengelilingi mall untuk memborong diskonan.
Setelah semua barang belanjaan penuh di tangan, mereka berdua memutuskan untuk pulang.
"Berat juga ya berang belanjaan ini. "kata Nawang sambil mengangkat semua barang yang baru ia beli.
"Iya aku juga, tapi dompetku terasa jadi ringan. "jawab teman Nawang.
Mereka berdua berdiri di pinggir jalan untuk menunggu taksi lewat yang akan mereka tumpangi untuk pulang.
Tiba-tiba ada sebuah mobil hitam berhenti di depan mereka berdua. Beberapa detik muncul tiga orang dari dalam mobil itu dengan pakaian serba hitam lengkap dengan penutup wajah persis seperti ninja.
Tiga orang itu berlari ke arah Nawang yang berdiri di pinggir jalan, mereka langsung membungkam mulut Nawang dan membawanya masuk ke dalam mobil dengan secepat kilat.
Teman Nawang berteriak meminta tolong namun saat warga menghampiri, mobil hitam itu telah menghilang di balik keramaian jalanan. Nawang tak tertolong lagi, dan di bawa kabur oleh penculik itu.
Sekian dulu ya... kira-kira apa yang akan terjadi pada Nawang? Nantikan kejutan lainnya di episode selanjutnya... Semangat membaca.
__ADS_1