
Laki-laki yang menutupi wajahnya dengan mawar putih itu ternyata Boy yang sudah berdiri dengan gagah, badannya berselimut jas putih elegan yang di padukan dasi pita hitam yang membuat siapa pun langsung jatuh hati saat menatapnya. Pakha diam terpaku melihat ketampanan Boy saat ini. Wajah yang dari dulu terlihat biasa saja kali ini benar-benar seperti pangeran di negeri dongeng.
“Sudahlah jangan tegang begitu. Aku disini ingin mengaku padamu, aku lah pengirim surat yang di berikan oleh Dosenmu. Dan aku juga ingin mengatakan hal lain padamu...."perkataan Boy terhenti sejenak, ia menarik nafas kemudian melanjutkan lagi perkataannya.
Pakha mendengarkan dengan serius sambil menatap mata Boy yang juga menatap lurus matanya.
“Tidak ada janji yang pasti selain matahari yang terbit setiap hari. Tapi aku janji akan berusaha membuat hari-harimu bahagia, aku juga akan menjadi dinding yang kuat ketika kamu di masa sulit. Dan akan menjadi manusia pertama yang tersenyum ketika melihatmu bahagia. Aku sudah menunggu saat ini untuk waktu yang lama. Untuk mengatakan ini, aku butuh banyak waktu. Mempertimbangkan segala hal yang mungkin terjadi. Bermunajat pada Tuhan untuk menentukan pilihan yang paling tepat. Berkali-kali ku tanya pada hatiku sendiri. Sudah tepatkah pilihanku? Dan berkali-kali pula jawabanku tetap sama, itu kamu. Will you marry me?"kata Boy sambil berlutut memberikan bunga dan sebuah cincin di depan Pakha.
Perkataan Boy barusan mampu membuat otak dan perasaan Pakha campur aduk.
"Ini bukan mimpi kan. "batin Pakha tak percaya dengan semua hal yang barusan ia dengar dan lihat sekarang.
Dan tanpa pikir panjang Pakha langsung memeluk tubuh Boy yang sangat tinggi dengan erat mungkin saat ini tangannya sedang menggantung pada lehernya dan mengatakan .
“ Yes aku mau”jawaban Pakha mantap sambil menutup mata dan senyum yang lebar saat Pakha merasakan tangan Boy membalas pelukannya.
“Terima kasih telah menerima seluruh hidupku. "jawab Boy melepas pelukan Pakha.
Kemudian tangannya meraih tangan Pakha dan memasangkan cincin ke jari manis Pakha.
Pakha tersenyum melihat cincin berlian dengan motif bintang yang tersemat di jari manisnya. Kemudian Boy menepuk tangannya sebanyak tiga kali seperti memberi kode, seketika banyak lampu indah yang berkilauan di atas mereka berdua.
Lampu dengan bentuk bintang bersinar warna warni di atas mereka dengan jumlah yang sangat banyak bahkan sampai ratusan seperti ikut tersenyum pada mereka berdua.
Lantas Pakha dan Boy tertawa bersama, bersamaan dengan meletusnya puluhan kembang api yang menghiasi langit Sungai Hanasui juga bertuliskan I LOVE YOU PAKHA. Banyak saksi mata yang bertepuk tangan melihat adegan romantis di depan mata. Orang-orang juga ikut merasakan kebahagiaan mereka berdua.
Sementara itu Nawang masih sibuk berbincang dengan Dandi yang meminta waktu lima menit dengannya.
"Dari senja ku belajar bahwa mengagumi tidak selamanya untuk dimiliki."kata Nawang pada Dandi.
"Naee perlu kamu ketahui peluang itu seperti sunrise. Jika menunggu terlalu lama, aku akan melewatkannya."jawab Dandi dengan tersenyum.
"What can not be forgotten from twilight is taste. (Yang tidak bisa dilupakan dari senja yaitu rasa.)Aku tidak akan bisa mencintaimu dan sampai kapan pun aku tidak bisa"Jawab Nawang tegas.
__ADS_1
"The breakup was harder to forget than the meeting." (Perpisahan itu lebih sulit untuk dilupakan daripada dengan pertemuan.)Untuk itu aku tidak mau berpisah denganmu lagi dan sampai kapan pun aku akan berjuang untuk mendapatkan kembali hatimu naee. "kata Dandi dengan gigih kemudian dia berdiri karna waktunya sudah mencapai lima menit, ia tergolong orang yang menepati janji.
"Terima kasih untuk waktu lima menit ini, aku akan selalu menunggu mu naee. "kata Dandi kemudian keluar dari kediaman Nawang.
Setelah kepergian Dandi Nawang tak mampu menahan air matanya, dia terisak di sofa ruang tamunya. Hatinya sedih dengan semua ucapan Dandi barusan yang masih gigih berjuang untuk mendapatkan kembali hatinya. Perasaan benci dan sayang semua itu bercampur menjadi satu. Nawang membenci takdirnya kenapa dia harus di pilihkan dengan jalan hidup yang rumit seperti ini. Sayang adalah satu kata perwakilan ketika Dandi datang setelah Nawang bersama dengan seseorang. Sayang sekali Dandi kurang beruntung itulah yang aku maksud.
Dandi menghentikan langkahnya dan kembali menengok ke belakang dia melihat Nawang menagis terisak di sofa miliknya.
"Ku akan tetap menunggu sampai kau cintaiku, meskipun banyak rintangan yang menghadang. Ku menunggu tuk jadi pendamping mu. "batin Dandi kemudian benar-benar meninggalkan kediaman Nawang.
Jam delapan malam akhirnya Oci pulang dari kantor. Matanya mencari istrinya namun tak kunjung ketemu. Dia membuka kamar ternyata benar istrinya sudah terlelap di bawah selimut.
Oci melangkah pelan-pelan menghampiri Nawang agar tidak terbangun dari tidurnya.
Kemudian duduk di samping Nawang.
"Ummi maafkan abi yang tidak bisa membahagiakan umi. "kata Oci dengan pelan sambil mengelus kepala Nawang.
Sebenarnya Nawang dari tadi belum tertidur, pikirannya masih berkecamuk. Ia hanya memejamkan mata saja namun belum benar-benar tertidur, ia pun masih mendengar perkataan Oci barusan.
"Aku bahagia asal bersamamu bi. "kata Nawang membuka mata sambil menatap langit-langit kamar.
Dia beruntung bisa bersanding dengan pria baik seperti Oci. Meskipun pertemuannya merupakan ketidak sengajaan tapi hatinya sudah jatuh cinta dengan Oci. Sebutir padi menggambarkan cintanya pertama kali saat bertemu Oci semakin lama cintanya bertumbuh menjadi sekarung padi. Mungkin semakin lama ia juga akan memberikan seluruh hatinya pada Oci yang saat ini menjadi suaminya.
...Pendamping Hidupku...
Hadirmu seperti mentari emas
Bersinar terang di langit Orange
Let all my happiness be yours
(Biarkan semua kebahagiaanku menjadi milikmu)
__ADS_1
All your sadness be mine
(Semua kesedihanku menjadi milikku)
Let the whole world be yours
(Biarlah seluruh dunia menjadi milikmu)
Only you be mine
(Hanya kamu yang menjadi milikku)
Cause I'll stand beside you through the years
(Karena aku akan berdiri di sampingmu selama bertahun-tahun)
You'll only cry those happy tears
(Kamu hanya akan menangis karena air mata bahagia itu)
And though I make mistakes
(Dan meskipun aku membuat kesalahan)
I'll never break your heart
(Aku tidak akan pernah menghancurkan hatimu)
^^^Karya : Nawang(nr cahaya) ^^^
Nawang kembali menutup mata saat pintu kamar mandi terdengar terbuka. Oci berjalan dengan mengendap-ngendap namun saat ia membuka lemari tanpa sengaja lemari itu malah bersuara. Oci mematung kemudian melirik Nawang ternyata masih tertidur pulas. Oci membuang nafas dengan lega Karna tidak membangunkan istrinya ,Oci tidak tau dan mengira Nawang sudah tidur ia pun dengan leluasa bertelanjang dan hanya memakai pakaian dalam saja saat selesai mandi. Mata Oci sibuk memilah pakaian di lemari, sedangkan tangannya sibuk membolak-balikkan baju yang menumpuk. Akhirnya ia menarik satu pakaian di dalam lemari itu. Tanpa ia sadari tiba-tiba tubuh telanjangnya di rangkul dua tangan yang memeluknya sangat erat dari arah belakang. Oci kaget sontak baju yang berada di tangannya terlepas dari genggaman. Ia mematung dengan kedua mata melotot lebar karena terlalu syok.
Sekian dulu ya... nantikan kisah seru lainnya di episode selanjutnya. Semangat membaca.
__ADS_1