
Aku adalah seorang laki-laki yang pintar, wajahku lumayan ganteng, di sekolahku aku terkenal pendiam dan juga terkenal kaya raya dan informasi apapun yang aku inginkan bisa ku dapatkan. Aku anak dari seorang pengusaha yang lumayan cukup sukses dan aku akan mewarisi harta keluargaku karna aku seorang anak tunggal mereka. Dulu ibuku sangat menginginkan seorang anak namun sampai 7 tahun ia juga belum di karuniani seorang anak, alhamdulillah tahun berikutnya ibuku berhasil mengandung diriku dan dia sangat menyayangi diriku lebih dari apapun.
Bahkan dulu jika aku menginginkan sesuatu orang tuaku pasti akan langsung memberinya. Meskipun yang kuinginkan itu adalah waktu mereka berdua, karna orangtuaku sangat sibuk sebagai atasan sehingga setiap hari dia tidak pernah di rumah dan dulu aku hanya di urus oleh bibi kepercayaan ayahku. Aku seorang yang pantang menyerah dan aku akan berusaha keras sampai berhasil menggapai nya. Aku mempunyai banyak uang juga tidak pelit sehingga semua orang menyukai diriku, banyak prempuan yang selalu mengejar ku namun aku tak pernah menanggapinya.
Namun keadaan ku berubah ketika aku tak sengaja bertemu seseorang prempuan yang sikapnya sangat berbeda. Dia bersikap dingin dan cuek padaku, dia adalah wanita pertama yang memperlakukan aku seperti itu. Dia juga prempuan cantik yang mengambil ciuman pertamaku dia juga wanita yang pertama kali membuat aku jatuh cinta. Prempuan itu bernama Pakha damayanti prempuan desa yang menempuh pendidikan di kota.
Cantik, rambut hitam yang panjang, kulit putih, mata yang bersinar terang, senyum manis begitulah aku menggambarkan dirinya. Di pilih tuhan kau yang pertama tuk masa depan dan selamanya. Jangan tinggalkan aku disaat ku jatuh, you're the only one. Dialah cahaya tuntunan ke surga. Aku tidak akan bisa hidup tanpa dirinya. Waktu itu aku hampir kehilangan dirinya, aku bahkan tidak punya kekuatan untuk melalui dunia yang begitu rumit ini. Saat itu temanku berkata bahwa kemungkinan kamu tidak pernah bisa kembali dan kamu sudah bahagia bersama pria lain di alam yang beda, seketika itu juga jantungku seolah-olah berhenti berdetak.
Saat aku menyatakan perasaan ku padamu kamu menolaknya itu tidak begitu sakit buatku, asalkan aku masih bisa melihat dirimu itu sudah cukup bagiku. Aku hanya mau dirimu pakha aku tidak mau selain dirimu. Jika sang takdir menyatukan kita berdua betapa bahagianya hatiku ini. Cinta ini hanya untukmu bukan yang lain.
Ketika aku benar-benar tidak bisa melihat dirimu waktu itu, seolah bumi sudah berhenti berputar. Datanglah sahabat baikku oci beserta abah kala itu yang membawa sedikit perubahan pada hidupku yang kelam, harapan baru sedikit menguatkan diriku.
"Hallo assalamualaikum boy, kakak mempunyai sebuah kabar bahagia untukmu"kata kak nawang di dalam telefon itu.
__ADS_1
" Waalaikumslm kabar apa kak?, jangan membuatku penasaran begini"jawabku dengan hati dag dig dug.
"Alhamdulillah pakha sudah di temukan polisi, dia sekarang berada di rumah sakit mitra bangsa"kata kak nawang di ujung telefon.
Hingga akhirnya kak nawang memberikan sebuah kabar yang mengejutkan bahwa kamu sudah di temukan polisi. Seketika hati yang mendung ini kembali cerah. Aku langsung bergerak menuju rumah sakit tempat pakha di rawat.
Sesampainya di sana sudah ada pak yat, bu sar, kak nawang, oci dan aku orang yang masuk terakhir di ruangan itu. Betapa sedihnya hatiku melihatnya masih memejamkan mata di atas ranjang putih itu.
Aku panjatkan sebuah doa untuk menerangi jalannya yang gelap agar bisa kembali lagi di jalan kebenaran tak kusangka kamu meneteskan air mata meskipun matamu masih terpejam, suasana itu membuat hatiku serasa kalut tak beraturan.
"Kamu harus kuat ,kita semua sudah mengirimkan doa untuk pakha, semoga dia lekas sadar "bisikan oci di telinga kananku.
Kata-kata itu menjadikan diriku sedikit tenang.
__ADS_1
Setelah hampir satu jam aku menunggu hanya tinggal aku, kak nawang dan oci sahabatku yang masih setia menunggu pakha sadar. Tiba-tiba pakha tersentak sadar dan membuka matanya. Aku tersenyum melihat dirinya tersadar kala itu, namun tiba-tiba dia menepuk nepuk kepalanya sendiri dan aku kaget dengan apa yang ia lakukan.
"Pakha apa yang kamu lakukan, itu akan menyakitimu sendiri"kataku waktu itu.
Dia langsung berhenti kala itu. Pakha langsung terduduk dan mendekati diri ini yang berdiri di depannya itu, ia langsung memegang wajahku dengan kedua telapak tangannya. Mata kita berdua bertemu saat itu juga jantungku yang sedari tadi berdetak tak beraturan semakin terdengar keras. Sehingga orang lain pun mampu mendengar detak jantungku saat itu.
"Ini beneran boy "tanya pakha dengan meneliti wajah ku sehingga membuat diriku malu.
Suara kak nawang mengagetkan kami berdua waktu itu. Pakha langsung melepaskan telapak tangannya yang menempel di wajahku. Rasa canggung langsung memenuhi pikiranku, untung ada oci yang bercanda sehingga dapat mengusir keadaan tegang saat itu. Seketika kami langsung tertawa lepas. Namun perasaanku terasa ada yang aneh, sepertinya ada seseorang yang sedang mengawasi aku saat itu juga tiba-tiba hawa dingin menerpa wajahku.
Sepulangnya aku dari rumah sakit aku di tabrak seorang pengendara motor, alhamdulilah tidak terjadi apa-apa padaku karna tuhan masih melindungi nyawaku. Entah kenapa hari itu sungguh aneh sepanjang perjalanan pulang aku merasa di ikuti oleh seseorang. Namun setelah ku lihat tidak ada yang mengikuti diriku. Mungkin hanya halusinasi saja pikirku.
Hari demi hari, jam demi jam, detik demi detik yang ku lalui tidak seperti biasanya, namun aku tau itu semua adalah suatu rintangan sebelum mendapatkan pakha bintang hatiku.
__ADS_1
Jika pakha memang di ciptakan untuk diriku aku tau takdir akan menyatukan kita. Sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu pakha prempuan yang istimewa bagiku.
Cukup dulu ya gays maaf cuma sedikit karna akhir-akhir ini aku sangat sibuk. Jika ada kesalahan tanda baca atau ejaan mohon di maklumi ya, selamat membaca di episode selanjutnya, semangat. 🤗