Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Kelulusan


__ADS_3

Sudah sekitar satu minggu berlalu akhirnya upacara ketulusan sudah ada di depan mata, namun salah satu seorang perempuan cantik yang sedang menerima penghargaan tidak terlalu bersemangat seperti yang lainnya.


Hanya senyum palsu yang terpasang di wajah pakha saat ini, karna pikirannya masih berkecamuk dengan satu nama yaitu boy. Saat ini boy sudah sadar namun tidak bisa mengikuti acara kelulusan ini. Boy sudah sadar beberapa hari yang lalu kemudian mengikuti ujian akhir susulan yang di adakan oleh sekolah. Pada akhirnya semua siswa di sekolah tersebut lulus 100%. Hari ini hari yang membahagiakan bagi murid-murid yang sedang merayakan kelulusan mereka.


Waktu memiliki cara yang luar biasa untuk menunjukkan kepada kita apa yang benar-benar penting, begitu juga dengan wanita cantik yang memakai topi kelulusan dan sebuah penghargaan di tangannya.


Dari awal acara hingga sekarang wajah pakha terlihat murung. Karna ia tidak bisa merayakan kelulusan ini bersama boy, teman yang selalu berada di sampingnya. Boy belum di perbolehkan oleh pihak rumah sakit untuk meninggalkan ruang rawat, karna tubuhnya belum benar-benar pulih. Acara yang sangat penting ini menjadi tidak terkesan oleh pakha.


"Hei kenapa dengan wajahmu?"tanya teman pakha yang duduk di sampingnya itu.


"Aku tidak apa-apa"jawab pakha.


"Bukankah seharusnya kamu senang menjadi salah satu siswa berprestasi yang mendapatkan nilai tinggi di kelulusan ini"kata teman pakha lagi.


"Yayaya tapi entah kenapa ada yang kurang saja "jawab pakha kemudian berdiri dari duduknya, karna dia berencana untuk pulang duluan saat acara belum selesai.


Pakha terlalu menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan sesuatu yang tidak begitu penting , dia pun tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalahnya, karna masalahnya adalah ketidakhadiran boy.

__ADS_1


Waktu dan kesehatan adalah dua aset berharga yang tidak kita kenali dan hargai sampai habis. Pakha hanya menyia-nyiakan waktu berharganya. Seperti kata mutiara di bawah yang mewakili kehidupan pakha saat ini.


"Ubah 24 jam yang kamu miliki dan kamu akan mengubah hidupmu." - Eric Thomas.


Kaki bersepatu high heels setinggi 10 cm berjalan di sebuah ruangan sehingga menimbulkan suara klotak klotak di atas lantai gedung sekolah. Pakha sudah tidak mood untuk melihat pertunjukan dan hiburan yang di adakan untuk memeriahkan kelulusan siswa kelas 3.


"Aku harus segera pulang untuk menjenguk boy, tidak mungkin kan aku bahagia di atas penderitaan orang lain"gumam pakha sambil berjalan keluar gedung.


Tiba-tiba langkahnya berhenti setelah melihat penampakan di depannya. Matanya langsung mengeluarkan air mata, bukan karna takut loh ya tapi air mata bahagia. Karna di depannya sudah ada boy yang berdiri dengan seikat bunga mawar putih kesukaannya. Tangan kanan membawa bunga dan tangan kirinya memegang kruktongkat untuk menopang tubuhnya agar tidak terjatuh.


Pakha langsung berlari menghampiri boy yang tersenyum padanya, suatu kejutan yang membuatnya terharu. Grep tangan pakha langsung memeluk boy ketika sudah berada di depan boy.


"Bagaimana aku tidak datang ini kan hari yang penting bagi teman cengengku ini"kata boy.


"iih kok gitu sih, ini juga hari yang penting untuk kamu boy"jawab pakha kemudian melepaskan pelukannya.


"Hapus tuh air matamu, selamat ya atas kelulusanmu"kata boy sambil memberikan bunga di tangannya itu.

__ADS_1


"Makasih boy, selamat juga atas kelulusanmu ,maaf aku belum memberikan hadiah untukmu, ku kira kamu tidak akan datang dan tadinya aku langsung ingin pulang untuk menjengukmu dan membelikanmu hadiah "kata pakha dengan wajah cemberut.


Boy hanya tersenyum melihat muka pakha saat ini, dia meledak pakha agar membuatnya kembali tersenyum. Mereka berdua memutuskan untuk masuk mobil dan di dalam mobil itu terdengar gelak tawa mereka berdua yang sedang bahagia. Sopir pribadi boy hanya menggelengkan kepala melihat majikannya tersenyum bahagia di belakang kursi kemudinya.


Perlu kalian tau ya sebelum boy bisa di izinkan keluar menemui pakha, boy nangis minta tolong pada orangtuanya agar membujuk dokter untuk mengizinkan ia keluar sebentar untuk menemui pakha. Saat itu boy sudah tidak punya malu lagi pada kedua orangtuanya, dia bahkan rela kehilangan harga diri sebagai seorang laki-laki karna menangis memohon pada orangtuanya. Harga diri laki-laki itukan pantang untuk menangis meskipun sesulit apapun kondisinya, kalau dia tidak melakukan cara itu orang tua boy pasti lebih keras kepala dan tidak mau menuruti keinginannya itu. Sikap keras kepalanya itu keturunan dari ayahnya.


Akhirnya orang tua boy membujuk dokter untuk mengizinkan boy keluar sebentar. karna ibu boy sangat tidak tega melihat anaknya yang menangis sambil memohon seperti itu. Dari kecil aja boy tidak pernah menangis di depan orangtuanya meskipun terjatuh dari sepeda, mainannya rusak atau minta sesuatu. Dokter akhirnya mengizinkan boy namun ada satu syarat yang boy harus patuhi, dokter hanya mengizinkan boy keluar selama dua jam, setelah itu dia harus kembali lagi kerumah sakit untuk melanjutkan perawatannya.


"Boy gimana cara kamu bisa keluar dari rumah sakit itu, padahal dari pandangan ku tubuhmu belum benar-benar pulih begini"tanya pakha matanya sambil menelisik keadaan boy yang masih terbalut beberapa perban di tubuhnya.


Boy tidak menjawab pertanyaan pakha dia hanya tersenyum menanggapi pertanyaan itu. Mana mungkin dia mau menceritakan aibnya yang menangis memohon untuk di izinkan keluar oleh dokter ,itu pasti sangat memalukan jika pakha mengetahui kelakuannya yang kekanakan.


"Itu rahasia "jawab boy sambil mengacak rambut pakha.


Wajah pakha terlihat cemberut mendengar jawaban boy yang tidak membuatnya puas dan malah membuatnya menjadi penasaran. Pakha tidak masalah soal itu karna baginya kehadiran boy jauh lebih penting dari pada jawaban atas pertanyaannya itu. Semenjak bima hilang kabar pakha sudah sedikit demi sedikit melupakan kekasihnya itu. Namun dalam hati pakha ia masih berharap bima bisa datang di acara kelulusannya, namun tidak juga terlihat batang hidung bima.


Pakha hanya pasrah menjalani kehidupan asmaranya yang penuh misteri itu. Pikirnya bima mungkin sibuk dengan segala urusannya sama seperti dirinya yang akhir-akhir ini di disibukkan dengan belajar agar mendapat nilai yang maksimal dalam kelulusannya . Pakha masih bisa memaklumi kekasihnya itu, dia tidak mau menjalani hubungan yang over profektif yang menuntut pasangannya memberikan kabar di manapun ia berada. Jika bima memang mencintainya suatu saat pasti akan bersatu dengannya dan tidak akan tega meninggalkan dia, itu yang pakha pikirkan saat ini.

__ADS_1


Sebenarnya bima kemana sih, kenapa dia beberapa hari ini tidak pernah muncul di hadapan pakha?? lenyapkah, tobatkah? tidak mungkin setan sejahat bima bisa tobat,,, temukan jawabannya di apisode selanjutnya semangat membaca. Like ๐Ÿ‘ jika kalian menyukai cerita ini, komen di bawah ๐Ÿ‘‡untuk memberi masukan atau dukungan untuk author.


__ADS_2