
Tangisnya belum berhenti kala itu, Pakha mengusap kedua matanya dengan gaun yang di pakainya malam itu juga. Hati Pakha seperti tercabik kala dia mengingat Bima sang pria yang mengenalkan cinta pertamanya sama seperti saat ini. Di sisi lain Bima hanyalah masa lalunya dan yang di depannya saat ini adalah masa depannya.
Boy sangat berharap bunga di tangannya bisa di cium oleh Pakha namun dia tidak bisa memaksa seseorang harus mencintainya.
"Pakha jika pernyataan cintaku ini membebanimu biarkan aku membuang mawar ini sendiri, "kata boy dengan mata berkaca-kaca.
Pakha hanya terdiam sambil menatap Mawar putih di tangan boy saat ini.
Ketika Boy ingin melempar bunga di tangannya Pakha mengeluarkan suaranya.
"Boy tunggu!! biar aku sendiri yang memutuskannya. "
Kemudian Pakha menerima buket itu dan dia terdiam sejenak untuk memikirkan apa yang akan dia lakukan pada bunga mawar putih di tangannya. Apakah dia harus membuang atau mencium bunga itu.
Dengan senyum yang merekah akhirnya pakha memberikan jawaban dia mulai mengayunkan tangan yang memegang perasaan boy saat ini. Tanpa pikir panjang boy langsung lemas dia tau jika perasaannya sampai sekarang selalu bertepuk sebelah tangan, tubuhnya terduduk lemas dan mulai melangkah tertatih-tatih sambil membawa perasaan patah hatinya. Namun ada satu suara yang menghentikan langkahnya saat ini.
"Boy tunggu kenapa kamu ingin pergi sebelum melihat jawaban diriku? "tanya pakha lantang.
"Lantas apa yang aku harapkan saat ini, aku sudah tau jika perasaan ku harus berhenti di sini."jawab boy tanpa menoleh pakha sedikit pun.
__ADS_1
"Tolong berbaliklah lihatlah diriku sekarang boy, jika itu yang kamu pikirkan lihatlah aku untuk terakhir kalinya, "kata pakha dengan lirih.
Meskipun boy saat ini sedang sakit hati namun ia tetap menuruti perkataan pakha saat ini. Tubuhnya mulai berbalik namun entah kenapa hati yang tadi hancur sekarang malah menjadi lega. Ia mengucek matanya apakah dia sedang berhalusinasi atau ini nyata. Dengan kesadaran penuh boy menatap wajah cantik pakha dengan mencium sebuah bunga mawar di tangannya,itu berarti pakha telah menerima hatinya saat ini.
Tanpa ragu Boy langsung berlari menghampiri wanita yang ia cintai dan memeluknya. Hingga akhirnya air mata laki-laki yang tak pernah jatuh itu sudah membanjiri kebahagiaan mereka saat ini. Suasana romantis itu di ikuti dengan perasaan terharu karna bahagia, Boy melanjutkan kejutan untuk kekasih barunya itu. Malam semakin gelap hingga pasangan baru itu pun menikmati malam romantis mereka.
Kebahagian itu membuat sesosok makhluk tinggi besar yang selalu mengawasi pakha dari jauh merasa sedih. Namun ia tetap menunggu ratunya itu sampai kapanpun pakha siap, karna dia sudah berjanji tidak akan menggangu kehidupan pakha lagi saat ini. Bima hanya ingin melindungi pakha dari kejauhan dia tak mungkin bisa bersatu dengan dimensi yang berbeda seperti saat ini. Hingga waktu yang akan menyatukan dimensi mereka berdua mungkin 100 tahun lagi atau kapanpun bima akan selalu menunggu pakha untuk menjadi ratunya di kerajaan hutan kelam.
Untuk merayakan hubungan baru itu Boy mengajak Pakha liburan di pulau jeju, korea.
Pakha setuju dengan ajakan boy dia sangat bersemangat sekali. Baru sekarang ia bisa liburan di luar negeri seperti ini mungkin ini pertama kalinya dia bisa pergi keluar negeri. Kalian pasti tahu latar belakang keluarga Pakha yang sederhana namun semenjak ada Boy di sisinya kehidupannya selalu serba berkecukupan.
Setelah menempuh beberapa jam di perjalanan mereka sampai di tanah korea. Boy segera memesan hotel tempat mereka berdua akan menginap dan istirahat. Layaknya pengantin baru Boy hanya memesan satu kamar karna Pakha tidak berani di hotel sendirian. Setelah mereka berdua tiba di kamar hotel Pakha langsung merebahkan tubuhnya yang lelah saat di perjalanan.
"Pakha kamu istirahatlah dulu aku ingin keluar sebentar untuk membeli keperluan kita disini, pengen nitip apa biar aku belikan sekalian? ".
"Udah sana pergilah aku tidak nitip apa-apa jangan lama-lama ya. "kata Pakha sambil memejamkan matanya di atas ranjang.
Namun tanpa Pakha ketahui di sana sudah berdiri sosok hitam tinggi yang siap menyambut Pakha setelah melihat Boy keluar pintu hotel. Sosok itu tengah menatap kamar itu dari kejauhan dan tersenyum sambil berjalan mendekat ke arah pintu kamar Pakha.
__ADS_1
"Ding dong".suara bel pintu berbunyi mengagetkan Pakha yang tengah terlelap.
"Siapa sih mengganggu tidurku saja, apa Boy sudah pulang dan lupa membawa kunci, "gerutu Pakha sambil berjalan membuka pintu dengan keadaan masih sangat mengantuk. Saat ia membuka pintu kamarnya ada sesosok mata dengan aura mencekam terlihat melotot di depannya. Saat itu kantuknya telah hilang sepenuhnya. Pakha menyadari bahka itu bukan Boy dia langsung menutup kembali pintu kamarnya namun ada satu tangan kekar yang menghalangi pintu itu.
Sosok tinggi itu tak lain adalah pria psikopat yang dari dulu mengejar Pakha menjadi buruannya, Reno itulah yang Pakha kenal saat itu. Psikopat itu sudah lama di cari oleh polisi namun sampai sekarang belum juga tertangkap. Wajah cantik Pakha menjadi pucat pasi setelah menyadari akan ada bahaya yang mengancamnya saat ini. Pakha segera menendang kaki pria itu namun Pakha yang seorang prempuan kalah jauh dengan tenaga reno. Meskipun Pakha bisa seni bela diri namun ia tak mampu melawan pria psikopat yang sudah ahli seperti Reno, polisi saja belum berhasil menangkapnya sampai saat ini. Pakha berusaha melawan Reno dengan sekuat tenaga. Di saat Pakha sedikit lengah Reno berhasil memojokkan Pakha, di waktu bersamaan ada sebuah nada telpon masuk yang berbunyi di hp Pakha. Pakha dan psikopat itu bersamaan menoleh keberadaan hp itu namun sayangnya hp itu berada agak jauh dari jangkauan Pakha saat ini.
Tamatlah riwayat Pakha dia berhasil di tangkap oleh Reno dan dia tidak tau apa lagi yang harus ia lakukan saat ini. Tenaganya yang sudah terkuras sudah tidak mampu melawan Reno.
"Lihatlah sekarang kamu tidak berdaya di hadapan ku,dasar wanita picik, "kata reno sambil mencengkram dagu Pakha.
Pakha hanya bisa pasrah jika hari ini dia harus mengakhiri hidupnya di tangan Reno. Apakah ini salah satu jalannya saat ini hanya kebahagiaan sekejab yang ia rasakan saat bersama Boy tapi kenapa harus sekarang waktunya dia meninggalkan dunia ini. Menyesal itulah yang Pakha rasa saat ini kenapa dia tidak dari dulu menerima hati boy.
Saat pistol mengarah di kepala pakha saat ini, dia hanya bisa menangis apadaya dengan kaki dan tangan yang terikat ia sudah berakhir di tangan Pria psikopat ini.
Di saat-saat terakhirnya ia hanya memikirkan Boy dia harap ada sebuah keajaiban kedua yang akan menolongnya seperti dulu.
"Boy selamat tinggal, Bima jika hari ini akhir aku di dunia ini aku akan memilih untuk bersamamu dan menjadi ratumu untuk selamanya, "batin Pakha sambil memejamkan matanya.
Terimakasih untuk pembaca yang telah setia mengikuti semua alur dari cerita ini, akankah ini hari terakhir Pakha di dunia atau akan ada keajaiban kembali?? nantikan kisahnya di episode selanjutnya....
__ADS_1