
Mentari pagi beri salam bagi sang pemilik kehidupan, sinar pagi menyejukkan hati seorang laki-laki berpeci. Seutas senyum keluar dari bibir laki-laki berkumis tipis. Dia melangkah menuju ke sebuah taman di sana terdapat seorang pria paruh baya sedang menikmati secangkir kopi hangat.
"Assalamualaikum abah"kata oci sambil mencium tangan abahnya.
"Waalaikumslm nak"jawab abah oci.
"Bah oci ingin menyampaikan sesuatu pada abah"kata oci sambil menundukkan wajahnya.
"Iya silahkan abah akan mendengarkan"jawab abah oci.
Setelah itu oci menyampaikan apa maksud dari keinginannya,abah hanya mengangguk mengerti apa yang anaknya katakan.
"Apapun pilihanmu abah akan menyetujuinya"jawab abah.
Matahari mulai menampakkan sinarnya, terasa hangat sampai ke atas ubun-ubun.
Seorang berbaju hitam berdiri di depan sebuah mobil berwarna putih. Kelihatannya ia sudah mulai gerah akan panasnya sinar matahari pagi yang menyehatkan tubuh. Tak lama kemudian wajah yang sedari tadi di tekuk akhirnya muncul sebuah senyuman.
"Assalamualaikum nawang, ayo silakan naik"kata oci sambil membuka pintu mobilnya.
"Waalaikumslm "jawab kak nawang sambil melangkah naik ke dalam mobil oci.
Mereka berdua hanya diam di dalam mobil, entah kenapa oci sangat gugup hari ini.
Bahkan nawang pun merasa ada yang aneh dengan oci saat ini. Untuk memecah keheningan akhirnya kak nawang membuka percakapan di antara mereka.
"oci kita akan menuju kemana?"tanya kak nawang.
"Aku akan membawamu di suatu tempat "jawab oci sambil tersenyum malu.
__ADS_1
Kak nawang hanya mengernyitkan dahinya mendengar jawaban oci. Hati yang dari tadi dag dig dug itu semakin terdengar bersahut sahutan,karna orang di sebelahnya pun merasakan yang sama. Setelah percakapan itu mereka berdua kembali terdiam satu sama lain. Sampailah mobil putih itu di depan sebuah lestoran makanan khas jawa. Di sana sudah berdiri tiga orang staf karyawan sedang menunggu kehadiran mereka berdua.
"Silakan masuk"kata salah satu seorang waiters itu.
Nawang dan oci hanya mengangguk mendengar perkataan tersebut. Mereka segera masuk ke dalam lestoran itu karna matahari semakin menyengat kulit. Ketika kaki melangkah masuk ke dalam lestoran itu, sejauh mata memandang ada serangkai bunga yang indah bertuliskan *will you marry me nawang* . Hati yang sedari tadi berdetak kencang sekarang seolah-olah ingin berlari pada tempatnya. Kak nawang hanya diam terpana melihat semua keindahan di depan matanya, karna dia belum pernah mendapat kejutan seperti itu. Dia langsung menampar pipinya sendiri untuk memastikan itu sebuah mimpi atau nyata.
"Aww sakit "teriak nawang memegang pipi kanannya yang terlihat sedikit memerah karna tamparannya sendiri.
"Apa yang kamu lakukan"kata oci bingung.
Kak nawang benar-benar tidak percaya dengan semua yang ia lihat sekarang. Tiba-tiba air matanya menetes begitu deras, ia sangat terharu. Seketika oci merasa kaget dia segera memberikan sapu tangan untuk mengusap air mata nawang. Dia juga kaget bukan main, kenapa nawang malah menangis apa itu artinya dia di tolak. Pikiran oci tak keruan waktu itu, namun dia harus bisa menerima kenyataan. Karna dia juga tidak pernah mengajak nawang untuk berpacaran. Malah langsung mengajak untuk menikah, dia juga tidak tau perasaan nawang padanya.
"Kamu tidak apa-apa nawang"tanya oci setelah nawang berhenti menangis.
Nawang hanya mengangguk untuk mengatakan dia baik-baik saja.
"Jika kamu tidak menerima lamaranku aku tidak apa-apa kok, sebenarnya aku sudah menyukaimu saat kamu pertama kali menabrak ku waktu itu, aku tau ini sangat mendadak buatmu karna aku tidak mau pacaran aku hanya ingin menjalin rumah tangga seperti kata rasulullah,aku melakukan ini supaya kita terhindar dari perbuatan zina, kamu juga tidak perlu sungkan untuk menolakku jika hatimu sudah dimiliki orang lain"kata oci panjang lebar menjelaskan pada nawang tanpa jeda sedikitpun.
"Oci tunggu, iya aku mau"jawab kak nawang di sela tangisnya.
Oci membelalakkan matanya dengar lebar, dia tidak percaya apa yang ia dengar barusan.
"aaapa aku tidak terlalu mendengarmu "jawab oci memastikan jika ada yang salah dengan pendengarannya.
"Aku nawang amelia menerima tunangan oci perwira "jawab kak nawang dengan lantang.
Oci langsung sujud syukur mendengar perkataan nawang bahwa nawang menerima tunangannya itu. Oci langsung menyematkan sebuah cincin di jari manis nawang. Tepuk tangan dan sorak pun terdengar di antara mereka berdua. Ucapan selamat para karyawan lestoran pun turut menyelimuti kebahagiaan mereka berdua.
Sementara itu di sebuah rumah ada sesosok perempuan yang sedang melamun di pinggir jendela. Sebuah jari manis tanpa henti-hentinya di tatap mata yang terlihat sayu. Di sela-sela tatapan mata itu ada setetes air mata yang jatuh di antara jemarinya.
__ADS_1
"Bim maaf aku telah menyakiti perasaanmu, apa aku masih pantas menjadi calon istrimu"batin pakha.
Dret dret sebuah telefon berbunyi di sela-sela lamunannya. Dia segera melihat siapa yang menghubungi dirinya, di HP itu tertulis nama boy bawel. Pakha tidak punya niatan untuk menjawab panggilan itu. Namun teleponnya berbunyi beberapa kali sehingga pakha terpaksa mengangkat telepon itu.
"Hallo "suara pelan di ujung telefon itu.
"Hallo pakha kamu sedang sakit, kenapa suaramu begitu pelan"tanya boy di dalam telefon itu.
"Aku tidak apa-apa boy, aku hanya sedikit tidak enak badan"jawab pakha.
"Izinlah hari ini jika kamu tidak enak badan"jawab boy kwartir.
"Iya aku sudah izin ke pak karno selaku wali kelas 12 ipa 3"kata pakha dengan suara lemas.
"Ya sudah kamu istirahat di rumah aja, sudah ya ini udah hampir bel masuk"kata boy.
"iya"jawab pakha singkat.
Setelah pembicaraan itu berakhir pakha kembali berbaring di atas ranjangnya. Dia memang sudah berniat tidak masuk sekolah hari ini. Karna pikirannya masih berkecamuk memikirkan bima kekasih hatinya itu.
Di lestoran itu masih ada sepasang kekasih yang sedang ketawa-ketiwi.
"Nawang jadi kenapa tadi kamu menangis waktu aku menyatakan perasaanku? "tanya oci.
"hehe tadi aku cuma terharu saja, karna aku tidak pernah mendapat kejutan seperti ini"jawab nawang dengan malu-malu.
"Aku akan segera meresmikan lamaran ini di kedua orangtuamu, kamu pilih tanggalnya saja ya"kata oci sambil tersenyum malu.
Kak nawang hanya mengangguk tanda dia mengerti. Blush wajah mereka berdua terlihat merona.
__ADS_1
Terimakasih semuanya mohon maaf jika ada kesalahan kata dalam tulisan ini, aku hanya seorang manusia biasa yang tak luput dari kesalahan ,yang masih penasaran yuk baca di episode selanjutnya .....😁