
Weekend siapa yang tak suka dengan hari libur akhir pekan?sebagian orang sangat menantikan akhir pekan. Ada yang berlibur ke tempat wisata atau cuma sibuk dengan pekerjaan rumah yang slalu menumpuk. Seperti halnya Nawang. Ia terpaksa merelakan akhir pekan ini untuk di rumah saja, tak lain hanya melakukan rutinitas sebagai seorang istri.
Ketika Nawang sedang masak di dapur tiba-tiba Oci datang menghampiri Nawang.
Oci langsung memeluk istrinya itu dengan erat yang sibuk berkutik dengan pisau.
"Selamat pagi ummi, sedang masak apa nih? "tanya Oci masih menempel di belakang Nawang.
" Nie mau masak sayur asem, abi udah selesai jamaah di masjidnya? "Nawang kembali bertanya.
"Iya udah lah, ini aku langsung kemari untuk membantu ummi. "jawab Oci sambil nyengir.
"Abi mah bukan membantu tapi mengganggu. "kata Nawang sambil mengiris sayuran di tangannya.
"Hehehe. "Oci hanya tertawa kemudian melepaskan pelukannya dan sekarang berada di sebelahnya Nawang.
Oci berniat membantu Nawang tapi dia malah mengoceh dengan tiada henti, banyak sekali kata-kata yang diucapkannya mulai dari , “pelan sedikit, apinya terlalu besar, hati-hati, jangan sampai gosong, serta beberapa ungkapan lain yang sering kali diucapkan sebagai bentuk perhatian. Nawang kesal dengan keberadaan Oci tidak membantu malah tambah memperlambat pekerjaannya. Gara-gara perhatian yang tak penting itu konsentrasi Nawang terganggu dan dengan spontan menjawab.
“Bi diam ah, Ummi tahu bagaimana cara memasak yang benar dan tepat”
Tidak mau kalah Oci pun menjawab dengan sangat tenang “Abi hanya ingin kau tahu wahai istriku, bagaimana perasaan ini untukmu ketika abi sedang menyetir mobil dan kau yang duduk di sebelah tidak henti-henti mengoceh. "
Nawang kaget dengan perkataan Oci, memang benar jika Oci sedang menyetir mobil dan ngebut Nawang slalu mengoceh tidak jelas. Mulai dari"bi awas, awas....lihat spion... jangan ngebut dsb. yang membuat Oci malah kehilangan konsentrasi nya. Dan pagi ini Oci hanya ingin menjaili istrinya sebagai pembelajaran. Bagaimana kesalnya saat mendengar orang lain mengoceh padahal kita bisa menghandle dengan benar.
"Bi maafkan aku ya, ummi janji tidak akan seperti itu lagi. karna sekarang ummi sudah mempercayai kalau abi bisa mengatasi semuanya. "kata Nawang sedih.
"Ummi jangan sedih dong, iya abi juga percaya bahwa ummi perempuan yang bisa mengambil semua hikmah dari setiap kejadian. Itu juga untuk pembelajaran ummi, tidak ada yang salah dari tindakan ummi tapi hal itu hanya kurang tepat saat pe ngaplikasi an."jawab Oci kemudian menempelkan bibirnya ke bibir Nawang.
Akhirnya morning kiss itu terjadi deh di dapur, dan satu lagi mereka berdua melupakan satu hal penting. Santai saja kompor sudah di matikan terlebih dahulu sebelum mereka memulai adegan itu, bukan itu yang ingin saya sampaikan tapi mereka melupakan bahwa ada satu orang lagi yang tinggal di rumah itu selain mereka berdua.
"Ehem permisi iklan mau lewat... mohon tunda dulu adegan panasnya, silahkan pindah ke kamar. "
Suara itu mengagetkan mereka berdua yang sibuk melakukan ciuman panas. Nawang sontak langsung mendorong Oci sampai jatuh ke lantai.
Oci juga kaget hanya melongo di atas lantai melihat Pakha yang geleng-geleng kepala melihat mereka berdua.
"Ck.. ck.. ck.. kalian itu bikin iri saja ya. "kata Pakha sambil berdecak pinggang melihat Nawang dan Oci.
"Bodoh kenapa aku melupakan kalau ada anak kecil di rumah ini. "batin Oci kemudian kembali berdiri dari lantai.
__ADS_1
"Ehh adek u..udah mau pulang? "tanya Nawang gagap karena efek kagetnya masih menempel.
"Iya Pakha mau balik ke kosan, maaf mengganggu kalian berdua, saya cuma mau pamit saja. "kata Pakha.
"Titidak jangan salah paham kami cuma.... "sanggah Oci dengan wajah memerah.
"Iya.. iya aku tidak lihat kok. "kata Pakha kemudian bersalaman dengan kak Nawang.
Oci dan Nawang merasa canggung di hadapan Pakha.
"Ayo kakak antar. "tawar Oci.
"Terima kasih kak, tuh di depan sudah ada taksi yang menunggu ku sejak tadi. "kata Pakha sambil menunjuk jendela kaca di dapur yang memperlihatkan taksi warna biru di depan rumah.
"Babaiklah hati-hati di jalan, hubungi kakak kalau sudah sampai kosan. "kata Oci.
"Siap grak. "kata Pakha sambil melangkah pergi meninggalkan ruangan itu menuju taksi.
Setelah taksi Pakha meninggalkan halaman rumah mereka berdua masih merasa canggung.
"bi aku malu pada Pakha, abi sih sembarangan mencium ummi. "kata Nawang cemberut.
"Hehehe ummi juga lupa. "jawab Nawang dengan santainya.
"Ummi sini ayo kita lanjutkan di kamar. "goda Oci sambil berjalan ke arah Nawang.
"Gak mau.. tadi malam kan udah bi. "kata Nawang sambil berlari menjauhi Oci.
"Kan pagi belum mi. "jawab Oci dengan semangat mengejar Nawang.
Akhirnya pagi itu mereka berdua tidak jadi memasak malah bermain kejar-kejaran seperti tom dan jerry di film kartun.
Sekitar tiga puluh menit berlalu akhirnya Pakha tiba di kosan yang sudah lama ia tinggalkan.
"Terima kasih pak, ambil saja kembaliannya. "kata Pakha.
"Terima kasih non. "jawab sang supir taksi.
Kemudian taksi itu pergi meninggalkan kosan Pakha.
__ADS_1
Suasana kosan begitu sepi saat akhir pekan karna sebagian para penghuni kosan pada pulang ke rumah masing-masing, atau ada yang pergi liburan yah kalian juga tau sendiri lah para mahasiswa seperti apa.
Sementara itu matanya tak asing melihat seorang anak laki-laki tengah asik bermain di depan kosannya.
"Itu bukannya nano anak ibu kosan. "batin Pakha kemudian menghampiri Nano yang bermain lumpur seorang diri.
"Hai No sedang asik ngapain. "sapa Pakha.
"ini kak lagi main lumpur. "Jawab Nano kecil yah sekitar umur tiga tahun lah.
"Kok sendirian mama dan papa mana? "tanya Pakha.
Soalnya dia juga punya keperluan dengan bu kos untuk meminta kunci cadangan kamarnya. Karna kunci yang ia pegang ikut hilang saat kecelakaan yang menimpa Pakha waktu lalu.
“Mereka masih di dalam kamar kak.”, jawab Nano kecil masih asik bermain lumpur.
Tumben banget bu kosnya belum bangun padahal setaunya pak kos dan bu kosnya orang yang sangat rajin bangun pagi.
Pakha memutuskan untuk sarapan dulu di warung sebelah sembari menunggu bu kos dan pak kosnya bangun.
Sekitar dua jam an Pakha menunggu, sekarang sudah pukul sembilan pagi tidak mungkin juga kalau bu kosnya belum bangun. Pakha kembali ke kosan kemudian bertanya lagi pada Nano kecil yang sudah bersih dari lumpur dan sedang menikmati es krim di tangannya sambil di pantau sang nenek.
"No ibumu mana? "tanya Pakha.
Nano hanya menggelengkan kepala tidak menjawab pertanyaan Pakha dan malah sibuk menikmati es krim di tangannya.
Pakha kesal melihat Nano yang mengabaikannya. Kemudian dia menghampiri nenek Nano dan kembali bertanya.
"Permisi nek papa dan mama Nano di mana ya nek dari tadi aku belum pernah melihatnya? "tanya Pakha.
“Mereka masih di dalam kamar cu.”, jawab singkat neneknya.
Aneh kenapa mereka berdua masih di dalam kamar padahal sudah siang jangan-jangan terjadi sesuatu pada mereka. Pikir Pakha cemas. Namun ada yang aneh matanya melihat Nano kecil tertawa geli, sambil menghabiskan es krim di tangannya. Pakha kembali menghampiri Nano kecil.
“No kenapa sih kamu ketawa-ketawa, emang kakak ada yang aneh?”, tanya Pakha keheranan.
“Gini kak semalam kan papa masuk kamarku, minta gel pelembab kulit tapi saya kasihnya lem super glue. Semenjak itu mereka berdua tidak keluar dari kamar…”Jawab Nano kecil dengan santainya.
Pakha mendelik mendengar jawaban polos Nano.
__ADS_1
Sekian dulu ya... kira-kira apa sih yang terjadi dengan pak kos dan ibu kos Pakha? temukan jawabannya di episode selanjutnya. Semangat membaca.