
Kampus itu luas dan lapang, dengan warna-warna lembut yang bersemburat liar, tetapi setiap detailnya dipertimbangkan dengan hati-hati. Di sisi lain terdapat seorang perempuan cantik sedang tersungkur karena ketidak hati-hatian. Berharap ada suatu keajaiban datang menolongnya namun hanya suara gelak tawa yang terdengar seperti sayatan pisau yang menambah luka. Saat itu untungnya ada satu malaikat tiba-tiba mengulurkan sayapnya untuk membantu Pakha. Malaikat itu terasa tak asing di indra penciumannya.
Aroma lemon di musim panas berpadu dengan peppermint dan jeruk, aroma yang menyegarkan, tapi ringan dan menyenangkan. Aroma yang membuat Pakha enggan beralih.
Aroma parfum lemon tersebut membawa Pakha kembali ke musim panas 7 tahun lalu.
Tanpa ragu-ragu Pakha meraih sebuah tangan halus yang siap membantunya.
Baginya tidak ada yang lebih kejam dari waktu. Waktu tidak akan pernah menunggu. Momen demi momen akan melewatimu tanpa ampun. Mereka akan menjadi kepingan-kepingan kenangan yang mewarnai hidupmu. Jika Pakha ingin mengulang kembali masa-masa di sekolah, dia sangat mencintai masa-masa berada di SMP.
Dari sekian banyak masa sekolah tidak ada yang menyentuh jiwanya seperti masa-masa itu. Yah ketika dia mengenal sahabat pertamanya.
"JIDAN " Sebuah nama yang pertama kali tertanam di masa itu, seorang laki-laki baik dan perhatian pada Pakha namun sayangnya laki-laki itu hanya mencintai buku.
Dia adalah teman sekaligus guru Pakha yang mengajarkan bagaimana menjadi siswa terbaik di antara yang terbaik.
Dan kini ia kembali bertemu sang malaikat yang sudah lama di rindunya.
"Kamu Pakha kan?, "kata seorang laki-laki yang ganteng bak nabi yusuf.
"Jidnan....??. "Pakha memastikan nama laki-laki itu.
"Jidan bukan jidnan. "jawab laki-laki itu sambil menyodorkan sapu tangan untuk mengelap wajah Pakha yang cemong terkena tanah basah.
"Hehe Sorry jid aku agak lupa, soalnya udah 7 tahun yang lalu. "kata Pakha sambil menerima pemberian jidan.
"Tak heran sih kamu lupa soalnya dari dulu kamu kan menjadi primadona. "kata jidan dengan senyum.
"Apaan sih. "kata Pakha sambil menepuk punggung jidan.
__ADS_1
"Sakit Pakhaaa. "kata jidan kesal.
"Sorry penyakit lamaku kumat. "jawab Pakha sembarangan sambil tertawa lepas.
Kebiasaan Pakha yang selalu menepuk punggung jidan itu terulang kembali, entah mengapa tangannya refleks begitu saja. Aslinya Pakha kasihan juga karna kebiasaan itu terkadang seperti musibah bagi Jidan karna bisa membuat punggungnya memerah bahkan gosong jika Pakha memukulnya sedikit kuat. Tapi apa daya itu Pakha lakukan dengan tidak sengaja.
Setelah itu Pakha membuang high heels ke tempat sampah karna sudah membuat dirinya malu tujuh turunan. Dan untungnya dia membawa sepatu cadangan untuk ganti.
setelah itu mereka berdua menuju ke dalam kampus beriringan sambil berbincang-bincang membahas masa lalu.
Pada akhirnya nanti, semua yang pernah hilang atau diambil dari diri kita akan kembali lagi kepada kita. Walaupun dengan cara yang tidak pernah kita duga.
Seperti yang terjadi pada Pakha saat ini, ia kembali bertemu dengan sahabat baik bak seorang malaikat di tempat kuliahnya. Dan tak terduga mereka berada di dalam kampus yang sama hanya beda jurusan. Entah kenapa baru sekarang Pakha bertemu Jidan padahal ia kuliah di kampus yang sama sudah tiga semester ini. Hanya masalah waktu yang bisa mempertemukan mereka berdua.
Takdir akan tetap menghampiri meskipun kita menjauh atau berlari sekali pun karna takdir tak bisa di hindari atau di kejar.
Sementara itu Boy mendapat telfon mendadak dari sekretaris pribadinya, tenang saja sekretaris Boy itu laki-laki jadi aman dan tidak ada kata atasan mencintai sekretaris. Kisah cinta yang menurut ku terlalu kuno untuk sebuah drama, menarik tapi terkadang membosankan.
Tidak kuliah itu memang bukan masalah bagi Boy. Kuliah hanya sebagai langkah lanjutan untuk pengembangan diri. Namun dirinya sekarang sudah sampai di tahap keberhasilan. Semua yang ia butuhkan sudah bisa ia dapat hanya satu yang sampai sekarang belum ia raih yaitu keberhasilan memiliki Pakha sepenuhnya. Dia tergolong laki-laki bucin atau lebih luasnya budak cinta. Semua usaha yang ia rintis hanya untuk Pakha, dari dulu ia ingin menjadi laki-laki terbaik di antara yang terbaik agar Pakha bisa hidup bahagia bersamanya.
Kalian tau kan jika Boy adalah salah satu pengusaha sukses di usia muda. Hal itu juga membawa pengaruh bagi kehidupannya yang sekarang .Dia memang bukan artis tapi para awak media tak seorang pun yang tak mengenal dirinya. Karna ia merupakan pewaris tunggal perusahaan orang tuanya yang menjadi salah satu perusahaan terbesar di indonesia.
Bayangan memanjang ketika Nawang menopangkan tubuhnya ke siku, dia dan angin menerpa mulai pagi-pagi sekali. Entah berapa jam yang sudah dia lewati, matanya menewarang terus ke arah halaman rumah. Ini adalah hari dimana ia berharap suaminya muncul. Sudah seminggu berlalu ia selalu duduk sendirian di teras rumah, hanya untuk membaca buku atau mendengarkan musik, terkadang pikirannya juga berjalan-jalan ke masa lalu dengan Dandi cinta pertamanya. Namun tak semua cinta pertama bisa bersama atau lebih kejam lagi jika asmara berakhir di tengah-tengah harapan akan sebuah masa depan.
"Apa yang sudah aku pikirkan sih, nawang sekarang kamu sudah BERSUAMI. "kata Nawang di sela lamunannya.
Tanpa sadar Buku yang dari tadi ia pegang tulisannya terbalik. Bahkan buku di tangannya itu belum sempat ia baca satu paragraf pun.
" Assalamualaikum, ehem lagi sibuk apa nih,"
__ADS_1
Suara yang sangat ia kenal menghentikan lamunannya yang sudah keluar batas.
Tiba-tiba buku di tangannya di balik sebuah tangan hanya perlu lima detik wajah polos itu juga ikut muncul di atas buku yang ia pegang.
" Waalaikumslm,,, abi udah pulang. "kata Nawang kemudian berdiri sambil mencium punggung tangan Oci.
"Iya ini baru sampai, ummi sekarang bisa baca buku terbalik ya?jadi semakin pintar nih istriku."kata Oci sambil mengelus kepala yang tertutup hijab itu.
"Hehe iya ummi selalu punya cara baru untuk mengisi kebosanan. "jawab Nawang.
Padahal kejadian aslinya hanya kebetulan dan dia tidak bisa membaca tulisan terbalik. Malu jika Nawang harus mengakui kalau kejadian tadi merupakan ketidak sengajaan gara-gara pikirannya berlarian di tempat lain.
"Maafin abi ya udah ninggalin ummi sendirian. "kata Oci lalu mencium kening Nawang.
"Iya gak papa kok bi. "kata Nawang.
Kemudian mereka berdua masuk ke dalam rumah sambil bergandengan tangan.
Tanpa mereka ketahui seorang laki-laki sedang mengepalkan tangannya, terlihat marah dengan drama romantis suami istri di depan matanya.
Laki-laki itu tak lain adalah Dandi orang yang dari dulu selalu mengejar Nawang.
Meskipun dulu ia sempat pergi dari kehidupan Nawang namun sampai sekarang hatinya hanya untuk Nawang.
"Nawang atasia aku janji akan menggantikan laki-laki itu di sampingmu. "kata Dandi dengan gejolak kemarahan di dalam hatinya.
Kalian tau gak ada kata seperti ini"Janda lebih menggoda perawan lebih menawan" .
Dandi adalah salah satu laki-laki yang menyukai janda ,bukan semua janda yang ia sukai tapi jika janda itu Nawang ia akan tetap menyukainya. Cinta yang sudah mengakar dalam hati itu sulit bagi Dandi untuk menghilangkannya dari kehidupan yang sudah ia lalui bersama Nawang dulu.
__ADS_1
Apakah Dandi seorang PERISOR( perebut istri orang)??akankah rumah tangga Nawang akan goyah atau justru akan bertahan. nantikan kisah seru lainnya di episode selanjutnya. Semangat membaca.