Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
berputar-putar di kepala


__ADS_3

Teriring Bel istirahat telah berbunyi menandakan hari mulai memasuki jam setengah 12 siang. Para siswa mulai berhamburan keluar kelas,sedangkan pakha masih terduduk di dalam kelas.


Para teman perempuannya menyapa dan mengajaknya ke kantin namun di tolak olehnya.


Pakha menempelkan kepalanya di atas bangku mejanya, sambil memegang kepala.


"Aduh kepala ku pusing sekali,kenapa siswa tadi berkata yang tidak aku mengerti sih, apa maksud dari kata-kata nya. "pikiran pakha dalam hati.


Saat dia kembali menengok ke depan ternyata ada tangan yang menyodorkan minuman dingin di depan wajahnya.


"aku tidak ingin minum"pakha menepis minuman itu hingga terjatuh ke lantai.


"apa yang kamu lakukan, sebenci itukah kamu terhadap diriku?"tanya laki-laki itu dengan menatap diri pakha.


Pakha tidak mendengarkan perkataan laki-laki itu, kemudian berdiri dari duduknya dan mencoba menghindari laki-laki yang membuat moodnya tambah buruk.


Saat pakha ingin melangkah ,sebuah tangan menghentikannya.


"Lepaskan tanganku,aku tidak mau berurusan denganmu"kata pakha dengan perasaan kesalnya.


"aku tidak akan melepaskan tanganmu sebelum kamu menjelaskan kenapa kamu selalu menghindari ku beritahu apa salahku agar aku bisa memperbaikinya. "kata lelaki tersebut dengan mencengkam erat tangan pakha.


"aku bilang lepaskan aku boy sebelum aku memukulmu,tidak ada yang perlu aku jelaskan padamu"jawab pakha semakin marah.


Setelah itu boy melepaskan tangan pakha.Setelah tangannya terlepas dia menengok kembali dan grep tangan wanita itu mencengkam kerah boy.


"Jangan berani menggangguku jika kamu tidak ingin celaka,aku hanya memperingatkanmu laki-laki breng***"ancam pakha pada laki-laki itu. Setelah urusannya selesai dia segera meninggalkan pria itu yang masih terduduk lemas.


Boy adalah pria yang wajahnya lumayan ganteng dia terkenal pria pendiam yang pintar.Terkenal kaya raya dan informasi apapun yang dia inginkan bisa ia dapatkan.Dia akan berusaha mendapatkan apa yang dia mau sampai berhasil menggapai nya. Uang yang banyak bisa membuat dia di gilai prempuan manapun,namun karna selama ini tidak ada yang bisa menarik hatinya dia tidak pernah pacaran dengan prempuan manapun.


Hari sudah mulai petang,keluarlah perempuan cantik itu dari ruang kelasnya dengan membawa banyak buku di tangan.Dan berjalan sempoyongan karna tubuhnya hari ini kurang sehat.


"pakha tunggu"terdengar teriakan dari arah belakang pakha.


Dia tak mempedulikan suara itu dan terus berjalan tanpa berhenti. Terdengarlah langkah kaki seorang yang berlari semakin mendekatinya.


Brukk tubuh pakha hampir terjatuh di lantai karna matanya terasa gelap dan kepala yang terasa amat pusing.Di tangkaplah tubuhnya oleh seorang laki-laki yang sedari tadi menunggunya keluar kelas. Di boponglah tubuhnya menuju ke mobil yang terparkir di parkiran sekolah. Setelah setengah perjalanan pakha tersadar dari pingsannya.


"Dimana aku sekarang, kenapa aku bisa ada di dalam mobil dan siapa yang mengemudikan mobil itu? "gumam nya tanpa terucapkan di ikuti matanya yang menelisik sekitarnya.


Seketika mobil yang di tumpanginya berhenti dan sang supir menengok dirinya. Wajah yang tak asing bagi pakha pun tersenyum menyapanya.


"Bagaimana keadaan mu?apa perlu aku bawa ke rumah sakit atau ku antar ke rumahmu? "tanya laki-laki manis itu.

__ADS_1


pakha mendengus kesal melihat wajah laki-laki yang tak ingin di liatnya itu.


"Tolong antarkan aku ke kosan saja"jawaban pakha dengan malas.


"Baiklah cantik"kata laki-laki itu.


Tak lama kemudian mereka sampailah di depan gerbang kosan perempuan.Turunlah laki-laki itu untuk membukakan pintu pakha dan membantunya turun.


"Berhenti di sini saja aku bisa sendiri"kata pakha dengan malas menatap boy.


"Benarkah kamu mampu berjalan sendiri"ucap boy mengkhawatirkan dirinya.


"aku bukan perempuan lemah,terimakasih "ucap pakha langsung melangkah meninggalkan boy.


Di saat itu wajah boy merona karna merasa senang mendengar ucapan terima kasih dari pakha. Dan dia segera melajukan mobilnya untuk meninggalkan kosan pakha.


Setelah pakha sampai di kamar dia langsung merebahkan tubuhnya.


"menyebalkan kenapa aku terus bertemu dirinya, jangan-jangan dia selama ini mengikuti kemanapun aku pergi"gerutu pakha di atas ranjangnya. Tubuhnya merasa merinding mengingat wajah laki-laki itu.


Seketika dia mengingat wajah tampan mata biru itu. Entah kenapa dia merasa rindu pada laki-laki hutan itu.


Mentari terbenam tergantikan oleh kegelapan sang malam. Suara jangkrik berbunyi membuat kesunyian malam yang panjang. Di dalam sebuah kos ada seorang perempuan yang mondar-mandir di dalam kamar sambil membawa buku novel di tangannya.


"ahk sial kenapa baju ini membuatku kesal ,aduh kakiku sepertinya terkilir"ucap pakha sambil memegang kakinya yang sakit.


Jam dinding menunjukkan pukul 21:30 ,pakha keluar dari kamarnya berjalan menuju dapur karna ternggorokan nya terasa kering. Diambillah segelas air putih kemudian ditegukknya.


derak suara jendela dapurnya terbuka oleh angin malam yang bertiup kencang.


Pakha menuju ke sumber suara itu kemudian tangannya meraih jendela untuk di tutup kembali namun tiba-tiba tangannya di pegang seseorang dari luar. tangan yang terasa dingin itu mengagetkannya seketika gelas yang ia pegang di tangan kirinya terjatuh ke lantai dan serpihan kacanya bertebaran di sebelah kakinya.


Di tetaplah jendela itu muncullah wajah seorang laki-laki yang ia rindukan.


"Bima kok kamu bisa tahu alamat kosanku, dan ada perlu apa kamu malam-malam datang kemari?"tanya pakha pada laki-laki itu.


"Aku bisa menemukan dimana pun kamu berada karna kamu sudah terikat benang takdir denganku"jawab laki-laki itu kemudian ingin masuk lewat jendela itu.


"Tunggu kamu tidak boleh masuk ke sini kosan ini hanya boleh di masuki oleh perempuan saja"cegah pakha pada laki-laki itu.


"Tenanglah aku tidak akan ketahuan kok"kata laki-laki itu.


Sebenarnya bima itu tidak terlihat oleh orang lain karna hanya pakha yang bisa melihat bima.

__ADS_1


Seketika jantung pakha berdetak kencang bahkan suara jantungnya dapat di dengar oleh bima.


Setelah bima berhasil masuk ke dalam dia langsung memeluk tubuh pakha.


pakha hanya terdiam di tempat, entah kenapa hatinya merasa senang dengan kehadiran lelaki yang di rindunya itu.


Pria itu membuat mood pakha kembali membaik.


"Pakha aku sungguh merindukanmu"bisik bima di telinga pakha.


pakha sangat senang mendengar itu, namun yang membuatnya penasaran apa tujuan laki-laki ini mencarinya malam-malam begini.


"Bima ada perlu apa kamu jauh-jauh datang kemari"tanya pakha.


"Tidak ada apa-apa kok, aku hanya ingin bertemu dirimu"jawab bima sambil tersenyum melihat pakha.


Pakha hanya merasa malu dan terlihat kaku, untuk mencairkan suasana kaku itu dia membuatkan minuman dan mengeluarkan sedikit makanan yang ia punya.


"Bima silakan di minum minumannya, aku hanya mempunyai air putih dan sedikit camilan saja"kata pakha malu-malu.


"Tidak usah repot-repot aku sudah kenyang hanya melihat wajahmu"ucap bima yang terduduk di kursi tamu.


blush wajah pakha merona mendengar ucapan bima. Hatinya serasa ada kupu-kupu yang beterbangan.


Dia duduk di kursi samping bima dengan menundukkan wajahnya.


"kenapa kamu menundukkan wajahmu, apa kamu tidak senang dengan kedatangan ku"kata bima dengan menangkup wajah pakha di tangannya.


"akaku senang kok"jawab pakha dengan gugup.


Setelah itu tidak ada pembicaraan antara mereka berdua dan hanya berdiam diri.


"pakha aku akan sabar menunggu mu suka padaku, saat kamu bilang ingin bersamaku aku tidak akan pernah melepasmu lagi"kata bima dalam hati.


"pakha sepertinya kamu sudah mengantuk, tidurlah aku akan segera pergi "kata bima.


"baiklah"jawab pakha.


Sebenarnya pakha tidak ingin laki-laki itu pergi darinya namun karena sudah hampir tengah malam dia tidak enak kalau ada yang melihat tamunya itu.


Diantarkan bima ke depan pintu kosnya, anehnya dia tidak melihat kendaraan apapun yang di kendarai bima, pakha tidak ambil pusing soal itu.


Setelah bima melangkah menuju keluar kosnya, pakha berputar badan melangkah kembali menuju kamarnya dan dia menengok kembali untuk memastikan bima, namun sudah menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


"cepat sekali dia, perasaan aku tadi tidak mendengar suara motor atau mobil, ah jangan berpikiran negatif pakha"pakha menepis pikiran jeleknya dan beranjak kembali ke dalam kamar tidurnya. Karna sedari tadi rasa kantuknya sudah tidak tertahankan.


__ADS_2