
Ternyata yang menepuk punggung boy adalah teman sebangkunya. Boy kesal dengan kelakuan temannya itu kemudian boy menjitak kepala temannya yang rese itu.
"Cukup boy hahaha maaf membuatmu terkejut begitu"kata teman sebangku boy.
"Tidak lucu"jawab boy kesal.
"Jangan marah dong, eh kenapa kamu belum pulang?, lagi nunggu aku ya"kata teman laki-laki itu meledek boy.
"Aiss jijik, ngapain aku nunggu cowok jelek sepertimu, Kepo loe pengin tau aja urusan gue"jawab boy dengan nada kesal.
"Baiklah, aku pulang dulu ya, hati-hati jangan bengong sendirian nanti kalau di temani setan"kata teman boy sambil berlari meninggalkan boy.
"Awas kau aku akan menjitak kepalamu sampai benjol besok "teriak boy.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya pakha keluar juga dari perpustakaan yang sedikit menyeramkan itu. Boy menghampiri pakha dan mengajaknya pulang ke rumah. Pakha hanya mengiyakan ajakan boy karna tubuhnya sudah lelah dan ingin segera merebahkan tubuhnya di ranjang empuk itu.
Mobil melaju dengan kecepatan normal karna sore itu jalanan terlihat longgar tidak ramai seperti biasanya.
Akhirnya mereka berdua sampai di depan kosan pakha. Pakha langsung turun dari mobil boy.
__ADS_1
"Pakha sampai ketemu besok ya"kata boy sambil melambaikan tangannya.
Pakha hanya tersenyum dan langsung masuk ke dalam kosannya.
"Huh capek banget aku hari ini, bima apa kabar ya kenapa beberapa hari ini tidak pernah memberiku kabar, apa dia masih marah padaku? "tanya pakha pada kaca di depannya. Setelah itu dia menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah berkeringat itu. Badan sudah wangi, rambut sudah di keramas dan ia sekarang tinggal mengeringkan rambut basahnya itu.
"Pinjam Hairdrayer tetangga sebelah biar cepat kering nie rambut"gumam pakha berjalan keluar kamarnya menuju kamar sebelah.
Kriet pintu kamarnya terbuka sendiri tanpa pakha ketahui seorang pria memasuki kamarnya dan pintu itu kembali tertutup sendiri. Setelah rambutnya kering dia kembali ke kamarnya untuk segera merebahkan tubuhnya. Namun ketika ia membuka pintu kamarnya itu sudah ada sesosok pria yang sedang menunggu dirinya ,pria itu duduk di ranjang pakha. Mulut pakha ternganga melihat pria itu. Dia langsung berlari menghampiri pria yang sedang tersenyum padanya itu dan langsung memeluknya.
"Bima aku merindukan dirimu"kata pakha sambil mencengkam erat pelukannya pada laki-laki yang ia rindukan itu.
"Aku juga rindu kamu sayang"jawab bima sambil melepaskan pelukan pakha.
"Aku hanya sedang sibuk sayang, tidak mungkin aku marah padamu"jawab bima sambil mencubit hidung pakha.
Pakha hanya tersenyum melihat pria yang dirindukannya itu berada di dekatnya. Setelah itu bima mengajak pakha keluar dari kamarnya untuk menghirup udara malam. Akhirnya mereka berhenti di atas atap kosan pakha. Di atap itu biasanya tempat untuk menjemur pakaian anak kosan yang lain. Di sana pemandangan dari bawah atap terlihat sangat indah, banyak lampu berkelap kelip dari kejauhan yang terlihat indah di malam hari. Angin yang berembus juga menambah kedamaian di atap itu.
"Bim bagus kan tempatnya,kamu orang pertama yang ku perlihatkan tempat favorit ku ini, selama aku sedih aku pasti datang kesini"kata pakha sambil bergandengan dengan tangan bima.
__ADS_1
"Iya makasih ya sayang"kata bima sambil mengecup pucuk tangan perempuan yang di gandengnya itu.
Blush wajah pakha seketika terlihat merah merona karena malu, dia senang bisa bertemu dengan bima lelaki romantis. Pakha merasa bersyukur karna bisa bertemu dengan bima. Tanpa di ketahui pakha sebenarnya wujud bima itu aslinya menyeramkan, jika saja pakha melihat wujud asli bima dia pasti langsung kencing di celana. Apalagi bersyukur ketemu aja langsung lari, untung aja bima bisa berubah wujud menjadi pria tampan seperti oppa -oppa korea sehingga perempuan manapun pasti akan langsung jatuh hati pada bima.
"Sayang aku tidak ingin ada laki-laki lain yang dekat denganmu selain aku meskipun itu teman laki-lakimu di sekolah "kata bima sambil menatap mata pakha dalam-dalam.
"Iya bim kamu tidak usah kwatir soal itu, boy hanya teman baikku tidak akan lebih dari itu, karna hatiku ini sudah menjadi milikmu bim"jawab pakha sambil menundukkan kepalanya karna merasa malu dengan ucapannya sendiri.
Setelah itu mereka berdua saling berbincang-bincang dan pakha tertawa terbahak-bahak mendengar lelucon yang bima ceritakan.
Malam itu adalah malam yang sangat membahagiakan bagi pakha namun tidak dengan laki-laki yang sedang menatap kaca di depan wajahnya itu. Laki-laki itu merasa sedikit takut dengan kejadian yang ia alami waktu di sekolahnya.
"Kenapa bekas cekikan makhluk itu masih membekas begini"kata boy yang bercermin di depan kaca kamarnya. Leher boy terlihat memerah dan terlihat sedikit membiru, ia langsung mengoleskan obat luka di lehernya itu. Boy merasa ada yang aneh dengan kejadian yang baru menimpanya itu. Apa itu ada kaitannya dengan hilangnya pakha waktu itu. Dia harus segara mengetahui semua kekhawatiran yang selama ini berlari-lari di kepalanya. Boy kemudian menelepon sahabat satu-satunya itu untuk memecahkan teka-teki yang di pikirkan namun tidak ada jawaban dari panggilannya itu.
Ternyata sahabatnya itu sedang asik bermain dengan tunangan barunya siapalagi kalau bukan kak nawang. Oci sedang asik berbincang-bincang dengan abahnya, karna hari ini nawang di bawa kerumah oci untuk di perkenalkan secara resmi pada keluarganya. Saking asiknya berbincang-bincang sampai tidak menyadari kalau ada telepon yang masuk berkali-kali dengan nomor yang sama yaitu boy. HP oci sedang berada di mode diam sehingga tidak terdengar kalau ada pesan atau panggilan yang masuk di hpnya. Dia tidak mau terganggu dengan moment ini yang menurutnya penting dalam hidupnya itu.
"Nak nawang saya selaku abah oci mewaliki perasaan anak saya bahwa saya akan segera meresmikan hubungan kalian berdua minggu depan bagaimana menurutmu? "tanya abah oci pada nawang.
"Babaiklah abah, saya akan memberitahukan pada kedua orang tua saya dengan niat baik ini"kata kak nawang dengan gugup.
__ADS_1
Oci hanya senyum-senyum sendiri dan tak mampu berkata-kata apapun. Hatinya terasa ada kupu-kupu berterbangan melihat bunga yang cantik di depannya itu. Sebenarnya dia masih tidak menyangka kalau dia menyukai kakak perempuan yang di sukai sahabatnya itu. Meskipun awalnya dia kurang setuju dengan pakha, tapi siapa yang tau kan jodoh itu sudah di atur oleh yang maha kuasa. Manusia hanya bisa berusaha dan berjalan sesuai dengan takdirnya masing-masing. Begitu juga dengan kisah percintaan pakha yang rumit itu. Semua kejadian pasti ada hikmah di dalamnya, hanya saja kita kurang mengerti apa hikmah itu.
Terimakasih telah membaca cerita ini semoga kita berada di dalam lindungan sang maha kuasa dan semoga hidup kita di mudahkan dari segala kesulitan yang ada. Jika masih penasaran baca di episode berikut nya ya,, semangat bagi para pembacaku yang setia. 🤗🤗aku mencintai kalian semua.