Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Terpuruk


__ADS_3

Aroma dupa sudah menguar ke penjuru gelanggang, Ki angeng Boy sudah mulai menjalankan ritualnya. Ia tengah khusyuk komat-kamit di bawah pohon rindang, salah satu pohon besar yang terletak tak jauh dari rumah penduduk. Tanpa sadar ada satu sosok yang mengendap ngendap dari belakang dan tiba-tiba ada sebuah sandal melayang mengenai kepala Ki ageng Boy yang tengah memejamkan mata di atas bersilanya.


Buakk


Ki angeng Boy langsung terjatuh dari duduk ketika sandal itu tepat mengenai kepalanya. Ia memang andal dalam urusan energi astral tapi kekuatan fisik semacam ini tidak bisa di lawan dengan mantra yang ia rapal seperti ini.


"B*ngs** siapa yang berani padaku? "umpatan Boy keluar dari mulutnya saat merasa kepalanya nyut-nyutan terkena sandal yang tidak tau dari mana.


Tak lama kemudian Oci muncul di antara semak belukar sambil membawa satu sandal yang sama dengan sandal yang mengenai kepala Boy tadi.


"Oci kamu sudah keterlaluan berani sekali mengganggu ritualku. "bentak Boy geram.


"Maafkan aku sahabatku tapi apa yang sudah kamu lakukan itu salah, tolong sadarlah jangan terus-terus berada dalam kesesatan seperti ini. "jawab Oci tegas namun dengan wajah kwartir.


"Jangan sok menggurui kau.. Ini bukan urusanmu kau tidak perlu ikut campur urusan ku. "ucap Boy sambil berdecak pinggang.


"Tapi mau sampai kapan kamu akan terus seperti ini Boy, sadarlah sebelum Allah membalas perbuatan mu yang telah berani menyekutukannya. Aku hanya memberi pesan sebagai sahabatmu jika kamu masih menganggapnya. "


"Halah omong kosong kau, aku tidak percaya akan adanya azab, aku tidak akan menyerah untuk mencari arwah Pakha tunanganku"ucap Boy dengan wajah berkobar-kobar.


"Sadarlah Pakha sudah tidak ada di dunia ini, ia sudah tenang di surga, usahamu hanya akan sia-sia. "jawab Oci tak kalah kerasnya.


"Cerewet banget kamu jadi orang, dasar brengs** tau apa kamu soal urusanku, kamu itu cuma inang pengganggu. "teriak Boy marah kemudian memukul wajah Oci hingga terjatuh dari berdirinya.


Boy langsung pergi setelah berhasil memukul Oci.


"Meskipun kamu beberapa kali memukul dan menyakitiku, aku tidak akan tinggal diam melihat mu terus berada di jalan yang salah seperti itu. "batin Oci kemudian berdiri dan pergi dari lokasi itu.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Oci langsung di sambut baik oleh seorang anak kecil dan seorang prempuan cantik yang sudah berdiri di depan pintu menunggu suaminya pulang.


Krieet


Pintu terbuka menampakkan wajah Oci yang muncul di depan pintu dan langsung di peluk oleh seseorang anak kecil yang tingginya hanya sampai betis.


"Assalamualaikum ,ah jagoan kecil ayah udah kangen ya?tumben langsung peluk ayah. "kata Oci pada anak kecil yang memeluk kakinya.


"Waalaikumslm abi."kata Nawang kemudian mencium tangan suaminya.


"Putri ayah kok tidak menjawab salam sih, ayo jawab dulu. "ucap Oci sambil mencubit pipi kecil putrinya.


"Wa...alaicumcalam yah "jawab putri kecilnya yang masih kedal.


"Gitu dong anak ayah pintar sekali. "kata Oci langsung menggendong putri kecilnya yang masih berumur satu tahun lebih.


"Abi tidak apa-apa um cuma luka kecil yang tidak sengaja aku dapat saat bekerja. "jawab Oci bohong.


"Astagfirullah bi, sini biar ummi obatin, Kaysa sayang kita kekamar sebentar yuk ada mainan baru loh, putri kecil ibu pasti suka. "kata Nawang pada putri kecilnya.


Putri kecilnya hanya mengangguk tanda ia mengerti ucapan ibunya, Nawang langsung merebut kaysa dari gendongan Oci kemudian berjalan menuju kamar putrinya.


"Kaysa tunggu di sini bentar ya, ibu ke sana bentar. "kata Nawang pada putri kecilnya sambil membelai kepala putrinya yang sekarang sudah memegang mainan di tangannya. Nawang kemudian bergegas keluar dari kamar putrinya dan menutup pintu kamarnya agar putrinya tidak pergi keluar kamar. Kaysa adalah anak pemberian Tuhan yang paling ia harapkan kehadirannya setelah melalui banyak cobaan yang mengharuskan ia harus rela kehilangan calon buah hatinya di kehamilan pertamanya. Nawang langsung mengambil kotak p3k dan mengobati luka Oci dengan penuh hati-hati. Sekarang mereka berdua saling duduk berhadapan di atas sofa depan tv.


"Abi kenapa sih sering terluka seperti ini, sebenarnya apa yang terjadi ?adakah sesuatu yang ummi tidak ketahui?atau jangan-jangan abi bertengkar lagi dengan Dandi? "tanya Nawang serius sambil mengobati bibir suaminya yang sedikit berdarah.


"Tidak lah um, jangan sekali-kali sebut nama lelaki itu lagi di depan abi, moodku jadi memburuk setelah dengar namanya. "ucap Oci sambil memonyongkan bibirnya ke depan.

__ADS_1


Cup


Tanpa aba-aba Nawang langsung mengecup bibir Oci yang manyun itu. Oci mematung karena kaget dengan kejutan kecil Nawang.


"Hah ummi curi bibir abi ya, sini biar abi balas. "kata Oci kemudian meraih tubuh Nawang dalam pelukannya dan membalas kecupan Nawang dengan ciuman panas.


Meskipun mereka berdua sudah punya seorang anak, mereka tetap tidak mempekerjakan pembantu ataupun bebysister. Mereka berdua cukup andil dalam memainkan peran sebagai seorang ayah dan ibu. Ketika Nawang sibuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, dengan senang hati Oci bergantian menjaga Kaysa dan ketika Oci bekerja di kantor Nawang jadi lebih leluasa untuk menjaga putrinya. Mereka berdua saling bergantian menjaga Kaysa dan saling bahu membahu menjalankan kewajibannya masing-masing.


Tak seperti resepsi pernikahan yang meriah, hidup berumah tangga justru di penuhi oleh berbagai macam godaan dan cobaan. Pernikahan berarti kamu dan pasangan harus bekerja keras mempertahankan api cinta kalian. Tapi keindahan dari kehidupan pernikahan adalah saat di mana kita bisa bertahan dalam badai sulit itu dan menemukan pelangi di ujung jalan.


Oci dan Nawang sudah melalui rintangan dalam rumah tangga mereka. Hadirnya Kaysa membawa banyak perubahan di rumah tangga mereka berdua. Mereka sekarang lebih ceria dan lebih bersifat tegar dalam menghadapi lika-liku rumah tangga, meskipun gangguan rumah tangganya masih berlanjut hingga saat ini.


Dandi sang perisor atau perebut istri orang, ia masih belum jera dengan hukuman yang pernah ia jalani dulu dan sampai sekarang ia masih bersikeras mengejar Nawang. Dulu ia melakukannya secara diam-diam namun sekarang ia lebih berani secara terang-terangan. Meskipun Nawang sekarang sudah memiliki keturunan dengan Oci, Dandi sama sekali tidak pernah berubah pikiran. Keinginannya masih sama seperti dulu yaitu ingin merebut Nawang di sisi Oci.


"Kaysa kemana ya, tumben tidak bermain di luar rumah. "gumam Dandi matanya menelisik ke sana kemari.


Halaman rumah Nawang terasa sepi tidak seperti biasanya, karna kaysa dan Nawang sering bermain di halaman rumah untuk sekedar jalan-jalan atau hanya cari suasana. Hal itu membawa keuntungan untuk Dandi karna dia bisa ikut bermain bersama Kaysa saat berada di luar rumah. Dandi melakukan itu hanya untuk pendekatan agar hati Nawang luluh padanya. Dandi berani berkunjung secara terang-terangan seperti itu karna Oci mengizinkannya, bukan berarti Oci juga membiarkan Dandi seenaknya bermain di rumahnya. Tapi hal itu ia lakukan karna dulu Dandi pernah menolong Kaysa yang hampir tertabrak motor saat merangkak ke jalan raya depan rumahnya dan pada saat itu Nawang sedang mengambilkan air minum di dalam rumah dan kehilangan pengawasan pada kaysa. Untungnya ada Dandi saat itu, sehingga motor yang ingin menabrak Kaysa malah menabrak Dandi yang sigap melindungi Kaysa dari montor tersebut.


Atas kejadian itu Dandi mengalami cidera parah pada bagian kakinya akibat tertindas ban motor karna melindungi Kaysa. Itulah alasannya Oci memperbolehkan Dandi untuk berkunjung menjenguk Kaysa kapan pun ia mau, tapi kalau Kaysa berada di luar rumah saja, saat di dalam rumah Dandi tidak boleh menginjakkan kakinya sedikit pun apa pun alasannya. Kesepakatan itulah yang masih berjalan hingga saat ini, Nawang pun menyetujui usul tersebut. Karna bagaimana pun Dandi pernah berjasa dalam pengorbanan demi anaknya, dan mereka berdua merasa punya hutang budi atas Dandi. Selama ini perjanjian itu baik-baik saja.


Hingga suatu ketika Dandi tidak sengaja masuk ke rumah Nawang, karna sedang kebelet buang air besar. Dan dengan kebetulan Oci melihatnya, kemarahannya pun tidak terbendung ia merasa bahwa Dandi melanggar perjanjiannya selama ini. Mereka berdua sempat adu mulut sehingga kebencian Oci terhadap Dandi pun semakin mengakar. Oci sangat muak dengan Dandi bahkan mendengar namanya saja bisa membuatnya naik darah. Atas kejadian itu Dandi mulai hilang kesempatan untuk bertemu Nawang seperti dulu sebelum kejadian itu, hingga saat ini ia masih berusaha melancarkan aksinya. Namun dengan cara mencuri waktu saat Oci sedang kerja atau saat Oci tidak ada di rumah.


"Ah akhirnya dia keluar juga. "gumam Dandi matanya melebar saat melihat seseorang keluar dari dalam rumah yang sepi itu.


Namun ekspresinya seketika berubah dari sorot mata penuh harap menjadi sangat marah.


"Aku akan membunuhmu."batin Dandi sambil mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Sekian dulu ya, kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya?siapakah yang akan di bunuh Dandi? temukan Jawabannya di episode selanjutnya. Tetap semangat membaca. Jangan lupa tinggalkan komentar untuk kemajuan author.


__ADS_2