
Keringat dingin mulai membanjiri wajah berwarna sawo matang itu, penampakan di depannya tidak juga pergi. Ketika boy memundurkan mobilnya seakan akan makhluk hitam itu mengikuti laju mobil boy. Laju mobil semakin mundur makhluk itu semakin dekat dan wajah yang terlihat samar-samar itu semakin jelas membuat orang yang melihatnya kencing di celana ataupun pingsan kalau jantungnya tidak kuat. Namun boy tetap sadarkan diri dari situasi itu, tangannya bergetar saat memegang setir di depannya itu.
Boy langsung banting stir dan putar balik dari arah jalan itu. Meskipun begitu makhluk itu tetap mengejar boy di belakang mobil, kecepatan mobil boy pun melaju sangat kencang sehingga ia tidak melihat lampu merah yang ada di depannya. Akhirnya kejadian tragis menimpa boy mobilnya di tabrak bus yang melintas berlawanan arah dengan mobil boy. Makhluk yang sedang mengejar boy merasa senang dan tersenyum.
"Itu akibatnya kamu masih berani mengganggu kekasihku, bukankah kamu dulu sudah kupringatkan namun kamu tidak juga jera"kata makhluk itu sambil tertawa menyeramkan.
Kecelakaan itu tidak bisa di hindarkan boy pingsan dan mengalami luka yang cukup parah, untungnya kejadian itu nyawanya masih selamat. Boy langsung di bawa ke rumah sakit terdekat.
Polisi masih menyelidiki asal mula kecelakaan itu terjadi. Pakha yang mendengar berita itu menjadi syok ,gelas yang di pegangnya pun jatuh dan pecah hampir saja melukai kakinya namun ia masih selamat waktu itu. Pakha langsung bergegas menuju rumah sakit yang polisi bilang. Polisi menghubungi pakha duluan karna terdapat nama pakha di panggilan boy terakhir saat itu. Pakha mengendarai motornya sambil menangis di sepanjang jalan menuju rumah sakit. Dia sangat kwartir dengan keadaan boy, bahkan boy baru saja memberinya sebuah kejutan yang tak pernah pakha dapatkan namun nasibnya semalang itu.
Pakha mengutuki dirinya sendiri di sepanjang perjalanan, jika saja dia mencegah boy untuk pulang larut malam dan mengizinkan boy untuk menginap pasti kejadian itu tidak akan pernah terjadi. Hanya penyesalan yang pakha rasakan saat ini, hati gelisah, merasa bersalah dan juga cemas.
Setelah sampai di koridor rumah sakit pakha segera turun dari motornya dan menghampiri resepsionis rumah sakit itu.
"Sasaya ingin memencari korban kecelakaan bernama boy william di rawat di ruruangan mana ya sus"tanya pakha di sela tangisannya. Air matanya tak henti-hentinya mengalir di kelopak mata yang indah itu.
Baru kali ini dia merasa sangat kwartir pada seorang laki-laki yang selalu ada di saat ia butuh. Pakha mempercepat langkahnya menuju ruang UGD yang suster itu katakan. Disana ia melihat boy sedang di tangani oleh dokter dan ia belum di izinkan untuk masuk ruangan. Setelah lampu tulisan UGD itu sudah padam keluarlah seorang dokter laki-laki berjas putih di depan pintu UGD.
__ADS_1
"Apa mbaknya keluarga pasien? "tanya dokter itu.
"Iya dok saya teman pasien,bagaimana keadaan teman saya dok? "tanya pakha sambil menyapu bekas air matanya.
"Alhamdulillah teman mbak masih bisa saya selamatkan mungkin beberapa jam lagi ia akan di pindahkan di ruang perawatan, ikut saya mbak untuk mengurus administrasi pasien terlebih dahulu"jawab dokter itu. Pakha hanya menganguk mengerti dan segara mengikuti dokter itu untuk mengurus administrasi boy. Hanya selembar baju tidur tipis yang membalut tubuh pakha saat ini, dinginnya malam yang menusuk hingga kalbu tak akan ia layani. Mata yang sembab oleh air mata juga menjadi saksi atas kecemasan yang pakha rasakan saat itu.
Pakha tidak sempat mengganti baju karna setelah ia mendapat telepon dari polisi ia segera berangkat menuju rumah sakit. Setelah pengurusan administrasi itu selesai pakha masuk ke dalam ruang perawatan boy. Di sana terlihat boy memejamkan mata dan ada banyak selang dan alat bantu pernapasan yang menempel di badan boy saat itu. Air mata yang sudah berhenti kembali mengalir deras melihat orang yang menyayanginya tidur tak berdaya di atas ranjang putih.
"Boy maafkan aku hiks hiks"tangis pakha di samping tubuh boy .
Setelah beberapa saat kak nawang, oci dan kedua orang tua boy tiba di rumah sakit tempat boy di rawat. Kak nawang langsung menghampiri adiknya yang terduduk lemas di samping ranjang boy dan mengajaknya keluar ruangan untuk menenangkan pakha. Sedangkan oci duduk di samping ranjang boy untuk menjaga sahabat baiknya itu. Orang tua boy langsung mengurus semua biaya administrasi anaknya.
"Tenang dulu dek, boy pasti akan segera sadar"kata kak nawang memenangkan adiknya itu yang tak henti menangis.
"ini semua salah pakha kak hiks hisk "kata pakha sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Kamu tidak salah itu semua adalah musibah yang telah menimpa boy "kata kak nawang sambil mengelus punggung pakha agar kembali tenang.
__ADS_1
Setelah beberapa saat pakha sudah kembali tenang dan tubuhnya mulai merasa kedinginan. Jaket yang kak nawang pakai akhirnya di berikan pada adiknya itu karna hanya memakai selembar pakaian tipis di malam hari yang cukup dingin.
Sementara itu di dalam ruangan hanya ada oci yang menjaga boy saat itu. Orang tua boy belum kembali di ruang pengurusan administrasi rumah sakit.
"Boy apa yang sebenarnya terjadi padamu"batin oci sambil mengelus telapak tangan boy yang sedang tertancap selang infus itu. Oci merasa kasihan dengan musibah yang telah menimpa sahabatnya tersebut . Padahal besok adalah hari di mana semua siswa kelas 3 menjalani ujian kelulusan sekolah begitu juga dengan pakha dan boy. Namun keadaan boy saat ini tidak memungkinkan untuk mengikuti ujian akhir itu.
"Kasihan sekali kamu bro"kata oci sambil menatap sahabatnya yang terlihat mengenaskan itu.
"Dik istirahatlah besok kamu kan ada ujian akhir biar kakak dan oci saja yang menjaga boy di sini, raihlah nilai sempurna dan tunjukkan pada boy agar dia tidak merasa bersalah kepadamu"kata kak nawang mengingatkan adiknya.
Pakha hanya mengangguk dan menuruti kata kakaknya itu. Dengan langkah gontai ia akhirnya pulang mengendarai motornya. Di sepanjang perjalanan pulang pakha hanya fokus terdiam sambil sesekali menangis di sepanjang perjalanannya karna mengingat boy yang selalu menghiburnya saat ia sedih dan selalu membuatnya menjadi wanita istimewa di dunia ini.
Semua teman-teman dekat boy dan keluarga nya sangat sedih melihat kondisi boy namun sungguh menyenangkan bagi makhluk buruk rupa yang mencintai pakha.
"Cepat mati boy agar tidak ada lagi yang mengganggu hubunganku dengan pakha "kata makhluk itu yang melihat boy dari jendela rumah sakit.
Jika masih penasaran untuk mengetahui kondisi boy selanjutnya apakah kembali sehat?ππ atau justru boy harus pergi untuk selamanya ππ. Nantikan jawabannya di episode selanjutnya.....jika suka dengan cerita ini jangan lupa likeπ dan komenπ untuk memberikan dukungan atau masukan pada author.
__ADS_1