Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Tidak fokus


__ADS_3

Kala hati tak ingin melangkah dari ranjang namun hari ini ada ujian akhir yang sedang menanti. Masa depan tak akan cerah bila dari dalam diri malas untuk berusaha meraih keberhasilan. Mata di penuhi dengan lingkaran hitam, tubuh terasa kurang semangat, wajah terlihat sedikit pucat itu yang sekarang terlihat di diri pakha . Dengan langkah malas ia tetap berangkat menuju sekolah untuk menjalani ujian akhir yang menentukan kelulusannya meskipun tidak sepenuhnya tergantung dengan ujian ini, namun kelulusan itu juga di pengaruhi oleh nilai-nilai rapor yang di dapat selama menempuh pendidikan.


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh tepat saatnya pakha dan teman-teman yang lain mulai mengerjakan soal-soal yang berada di layar komputer. Pakha hanya melamun memikirkan nasib boy selanjutnya, waktu detik demi detik masih berjalan sedangkan jawaban pakha masih kosong. Suara pengawas ujian yang memberitahukan waktu tinggal 30 menit lagi seketika membuyarkan lamunannya, dengan sedikit waktu yang tersisa pakha akhirnya bisa menyelesaikan soal-soal itu meskipun pikirannya tidak sepenuhnya di tuangkan dalam jawabannya.


Bel sudah berbunyi tanda akhir dari ujian itu selesai. Pakha menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian berdiri dari tempat duduknya untuk segera melangkah pulang ke kosan. Di perjalanan menuju ke kosan , pakha tidak sengaja bertemu dengan reno si cowok nyebelin.


"Hai kenapa mukamu di tekuk begitu jelek tau mirip monyet"kata reno sembarangan ,niat untuk menghibur pakha namun pakha semakin kesal dan berjalan melewati reno tanpa merespon apapun. Reno hanya tersenyum melihat pakha bersikap begitu, baginya pakha semakin imut kalau lagi marah. Dan dia kembali mengejar pakha yang mengabaikannya dan langsung menghadang langkah kaki pakha dengan merentangkan kedua tangannya. Pakha refleks melayangkan tangan kanannya mengenai pipi reno, sehingga reno kaget dengan perlakuan pakha yang tiba-tiba marah padanya. Pipi reno sekarang terdapat cap tangan pakha berwarna merah, matanya hanya melotot melihat prempuan di depannya itu.


Apa omongannya tadi terlalu menyakiti pakha? maksudnya kan hanya ingin bercanda, pakha malah menganggap omongannya seserius ini pikiran reno berkecamuk.


"Minggir jangan menghalangi jalanku"teriak pakha di depan wajah reno dengan mata melotot tajam.


"Kenapa kamu semarah ini, apa perkataan ku terlalu menyakiti perasaanmu? "tanya reno.


"Kamu tidak perlu tau, aku sedang buru-buru sekarang, minggir"jawab pakha sambil menyenggol pundak reno yang menghalangi jalannya.


Reno hanya diam melihat punggung pakha menghilang dari balik matanya. Entah kenapa hatinya bukan merasa senang melihat pakha marah padanya tidak seperti biasanya yang reno rasakan, namun ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya bahkan dia tak tau perasaan apa yang sekarang ia rasakan.

__ADS_1


Pakha sangat kesal dengan kejadian hari ini kenapa reno muncul di saat hatinya lagi sedih malah menambah mood buruknya. Pakha segera bersiap-siap menuju ke rumah sakit tempat boy di rawat. Kriring hp di sakunya berbunyi pakha langsung dengan tanggap mengangkat telefon tersebut.


Deg hatinya terasa sesak mendengar kabar dari kakaknya lewat telepon itu. Tanpa persiapan apapun dia langsung melangkah keluar kosan, kemudian menghentikan taksi yang lewat di depannya.


Sementara itu di rumah sakit sudah ada bayak air mata yang tumpah melihat keadaan boy yang semakin memburuk. Orang tua boy menangisi anak semata wayangnya yang paling di sayangi itu. Oci hanya berdiam diri melihat keadaan di depannya itu, sebenarnya dia juga ingin menangis namun dia gengsi karna ada kak nawang bersama dirinya.


"Kenapa matamu merah begitu, apa kamu sakit "tanya kak nawang pada oci.


"Aku tidak apa-apa mungkin ini cuma gara-gara kurang tidur"jawab oci bohong padahal matanya memerah karna menahan tangis.


Kak nawang menepuk punggung tunangannya itu untuk memberikan semangat agar tidak larut dalam kesedihan.


Beberapa menit kemudian pakha muncul dengan nafas terengah-engah karna berlarian menuju ruang rawat boy. Kak nawang menghampiri pakha untuk menenangkan pakha yang tengah menangis.


"aku takut kak hiks hiks aaaku takut kehilangan boy"kata pakha sambil menangis di pelukan kak nawang.


"Berdoalah boy akan baik-baik saja"kata kak nawang.

__ADS_1


Saat itu juga hati pakha merasa teriris gimana ia bisa lupa selama ini dia tidak pernah melaksanakan perintah agama dan hanya sebatas tulisan di ktpnya saja. Pakha menangis tersendu sendu mengingat kelalaian dirinya kepada tuhan sang maha kuasa.


Kak nawang mengajak adiknya untuk solat bersama dan untuk mendoakan boy agar cepat sembuh. Ketika pakha sedang solat tiba-tiba keringat bercucuran keluar dari dahinya, seluruh tubuhnya terasa panas seperti ada penolakan dengan apa yang ia lakukan sekarang . Saat itu juga tiba-tiba muncul bayangan bima yang menyuruh pakha menghentikan kegiatan solatnya. Pakha menuruti kata bayangan bima itu ,tubuhnya langsung lunglai di atas lantai masjid. Kak nawang masih melanjutkan solatnya meskipun melihat adiknya terkulai lemas di sampingnya. Setelah rekaat terakhirnya selesai kak nawang segera menghampiri pakha yang memejamkan mata.


"Dek bangun kamu kenapa? "tanya kak nawang sangat kwartir dengan keadaan pakha.


Beberapa saat pakha tersadar dari pingsannya dan masih berada di pangkuan kak nawang, mukenahnya juga masih melekat di tubuhnya.


"Aku tidak apa-apa kok, mungkin cuma syok aja "jawab pakha. Kemudian kak nawang membantunya duduk.


Pakha masih bingung dengan tubuhnya, kenapa terasa sangat panas saat ia melafalkan ayat-ayat alquran. Apa itu suatu hukuman karna dia sudah lama tidak menjalankan kewajibannya sebagai umat islam. Terus kenapa tiba-tiba muncul bayangan bima saat itu, teka-teki yang belum bisa ia temukan jawabannya sampai sekarang.


Pakha teringat dengan bima ,kenapa kekasihnya itu sering hilang kabar seperti ini. Terakhir ketemu dua hari yang lalu saat ia selesai liburan di pantai pasir putih waktu itu. Sampai sekarang sudah tidak ada kabar lagi dari bima. Sebenarnya siapa bima? kenapa ia sering muncul secara tiba-tiba dan juga sering menghilang secara misterius. Banyak pertanyaan yang ada di dalam pikiran pakha saat ini namun harus ia tanyakan pada siapa? itulah masalahnya dia tidak tau harus bertanya pada siapa bahkan orang yang ingin ia tanya senyebelin reno, jadi ia tidak punya pilihan lain selain diam. Hanya reno yang ia kenal dari sma sengkuwan sekolah yang sama dengan bima. Namun ia malas untuk menanyakan itu pada reno, apalagi tanya bertemu wajahnya aja udah muak. Setiap ia bertemu reno moodnya yang baik malah jadi buruk selalu saja begitu.


Hanya waktu yang akan menjawab semua pertanyaan itu. Waktu terus berjalan entah apa yang akan terjadi kita tidak akan pernah tau. Manusia hanya bisa merencanakan dan yang mengatur adalah tuhan yang maha kuasa. Ikuti alurnya agar kita tidak akan tersesat di kemudian hari seperti air yang mengalir mengikuti arus, jangan goyah meskipun angin dan ombak menerjang anggap saja semua itu sebuah rintangan untuk menggapai tujuan.


Jangan lupa like 👍 di bawah jika kalian menyukai cerita ini, berilah komentar di bawah untuk memberi masukan atau dukungan untuk author. Semangat membaca episode selanjutnya..... akan ada banyak kejutan yang sudah menanti kalian para pembaca setia ku. 🤗

__ADS_1


__ADS_2