
BRAKK
Suara pintu terbanting dengan keras, sehingga mengagetkan seseorang yang sibuk mengurus Kaysa yang baru selesai mandi.
"Astagfirullahalazim suara apa itu? "ucap Nawang dengan kaget.
Kemudian berjalan keluar dari kamar kaysa untuk melihat apa yang sedang terjadi, dengan tanpa sadar meninggalkan kaysa yang masih berbaring di ranjang dengan tubuh polosnya tanpa seuntai pakaian.
"Ternyata suara tadi abi, tumben udah pulang. "kata Nawang sambil meraih tangan suaminya seperti biasa ia ingin mencium punggung tangan Oci.
Namun Oci langsung menarik tangannya saat Nawang belum sempat menciumnya.
Nawang kaget dengan sifat Oci barusan dan satu hal lagi yang membuatnya kaget tangan kiri suaminya penuh dengan darah.
Oci tanpa berkata apa pun langsung pergi begitu saja meninggalkan Nawang yang masih berdiri di depan pintu.
"Abi sebenarnya ada masalah apa, apa ummi ada salah? "batin Nawang sambil meneteskan air matanya.
Tubuhnya merasa lemas setelah Oci mengabaikan dirinya tadi, hal itu membuat dirinya terkejut karna itu baru pertama kalinya Oci mengabaikan dirinya tanpa tau apa salahnya.
"Hatiku sesak jika abi berbuat seperti ini pada ummi, Pakha apa kamu bahagia di alam sana? "batin Nawang memegang dadanya yang terasa sakit dan teringat adiknya yang sudah lama meninggal.
ALAM GAIB
Dua malam aku mendiami istana ini dan aku pun masih terpekur dalam diam dengan tempat ini yang masih banyak arwah dan misteri yang menghuninya. Menahan laju langkahku untuk bergerak.
"Aku bingung, aku harus mulai dari mana? "
Hingga akhirnya terdengar lengkingan parau yang menyayat kepengangan.
"OEKK.... OEKKK.. OEKK.. "
Suara tangisan bayi, tangisan itu menggema ke seluruh penjuru istana ini dan tak di tanggapi oleh siapa pun kecuali olehku.
__ADS_1
Dan jika terdengar suara bayi di tempat ini maka dapat di simpulkan bahwa itu bukanlah suara tangis bayi biasa.
Nalarku di guncang saat mengetahui dari mana sumber tangis itu berasal. Ternyata suara itu berasal dari sebuah toilet usang berbau, yang sangat jauh dari kata pantas.
Lalu mataku menangkap sesuatu di dalam sana. Hantu kepala bayi merah terus menangis berair mata darah terjepit dalam lubang kloset dan tak henti-hentinya menjerit-jerit parau.
Aku lantas berlari menemui Bima untuk mencari tahu tentang hantu bayi itu namun Bima malah menenangkan aku seperti biasanya.
"Tenanglah abaikan saja suara-suara yang kamu dengar di sekitar sini, lama kelamaan kamu akan terbiasa dengan hal seperti itu ratuku. "kata-katanya membuatku tercengang.
Aku tidak bisa tinggal diam dan membiarkan semua yang ku temui berlalu begitu saja. Aku melepaskan pelukan Bima dan berkata padanya ingin berkeliling istana besar ini seorang diri agar lebih terbiasa. Bima pun mengiyakan usulanku dan membiarkanku berkeliling sendiri namun tujuanku sebenarnya bukan itu. Aku berlari dari lorong ke lorong yang lain hanya untuk mencari nenek syamsin yang bisa mengungkapkan semua misteri di dunia gaib ini.
Akhirnya setelah aku bersusah payah menulusuri istana sebesar ini seorang diri dengan beberapa kali berpapasan dengan makhluk seram yang lain, aku akhirnya bertemu dengan nenek syamsin. Aku pun bertanya tentang arwah bayi itu di dalam bukunya. Nenek syamsin pun memberitahukan sesuatu yang sangat menarik. IBU DARI ARWAH BAYI ITU MASIH HIDUP.
"Malam ini juga aku akan mempertemukan mereka berdua. "
Lantas aku langsung kehilangan kata-kata saat sebuah buku yang di pegang nenek syamsin menampilkan wanita yang menjadi ibu dari arwah bayi itu sama sekali tidak dirundung rasa sesal. Tujuh tahun usai membunuh darah dagingnya, ia lega tertawa mabuk dengan pasangannya. Ia menganggap dengan mengubur masa lalunya maka semua akan selesai begitu saja.
Sementara di dunia seberang anaknya meraung-raung kedinginan di dalam lubang toilet tanpa pernah merasakan kasih sayang ibunya. Aku tidak bisa diam dan membiarkannya berlalu begitu saja. Meskipun aku sendiri tidak tau tentang kehidupanku di masa lalu, tapi aku di sini sebagai ratunya akan membantunya. Aku tidak akan tinggal diam melihat rakyatku mendapat perlakuan seperti itu dari ibunya sendiri. Sebagai seorang wanita hatiku terasa sakit.
Di Dunia manusia
Ada seorang prempuan cantik yang duduk di atas ranjang sambil menghirup asap rokok yang sangat nikmat baginya. Namun tak lama kemudian telinganya mendengar suara bayi yang menangis di tengah malam.
OEKK.... OEKKK..
"Hah bayi siapa nangis malam-malam begini, dasar jadi ibu pada kagak becus apa. "kata wanita itu kemudian mematikan rokok yang tadi ia hisap.
Kemudian wanita itu berjalan ke arah kamar mandinya yang masih tertutup rapat.
"Aneh banget suaranya sepertinya berasal dari dalam kamar mandi gue. "
KRIEET
__ADS_1
wanita itu pun penasaran dan membuka kamar mandinya.
"A.... a... a.. se.. setannn... "teriak wanita itu saat melihat sosok bayi merah yang menangis darah sambil merangkak ke arahnya.
"Ibu.... ibu... gendong aku bu... "
Wanita itu melotot melihat bayi merah itu memanggil dirinya ibu.
"Kenapa dulu aku di bunuh bu...? kenapa bu? "
Bayi itu terus merangkak dan menangis berair mata darah yang mendekat ke arah wanita itu.
Dan ketika sudah semakin dekat bayi itu berubah menjadi besar tiga kali lipat dari tubuh wanita itu sambil membuka mulutnya yang di penuhi oleh gigi taring yang tajam sambil berteriak ke arahnya.
"KENAPA?? "
wanita itu pun kaget dengan refleks memundurkan badannya dengan cepat.
"TIDAK... ka... kamu SUDAH MATI.!
"IBU..UU."
"TIDAKKK... "teriak wanita itu hingga kakinya tidak sengaja terpeleset di lantai licin kamar mandi, dan kepalanya pun terbentur tembok dengan cukup keras sehingga darah mengucur keluar dari kepalanya dan mati dengan mata melotot keluar.
Apa yang sudah aku lakukan, aku hanya bermaksud mengantarkan arwah bayi itu kepada ibunya tapi semesta berkehendak lain. Wanita itu telah di hukum, ia harus menebus karmanya. Ia di hukum dengan cara yang sama saat ia menyudahi nyawa makhluk tak berdosa yang baru keluar dari rahimnya.
Makhluk yang terbentuk oleh buruknya pergaulan dan kegegabahan seorang anak remaja. Tapi sekarang aku lega. Setidaknya arwah bayi itu sudah berhasil menemui ibunya, dan setidaknya kini mereka berdua bisa bersama di alam yang sama.
Tugasku sebagai ratu sudah berhasil, aku telah menyaksikan keadilan semesta dalam menyeimbangkan lini kehidupan dengan caranya sendiri.
Malam ini aku sebagai ratu di kerajaan hutan kelam bersumpah bahwa aku akan dengan senang hati mengantarkan pulang arwah-arwah yang tersesat di istana ini untuk mendapatkan keadilan atas nasibnya.
Ada sedikit kepuasan saat menyaksikan keadilan semesta menghukum insan-insan penuh dosa yang telah menelantarkan bayi kecilnya yang tak berdosa. Begitu banyak bayi-bayi yang mati di tangan orang tuanya sendiri, bahkan sebelum ia memiliki nama. Sebuah kekejian yang lahir demi menjaga kehormatan diri dengan cara mengorbankan sesuatu yang suci atas buah perbuatan yang hina. Aku baru bisa mempertemukan satu bayi pada ibunya. Tak terbayangkan berapa bayi lagi yang harus ku bawa di hari berikutnya. Sampai jumpa di misiku sebagai ratu baru, ratu Pakha.
__ADS_1
Sekian dulu ya, nantikan kisah seru lainnya di episode selanjutnya. Semangat membaca.