Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Petunjuk


__ADS_3

Wajahnya, begitu tampan dalam beku. Matanya menerawang ke arah jalanan yang sepi dan dalam sepersekian detik dia ada di sana tapi kemudian pergi, lenyap begitu saja. Sudah terlambat. Bau darah segar menyeruak di udara. Dengan senyuman seringai ia memandang ke sekeliling kejadian dan target selanjutnya adalah rumah yang terletak di pinggir hutan itu.


"Aku akan menemukanmu pakha, karna kamu adalah mangsa selanjutnya ha..ha..ha , "kata laki-laki itu sambil menyeret parang yang berlumuran darah. Psikopat itulah sebutan untuk laki-laki pembunuh itu.


 “Jangan pergi!”. laki-laki itu tersungkur di tanah yang basah. Dia menarik tangan wanita muda itu. Terisak. Tapi air matanya segera hilang bersama hujan yang menderas.


"Pakha jangan tinggalkan aku!! , "teriak laki-laki itu sambil berlutut.


Pakha langsung terperanjat kaget dan terbangun dari tidurnya.


"Ternyata cuma mimpi, "batin pakha sambil mengusap peluh yang menetes.


"Sayang ada apa? "tanya bima kwartir melihat wajah pakha yang pucat.


"Aku tidak apa-apa kok bim, "jawab pakha.


"Tumben jam segini udah bangun, atau jangan-jangan kamu sudah tidak sabar ingin bertemu keluargamu ya, "tanya bima sambil menoel hidung mungil pakha.


"Apaan sih bim, "jawab pakha malas.


"Siapa laki-laki tanpa wajah yang selalu muncul dalam mimpiku ini? hatiku seperti tidak asing dengan suaranya, "batin pakha.


Suara seorang pelayan mengangetkan mereka berdua, pelayan itu memberitahukan bahwa ada tamu yang ingin bertemu dengan pakha. Mungkin itu kak nawang, bapak dan ibu pikir pakha saat itu, ia langsung bersiap-siap dan bersemangat untuk segara menemui keluarganya.


"Siapa tamu itu?perasaan aku belum memerintahkan bawahan ku untuk menyamar," gumam bima penasaran sambil mengelus dagunya.


Tanpa bima ketahui tamu yang berkunjung itu adalah dukun yang menyamar untuk menyadarkan pakha dan membawanya kembali di dunia nyata.

__ADS_1


Sore setelah boy pulang dari acara pernikahan sahabatnya yaitu oci, di perjalanan pulang kebetulan matanya melihat ada seorang kakek tua yang terjatuh di jalan sambil membawa sebongkah kayu besar di punggungnya. Boy merasa kasihan dan membantu kakek tua itu membawakan kayu tersebut sampai di kediamannya sebuah gubuk tua yang sudah reot. Tanpa boy ketahui kakek tua itu ternyata seorang dukun yang bertapa di sekitar daerah itu, karna boy yang baik hati dan mau menolongnya, akhirnya kakek tua itu ingin membantu permasalahan yang boy hadapi.


Boy menceritakan semua tentang cintanya dan kehidupan menyedihkan yang ia alami akhir-akhir ini, sehingga membuat kakek tua itu tersentuh dan bersikeras ingin membantu boy. Pada akhirnya kakek itu bisa berhasil masuk di alam gaib dan menemukan jejak pakha di istana hutan kelam. Hanya membawa selembar foto pakha kakek itu mampu melacak keberadaan pakha di dunia gaib. Ilmu kakek tua itu bisa di bilang cukup sakti, karna kakek itu sudah belajar ilmu spiritual seumur hidupnya hingga saat ini.


"Kak na....,"ucap pakha tanpa meneruskan kata-kata nya ketika melihat wajah yang tak di kenalnya itu.


Wajah yang tadi terlihat bersemangat seketika berubah menjadi muram.


"Kakek siapa? ada urusan apa kakek ingin bertemu denganku?"tanya pakha kemudian duduk di hadapan kakek itu.


Bukan jawaban yang keluar dari kakek itu namun matanya menatap tajam pelayan yang berdiri di samping pakha seperti mengisyaratkan pembicaraannya tidak ingin di dengar orang lain selain dirinya.


"Pelayan tolong tinggalkan kami berdua, saya ingin berbicara empat mata dengan kakek ini,"kata pakha pada pelayan-pelayan bima di istana itu.


"Baik nona, "jawab pelayan itu kemudian mata merahnya melirik kakek tua itu dengan sorot tidak suka.


"Apa maksud kakek bertanya seperti itu?,"kini pakha malah kembali bertanya pada kakek tua di depannya itu.


"Jika kamu ingin kembali pulang kakek bisa membantumu, namun kamu juga harus membantu kakek agar rencana ini bisa berhasil, "kata kakek itu dengan nada pelan.


"Aku masih tidak mengerti semua ucapan kakek barusan, "kata pakha dengan mata tidak suka.


"Ini simpanlah jika kamu membutuhkan bantuan kakek lemparkan batu permata ini di sembarang tempat, kakek pergi dulu, "ucap kakek itu terburu-buru karna melihat bima berjalan ke arah mereka berdua.


Pakha menerima batu permata berwarna merah darah itu kemudian menyimpannya di sela-sela pakaiannya tanpa di ketahui oleh bima.


"Siapa kakek tua itu? "tanya bima setelah melihat kakek itu keluar istana dengan gugup dan terburu-buru.

__ADS_1


"Bukan apa-apa kok, cuma pengemis saja ,"jawab pakha sembarangan.


"Oh, "kata bima tidak percaya omongan pakha kemudian merangkul pundak pakha dan membawanya kembali ke kamar.


Tanpa pakha sadari kepala bima berputar 180% yang tadi menghadap ke depan sekarang sudah menghadap ke belakang namun tubuhnya masih berjalan ke depan bersama pakha.


"Awasi kakek tua itu, bunuh jika dia mencurigakan,"kata bima pada pelayannya kemudian memutar kepalanya kembali kedepan seperti semula.


Para pelayannya menganggukkan kepala dan tiba-tiba menghilang dari pandangan untuk melaksanakan perintah pangeran bima iblis jahat yang akan memerintah kaum jin dan setan selanjutnya. Dia tidak akan segan-segan membunuh siapa saja yang menghalangi jalannya untuk mendapatkan pakha. Iblis jahat yang tidak punya perasaan sedikitpun itu tempatnya kekal di neraka jahanam.


Suara hujan yang mendesing. Dingin, menampar wajah boy dan kakek tua yang bersemedi di bawah mulut goa. Langit itu seharusnya biru. Dan warna emas matahari seharusnya ada di sana, menghangatkannya. Tapi mataharinya sudah pergi. Digantikan dengan gelap gulita malam. Sesekali cahaya petir menyilaukan mata sehingga membuat jantung bergetar, kini lilin yang tadi masih menyala terang sekarang sudah hampir meleleh habis dan mata kakek tua di depannya belum juga terbuka. Rasa cemas dan juga kwartir mengerubungi pikiran boy saat ini.


Akhirnya kakek tua itu mulai membuka matanya setelah beberapa jam terpejam.


"Gimana mbah apakah kekasih saya bisa di temukan ?,"tanya boy cemas sambil menggenggam kedua telapak tangannya yang mulai terasa dingin.


"Aku belum berhasil membawanya pulang, tapi aku sudah memberinya suatu barang yang akan berguna jika dia benar-benar ingin kembali lagi, Maaf ya nak mbah tidak bisa berbuat apa-apa, mbah hanya bisa membantu nya jika dalam hatinya ingin kembali, "jawab kakek tua itu sambil mengelus punggung boy untuk menenangkannya.


Tubuh boy terasa lemas mendengar jawaban kakek tua itu, karna hanya kakek itu harapan satu-satunya yang bisa membantu boy saat ini.


"Pakha kembalilah, "kata boy di sela-sela air matanya.


Malam itu boy belum berhasil membawa pakha pulang kembali ke dunia nyata.


Apakah boy berhasil membawa pakha pulang?, siapa psikopat yang mengincar pakha? temukan jawabannya di episode selanjutnya ya.


Like 👍 jika kalian menyukai cerita ini, komen di bawah 👇untuk memberi masukan atau dukungan untuk author.

__ADS_1


__ADS_2