Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Mulai curiga


__ADS_3

"Kak nawang, "teriak pakha berlari menghampiri kakak sekaligus teman curhatnya itu.


Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut kakaknya, tatapan kosong di dalam bola matanya membuat pakha kwartir.


"Kak kenapa diam saja, apa kakak sakit? tanganmu terasa dingin sekali, "tanya pakha sambil menggenggam erat tangan nawang. Namun masih sama tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut kakaknya itu.


"Ayah, ibu, "panggil pakha pada kedua orang tuanya namun juga tidak ada respon dari mereka berdua.


Hati mulai gelisah tak tau harus berbuat apa semua orang terasa sangat aneh untuk pakha hari ini. Dengan langkah tergesa-gesa ia menghampiri bima untuk menanyakan keadaan keluarganya yang sebenarnya.


"Bim sebenarnya apa yang terjadi dengan keluargaku mereka tidak mau bicara sama sekali, apa yang kamu sembunyikan padaku hah, "kata pakha sedikit berteriak karna hatinya terasa tidak enak.


"Sayang tenang dulu, sini duduk di sampingku".


"Tidak , aku ingin mendengar jawabanmu sekarang juga, "kata pakha dengan ngototnya.


Bima hanya tersenyum melihat pakha marah padanya, ia kemudian membuat alasan bahwa keluarganya pakha pasti sedang kelelahan karna perjalanan yang cukup panjang. Pakha tidak percaya dengan penjelasan bima dia kemudian keluar kamar untuk melihat kembali keadaan keluarganya dia ingin memastikan kecurigaan yang berlari-lari di pikirannya saat ini. Dengan langkah kaki pelan pakha menghampiri kak nawang untuk melihat tanda lahir di leher kakaknya itu. Mulut pakha menganga mengetahui kalau yang di depannya itu bukan keluarganya, ternyata orang yang di anggapnya kak nawang itu tidak mempunyai tanda lahir seperti biasanya. Kecurigaan pakha sudah terbukti.


Pakha berlari menjauhi mereka dan berlari keluar dari istana bima, hatinya terasa seperti tercabik-cabik mengetahui jika mereka bukan keluarganya.


"Kenapa kamu tega berbohong padaku bim, hiks.... hiks.."tangis pakha pecah saat itu juga.


Sejujurnya hati kecil ini ingin pulang, ingin kembali tapi tak tahu pulangnya kemana, kembalinya kepada siapa. Entahlah..mungkin sekujur tubuh ini telah diracuni rasa kecewa?


tetapi terkadang kita harus sedikit mundur, agar bisa melompat lebih jauh.


Sekilas dia ingat dengan permata yang di kasih kakek tua itu mungkin bisa membantunya pulang pikir pakha , dia meraih benda itu kemudian di lemparkan ke segala arah.


BUMM dentuman suara yang terdengar setelah benda itu jatuh ke tanah. Bima keluar untuk memastikan suara berisik yang di dengarnya barusan. Bersamaan dengan keluarnya bima, kakek tua itu muncul di depan pakha kemudian menarik tangan pakha.


Bima menggeram melihat kakek tua itu membawa pakha.

__ADS_1


"Halangi mereka berdua, jangan biarkan mereka lolos, "teriak bima pada pelayan-pelayan iblisnya. Detik itu juga pakha sudah di kelilingi oleh berbagai makhluk menyeramkan. Kakinya bergetar tubuhnya terasa lemas melihat makhluk-makhluk tanpa kepala yang mengerubungi dia dan kakek tua.


Di sela-sela makhluk aneh itu bima berjalan ke arahnya dengan tersenyum namun bukan senyum seperti biasanya tapi senyum yang terlihat menyeramkan.


"Pakha ayo kembalilah bersamaku bukankah kamu mencintaiku, "ucap bima melangkah mendekati pakha.


"Jangan dengarkan iblis itu, tetaplah berada di belakangku, "kata kakek itu sambil merentangkan kedua tangannya melindungi pakha.


Semakin gugublah pakha saat itu, kenapa bima di sebut iblis oleh kakek tua yang sekarang melindunginya. Siapa bima sebenarnya? pikirannya tak keruan. Air mata menetes mewakili ketakutan nya saat ini, angin terdengar seperti membisikan sesuatu.


Allahuakbar kata itu yang tiba-tiba keluar dari mulut pakha. Bima yang mendengar teriakan pakha langsung geram dan matanya melotot tajam menatap pakha.


"Sayang berhenti berkata seperti itu ayo kembali padaku lagi, "kata bima sambil mengulurkan tangannya.


"Tidak. "


"Mengapa kamu tidak mau, aku mencintaimu pakha, aku tidak akan menyakiti kamu, "kata bima semakin mendekatinya.


Tidak mungkin bima iblis, tidak, tidak itulah yang saat ini pakha rasakan. Bima adalah kekasihku dia adalah tunanganku hatinya bersikeras berkata seperti itu.


"Kemarilah sayang, "kata bima melotot matanya seolah-olah ingin keluar dari tempatnya.


"Jangan dengarkan dia istigfarlah, "teriak kakek itu menyahut.


Bima marah dengan ucapan kakek tua yang menghalangi pakha di hadapannya, dia langsung menyerang kakek tua itu hingga darah segar keluar dari mulut kakek tua tersebut.


Pakha panik melihat kejadian di luar nalar manusia yang tergambar jelas di kedua netranya saat ini.


"Bima cukup jangan kau sakiti kakek ini, "kata pakha sambil memapah tubuh tua dan lemah.


"Istigfar ndok, "kata pelan yang keluar dari mulut kakek itu.

__ADS_1


Pakha mengikuti kata kakek itu, dia mengucapkan istigfar sebanyak-banyaknya sambil menutup mata karna dia sangat takut dan makhluk aneh yang mengerubungi dirinya berjalan semakin mendekat kearahnya.


Aarkhh suara menggelegar yang memekik kan telinga.


"Pakha cukup, HENTIKAN...,"teriak bima.


Pakha langsung berhenti beristigfar setelah mendengar teriakan bima, mata pakha terbuka menampilkan bima di depannya. Keadaan bima sekarang mengeluarkan api di sekujur tubuhnya. Pakha kaget dan matanya terbelalak melihat kekasihnya sedang kesakitan seperti itu. Dia ingin menghampiri bima namun tangannya di hentikan oleh kakek.


"Jangan menghampirinya ndok, larilah di pohon tua itu, abaikan jika ada suara-suara yang mengganggu mu jika perlu beristigfarlah di sepanjang perjalanan, kakek akan menghalangi iblis jahat itu, kembalilah dengan selamat "jelas kakek itu berdiri dengan sisa kekuatannya sambil melindungi pakha.


"Pakha mengangguk mengerti , dia menuruti kata-kata kakek tua tersebut.


TIDAK teriak bima melihat kepergian pakha yang menjauh darinya. Bima mengamuk pada kakek tua itu hingga kakek itu lemas tak berdaya karna di sekujur tubuhnya sudah terasa remuk semua karena terkena serangan bima yang marah membabi buta.


Pakha berlari menjauh dari tempat kejadian menuju pohon tua yang kakek sebutkan di sepanjang perjalanannya ia bisa mendengar bunyi sesuatu seperti jari-jari kecil mengetuk-ngetuk pohon, suara orang menangis dan sesuatu yang lain. Kini hanya kegelapan yang terselubung di malam itu.


Akhirnya pakha sampai juga di depan pohon tua yang di sebutkan kakek tadi ternyata di pohon itu seperti terdapat sebuah portal yang terbuka berbentuk lingkaran semakin lama semakin mengecil di setiap detik waktu berjalan. Pakha segera melompat masuk ke portal itu sebelum portal itu menghilang. Seketika portal itu menghilang di dalam pohon setelah pakha masuk ke dalamnya. Bima yang mengejar pakha sekuat tenaga sia-sia belaka hanya udara kosong yang tersisa saat itu. Bima merasa kesal dan marah kemudian ia meninju pohon yang di lewati pakha tadi sampai roboh untuk meluapkan kekesalannya karna gagal mencegah pakha tetap berada di dunianya.


"Pakha tunggu aku pulih, aku akan membuatmu berada di sisiku selamanya, apapun akan ku lakukan untuk bisa membuatmu di sisiku termasuk dengan mencelakaimu hahahaha,"tawa bima menggelegar.


Sementara itu di sebuah gubug tua terdapat seseorang laki-laki yang duduk bersila di samping kakek tua yang memejamkan mata.


"Semoga kakek bisa membawa pakha kembali, "kata bima sambil menggenggam tangan kakek di depannya itu. Tiba-tiba tubuh kakek itu lemas dan ambruk membuat boy kaget dan langsung memangku kepala kakek itu yang memuntahkan darah dimulutnya.


"Kakek bertahanlah,"kata boy sambil meneteskan air matanya. Bagi boy kakek di depannya itu adalah harapan satu-satunya yang bisa menolong nya menemukan pakha.


"Uhuk uhuk kakek sudah tidak bisa bertahan lagi nak, kekasihmu sudah kembali dia sekarang di bawah pohon beringin di sebelah air terjun,"kata kakek tua itu kemudian menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan boy.


"KAKEK JANGAN PERGI,"teriak boy menghadap ke langit malam yang gelap tanpa bintang. Seperti sedang merasakan kedukaan boy saat ini.


Akhirnya pakha bisa kembali, namun kakek yang menolongnya harus kalah dan menghembuskan nafas terakhirnya. Nantikan kejutan-kejutan lainnya di episode selanjutnya ya. Semangat membaca.

__ADS_1


Like ๐Ÿ‘ jika kalian menyukai cerita ini, komen di bawah ๐Ÿ‘‡untuk memberi masukan atau dukungan untuk author.


__ADS_2