Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Ikutlah denganku


__ADS_3

Hari ini adalah hari minggu biasanya pakha pulang di kampung halamannya,namun entah kenapa dia saat ini tidak ingin pulang.Tubuhnya sangat capek dan banyak pikiran membuatnya malas melakukan kegiatan apapun.


Pagi yang cerah sinar matahari sudah menampakkan cahayanya.Perlahan-lahan mata yang tadi tertutup sekarang mulai ter buka. Saat pertama membuka matanya dia melihat laki-laki disampingnya yang sudah siap menunggunya bangun.


Pakha kaget dengan kehadiran bima pagi itu.


Dia merasa malu karna mukanya yang berminyak dan rambut yang masih acak-acakan . Pakha kembali menutupi dirinya dengan selimut.


"Kenapa wajahmu di tutupi begitu, dari tadi aku sudah melihatnya kok"kata bima sambil menarik selimut yang menutupi wajah pakha.


"Aku malu bim kok kamu bisa masuk di kamarku? "tanya pakha penasaran.


"Semalam aku lewat di jendela kamarmu yang tidak terkunci karna aku sudah sangat merindukan mu"kata bima sambil melangkah mendekati pakha.


Pakha hanya merasa malu karna bima semalam pasti sudah melihat wajahnya yang tertidur.Wajah yang tadi terlihat sayu sekarang terlihat merona. Pakha segera berlari ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, karna takut bau badannya tercium hidung bima.


"Aduh gimana ini kalau bima melihat aku yang tidur ngorok aku malu sekali, bagaimana aku memperlihatkan wajahku padanya nanti"kata pakha di dalam kamar mandi.


Setelah pakha selesai mandi bima mengajaknya keluar untuk jalan-jalan sebentar.


"bima kita sekarang mau kemana kenapa jauh sekali, kapan sampainya"tanya pakha yang sedari tadi menggerutu.


"Sebentar lagi kita sampai kok yang sabar ya cantik "jawab bima sambil menggandeng tangan pakha.


Pakha hanya menuruti ucapan bima waktu itu. Sampailah mereka di tempat yang ingin diberitahukan bima pada pakha.


Gunung yang terlihat hijau di tumbuhi dengan bunga endelwis yang cantik.Di bawah gunung itu terdapat danau berwarna biru yang di kelilingi kabut di atasnya. Kupu-kupu berterbangan melewati mereka berdua.


Bunga mawar yang berjejer rapi menambah keindahan pemandangan saat itu.


Mata hitam pakha tidak bisa berpaling dari indahnya pemandangan di hadapannya itu. Semilir angin yang sejuk menambah kenyamanan yang tiada duanya.


Sekarang keberadaan mereka berdua di atas gunung yang bisa melihat pemandangan di bawah dengan jelas.


"Bim dimana ini aku belum pernah melihat pemandangan sebagus ini"ucap pakha kagum.


"Rahasia "jawab boy sambil tersenyum.


Boy melangkah maju untuk memetik setangkai bunga endelwis yang akan di berikan untuk pakha.

__ADS_1


"Pakha aku mencintaimu bunga ini lambang dari cintaku yang abadi untukmu"kata bima sambil menyelipkan bunga itu di daun telinga pakha.


"Aku juga mencintaimu bim"jawab pakha kemudian memeluk bima.


"Pakha aku ingin engkau selalu berada di sisiku,ikutlah bersamaku"ajak bima pada pakha.


"Bagaimana dengan sekolahku bim,tunggu aku lulus dulu baru aku akan ikut denganmu"jawab pakha kemudian melepas pelukannya.


"Kamu jangan kuatir soal itu anak buahku akan mengatur semuanya, kamu akan di buatkan surat izin, untuk sementara tinggallah di sini bersamaku"ajak bima sambil memegang telapak tangan pakha.


"Baiklah aku akan tinggal beberapa hari di sini"jawab pakha dengan tersenyum.


Sementara itu boy memanggil manggil pakha di depan kamarnya beberapa kali tidak ada jawaban sama sekali . Kemudian boy bertanya pada penghuni kos sebelah kamar pakha.


"permisi mbak saya boy teman sekolah pakha, dari tadi saya pangil-panggil tidak ada jawaban, apa mbak tau pakha pergi kemana? "tanya boy dengan perasaan cemas.


Beberapa telponnya pun tidak ada jawaban itu membuat boy kuatir.


"Sepertinya tadi dia belum keluar kamar deh mas, coba masnya cek kedalam siapa tau dia sedang tidur"kata cewek itu.


"Baik mbak Terimakasih infonya"kata boy.


"Sama-sama mas"jawab teman pakha.


"Pakha bangun kamu kenapa"kata boy sambil menggoyangkan tubuh pakha.


Namun pakha tak sadarkan diri juga kemudian tubuhnya di bopong boy untuk segera di bawa kerumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit pakha di serahkan pada dokter untuk di periksa.


Namun anehnya dokter tidak menemukan hal yang membuat pakha tidak sadarkan diri.


Kata dokter keadaannya sehat dan hanya seperti orang tidur saja.


Boy tidak tau harus berbuat apa untuk menyelamatkan pakha.


Boy menanyakan nomor orang tua pakha pada pihak sekolah untuk memberi tahu kondisi pakha.


Orang tua pakha segera menghampiri pakha yang berada di rumah sakit.

__ADS_1


"Terimakasih ya nak kamu sudah menolong pakha"kata pak yat.


"iya pak pakha adalah teman sekolah saya"jawab boy.


Dokter menjelaskan semua yang terjadi pada orangtua pakha. Orangtua pakha tidak tau apa yang harus di lakukan untuk menolong pakha berbagai cara sudah di lakukan namun tak ada hasilnya.


"Pak bagaimana kalau kita memanggil dukun saja, mungkin pakha lagi ketempelan"kata kak nawang.


"Mungkin itu salah satu cara untuk membuat pakha sadar pak"kata bu sar.


"Baiklah kita coba cara itu"jawab pak yat.


Boy terlihat gelisah saat berada di ruang tamu rumahnya, datanglah oci berkunjung kerumahnya untuk menemuinya.


"Ada masalah apa lagi boy kenapa kamu terlihat gelisah begitu "tanya oci.


"Pakha sedang mengalami kejadian aneh ci, dia tak sadarkan diri namun dokter tak menemukan penyakit apapun pada pakha"jawab boy dengan cemas.


"Apa aku bisa bertemu dengannya, mungkin saja aku bisa tahu masalahnya"kata oci menenangkan boy.


"Baiklah besok aku akan membawamu bertemu dengannya "jawab boy.


Di rumah sakit sudah terdapat dukun yang komat-kamit membaca mantra sambil membawa sesajen dan mengelilingi ranjang pakha.


"Gimana mbah keadaan anak saya?"tanya bu sar sambil melihat dukun itu.


"Anak ibu sedang berada di alam lain"kata dukun itu.


"Maksud mbah dukun itu apa, maksud mbah adik saya sudah mati gitu? "tanya kak nawang dengan nada cemas.


"Dia belum mati ,arwahnya sedang di bawa hantu di alam gaib , dia hanya bisa kembali saat dia ingin kembali, namun jika sudah melewati hari jumat kliwon dia tak akan bisa kembali ke raganya lagi"kata dukun itu.


Kata mah dukun itu membuat keluarga pakha bengong dan saling tenggelam pada lamunannya masing-masing.


Kak nawang kasihan pada adik satu-satunya itu, meskipun bapak ibunya kurang mempedulikan pakha tapi bagi kak nawang ia sangat menyayangi pakha.


Hari jumat keliwon tinggal 3 minggu lagi dan membuat keluarga pakha kuatir.


"Terus bagaimana cara agar pakha bisa kembali sebelum jumat kliwon mbah? "tanya pak yat.

__ADS_1


"Berikan pakha sebuah kalung yang mempunyai cinta tulus, itu bisa membantu dia kembali ke raganya "kata mbah dukun.


Keluarga pakha bingung dengan perkataan mbah dukun itu,dan tak tau kalung apa yang dimaksudnya.


__ADS_2