Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Menjalankan rencana pertama


__ADS_3

Mentari mulai menyembunyikan wajahnya, langit sudah mulai terlihat ke abu abuan, burung mulai beterbangan menuju di kediaman nya. Langit yang terlihat jingga sekarang sudah terlihat gelap, ada sekelompok orang yang sedang berkumpul di satu rumah yang lumayan luwas. Satu persatu orang membawa sebuah buku yang di dalamnya terdapat tulisan arab yang sangat indah. Seorang berbaju putih dan sosok sesepuh berada tidak jauh dari segerombolan orang-orang itu, salah satu dari mereka sedang membawa sebutir telur di tangannya,di atas telur itu terdapat 3 lembar daun bidara.


Suara orang membaca ayat kursi terdengar sangat nyaring dan indah. Para ulama begitu juga dua wajah yang tak asing bagi kita pun ikut membaca dengan khidmat. Oci dan boy siapa lagi kalau bukan mereka berdua,doa bersama kembali di selenggarakan di kediaman pakha yang di pimpin bapak nya oci sendiri. Itu adalah salah satu rencana yang mereka pikirkan sebelumnya , juga ada seorang sesepuh yang mulutnya berkomat-kamit dengan tangan menggenggam sesuatu. Sesuatu itu tak lain adalah telur kampung yang di balut daun bidara. Kegunaannya untuk apa? apalagi kalau bukan untuk melacak keberadaan pakha, cara itu sering di lakukan oleh para sesepuh di desa itu. Mereka yakin bahwa ada makhluk lain yang hidup berdampingan di dunia ini, bukan hanya cara agamis yang di lakukan untuk melacak pakha tapi juga cara para sesepuh di desa itu.


Angin bertiup kencang,menerbangkan sebagian bunga yang sedang di susun di sebuah taman yang indah, langit terlihat mendung seperti ingin meneteskan peluh bening.


Tiba-tiba telinga pakha berdengung seperti mendengar suatu ayat yang tidak ia mengerti . Berikut adalah ayat yang di dengar pakha :


وَٱذْكُرْ عَبْدَنَآ أَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلشَّيْطَٰنُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ


Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya: "Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan".


Jantung pakha terasa sesak seperti ada yang aneh dalam dirinya.Seketika tubuhnya langsung jatuh ke atas rumput hijau taman itu. Laki-laki yang sekarang ada di sampingnya pun kaget dan segera membuang kerangka bunga yang sedari tadi di rangkai nya itu.


"Sayang kamu kenapa "kata bima sambil menaruh kepala pakha di pangkuannya.


"bim totolong, sesesak"jawab pakha tergagap gagap, sambil memegang dadanya yang terasa sesak.


"Pakha kamu harus menutup telinga kamu jika mendengar suara ayat suci"perintah bima sambil tangannya menutupi telinga pakha.

__ADS_1


Semakin lama dada pakha kembali seperti semula setelah bima menutup telinganya beberapa menit yang lalu.


Pakha merasa aneh, sebenarnya ada apa dengan tubuhnya saat ini, sebelumnya tidak pernah terjadi hal seperti ini. Apa ini efek karna dia sudah lama tidak mendekatkan diri pada sang pencipta. Pikirannya entah kemana, saat ini dia hanya ingin menikmati kebersamaannya bersama bima. Apa yang maksud sebenarnya dari perkataan bima tadi, kenapa dia tau kalau ia sekilas mendengar ayat suci yang membuat dadanya sesak.


"Bim kenapa kamu tadi tahu kalau sakitku akibat mendengar sekilas ayat suci?"tanya pakha sambil menatap mata bima yang sedari tadi tidak berhenti melihatnya.


"ah itu karna....."jawab bima dengan gugup.


"karna apa? "tanya pakha sedikit penasaran.


"Ssudahlah aku tidak ingin membahas itu"kata bima kemudian mengalihkan pandangan matanya.


Pakha sebenarnya masih penasaran akan hal itu namun dia tidak ingin membuat orang di depannya ini merasa bad mood karena dirinya yang bawel itu. Dia ingin quality time dengan bima, dia juga tidak peduli apa yang terjadi padanya tadi yang paling penting sekarang dia sudah berada di samping bima. Seperti apa yang ia inginkan selama ini, ia hanya ingin melepas kerinduan bersama bima dan kemudian kembali ke rumahnya lagi.


Pakha sudah hilang selama dua hari dan hari ini di kediaman pakha doa bersama itu belum juga selesai. Sesepuh yang berada di luar rumah masih menjalankan ritualnya, tiba-tiba telur yang di pegangnya pecah seketika dan mulut mbah darmo mengeluarkan cairan berwarna merah. Kak nawang yang sedari tadi memperhatikan sesepuh itu langsung berdiri menghampiri mbah darmo.


"Gimana mbah, apa adik saya sudah ketemu? "tanya kak nawang kwartir.


"Jin yang membawanya terlalu kuat, ilmuku tak bisa menembus benteng mereka,maaf aku tak bisa membantumu nak serahkan pada sang pencipta huk huk "kata mbah darmo sambil batuk.

__ADS_1


Kak nawang hanya diam menatap nanar sesepuh itu, dia juga sangat kwartir dengan keadaan adiknya itu.


Drett drett dret bunyi HP di dalam kantong kak nawang membuyarkan lamunannya.


Ada sebuah telepon masuk dengan nama pihak kepolisian. Tanpa pikir panjang ia segera mengangkat telepon tersebut .Terdengar suara lolongan anjing yang terdengar sahut menyahut di barengi juga terdengarnya suara laki-laki yang berbicara di dalam telefon itu. Seketika wajah yang murung itu kembali terlihat ada sedikit senyuman yang muncul.


"Kami sudah menemukan telepon genggam adik mbak yang tertinggal di tengah hutan sekitar rumah anda,kemungkinan adik mbak sedang tersesat di dalam hutan, dan kami akan mengerahkan seluruh anggota untuk segera menemukan korban"kata seorang polisi di ujung telepon.


"Baik pak tolong segera temukan adik saya"jawab kak nawang dengan seribu harapan.


Kak nawang berlari masuk ke dalam rumah dengan membawa sebuah kabar baik.


Semua para tamu sudah selesai mengadakan doa itu dan sudah pada pulang ke rumah masing-masing. Yang tersisa hanya Oci, Boy, dan keluarga pakha yang masih setia menunggu kabar kepolisian . Abah oci sudah pulang bersama warga yang lain karna masih ada banyak urusan. Di depan rumah pakha ada seorang laki-laki yang mondar mandir gelisah siapa lagi kalau bukan boy, pria satu-satunya yang sangat menyayangi pakha, meskipun sudah di tolak beberapa kali.


Malam sudah begitu mencekam teman-teman yang lain sudah pada tidur,tapi tidak dengan boy. Dia masih gelisah memikirkan wanita kesayangan nya itu. Memang selama ini sikapnya terlalu berlebihan namun dia tidak pernah menyerah untuk mendapatkan hati pakha. Baginya pakha itu adalah separuh jantungnya dia tak bisa hidup jika kehilangan pakha.


Gedubrak suara barang jatuh di dapur belakang . Mengagetkan seisi rumah yang sedang lelap tertidur.


"Boy kamu belum tidur"tanya kak nawang sambil mengucek matanya yang masih mengantuk.

__ADS_1


"Maaf boy jadi membuat kak nawang bangun, aku belum ngantuk kak,ini aku ingin membuat kopi tapi nampan nya malah jatuh hehehe "kata boy pelan sambil mengaruk kepala yang tidak gatal.


"Oh yasudah kakak kembali tidur lagi ya"jawab kak nawang, berlalu pergi meninggalkan boy di dapur sendirian.


__ADS_2