
Bu Arasi menjerit kesakitan. Tamparan itu mungkin bukan apa-apa untuk bu Arasi tetapi luka, sakit hati dan kekecewaan dari tamparan itu mampu membuatnya menangis. Rasa hati ingin tenggelam saja di palung laut terdalam dan tidak muncul lagi di dunia. Tanpa berpikir dua kali bu Arasi langsung berbalik arah dan melangkah meninggalkan ibunya. Namun dengan tiba-tiba wanita itu menarik tangan bu Arasi dengan kuat. Ia terhenyak. Seketika tubuhnya sudah berada di pelukan ibunya.
"Jangan pergi! "ucap ibunya sambil terisak menahan tangis.
Sedetik hujan langsung turun mengguyur mereka berdua dan air mata bu Arasi segera hilang bersama hujan yang menderas.
Hujan...rintikan air mata langit yang jatuh ke bumi memberikan banyak keajaiban. Hujan juga mampu mendatangkan kebahagiaan dan juga kesedihan, seperti sekarang dua orang yang saling mencintai terpaksa berpisah. Mereka berdua sama-sama menangis di bawah derasnya air mata langit. Dan sekarang cahaya yang satu-satunya tinggal juga pergi mengabaikan jeritan rasa sakit. Jidan dan juga bu Arasi menangis di dalam bulir air mata langit.
"Maaf... maafkan ibu ara. "ucap ibunya sambil memeluk erat putrinya yang sudah lama terpisah.
"Jahat.. ibu sangat jahat.. hiks... hiks.. ibu tidak tau kalau selama ini Ara sangat menderita bu, Ara hidup sebatangkara semenjak nenek meninggal, ketika kedinginan Ara menggigil sendiri tanpa ada yang memeluk Ara, ketika sakit tanpa ada yang peduli, bahkan jika Ara mati sekalipun dunia tidak akan tau bu.. hik.. hik. "
"Ara maafkan ibu ra..jangan bicara seperti itu ibu benar-benar minta maaf. "jawab ibunya dengan penuh penyesalan.
*Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku sangat membenci kata maaf, bahkan kata itu mampu menghentikan kebencian ku yang selama ini sudah mendarah daging. Mendung gelap kejam itu seakan ikut menertawakanku, kebencianku yang ku pelihara dengan sekejab ikut luntur bersama rintik hujan yang semakin menderas, seperti derasnya air mataku dan ibu. SUARA HATI ARASI*
Suara hujan yang mendesing mampu menyembunyikan suara tangis dua orang yang saling melepas rindu. Udara dingin seakan memeluk menghangatkan mereka berdua. Namun hal itu tidak berlaku bagi Jidan yang ikut menangis di bawah hujan. Dinginnya air seolah ikut menampar wajahnya tanpa ampun, tetes demi tetes bulir hujan seperti anak panah yang menghujam menusuk seluruh tubuhnya. Warna emas mahatari seharusnya menghangatkannya namun matahari itu malah membakar seluruh harapan dan perasaan cinta yang susah payah ia jaga.
"Pakha bila saja kamu masih hidup sampai seratus tahun, aku ingin hidup seratus minus satu hari, jadi aku tidak pernah harus hidup tanpamu dan menjalani takdir kejam ini sendirian."ucap Jidan kemudian tertawa seorang diri di atas makam Pakha seperti orang gila.
"PAKHA BAWA AKU BERSAMAMU, AGAR AKU BISA TENANG DI SURGA . " teriak Jidan kepalanya menengadah ke langit.
Jidan Akhirnya tumbang, ia langsung jatuh pingsan di atas makam Pakha, tubuhnya sudah tidak kuat lagi menahan dinginnya air hujan.
...Hujan...
Perasaan laksana hujan
Datang baik pergi sakit
Namun dari hujan aku belajar bahasa air
Bagaimana berkali-kali jatuh
Tanpa mengeluh pada takdir
A.S.A engkaulah arakan awan-awan yang menjatuhkan hujan kesejukan...
Akulah yang senantiasa menyimpan rintiknya Mengalirkannya dalam anak sungai yang tenang
Melupakanmu sama rumitnya melupakan hujan
Ketika merasa bahagia dan sakit
Di waktu bersamaan.....
Merasa yakin dan ragu dalam satu hela napas
Merasa senang sekaligus cemas
Secara serempak...
Angin risau dan gemerisik pepohonan mengiringi hujan jatuh di beranda rindu
Aku tergugu dalam gigil
__ADS_1
Memeluk tempat peristirahatan terakhir
Seorang masa lalu
Apa yang lebih buruk dari mendung?
Kenyataan bahwa kau kakak kandung
Kenangan memeluk waktu
Dengan sepasang lengannya yang panjang
Kita, angin yang terjepit di antara tegur sapa dan pamit.
...karya : Jidan (nr cahaya)...
Di satu sisi seorang dukun sedang menelusuri sebuah hutan belantara namun hal yang ia cari belum membuahkan hasil.
Wajahnya menampakkan raut wajah kekecewaan.
"Aku ingat pohon ini, benar di sinilah letak istana gaib yang ada dalam mimpiku. "gumam Boy sambil mengingat-ingat sesuatu.
Namun di dalam sakunya tiba-tiba muncul benda bersinar yang memancarkan cahaya biru, Boy kaget dan langsung mencari benda itu. Hal yang membuatnya nampak kaget ternyata benda bersinar itu tak lain adalah cincin Pakha yang dulu ia beri.
"Aku tau benda ini pasti tidak lupa dengan pemiliknya, Pakha tunggu aku."batin Boy dengan sedikit senyuman di ujung bibirnya.
ALAM GAIB
Angin tiba-tiba bertiup kencang di dalam istana yang begitu tenang,
"Swa...ra.. tu... pe.. swan... "
Angin tiba-tiba terdengar seperti memberikan pesan. Aku mulai curiga ada sesuatu yang tidak aku mengerti, hatiku tertuntun di hutan sebrang. Hutan perbatasan antara dunia gaib dan dunia manusia.
"Sayang."tiba-tiba Bima memeluk Pakha dari arah belakang.
"Ya. "Pakha kaget dan langsung tersadar dari lamunan.
"Ada apa? kenapa beberapa hari ini wajahmu selalu murung, apa ada makhluk lain yang mengganggumu? "tanya Bima cemas.
"Tidak ada Bim, oh ya untuk beberapa hari ini aku akan ke dunia manusia, ada urusan yang harus aku selesaikan. "kata Pakha lalu melepaskan pelukan Bima.
"Urusan apa? "tanya Bima namun raut wajahnya seketika langsung berubah menjadi tak bersahabat.
"Tidak terlalu penting, aku hanya ingin membantu arwah mengadili nasipnya. "jawab Pakha bohong.
Beberapa saat Pakha langsung menghilang tepat di depan Bima meninggalkan banyak pertanyaan di kepala Bima.
Bima pun berencana ingin membuntuti kemana Pakha akan pergi, hatinya merasa ada sesuatu yang sengaja Pakha tutupi darinya.
Dunia Manusia
"Kenapa aura gaibnya menghilang di perbatasan pohon ini, aneh. "gumam Boy sambil membawa cincin di tangannya, dan cincin itu pun sudah tidak bersinar lagi.
Sementara itu Pakha telah tiba di tujuannya yaitu di dunia manusia. Ia mencium ada bau manusia di sekitar tempat ia berdiri. Pakha terus mencari bau itu sampai akhirnya ia menemukan seorang manusia yang sangat tak asing baginya. Pakha pun mendekati manusia itu namun tiba-tiba dadanya terasa sakit, dan tubuhnya tiba-tiba juga menjadi lemah.
__ADS_1
Ada apa ini sebenarnya?
Kekuatan Pakha menjadi berkurang, ia akhirnya ketahuan oleh manusia itu.
"PAKHA. "ucap Boy kemudian memapah Pakha yang begitu lemas.
Tanpa Boy ketahui ternyata cincin yang ada di sakunya kembali bersinar terang namun cincin itu justru mampu melemahkan kekuatan gaib yang ada di sekitarnya.
"Jadi ini alasan kamu berbohong padaku, tidak akan ku biarkan."gumam Bima dengan menggigit bibir dan mengepalkan tangannya saat melihat Pakha di papah sesosok manusia.
Sekitar lima menit akhirnya Pakha kembali membuka matanya namun anehnya perasaan nyaman yang selama ini hilang tiba-tiba muncul saat mengetahui seorang manusia tertidur di sampingnya di bawah pohon besar.
"Siapa kamu sebenarnya? "batin Pakha tangannya ingin menyentuh wajah manusia itu tapi ia urungkan.
"Pakha kamu sudah bangun. "tiba-tiba
manusia itu terbangun dari tidurnya.
"Iya.. "
Namun hal yang membuatnya tercengang manusia yang tidak ia ketahui itu langsung memeluk tubuhnya dengan erat. Pakha hanya pasrah entah mengapa hatinya seperti merasakan ada gejolak perasaan yang tidak seperti biasanya. Hatinya seperti merasakan ada ribuan kerinduan pada manusia yang memeluknya sekarang.
"Butuh waktu tiga tahun akhirnya aku bisa menemukanmu sayang. "ucap Boy masih memeluk Pakha.
"Tunggu apa maksud perkataanmu barusan, siapa kamu? "tanya Pakha penasaran kemudian melepas pelukan Boy.
"Kamu lupa aku sayang, aku Boy william tunanganmu. "kata Boy memberitahu.
"Hah... awww."tiba-tiba kepala Pakha menjadi pusing setelah mendengar nama Boy barusan dan samar-samar ia melihat masa lalunya saat pertama kali bertemu Boy di atas tang
ga.
(Perkenalkan nama saya Boy William, siapa namamu? Pakha tidak peduli lalu meninggalkan Boy begitu saja. adegan pas jatuh dari tangga season 1 )
"Pakha kamu kenapa? apa yang sakit? "tanya Boy kwatir.
"Siapa kamu? aku tidak ingat dirimu? "
Kini raut wajah Boy menjadi kecewa setelah mengetahui fakta bahwa Pakha sudah tidak ingat dirinya lagi, dia tahu kalau sekarang tunangannya itu sudah menjadi makhluk gaib.
Tapi Boy tetap yakin perbedaan alam tidak menghalanginya untuk bersama dengan orang yang ia cintai. Karna dia tau apa yang tidak mungkin pasti akan menjadi mungkin jika mempunyai kehendak yang kuat. Boy juga pernah mendengar pernikahan manusia dan makhluk gaib itu bisa.
"Tidak apa-apa kamu tidak ingat aku, tapi pelan-pelan aku akan mengulang kenangan indah kita agar kamu ingat kembali. "ucap Boy sambil tersenyum ke arah Pakha.
"Tidak... bisa... aku dan kamu berbeda alam,
aku tidak ingin menyalahi takdir."ucap Pakha
dengan tegas menolak rencana Boy.
"Bisa apapun tidak ada yang mustahil. "jawab Boy dengan santainya.
Pakha hanya terdiam dalam lamunan ,dalam sudut otaknya ia bertanya-tanya siapa Boy sebenarnya. Kenapa kekuatannya tiba-tiba menjadi lemah saat di dekat Boy padahal dulu saat Boy datang ke istana tidak seperti ini. Misteri apa yang sesungguhnya tersembunyi di dalam diri Boy?
"Pakha aku tidak akan melepasmu lagi meskipun dunia kita sudah berbeda. "batin Boy.
__ADS_1
Sekian... nantikan kisah seru lainnya di episode selanjutnya. Tetap semangat membaca.