Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Saingan baru


__ADS_3

"Ayo berangkat" ajak pakha pada seorang laki-laki yang sudah menunggunya beberapa menit yang lalu. Dia segera menaiki mobil jemputannya itu siapalagi kalau bukan boy pria yang sangat menyayangi pakha meskipun sudah di tolak mentah-mentah.


Sepanjang perjalanan mereka berdua hanya berdiam diri. Tanpa ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka hanya keramaian jalanan yang terdengar memecah kebisingan pagi hari.


"Boy aku ingin bilang sesuatu padamu "kata pakha di dalam mobil itu.


"iya silahkan "jawab boy yang masih fokus menyetir mobilnya.


Pakha menceritakan semua kejadian saat ia menuju kosannya dan dia juga menceritakan pertemuan nya dengan reno si pria dingin itu.


Boy mendengarkan cerita pakha dan menarik nafas panjang.


"Aku tidak akan membiarkan dia menyakiti mu, bagaimana kalau aku kasih pelajaran padanya? "tanya boy tangannya sambil mengacak rambut pakha yang tergerai panjang.


"Boy hentikan dulu tanganmu fokus nyetir sana aku masih ingin hidup di dunia ini, dan untuk tawaran mu sepertinya kamu tidak usah melakukan itu aku bisa urus sendiri "jawab pakha sambil cemberut karna rambutnya menjadi acak acakan akibat ulah boy.


Mobil yang melaju dalam kecepatan sedang itu sekarang mulai berhenti, karna mereka berdua sudah sampai di gerbang sekolah. Boy harus memakirkan mobilnya di luar sekolah karna pihak sekolah masih melarang siswanya membawa mobil. Akhirnya pakha terpaksa turun di depan gerbang sekolahnya.


"Tunggu sini bentar ya aku parkir dulu"kata boy yang menengok pakha dari jendela mobilnya. Pakha hanya mengangguk kan kepalanya tanda ia mengerti maksud boy.


Tanpa pakha sadari ,ia sedang di perhatikan pria ganteng bertubuh tinggi warna kulitnya sedikit hitam. Pria itu sedang menatapnya sejak dia turun dari mobil boy. Pria itu berjalan ke arah pakha karna sekolah mereka lumayan dekat meskipun beda sekolah.


"itik sedang nunggu siapa? "tanya reno yang berjalan menghampiri pakha di depan gerbang sekolah.


Suara itu mengagetkan pakha yang sedang asik menatap ponselnya, setelah ia menengok ternyata wajah yang ia benci malah muncul di hadapannya.


"Tadi kalau tidak salah dengar dia memanggilku itik ?menyebalkan sekali pria ini"tanya pakha dalam hati. Seketika telinganya terasa panas dan ia hampir saja melepaskan semua kekesalannya pada laki-laki dingin itu, namun boy sudah datang menghampiri dirinya.


"Anda siapa ya, ada urusan apa murid sma sengkuwan datang ke sekolah ini? "tanya boy sambil memelototi pria di depan pakha itu. Boy tau asal laki-laki itu berdasarkan jas almamater yang di pakainya.


"Tenang bro aku hanya ingin menanyakan kabar gadis itu"kata reno sambil menunjuk pakha.

__ADS_1


Pakha hanya melengos meninggalkan perdebatan mereka berdua. Sedangkan boy masih merasa kesal dengan pria itu, pikirnya ia mempunyai saingan baru dari sekolah tetangga sebelah.


"Aku tak akan membiarkan dirimu merebut pakha dariku "batin boy sambil mengepalkan tangannya. Boy segera mengejar pakha yang sudah berjalan jauh meninggalkan dirinya di depan gerbang sekolah bersama dengan reno.


"Manis sekali dia tadi terlihat cemberut"batin reno sambil tersenyum kemudian berjalan kembali ke sma sengkuwan sekolah asalnya.


Sementara itu pakha merasa kesal dengan kejadian tadi dia berjalan sembarangan dan menabrak siapa saja yang menghalangi jalannya. Sehingga siswa lain yang di tabraknya merasa kesal bukan main namun tidak berani memarahi pakha. Karna pakha dari dulu terkenal hebat bukan cuma cantik, pintar namun juga jago bela diri tingkat internasional sehingga dia bisa mewakili negaranya.


"Pakha tunggu"teriak boy yang berlari mengejar ketertinggalannya .


Pakha tidak menggubris suara itu dan terus berjalan ke arah kelasnya. Namun sebelum sampai di kelasnya dia di panggil seorang laki-laki setengah tua. Pakha langsung memberi salam pada laki-laki itu.


"Pakha nanti sepulang sekolah ikut bapak ke perpustakaan, ada yang ingin saya sampaikan "kata pak damar selaku guru pembimbing jurusannya.


"Baik pak "jawab pakha.


Kemudian pak damar berjalan meninggalkan pakha dan sampailah boy di samping pakha yang sedari tadi mengejarnya.


"Cuma ada urusan sedikit, tadi pak dayat menyuruh diriku waktu sepulang sekolah untuk menemuinya di perpus"jawab pakha sambil berjalan bersama boy menuju kelasnya.


"Baiklah aku nanti akan menunggu mu"kata boy.


Bel sudah berbunyi menandakan bahwa sudah pukul 07:00 pelajaran akan segera di mulai, namun ada seorang laki-laki yang terlihat gelisah sambil memegang perutnya. Boy merasa sakit perut pengen buang air besar,dia sudah tidak bisa menahannya terlalu lama. Ia memesan pada teman sebangkunya jika ia di cari guru menyuruh temannya itu untuk mengatakan bahwa dirinya ijin ke toilet sebentar karna sakit perut.


Temannya hanya mengangguk tanda ia mengerti, boy kemudian langsung berlari menuju toilet belakang sekolahnya karna itu lumayan dekat dengan kelasnya. Sebenarnya toilet itu sudah jarang di pakai karna sebagian siswa sering mendengar suara-suara aneh di dalamnya. Boy terpaksa ke toilet itu karna ia sudah tidak tahan lagi.


"Ah akhirnya lega juga perutku ini"kata boy bermonolog sendiri setelah dia selesai membuang hajatnya.


Dia bercermin di depan kaca untuk merapikan kembali pakaiannya namun matanya melihat sesosok bayangan hitam sedang berada di belakang tubuhnya. Boy sontak kaget dan langsung menoleh ke belakang namun tidak ada siapa-siapa.


"Mungkin hanya perasaanku saya, masa pagi hari ada setan"batin boy sambil berjalan menuju keluar pintu kamar mandi namun tiba-tiba pintu yang ingin di lewatinya tertutup sendiri. Sehingga membuatnya terkunci di dalam kamar mandi yang terlihat menyeramkan itu.

__ADS_1


Ceklek ceklek boy berusaha membuka pintu namun tidak berhasil, alhasil saat ini tubuhnya bergetar dan berkeringat dingin.


Grep lehernya seperti ada tangan dengan kuku panjang berwarna hitam yang mecekik lehernya, ia kesulitan bernafas saat itu. Ternyata di depan wajahnya ada sesosok makhluk halus dengan wajah hancur dan mata yang menjulang keluar dari tempatnya. Makhluk itu berkata pada boy.


"Jangan kau berani mendekati pakha jika nyawamu tidak ingin lenyap dari dunia ini"kata makhluk itu di depan wajah boy yang sedang memperingatkan dirinya. Lidah yang panjang menjulur keluar mengenai wajah boy.


Setelah itu makhluk itu menghilang, nafasnya masih tersengal dan dia langsung menarik pintu kamar mandi yang sudah tidak terkunci lagi. Boy langsung berlari keluar dari kamar mandi dengan tubuh di basahi oleh keringat.


"Maaf bu tadi boy izin sebentar di kamar mandi"kata boy pada gurunya.


"Masuklah, kembali sana ke tempat dudukmu"jawab guru itu.


Boy langsung kembali ke tempat duduknya, tubuhnya terasa lemas karna kejadian tadi yang menimpanya.


"Bro kenapa bajumu basah begitu, jangan-jangan kamu tadi mandi ya"ejek teman sebangku boy karna melihat baju boy yang sedikit basah.


"Sia*** diam kau"umpatan yang keluar dari mulut boy karna kesal dengan perkataan teman sebangkunya.


Bel pulang sekolah sudah berbunyi para siswa berhamburan keluar kelas untuk pulang menuju rumahnya masing-masing. Kelas begitu sepi hanya tinggal segelintir orang saja yang masih berada di sekolah. Salah satu dari mereka yaitu pakha dan boy yang masih berada di sekolah tersebut.


"Boy pulanglah duluan ini sudah sore orangtua mu pasti sudah menunggumu"kata pakha.


"Tidak mau aku akan tetap menunggumu sampai kamu pulang"jawab boy dengan mantap.


"ya ya ya itu terserah kamu "jawab pakha malas karna dia tau kalau boy itu orang yang keras kepala.


Pakha berlalu masuk ke perpustakaan karna tadi sudah ada janji dengan guru pembimbingnya. Sedangkan boy menunggu pakha sendirian di depan kelas sambil memainkan hpnya. Suasana begitu sepi di tambah lagi keadaan sekitar sudah mulai petang sehingga menambah suasana seram.


Boy merasa bulu kuduknya berdiri melihat suasana yang begitu mencekam. Dia masih teringat kejadian di dalam kamar mandi tadi.


"Sebenarnya siapa bayangan tadi? mengapa makhluk menyeramkan itu bisa tahu nama pakha apa maksud dari perkataannya? "batin boy. Namun dia merasa ada tangan yang memegang pundaknya seketika dia tersadar dari lamunannya itu,dan setelah dia menengok ke belakang ternyata.......

__ADS_1


Cukup dulu ya gays, masih penasaran siapa yang memegang pundak boy, setankah? atau makhluk menyeramkan tadi yang di temuinya di kamar mandi, temukan jawabannya di episode selanjutnya ya.... Semangat membaca.


__ADS_2