Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Memalukan


__ADS_3

Bibir merah itu menjadi terluka akibat gigitan giginya sendiri. Betapa kesal hati Boy melihat Pakha tertawa dengan pria lain selain dirinya. Tapi hatinya masih bisa bersabar berharap sahabat Pakha bisa menyemangati kesembuhan kekasihnya itu. Tertawa saja hatinya kesal apalagi kalau ia melihat Pakha berpegangan tangan dengan Jidan. Pasti akan terjadi perang dunia dua. Untung saja hal itu tidak terjadi, karna Boy tidak melihat Pakha berpegangan tangan dengan Jidan.


Lima belas menit sudah perbincangan mereka berdua telah berlalu, betapa gelisah nya hati laki-laki yang sudah merasa rindu dengan kekasihnya. Boy berusaha bersabar menunggu mereka, satu menit berlalu, dua menit, di tiga menit dia sudah tidak sabar menunggu mereka ketawa ketiwi seperti itu.


Dengan masa bodoh Boy akhirnya masuk ke ruangan Pakha.


"Udah belum ngobrolnya, saatnya Pakha untuk istirahat. "kata Boy menohok Jidan.


"Iya bro udah kok, Pakha aku pulang dulu ya, cepat sembuh biar kita bisa kuliah bareng lagi. "kata Jidan.


"Hmm. "jawab Pakha.


"Udah belum basa-basinya. "kini Boy kembali bersuara namun dengan tatapan kesal pada Jidan, dia sudah tidak sabar ingin berduaan lagi dengan Pakha.


"Iya iya aku pulang sekarang. "jawab Jidan kemudian pergi dari ruangan Pakha.


"Dari tadi kek, lama amat si tikus itu. "gumam Boy.


Kemudian duduk di samping Pakha.


"Sayang kenapa kamu tertawa?ada yang lucu kah? "tanya Boy tidak mengerti.


"Siapa yang kamu bilang tikus Boy? "tanya Pakha sambil tersenyum kecil.


"Jidan. Dia itu seperti tikus, manusia pengganggu."jawab Boy kesal.


"Jidan itu bukan tikus tapi kuda putih. "kata Pakha.


"Loh kok gitu sih. "jawab Boy tambah kesal.


"Sayang kamu kok punya nama panggilan ke Jidan, la terus aku apa? "Boy kembali bertanya namun dengan perasaan cemburu.


"Kalau kamu itu seperti pangeran kodok Boy. "jawab Pakha sambil menahan tawa.


"Loh aku kodok tapi Jidan kok kuda putih, apa-apaan itu. "komen Boy tidak terima dengan nama panggilan yang Pakha berikan.


"Dia kan depannya tidak ada kata pangeran sayang, kalau kamu itu kan pangeran kodokku. "jawab Pakha.


Boy berfikir keras dengan perkataan Pakha barusan. Kemudian ia tersenyum gembira seperti orang bodoh.


Setelah sekitar setangah jam mereka berbincang-bincang sambil bercanda, Boy menyuruh Pakha untuk istirahat. Kemudian dia keluar menuju kamar mandi umum untuk membersihkan tubuhnya yang sudah seharian tidak mandi, meskipun di dalam ruang rawat Pakha ada kamar mandi dalam namun ia lebih suka kamar mandi umum agar tidak mengganggu istirahat Pakha.


Kamar mandi adalah suatu ruangan yang selalu ada di setiap bangunan, entah itu rumah, kantor, tempat ibadah, rumah sakit, dan lain sebagainya, kamar mandi pasti ada.


Ya memang tujuan dibuat untuk memenuhi salah satu hasrat manusia, yaitu membersihkan diri alias mandi, buang air, atau kegiatan lainnya.

__ADS_1


Di dalam bangunan tempatnya berada, letak kamar mandi hampir pasti di bagian belakang, atau di lokasi yang agak tersembunyi, jarang sekali letaknya di bagian depan bangunan, hampir gak ada kan?


Isi di dalamnya juga beda-beda, dari yang sederhana sampai yang mewah.


Ada empat kamar mandi berukuran sedang yang terletak di pojok rumah sakit semuanya masih mengandalkan bak air dan gayung, gak ada shower pancuran apalagi bate up.


Empat kamar mandi berjajar dari kiri ke kanan, penerangan di dalam hanya dari lampu lima watt, sama sekali gak terang, Boy memasuki kamar mandi nomer dua dari depan.


Oh ya satu lagi, bak air di kamar mandi itu warnanya gelap, bukan karna jarang di bersihkan tapi memang di cat warna gelap. Jadi airnya kelihatan gelap juga padahal sebenarnya bersih.


"Seram juga ni kamar mandi."batin Boy. Kemudian ia mencopot seluruh baju yang menempel di tubuhnya, dengan cepat ia mengguyur tubuhnya dengan air yang terasa menyegarkan setelah sehari tidak menyentuh air sedikit pun.


Awalnya gak pernah merasa ada keanehan atau kejanggalan apa pun di kamar mandi itu, walaupun beberapa kali badan Boy merasa merinding tapi tidak ia gubris.


Boy termasuk orang yang penakut, parnoan, jadi kalau sekiranya sedang merasa ada yang aneh atau menyeramkan, akan berusaha keras untuk mangabaikan dan mengalihkan pikiran ke hal lain, gak mau tenggelam dalam ketakutan karena over thinking. Semenjak kejadian menyeramkan di ruangan kosong waktu lalu, ia selalu parnoan jika menyangkut makhluk gaib.


Keadaan masih aman terkendali, sampai akhirnya ketika hendak melakukan siraman untuk membasuh busa sabun di badan, sesuatu terjadi.


Bak air yang memiliki kedalaman sekitar satu meter, airnya dalam keadaan penuh.


Ketika sedang mengambil air, Boy merasa ada sesuatu dalam bak yang menyentuh gayung, sepertinya gayung yang sedang Boy pegang ini membentur sesuatu, Boy merasa seperti itu.


"Seperti nya gayung ini menyentuh sesuatu di dalam sana. "gumam Boy.


Nah, bak yang dicat warna gelap itu tentu saja membuatnya harus sedikit bekerja keras menajamkan penglihatan, ditambah lampu yang hanya lima watt.


Ketika permukaan air sudah tenang gak bergelombang lagi, ditambah dengan mata yang sudah terbiasa dan fokus, akhirnya Boy melihat sesuatu.


Di dalam bak terlihat ada wajah tampak sekilas menyerupai wajah prempuan yang sama sekali gak Boy kenal.


Awalnya masih gak yakin, lalu terus menatapnya, coba memastikan lagi.


Ternyata benar, itu wajah perempuan tanpa tubuh yang melotot ke arah Boy sama persis seperti kejadian di rumah sakit tempat tentenya di rawat. Beberapa detik kemudian Boy langsung lari ke luar kamar mandi, ketika melihat wajah pucat dengan kulit terkelupas itu tersenyum padanya.


Naasnya dia melupakan fakta bahwa tubuhnya hanya di balut satu helai kain di bagian bawah saja.


Ketika ia sudah berada di luar kamar mandi, tubuhnya merasa ada yang aneh.


"Kok terasa dingin ya? "gumam Boy.


Kemudian meraba tubuh bagian atas tangannya menyentuh kulit. Kagetlah dia kemudian matanya melihat ke bawah untuk memastikan kecurigaan nya. Ternyata benar dia keluar kamar mandi saat tidak memakai pakaian satu pun.


"Aduh dasar bodoh, bisa viral aku kalau keluar tanpa baju seperti ini. "kata Boy kemudian menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya.


Boy memberanikan diri untuk kembali ke kamar mandi itu lagi, karna semua baju dan barangnya tertinggal di dalam sana.

__ADS_1


Dengan langkah gemetar dia pelan-pelan membuka pintu kamar mandi.


"Hwaaa"kini mulutnya kembali berteriak setelah mendapati makhluk kepala tanpa tubuh tadi terbang di depan wajahnya. Boy langsung berlari namun kali ini tangannya berhasil meraih pakain beserta barang bawaannya, namun dia belum sempat memakai baju. Kabur dulu, masalah pakain itu tidak penting yang Boy pikirkan saat ini.


Kini ia berlari dengan kecepatan kilat karena makhluk seram itu sedang mengejarnya dari arah belakang.


"Sial dasar makhluk genit kenapa sih para setan prempuan slalu saja mengganggu ku, emang tidak ada apa setan laki-laki yang ganteng seperti diriku. "gumam Boy sambil berlari.


Hingga matanya menangkap sesosok dokter yang berdiri tidak jauh dari dirinya.


"DOKTER.... DOKTER.... TUNGGUUUUU. "teriak Boy dari kejauhan sambil berlari mendekati dokter itu.


Dokter yang di panggil Boy pun berhenti dan menatap Boy dengan keanehan yang baru di lihatnya. Kini Boy di mata dokter itu seperti orang gila tanpa pakaian yang berkeliaran di rumah sakit.


"Ada apa mas? kenapa keadaan mu seperti ini?"tanya dokter itu sambil memicingkan matanya dengan heran.


"Dok tolong a.. aku di kejar setan genit"kata Boy tergagap-gagap karna baru saja berlari.


"Ambil nafas dulu mas, baru bicara. "kata Dokter itu.


Boy menuruti kata dokter mengambil nafas panjang kemudian mulai berbicara lagi.


"Jadi gini dok tadi aku pas di kamar mandi ujung, tiba-tiba di kejar setan genit, huh huh. "omongan Boy berhenti sejenak untuk mengambil nafas kembali.


"Jadi maksudmu, kamu tadi hampir di perkosa setan genit gitu? "tanya dokter heran sambil memelototi Boy yang tanpa busana.


"Bubukan... aku kan belum selesai bicara dok, jadi gini..... "


Boy menceritakan semua kejadian yang baru saja ia alami ke dokter itu.


"Oh jadi seperti itu.. mas pakai dulu bajunya gak malu apa di lihat banyak orang begitu. "kata dokter.


Boy baru sadar ternyata banyak mata yang sedang menatap dirinya saat ini, karna rasa gugupnya di melupakan lagi kenyataan bahwa dia belum sempat memakai baju.


"Eh iya dok.."jawab Boy sambil tersenyum malu.


"Yaudah saya tinggal dulu ya mas, soalnya ada pasien yang harus saya periksa, tenang saja di sini sudah aman kok, tuh ada banyak orang, nanti kalau kamu di kejar setan genit lagi minta bantuan saja sama orang-orang itu. "kata dokter sambil menunjuk orang-orang yang sedang menatap Boy saat ini.


Kini bukan hanya laki-laki yang sedang menatap Boy namun para perempuan juga sedang menatap nya tanpa berkedib melihat tubuh Boy yang sicpeck tanpa baju seperti itu. Boy dengan cepat memakai bajunya di lokasi itu juga.


"Apa lo lihat-lihat... "kata Boy kesal pada prempuan yang melihatnya tanpa berkedip.


Prempuan itu hanya terdiam, mulutnya masih menganga melihat ketampanan Boy.


Cukup dulu ya... masih banyak loh kejutan lainnya yang tak kalah seru... tetap semangat membaca sampai akhir.....

__ADS_1


__ADS_2