Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Hati kecil berkata


__ADS_3

Sang waktu terus berjalan sedangkan kehidupan pakha masih sama seperti yang dulu. Sekarang pakha sudah berumur 6 tahun dia sudah mulai bersekolah SD, kehidupan yang menyedihkan masih berlanjut.Meskipun dia tumbuh menjadi anak yang istimewa dan lebih pintar dari yang lain dia tetap tidak mendapatkan perhatian dari orang tuanya.


Pagi itu pakha baru pertama kali mengikuti ulangan akhir semester, dia mulai belajar dan terus belajar hingga lupa akan waktu. Pada akhirnya pengumuman peringkat kelas di siarkan dan dia hanya mendapatkan peringkat 2,akhirnya ia begitu kecewa.


"apa-apaan kamu cuma dapat peringkat 2 dasar bod*h, kamu tidak lebih baik dari kakakmu"kata pak yat sambil meminum secangkir kopi angetnya.


"maafkan aku pak, pakha akan lebih berusaha lagi untuk menjadi anak yang bapak inginkan" jawab pakha sambil menundukkan wajah.


"cihh dasar anak tidak tau diri, kakakmu aja murid berprestasi, kamu tidak ada apa-apanya dengan kakakmu"sindir bu sar.


"Apa ibu tidak ingin melihat nilainya meskipun peringkat 2 ,nilaiku bagus-bagus kok"jawab pakha sambil menyodorkan rapot miliknya.


"nilai samp*h begitu aja kamu bangga,nyesel aku pernah ngelahirin kamu"kata bu sar sambil menatap HP yang ada di tangannya tanpa melihat pakha.


Pakha tidak menjawab apapun dia mengurungkan diri untuk memperlihatkan rapotnya. Dia sungguh bersedih mendengar semua perkataan keluarganya ,usaha yang dia lakukan hanya sia-sia tapi dia tidak menyerah dia harus mendapat peringkat 1.


Saat matahari berada di atas kepala pakha hanya berdiam diri di kamar, menikmati masa liburan dengan belajar. Dia tidak seperti anak lainnya yang mendapatkan kasih sayang dari keluarga nya. Sejak umurnya 6 tahun dia sudah tidak bisa melihat makhluk halus lagi. Namun dalam ingatannya masih teringat kejadian yang tidak pernah dia lupakan,kejadian satu tahun yang lalu.


Sementara itu di dalam hutan misteri itu ada sesosok bayangan yang sedang berkeliaran di daerah nya, dia sedang memikirkan sesosok manusia yang selalu berputar-putar di pikirannya.


"Tak sabar aku menantikan di mana kamu benar-benar ada di pelukanku cantik" kata hati bayangan hitam.


Sementara itu setiap malam pakha selalu mimpi aneh bahwa dirinya sudah mempunyai pasangan masa depan, dan dalam mimpi itu dia bisa terbang dan bahagia bersama pangeran.

__ADS_1


Tut tut tut alarm pakha berbunyi jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi, dia segera bersiap untuk mandi agar tidak menyusahkan keluarga nya karna kamar mandi di keluarga itu cuma satu.


Setelah semuanya sudah siap ia mulai berangkat menuju sekolahnya menggunakan sepeda, meskipun anak seusianya masih banyak yang di antar oleh orang tua nya dia sudah mandiri.Namun karna waktu sudah menunjukkan pukul 6:50 dia tergesa-gesa menggayuh sepedanya kuat-kuat sehingga tanpa sadar rantai yang di kendarainya terlepas.


Tak jauh di depannya ada makam yang menurut cerita warga sering terdengar suara aneh saat hari rabu keliwon.Menurut kabar yang beredar hari itu adalah hari di mana ada seorang wanita gantung diri di pohon dekat sungai dan sekarang daerah itu di wakofkan oleh pemilik tanah dan di jadikan lahan makam oleh penduduk desa itu.


Seketika pakha merasa merinding lewat di sebelah makam tersebut dan sungguh kebetulan hari ini adalah rabu keliwon.Pakha merasakan ada yang meniup tengkuk lehernya kemudian ia menoleh dan tidak ada siapa-siapa.


"ah mungkin hanya pikiranku saja, masa pagi hari begini ada hantu hahaha jangan gila pakha" pikirannya di dalam hati tanpa di ucapkan pakha.


Setelah ia berhasil melewati lahan makam tersebut pakha merasa lega,namun tiba-tiba cuaca mendung dan gerimis turun membasahi bumi.Pakha berteduh di bawah pohon besar dekat tanah kuburan tersebut.


"menyebalkan kenapa cuaca juga tidak berpihak padaku hari ini,sudah terlambat hujan turun pula,seperti pepatah udah jatuh tertimpa tangga pula"pakha menggerutu sendiri.


Di depan pakha ada wanita cantik lewat dan terlihat ada yang aneh dengan wanita itu, kenapa wanita itu tidak basah walau terguyur hutan, tanpa sempat berfikir pakha memanggil wanita tersebut.


Hal itu membuat pakha merasakan ada yang aneh namun dia tidak peduli hal tersebut.


"Mungkin wanita itu tuli, kenapa dia tidak merespon kata-kata ku" dalam hati pakha berbicara."HAHAHA HIHIHI"suara seorang wanita tertawa dengan kerasnya sampai membuat telinga pakha pengang.


"Sial suara apa itu menakutkan sekali" dan seketika ranting pohon tempat ia berteduh terjatuh sendiri membuat dia terlonjat kaget dan lari menjauh.


Puk punggung nya terasa ada yang menepuk dari belakang, pelan-pelan pakha menoleh dan ternyata jeder suara petir mengagetkannya seketika pakha berteriak. Ternyata yang dia temui adalah tetangganya sendiri.

__ADS_1


"Hai pakha kenapa kamu berteriak di depan orang tua bukankah itu tidak sopan" kata bapak tersebut.


"maaf pak saya hanya kaget saja" saur pakha dengan menundukkan kepalanya.


"bukankah ini hari rabu kenapa kamu tidak sekolah dan malah hujan-hujan begini"tanya bapak itu lagi.


"Tadi saya ingin berangkat ke sekolah namun rantai sepeda saya terlepas pak ,dan tiba-tiba hujan turun mungkin saya hari ini tidak jadi masuk sekolah pak karna juga sudah terlambat 1 jam" jawab pakha dengan menuntun sepeda bututnya.


"Ya udah kalau itu keinginan mu, cepat pulang kamu sudah basah kuyup begitu nanti masuk angin kalau terlalu lama kehujanan" jawab bapak tersebut.


"baik pak terima kasih pesannya".


Setelah pakha sampai di rumah dia melihat kakaknya berada di teras depan sedang membersihkan sisa air hujan tadi.


"Loh pakha kok kamu sudah pulang dan juga kenapa kamu basah kuyup begitu" kata kak nawang dengan menunjuk pakaian pakha yang kotor.


"iya pakha gak jadi sekolah kak soalnya rantai sepeda ku rusak dan tadi kehujanan sehingga bajuku basah semua"jawab pakha dengan rasa takut.


Sore menjelang malam pak yat dan bu sar baru pulang dari sawahnya, dan dia melihat baju pakha yang tergeletak di lantai dengan keadaan basah dan kotor. lantas bu sar marah dan memanggil pakha. Pakha menjelaskan semua kejadian yang dia alami namun respon ibunya semakin marah.


Atas kesalahan nya dia di suruh tidur di luar satu malam dan tak di izinkan masuk.


"kenapa keluarga ku selalu membenci diriku, apa aku adalah kesalahan lahir di dunia ini"batin pakha disertai tangisan.

__ADS_1


Mata pakha melihat ke arah hutan belakang rumahnya dan dia seperti merasa tidak asing dengan suasana itu, mungkin bagi orang lain terlihat menyeramkan tapi tidak untuk nya.


Dia tertarik untuk mendekati hutan itu dan tanpa sadar dia menuju ke dalam hutan.


__ADS_2