
Setiap insan mempunyai sebuah lilin yang menyala di dalam hati mereka masing-masing, lilin ajaib yang menerangi sebuah tembok besar yaitu perasaan. Hari ini adalah hari yang akan membuat sejarah baru bagi seseorang, usaha terakhir yang akan ia lakukan untuk menyalakan sebuah lilin di hati bidadari yang sudah lama hampa dan gelap. Semoga apa yang pangeran harapkan bisa berhasil namun jika usaha terakhirnya gagal dia akan menyerah sampai di sini. Sebuah villa mewah milik keluarga boy di atas pegunungan dengan pemandangan danau di belakang villa sudah di hias sedemikian cantik. Para lilin menari-nari tertiup angin malam yang sepoi-sepoi semerbak bunga segar tercium di sekitar danau. Sebuah kue tart yang bertuliskan Pakha sudah tersaji dengan cantik di atas meja bundar di atas danau kecil dengan lilin mengambang di permukaan danau yang mengelilingi dua kursi yang saling berhadapan itu.
Di sana sudah di siapkan kejutan lain jika permohonannya berjalan sesuai rencana. Dengan cemas Boy selalu memandangi arloji yang tersemat di tangan putihnya itu. Hingga waktu telah berbicara pada boy mengisyaratkan saatnya sudah tiba untuk menjemput bidadarinya. Gugup itu yang Boy rasakan saat ini, takut di kecewakan, takut kejadian lalu terulang lagi namun ada satu lilin di hatinya yang sudah membara menyinari keberanian nya hari ini.
Dengan langkah pasti dia mulai berjalan menuju mobil kesayangannya ,dan ia juga tak lupa berpesan pada pelayan yang ia percayakan malam itu. Dengan anggukan dagu sang pelayan itu tersenyum sambil menunjukan dua jempol tangannya. Boy menarik nafas panjang kemudian masuk ke dalam mobilnya dan siap melaju ke rumah tuan putri.
Sudah setengah perjalanan Boy tak lupa memberi pesan pada sang tuan putri kalau dia hampir sampai dan menyuruh Pakha menunggu sebentar lagi.
Saat sedang sibuk berhias satu pesan mengalihkan pandangan pakha saat ini. Tanpa menunggu aba-aba dia langsung mengambil hp dan membuka pesan itu, betapa paniknya setalah ia membaca satu pesan yang sudah tersemat di chat paling atas di wa nya.
"Gawat aku belum selesai dandan duh cepet banget sih boy ini. "pakha segera menyelesaikan make up nya yang masih belepotan itu.
Waktunya terbuang sia-sia saat ia memilih gaun yang akan di pakainya hari ini yang membuat ia menjadi panik seperti ini. Dan pada akhirnya dia memilih gaun pertama yang ia pegang padahal sudah mengacak-acak seluruh pakaiannya, kamar yang bersih itu sekarang sudah menjadi berantakan seperti tempat sampah alias amburadul.
Beberapa menit kemudian terdengar suara mobil yang sudah terparkir di depan kosannya. Selang beberapa detik telfonnya Pakha berdering mengangetkan lamunannya saat ini, untungnya ia sudah siap sekarang meskipun perjuangannya tadi begitu melelahkan dan berdandan sampai secepat kilat.
Dengan menyaut tas selempangnya ia buru-buru keluar dari kosan yang berantakan itu karna di depan kosnya sudah ada pangeran tampan yang berdiri siap menyambut kehadirannya saat ini.
Ceklek suara pintu kos terbuka dan muncullah seorang wanita cantik di balik pintu dengan memakai gaun merah maron selutut dengan perpaduan sepatu kaca satu permata di depannya. Rambut hitam yang di gerai panjang dengan satu jepit pita kecil yang tersemat di sampingnya menambah kecantikan Pakha malam itu.
Pria yang menunggu pakha sampai bengong melihatnya waktu itu.
__ADS_1
"Aku aneh ya kamu kok melihatnya begitu, "kata Pakha membuyarkan lamunan boy saat ini.
"Ka-kamu cantik, "kata boy dari lamunannya saat ini.
Sehingga sang wanita di depannya pipinya menjadi merah merona karena malu.
"Ayo naik, "Boy membukakan pintu mobilnya agar Pakha segera masuk takut kemalaman.
Setelah itu Boy melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan perasaannya sangat gugup melihat wanita cantik di sampingnya saat ini.
"Boy kita akan kemana bukankah ini bukan jalan ke kota ya, "tanya pakha bingung karna jalan itu menuju puncak.
Pakha bukan senang tapi malah menjadi kesal sia-sia ia heboh sendiri tadi dia kira akan di ajak dinner romantis seperti di film-film eh ternyata malah di ajak muncak kesel deh dalam hatinya jika ia mengingat betapa bodohnya pikirannya tadi.
Muka yang ceria berubah menjadi cemberut karna kencannya kali ini tidak sesui dengan apa yang ia pikirkan padahal Boy sudah menyiapkan survise yang sangat memukau hari ini untuknya tapi masih di rahasiakan Boy.
Boy hanya tersenyum melihat wajah Pakha yang cemburut tapi di pandangan Boy pakha sangatlah imut jika lagi cemberut seperti itu.
"Jangan kau tekuk begitu dong wajahmu sebentar lagi kita hampir sampai, "kata boy mengejek pakha.
Pakha hanya terdiam karna sangat kesal sama boy hari ini.
__ADS_1
"Dasar laki-laki nyebelin. "kata Pakha dalam hati.
Pakha tidak bicara satu kata pun di dalam perjalanan meskipun Boy selalu mengajaknya bicara untuk mengusir kegugupannya saat ini.
"Pakha kamu sangat cantik jika cemberut aku tidak sabar menunggu waktu itu, "gumam Boy namun tidak terdengar Pakha.
Beberapa saat mereka sampai di tempat tujuan, Boy menutup mata pakha dengan sebuah kain kecil pakha hanya menuruti permainan boy pria nyebelin yang pakha pikirkan saat ini.
"Apa yang laki-laki ini akan lakukan padaku jangan-jangan aku akan di kagetin kecoa awas aja kalau benaran akan ku habisi kau,"ancam pakha dalam hati.
Berjalan beberapa langkah sambil mata tertutup seperti berjalan di atas awan yang tidak tau akan terjatuh kemana hanya seorang di belakang yang menuntun mengajak ke satu tujuan, setelah mereka berdua sampai di lokasi kejutan boy membuka penutup mata Pakha.
Mata indah itu perlahan-lahan mulai terbuka dan menampilkan cahaya remang-remang yang menyinari tubuhnya malam itu, entah bagaimana caranya sekarang tubuhnya berada di tengah-tengah danau dengan di kelilingi lilin-lilin kecil yang mengambang dan tersebar mengelilingi mereka berdua, sepi, sunyi itu yang mereka rasakan namun setelah sang tangan lelaki di depannya bertepuk satu kali sinar menyilaukan mata mulai terlihat. Keadaan yang sepi perlahan-lahan mulai terdengar iringan musik yang indah dan sinar silau itu bertuliskan PAKHA I LOVE YOU sehingga sang pemilik nama merasa ini hanya mimpi namun ia kembali mengerjabkan matanya dan ternyata itu nyata.
"Pakha maaf aku telah membuatmu kaget seperti ini dari dulu cintaku padamu tidak pernah berubah, aku tau mungkin bagimu aku bukan laki-laki yang pantas buatmu tapi aku akan berusaha menjadi laki-laki seperti keinginanmu, Pakha aku mohon terimalah aku menjadi pacarmu agar aku bisa memberikan semua perhatian ku padamu tanpa rasa ragu, "kata boy panjang lebar di depan pakha sambil memberikan sebuket bunga mawar putih.
"Boy aku......., "belum selesai dengan kata-kata nya pakha meneteskan air mata di wajah cantiknya.
"Jika engkau tidak menerimaku hari ini tolong buang bunga di tanganku ini di danau dan jika kau menerima diriku tolong cium bunga ini, kumohon berikan aku jawaban hari ini agar aku tidak berharap lebih padamu terlalu lama, pakha tolong bantu aku sekali ini saja,!!"kata boy menyela omongan pakha yang belum tuntas sambil menangis tersedu-sedu.
Entah apa yang Pakha pikirkan saat itu sehingga membuatnya menangis dengan segitunya.........apakah boy di terima atau dia harus berhenti berjuang??? nantikan jawaban pakha di episode selanjutnya selamat membaca.....
__ADS_1