Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Siapa Dia?


__ADS_3

Malam ini ada yang terasa lain, di kala aku dan manusia ini saling berpelukan. Aku merasakan ada yang aneh di dalam hatiku, perasaan misterius yang tidak aku ketahui. Bau manusia yang aku cium dari tubuhnya mengingatkan ku pada hal-hal yang mengganggu ketenangan ku selama ini. Manusia yang tidak aku kenal ini tiba-tiba saja mengetahui namaku. Ketika ia mengeluarkan air mata, kenapa hatiku juga sakit, seperti ada sebilah pedang yang menyayat hatiku. Apakah ada sebab lain yang mendasari perasaan itu, apakah energi kita masih satu resonansi?atau mungkin aku menyimpan perasaan lain padanya.


TIDAK MUNGKIN !! bagaimana bisa aku menyukai manusia yang baru saja ku temui.


Apakah kemungkinan besar manusia ini ada kaitannya dengan masa laluku?


Dan entah mengapa aku dapat merasakan resonansi gelombang yang sama dengannya. Gelombang energi dan mungkin juga gelombang yang saat ini tengah meletup-letup dalam hati.


"Tolong ijinkan aku seperti ini, sebentar lagi. "kata manusia itu masih memeluk tubuhku dengan erat, seperti sedang melepas kerinduan yang ia pendam selama bertahun-tahun. Aku pun memberi kesempatan untuk manusia yang tidak aku kenal itu. Beberapa saat akhirnya ia melepaskan pelukannya padaku.


"Sayang ayo kita pulang! disini berbahaya, kamu tidak usah kwatir aku janji akan melindungi mu dengan mempertaruhkan myawaku. "


Manusia ini siapa sebenarnya?di saat tubuhnya terluka dan lemas seperti ini, dia malah mengkhawatirkan diriku yang bahkan jauh lebih kuat darinya.


"Arkhhh"tiba-tiba kepalaku sakit, tiba-tiba juga muncul ilusi yang menampilkan seorang laki-laki yang tersenyum bahagia bersama perempuan di atas jembatan dan perempuan itu memakai cincin bintang di jari manisnya. Ilusi itu hanya sebentar kemudian aku kembali sadar ternyata aku masih bersama manusia ini. Ilusi apa yang barusan aku lihat tadi? mungkinkah itu hanya sebuah halusinasi atau itu merupakan sebuah petunjuk untuk mengungkapkan alasanku menjadi arwah gentayangan di istana hutan kelam ini. Misteri dalam diriku satu persatu muncul memberi petunjuk, tapi wajah samar laki-laki tadi jika aku ingat kembali agak mirip dengan manusia di depanku ini.


Si... siapkah dia?


"Gawat bukankah itu Bima, dia menuju kemari. "


Tidak ada pilihan lain, entah kenapa hatiku berkata aku harus melindungi manusia ini. Aku harus membawanya keluar dari istana ini secara diam-diam sebelum Bima melihatnya. Keberadaannya lambat laun pasti akan tercium oleh Bima. Aku pun memutuskan untuk mengeluarkan manusia ini dengan membuatnya pingsan agar langkahku menjadi mudah. Tidak bisa di tunda lagi aku harus segera membawanya keluar sekarang juga.

__ADS_1


Akhirnya Pakha membantu Boy keluar dari istana hutan kelam dengan berteleportasi dengan kekuatan yang ia punya. Akhirnya mereka sampai juga di dunia manusia, Pakha meletakkan tubuh Boy perlahan-lahan di pinggir hutan dekat dengan pemukiman warga. Sebelum Pakha pergi tak lupa memberikan perlindungan di sekitar Boy agar binatang buas tidak bisa menyakiti tubuhnya hingga Boy tersadar nanti. Ratu Pakha juga melapisi daerahnya dengan kekuatan yang ia miliki agar para manusia seperti Boy tidak bisa melihat wilayah dan keberadaan istananya lagi.


"Kamu adalah manusia terakhir yang akan memasuki istanaku, maaf aku tidak bisa ingat siapa kamu sebenarnya, mungkin ini pertemuan terakhir kita. hiduplah dengan baik. "kata terakhir yang Pakha ucapkan sebelum meninggalkan Boy.


Pakha sekali lagi mengamati wajah yang begitu tenang saat memejamkan mata itu, beberapa saat Pakha kemudian berdiri dari jongkoknya.


Cling kemudian menghilang bersama hembusan angin yang menggerakkan ujung rambut Boy yang menutupi wajah cemongnya. Beberapa saat kemudian Boy terbangun akibat merasakan hawa dingin di sekitar tubuhnya.


"Pakha jangan pergi..... "teriak Boy dalam mimpinya saat melihat Pakha pergi meninggalkannya seorang diri.


Tiba-tiba ia tersentak kaget dan bangun dari pingsannya.


Semua kejadian yang ia alami bukan hanya mimpi belaka tapi ratu Pakha membuatnya seolah-olah ia hanya sedang bermimpi. Namun sebenarnya itu kejadian nyata tanpa Boy sadari ia sudah bertemu dengan mantan tunangannya di istana hutan kelam. Namun dengan takdir yang berbeda, sayangnya Pakha tidak bisa mengingat siapa dia karna Pakha kehilangan ingatan masa lalunya, hal itu di sebabkan oleh Bima yang dengan sengaja menghapus seluruh ingatan Pakha saat masih hidup.


Suasana di sekitar Boy begitu hening. Bebunyian lenyap bersama tunas-tunas suara gaib terbunuh oleh jejak misteri. Segalanya kini telah kembali bersinggahsana di tempat semula. Boy sekarang sudah kembali le dunia manusia sedangkan Pakha bernaung dalam istana hutan kelam bersama Bima sang penguasa. Namun secuil misteri masih belum terpecahkan dengan sempurna.


Sementara itu Pakha sudah tiba kembali di istana hutan kelam.


Namun tanpa sengaja ia malah menabrak Bima yang berdiri di depan pintu masuk dengan berdecak pinggang.


"Dari mana saja kamu, kenapa tidak ada di kamar? "tanya Bima dengan wajah menyelidiki.

__ADS_1


"A.. aku keluar sebentar tadi ada arwah yang perlu bantuanku. "jawab Pakha gugub.


"Arwah atau manusia yang barusan kamu bantu?"Bima semakin mendesak Pakha.


"Mana mungkin manusia...ah tadi ada arwah anak kecil yang tertinggal dari ibunya, aku pun membantu menemukan ibunya. "Pakha kembali berbohong.


"Apakah benar seperti itu ratuku."kata Bima sambil mendekatkan wajahnya untuk mencium kalau ada hawa kebohongan.


Tubuh Pakha bergetar ia takut jika Bima bisa mencium hawa kebohongan. Tubuhnya refleks mundur ke belakang saat tubuh Bima semakin mendekatinya. Hingga akhirnya tubuh Pakha terpojok dan tidak bisa bergerak lagi. Pakha melotot ketika tiba-tiba Bima menempelkan bibirnya ke bibir Pakha.


Ternyata Bima hanya ingin menciumnya, ia mengira Bima mengetahui kebohongannya.


Pakha pun membalas ciuman itu dengan lihai sehingga mampu membangkitkan pusaka milik Bima yang tidak pernah ia pakai.


Suasana menjadi panas, sehingga kini tubuh mereka berdua tidak ada sehelai benang pun yang menempel. Adegan suami istri itu pun terpaksa terlaksana di depan pintu masuk istana. Akhirnya mereka berdua mencapai puncak kenikmatan saat Pakha pertama kali mengeluarkan cairan bening miliknya. Begitu pula dengan Bima saat pusakanya juga mengeluarkan cairan kental miliknya.


"Makasih ratuku kamu telah menjalankan kewajibanmu untuk pertama kali."ucap Bima kemudian menggendong tubuh Pakha menuju ke kamar untuk melanjutkan ronde ke dua.


"Ini adalah hukuman karna kamu berani bohong padaku, aku mencium ada bau manusia di tubuhmu."batin Bima masih membawa tubuh ratunya yang terkapar kelelahan menuju ke kamar.


Sekian dulu ya..apa yang akan terjadi selanjutnya pada Pakha?akankah Bima marah karna sebenarnya ia telah mengetahui bahwa Pakha bohong padanya? .... nantikan kisah seru lainnya di episode selanjutnya. Semangat membaca.

__ADS_1


__ADS_2