Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Jangan Datang


__ADS_3

Boy mungkin sudah menemukan solusi untuk urusan mendesak kali ini. Sama seperti banyak terobosan yang ada di benaknya, setelah ditengok ke belakang jawabannya ternyata sangat jelas. Tapi kalau bukan serangkaian peristiwa yang tidak terencana, bisa jadi dia tidak menemukannya.


Rangkaian itu diawali dengan desakan ayahnya agar ia segera pergi ke rumah sakit untuk menghibur ibunya yang menangis, rapatnya terpaksa ia tinggalkan dan di lemparkan ke wakil yang sudah ia percayai. Keluarga lebih penting itulah pilihannya sekarang.


Sesampainya di rumah sakit, Boy langsung bertanya di mana ruang rawat tantenya pada bagian informasi, setelah ia mengetahui ruangannya Boy bergegas ke ruangan itu. Namun di tengah perjalanan nya Pakha menghubungi dirinya.


"Apa tantemu kecelakaan, Boy kirimkan aku lokasi rumah sakit dimana tantemu di rawat. Aku akan segera kesana."kata Pakha di ujung teleponnya.


Setelah itu panggilan telefon berakhir. Boy langsung menuju ke ruang rawat tantenya di sana sudah ada keluarganya yang menunggu di depan ruang ICU.


Sementara itu Pakha tergesa-gesa menuju lokasi terakhir yang Boy kirim. Hanya butuh waktu lima belas menit ia akhirnya sampai juga di kawasan rumah sakit yang lokasi Boy kirim. Pakha pun mencoba untuk menghubungi Boy untuk menanyakan di ruang apa tantenya di rawat. Setelah Boy memberitahu, ia pun pergi menuju ruang di mana tantenya Boy tengah mendapatkan perawatan.


Waktu telah menunjukkan pukul 18.10 .


Suasana rumah sakit pun begitu sepi karna sudah tiba waktu Magrib saatnya umat islam menunaikan kewajiban nya. Ia kemudian bertanya lokasi tante Boy kepada seorang perawat yang kebetulan ditemui di salah satu lorong rumah sakit. Namun, alih-alih mendapat petunjuk, Pakha malah bingung karena penjelasan dari perawat yang sedikit tidak jelas. Akhirnya ia pun memutuskan untuk menggunakan instingnya demi cepat sampai tujuan.


"Penjelasan perawat tadi kurang aku mengerti, belok kanan lah, lorong belok kiri lah, aduh makin pusing kepalaku. Aku harus mencari sendiri ruangannya. "gumam Pakha.


Nah, ketika tengah berjalan di lorong yang gelap, ia mencium aroma obat-obatan yang sangat menyengat. Selang beberapa menit, ia pun mendengar suara aneh seperti orang yang tengah berbisik. Suara tersebut terdengar berasal dari lorong yang ada di depannya. Karena penasaran, ia pun mendekati sumber suara.

__ADS_1


Anehnya, ketika Pakha memasuki bangsal di mana sumber suara tersebut berasal, suara aneh itu malah menghilang. Pakha pun melihat sekelilingnya yang tampak sangat berantakan.


Kemudian, pandangan Pakha diarahkan ke sebuah meja yang terletak di sudut ruangan. Saat itu memang kondisi bangsal sangat minim cahaya sehingga ia harus sedikit memicingkan matanya guna mendapat penglihatan yang fokus.


"Gelap sekali penerangan di sini. "batin Pakha.


Setelah berusaha untuk melihat dengan jelas, ia lantas terkejut karena melihat sepotong kepala wanita berambut panjang tergeletak di atas meja tersebut. Ngerinya, wajah dari wanita itu tampak tersenyum dengan tatapan tajam ke arah Pakha sambil tertawa cekikikan. Sontak Pakha langsung kaget dan lemes dengan apa yang baru saja dilihatnya. Ia pun bergegas keluar dari ruangan tersebut dengan tergesa-gesa.


"Aduh jantungku, kasihan juga mataku sudah lama tak melihat hal mengerikan seperti itu, tapi kenapa harus melihat begituan lagi sih. "gumam Pakha.


Namun, baru saja sampai di depan bangsal, ia terjatuh lantaran tersandung sesuatu. Setelah mencari tahu apa yang membuatnya tersandung, ternyata ia semakin ketakutan lantaran yang membuatnya tersandung adalah tubuh seorang pria yang tidak memiliki kaki dan tangan.


Ngerinya lagi pria tersebut menatap Pakha dengan tatapan kosong tanpa ekspresi apa pun. Pakha pun segera bangun dan bergegas lari meninggalkan bangsal hingga akhirnya ia menabrak satpam yang tengah bertugas pada malam itu.


Setelah diberi minum, Pakha menceritakan kejadian yang barusan dialaminya. Mendengar cerita dari Pakha, satpam itu pun mengiyakan dan menjelaskan bahwa ruangan tersebut merupakan bekas instalasi bedah umum dan sudah lama tidak digunakan.


Satpam itu juga menceritakan bahwa di tempat itu memang sangat angker dan cukup sering memunculkan penampakan hantu berupa potongan tubuh manusia.


Pakha yang masih ketakutan kemudian menelfon Boy memintanya untuk di jemput di pos satpam. Boy pun mengiyakan permintaannya dan di suruh menunggu dirinya.

__ADS_1


Boy meminta izin ke ibunya untuk keluar sebentar, kemudian berjalan ke arah tempat Pakha berada.


Ketika ia lewat secara kebetulan mendengar obrolan tiga perawat wanita. Ketiga perawat yang berjaga itu pun diberi pesan untuk selalu menutup pintu kamar kosong yang menjadi gudang jika tidak ada keperluan, terutama saat malam hari. Ketiga perawat itu juga bilang gudang kosong itu angker.


Boy hanya menghiraukan obrolan tiga perawat yang menurutnya tidak begitu penting.


Ketika berjalan menuju pos satpam tempat Pakha berada, dia melewati kamar kosong itu. Dia melihat pintunya tidak tertutup dan lampunya menyala.


"Loh bukankah itu gudang kosong yang ketiga perawat tadi bicarakan, kenapa pintunya terbuka dan lampu nya menyala. "batin Boy.


Di dalam ruangan itu, ada sebuah kursi yang menghadap ke jendela di ujung ruangan. Awalnya, dia berpikir kalau cleaning service lupa menutup kamar itu. Boy meraba hpnya untuk menelfon Pakha namun ia tidak menemukan benda pipih itu.


"Loh jatuh kemana hpku? "kata Boy.


Kemudian ia berbalik arah lagi , otomatis dia harus melewati kamar kosong itu lagi. Namun anehnya, posisi kursi yang semula ia lihat tadi sudah berubah. Posisinya kini menghadap ke celah pintu.


Dia pun hanya lewat saja dan ternyata Hpnya jatuh di depan kamar kosong itu. Setelah itu, dia bergegas kembali ke tujuan awalnya dan matanya kembali menatap kamar kosong itu. Sontak dia langsung kaget ternyata posisi kursi itu sudah berada di depan celah pintu dan dia melihat ada sesosok makhluk tanpa kelapa duduk di situ dengan tubuh penuh darah.


Boy langsung berlari menjauh, sialnya di saat ia berlari dengan kencang tali sepatunya terinjak kakinya sendiri. Akhirnya wajahnya terpaksa mencium lantai dengan bau obat-obatan yang menusuk hidungnya.

__ADS_1


Tak kalah terkejutnya ada sesosok tangan yang menyentuh punggung belakangnya. Dan ketika ia menoleh ke belakang sesosok prempuan baju putih dengan rambut hitam panjang sedang tersenyum padanya.


Sekian dulu, kira-kira siapakah itu, kuntilanak atau makhluk seram lainnya?? nantikan jawabannya di episode selanjutnya..... .Semangat membaca.


__ADS_2