
"Gimana dok dengan luka saya"kecemasan yang ada di pikiran boy.
"Luka anda mengalami infeksi kuman dan terlihat cukup parah, saya akan membuatkan resep untuk membantu penyembuhan luka tersebut"kata dokter waktu itu.
Setelah dari rumah sakit boy segera meminum pil dari resep dokter tersebut. Karna tubuhnya yang sedari tadi lelah ia langsung tertidur pulas di ranjang bigsize nya yang empuk.
Mentari sudah berada di ufuk barat menandakan hari mulai memasuki kegelapan. Dua insan yang sedang bersenang-senang di pantai akhirnya mulai beranjak pulang. Malam yang gelap sudah menghampiri sebagian bumi ini. Bukan hanya kebahagiaan yang pakha rasakan hari ini namun kebersamaan nya bersama bima merupakan sebuah moment yang berharga bagi pakha. Bima mengantar pakha pulang sampai di depan kosnya. Pakha menawarkan bima untuk mampir sebentar namun di tolak oleh bima ia merasa kasihan dengan perempuan cantik yang sudah seharian menemani waktunya dan juga sudah larut malam.
"Aku pamit dulu ya sayang"kata bima sambil mengacak rambut pakha.
"Iya bim hati-hati di jalan ya"jawab pakha sambil tersenyum.
Namun bima tak kunjung pergi, sehingga membuat pakha heran.
"Loh bim kenapa tidak jadi pulang"tanya pakha heran karna bima tidak melangkah sedikitpun dari tempat berdirinya.
"Masih ada yang ketinggalan"kata bima sambil mencari sesuatu di dalam sakunya, eh ternyata dia mengeluarkan ibu jari dan telunjuknya berbentuk love "Sarangheo pakha"(aku mencintaimu pakha dalam bahasa korea).
Blush seketika wajah pakha jadi merah merona karena malu.
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu bim "teriak pakha dari jauh setelah bima berjalan beberapa langkah di depan pakha. Bima kemudian menengok pakha dengan senyum manisnya dan kembali melangkah meninggalkan pakha.
Setelah punggung bima tidak terlihat oleh pandangan pakha, ia segera masuk ke dalam kosannya.
Gelap sudah memenuhi ruang kamar yang ia tinggalkan tanpa menyalakan lampu saat pakha pergi ke pantai bersama bima tadi pagi.
Tangan meraih saklar lampu dan menghidupkannya ternyata "surprise"balon berterbangan di depan pandangannya, bunga mawar putih ber baris rapi di samping dirinya membentuk kata "HAPPY BIRTHDAY" lengkap dengan lilin yang menambah nuansa yang indah. Di sana ada kak nawang, oci, boy dan teman-teman pakha yang lain namun ada satu orang yang tidak ada di sana malam itu. Siapa lagi kalau bukan bima makhluk halus yang ia anggap kekasihnya itu, bima tidak peduli dengan tanggal kelahiran manusia makanya dia tidak akan ingat hal-hal yang seperti itu. Boy menghampiri pakha dengan membawa sebuah kue cantik di atasnya terdapat ukiran nama pakha dan dua buah lilin yang bertuliskan 18 tahun.
Tak di sangka pakha sangat terharu dengan kejutan ini, bahkan baginya ini yang pertama kali di hidupnya setelah bertahun-tahun tak ada yang peduli dengan keberadaannya. Pakha meneteskan air mata bahagia dia langsung membuat permohonan saat ingin meniup lilin itu"aku berharap bisa bahagia bersama orang yang tulus menyayangiku"kata pakha di dalam hatinya kemudian meniup lilin di depannya itu. Tak terasa kini umurnya sudah menginjak 18 tahun padahal rasanya baru kemarin ia berusia 17 tahun. Hari ulang tahunnya yang tak pernah ia ingat itu untuk pertama kalinya dalam sejarah di rayakan seindah ini. Ini semua berkat ide boy, pria bawel yang selalu ada di saat pakha kesulitan.
"Selamat ulang tahun pakha"kata boy sambil memberikan sebuah kado kecil.
"Pakha kakak pamit dulu ya"kata kak nawang pamit pada pakha dan di antarkan oleh oci tunangannya.
Pakha hanya mengangguk karna perasaannya masih cemas menunggu bima namun kenyataannya batang hidungnya tak muncul juga. Hingga akhirnya pakha ketiduran di meja. Boy masih belum pulang saat itu, ia melangkah pelan-pelan mendekati pakha yang sudah tertidur pulas dan menyelimuti pakha dengan jaket yang di pakainya. Kemudian menyelipkan rambut pakha yang menutupi wajahnya ke telinga belakang, wajah cantik dan tenang itu akhirnya terlihat sangat manis.
"Pakha siapa yang kamu tunggu sebenarnya? apa kamu belum bisa mencintai aku? "gumam boy pelan-pelan di depan wajah pakha yang tertidur pulas. Namun tiba-tiba mata yang tertidur itu mulai terbuka dan mendapati wajah boy yang hanya berjarak lima senti di depannya. Pakha tiba-tiba kaget dan langsung berdiri dari duduknya. Boy juga kaget karna pakha tiba-tiba terbangun di saat keadaan seperti itu. Boy langsung ikut berdiri dan merasa gugup dengan pakha.
"Eh kakamu sudah bangun "kata boy gugup. (sial kenapa aku jadi gugup begini)batin boy.
"iya, kamu belum pulang ternyata"jawab pakha malu-malu.
__ADS_1
Hanya keheningan di antara mereka berdua saat itu, hingga akhirnya pakha melihat sesuatu di leher boy dan melangkah mendekati boy .
"Kenapa dengan lehermu "tanya pakha sambil memegang luka leher boy yang mulai menghitam.
Saat itu juga boy terasa deg-degan dan jantungnya hampir keluar dari dalam jiwanya.
"Jantung jangan berisik, mau keluar kemana kamu, jangan membuatku malu"batin boy.
"ini cuma di cakar kucing saja"jawab boy bohong karna tidak mau pakha kwatir padanya.
Pakha tidak percaya dengan perkataan boy namun ia tidak mau lagi menanyakan masalah itu lebih lanjut. Dia menghargai privasi boy. Jika laki-laki di depannya itu tidak ingin jujur padanya itu tidak masalah buat pakha.
"Karna kamu sudah bangun aku pulang dulu ya"kata boy.
"Iya sekali lagi makasih ya boy"kata pakha sambil mengantar boy di depan pintu. Boy mengangguk dan langsung melajukan kendaraannya meninggalkan halaman kosan pakha. kemudian pakha kembali masuk kamar dan tidur lagi karna matanya sudah sangat mengantuk.
Di perjalanan pulang boy merasa merinding sendiri, karna hari sudah hampir tengah malam dan aktivitas masyarakat mulai sepi. Hanya ada segelintir orang yang masih lewat namun jalanan kembali sunyi lagi. Boy bukan cowok penakut namun dia juga bukan cowok yang pemberani. Dia juga merasa takut jika bertemu dengan makhluk halus yang menyeramkan seperti saat di kamar mandi sekolah.
Sekelebat bayangan hitam terlihat di samping kaca mobilnya. Boy kaget akan hal itu namun ia tetap melajukan mobilnya melewati jalanan yang sepi dan jarang ada rumah penduduk di sekitarnya hanya hamparan sawah yang hijau membentang dan sedikit penerangan lampu jalanan. Ckitt suara mobil yang berhenti mendadak karna di depannya terlihat sesosok bayangan hitam yang barusan ia lihat di samping mobilnya tadi. Jantung boy berdetak kencang namun bukan lagi jatuh cinta melainkan sedang takut melihat bayangan hitam yang berada tepat di depan mobilnya. Sorot lampu mobil depannya menyorot langsung bayangan itu dan terlihatlah wajah yang di penuhi dara*dan mata yang melotot keluar dari tempatnya, juga tubuh bayangan hitam itu tampak melayang di atas tanah.
Jika kalian jadi boy ingin melanjutkan perjalanan dengan menabrak bayangan itu atau sebaliknya kalian malah putar balik arah dan kabur,,, cukup dulu ya, jika masih penasaran lanjutan cerita ini ikuti terus di episode selanjutnya... terimakasih
__ADS_1