Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
RESAH


__ADS_3

Lantunan suara adzan bergema di seluruh penjuru masjid, kini senja menghilang di gantikan langit yang menjadi keabu-abuan. Diantara suara panggilan solat yang terdengar kemana-mana di dalam rumah Nawang begitu sepi dan sunyi semenjak putri kecil mereka sudah terlelap dalam mimpi.


Nawang berjalan ke arah Oci ingin mengajak untuk jamaah solat magrib namun Oci malah keluar mengendarai motornya.


"Abii mau kemana gak solat dulu? "teriak Nawang saat Oci melajukan motornya meninggalkan halaman rumah.


Oci pun tidak menjawab pertanyaan Nawang mungkin ia tidak mendengar suara Nawang karna jarak mereka sudah cukup jauh.


"Aneh tidak biasanya abi seperti itu, apa dia masih marah gara-gara tadi? "batin Nawang sambil melihat kepergian Oci yang semakin menjauh.


Triring tririring


"Assalamualaikum bah. "


"Waalaikumsalam ndok, Udah solat magrib belum? "


"E.. em be.. udah bah baru saja selesai, "jawab Nawang bohong.


"Nak Oci ada?dari tadi abah telfon hpnya tidak aktif."suara abahnya oci cemas.


"Mas baru saja keluar beli keperluan rumah, Mungkin hp mas Oci mati belum di carger bah. Ada kepentingan apa ya? "


"Tidak kok cuma pengen konfirmasi saja apa benar nak Oci naik jabatan menjadi direktur?"tanya abah.


(Apa abi naik jabatan, kenapa aku tidak tau)


"Iya bah alhamdulillah he.. he. "


"Alhamdulillah jangan lupa bersedekah ya, bersyukur atas rahmat yang Allah berikan. "


"Iya bah. "


"Ya udah abah mau ngajar ngaji dulu, assalamualaikum. "


"Waalaikumsalam. "


Setelah sambungan telepon itu terputus Nawang terpaksa solat magrib seorang diri karna Oci tiba-tiba pergi dari rumah entah mau kemana.


Motor Oci sudah berhenti di tempat tujuan, dia bergegas turun dari motor karna belum melaksanakan solat.


Oci membenarkan peci yang ia pakai kemudian mencopot sandal yang ia pakai tak lama kemudian tangannya mengetuk sebuah pintu yang tertutup.

__ADS_1


"Assalamualaikum. "


Oci mengulangi salamnya beberapa kali hingga sang pemilik rumah terdengar menghampiri sang suara.


Ceklek


Akhirnya setelah beberapa kali salam pintu yang tertutup itu menampakkan laki-laki tampan yang tersenyum lebar.


"Waalaikumsalam kak Oci, tumben kemari surub begini, ada perlu apa kak? "tanya Jidan serius.


Kalian masih ingat dengan Jidan teman kuliah Pakha yang pernah suka dengan Pakha namun ia harus menerima kenyataan bahwa Pakha sudah punya orang lain di hatinya, dan jidan terpaksa memendam perasaannya sendiri. Hingga akhirnya ada seorang dosen yang mampu merebut hatinya. Layaknya kisah dalam sebuah sinetron Jidan juga memiliki asmara dengan seorang dosen yang terkenal centil di kampusnya. Mahasiswa yang lain sering memanggil dosen centil itu dengan sebutan ABRASI. Namun Jidan tetap memanggilnya bu Arasi sosok dosen yang punya kepribadian ganda. Kalian masih ingat dengan buku kecil yang tidak sengaja tertinggal saat bu Arasi selesai mengajar? ah iya buku notebook yang di temukan Jidan, dan ternyata buku kecil itu banyak tertulis isi hati bu Arasi sang dosen yang misterius.


Sampai sekarang buku kecil itu masih berada di tangan Jidan.


Dirumah Jidan


"Jid aku boleh numpang solat magrib di rumahmu? "Oci malah menimpalkan pertanyaan.


"Tentu saja kak, silahkan masuk. "jidan pun mempersilakan Oci untuk masuk kerumahnya.


Selang beberapa menit akhirnya Oci selesai melaksanakan kewajibannya sebagai umat islam.


"Tidak usah repot-repot Jid, air putih aja, kok sepi orang tua dan adikmu kemana? "tanya Oci sambil membenarkan kemejanya.


"Mereka ke bogor kak, kebetulan hari ini aku di rumah sendirian, tunggu ya aku ambilkan air putih. "jawab Jidan.


Oci hanya mengangguk, matanya menatap sebuah foto album kecil yang terpampang di depan ruang tamu, di sana terdapat seorang siswa prempuan dan seorang laki-laki yang tersenyum bahagia masih berseragam putih biru. Oci tertarik dan berjalan mendekati foto itu.


"Pakha.... apa ini fotomu waktu smp, kalian berdua sangat cocok sekali."batin Oci sambil mengelus foto di tangannya.


Beberapa saat kemudian Jidan keluar dari dapur sambil membawa satu piring cemilan dan satu gelas air putih.


"Kak silahkan."kata Jidan menaruh barang yang tadi ia bawa.


"Ah iya terima kasih. "jawab Oci kemudian menaruh kembali foto itu.


Mereka berdua mengobrol bersama dan tertawa bersama di depan tv, Oci memutuskan untuk menginap di rumah Jidan karna ia tidak ingin melukai hati Nawang karna hatinya masih di penuhi amarah dengan kejadian tadi sore saat mata kepalanya melihat Dandi mencium istrinya.


Sementara itu di dalam kamar hp Jidan berbunyi beberapa kali, namun tanpa jawaban dari sang pemilik sehingga membuat kesal sang pemanggil.


"Jidan kemana sih, bagaimana aku minta kejelasan kalau dia tidak mengangkat telfonku begini. "gumam Bu Arasi gelisah.

__ADS_1


Tiba-tiba terbesit di dalam pikirannya untuk menyelidiki foto yang dari tadi mengganggu pikirannya.


"Mending aku klasifikasi sendiri aja. "batin bu arasi kemudian tangannya sibuk mengotak atik hpnya.


📨Eh jadi cewek gausah gatel deh, Jidan itu sukanya sama gue, loe gausah sok foto-foto bareng sama Jidan. Dasar JABLAY.


(Bu Arasi mengirim chat lewat wa pada seseorang yang memasang foto jidan di profilnya, hal itu yang dari tadi sangat mengganggu pikirannya)


Ting


📩Pacarnya Jidan nih?


📨Gue calon pacarnya Jidan, loe gausah rayu-rayu Jidan kayak jablay gitu deh, cuma buat dapetin foto sama Jidan. Loe pasti maksa Jidan ngerangkul loe jug kan?. Ngaku aja loe JABLAY.


📩Iya sist. ☺


📨Gausah sok manis loe goblok, inget omongan gue jangan kecentilan sama Jidan.


📩Iya inget kok, btw dapat wa gue dari mana?


📨Bagus. Liat aja loe kalau kecentilan foto-foto bareng Jidan lagi. ABIS LOE. Gaperlu tau gue dapat wa loe dari mana, jangankan wa loe semua hal tentang loe gue juga bisa tau kalau gue mau. Jadi loe harus hati-hati sama gue. Inget itu pela***😒


📩Sip ingat kok pasti. iya-iya gabakal foto bareng lagi kok. Gak bakal dekat-dekat Jidan lagi kok gue. Nanti sekalian bilang ke mama gue aja ya biar gak serumah lagi sama kak Jidan. itu juga kalau boleh sama mama papa kita. Tapi nanti gue ceritain deh tentang loe, pasti mama bakal reti kok kenapa gue harus pisah rumah sama kakak gue.


(Bu Arasi langsung mendelik setelah membaca chat yang barusan ia lihat, seketika dia langsung panik, ternyata yang dari tadi ia cemburui adalah adik kandung Jidan)


📨Eh maaf dek itu di bajak, temen gue kalau lagi kosong suka bajak hp gue, maaf ya kalau temen gue bicaranya kasar kayak gitu. 😞


📩Jamu di campur ketan


Omonganmu mirip setan


Gorila makan apel


Goodbye kembaran dajjal


Anda telah di blokir, ketuk tautan untuk informasi lebih lanjut.


Bu Arasi langsung kejang-kejang di atas ranjang.


Ha.... ha... cemburu boleh tapi jangan berlebihan. Seperti bu Arasi itu dia malah salah sasaran ingin melampiaskan kemarahan eh malah kena mental. Nantikan keseruan lainnya di episode selanjutnya. Semangat membaca.

__ADS_1


__ADS_2