
Bulan yang bersinar terang menjadi saksi bisu atas kejadian yang mengancam nyawa pakha kala itu.
Waktu sudah menunjukkan pukul 20:40 entah kenapa pakha keluar dari kosannya.
Perut yang sedari tadi terasa mules sudah tak bisa ia tahan.
Hari pertama bagi seorang perempuan memang hari yang menyiksa.
Malam itu pakha keluar kosan untuk membeli kiranti obat pereda nyeri perut di apotek dekat kosnya.
Namun nasib berkata lain dia tiba-tiba di hadang preman yang bajunya di muntahin makanan waktu itu. Preman tersebut membawa tiga orang teman yang badannya sama besar dengannya.
"Cantik malam-malam kok di jalan sendirian sini abang temani"kata preman itu sambil berjalan mendekati pakha.
"Minggir aku mau lewat"jawab pakha, sambil memegang perutnya yang mules.
"hei prempuan pela*** kamu harus memuaskan abang malam ini hahaha"kata preman itu sambil mencolek dagu pakha.
Jika saja perut pakha tidak sakit dia akan menghajar semua preman-preman di depannya itu. Karna dia sebenarnya bisa beladiri dan sudah di level atas.
"Beraninya laki-laki kotor seperti mu menyentuh wajahku"teriak pakha sambil memutar tangan preman yang tadi menyentuhnya.
Kelakuan pakha membuat preman itu marah dan langsung mendorong tubuh pakha hingga terjatuh. Karena tubuhnya saat ini sedang lemah dia akhirnya tersungkur ke tanah dengan meringis menahan sakit.
Pakha hanya pasrah apapun yang akan terjadi padanya,karna dia tidak mampu melawan preman-preman itu. Dia hanya bisa menangis dan berharap ada seseorang yang menolong nya.
Bruk brak tubuh preman-preman itu jatuh tersungkur ke belakang. Ada seorang laki-laki yang menendang dan melawan preman-preman itu. Laki-laki itu mengalahkan ke empat preman tersebut meskipun wajahnya telah babak belur terkena beberapa tonjokan preman tadi. Akhirnya preman itu kalah dan pergi dengan jalan tertatih-tatih.
"Awas aja jika kalian berani datang lagi akan ku musnahkan kalian dari muka bumi ini"teriak laki-laki itu pada preman-preman yang pergi menjauh.
"pakha kamu tidak apa-apa"kata boy sambil membantu pakha berdiri.
"aku tidak apa-apa"jawab pakha dengan suara pelan.
Boy mengantar pakha sampai di ruang tamu kosnya.
"Boy terima kasih kamu sudah menolongku lagi, tidak tau apa yang akan terjadi padaku jika kamu tidak datang"kata pakha lirih.
"iya sama-sama, tadi aku hanya kebetulan lewat dan melihat keributan di jalan itu"jawab boy.
Sekarang pakha sudah tidak terlalu membenci boy, dia merasa berhutang budi padanya. Dia menyesali sikapnya yang selalu buruk terhadap boy.
__ADS_1
Pakha membantu mengobati luka lebam di wajah boy.
Mata mereka saling bertemu membuat jantung boy berdetak tak beraturan.
Seketika boy langsung memalingkan wajahnya.
"Boy tahan sebentar aku belum selesai mengobati lukamu"kata pakha sambil menatap wajah boy.
"Sudah cukup aku tidak apa-apa kok"jawab boy yang sedari tadi merasa gugup.
Setelah pakha selesai mengobati lukanya, dia segera undur diri untuk pulang.
Di perjalanan boy tersenyum sendiri mengingat wajah pakha yang tadi terlihat sangat cantik jika di lihat dari dekat.
Tanpa sadar dia lupa kalau wajahnya sedang terluka dan senyum itu membuat sudut bibirnya terasa perih.
"akh sakit ,baru kali ini aku melihat wajah pakha sedekat itu membuat hatiku berdetak tak beraturan "gumam boy di sepanjang perjalanannya.
Sementara itu ada mata biru yang sedang mengawasi boy, dia terlihat sangat marah
Karna sudah mengganggu kekasih hatinya.
"nak apa yang terjadi kenapa wajahmu lebam-lebam begini?"tanya ibu boy dengan wajah khawatirnya.
"Tidak terjadi apa-apa kok bu, tadi boy cuma terpeleset saja"jawab bohong boy.
"Baiklah masuk ke kamarmu nanti ibu bawakan makan malammu"kata ibu boy.
Setelah itu boy berjalan menuju kamarnya untuk merebahkan badannya yang terasa remuk itu.
Karena tubuhnya yang lelah matanya pun lngsung terpejam dan memasuki alam mimpi ,anehnya dia melihat sesosok makhluk menyeramkan sedang mencekik lehernya sambil berkata.
"Jangan kau ganggu pakha dia itu milikku,jika kau berani mendekatinya nyawamu taruhannya"
Tok tok suara ketokan pintu di luar kamar boy berbunyi dan membangunkannya dari mimpi itu.
"huh syukurlah itu cuma mimpi kenapa terasa begitu nyata"kata boy sambil menghirup udara setelah merasa lehernya di cekik itu.
Setelah itu boy membuka pintu kamarnya dan ternyata di balik pintu itu ada ibunya yang membawa makan malamnya.
Keesokan harinya pakha berangkat ke sekolah di jemput boy menggunakan mobil.
__ADS_1
Hubungan mereka berdua sekarang lebih baik dari sebelumnya. Kejadian itu membuat boy senang karna sekarang ia bisa lebih dekat dengan pakha, ternyata usaha itu tidak mengkhianati hasil.
Kedekatan mereka membuat oci gelisah karna belum mendapatkan bukti tentang pakha sama sekali. Oci kwartir jika mereka terlalu dekat akan membuat sahabatnya itu tersesat ke jalan yang salah.
Oci harus melakukan cara lain untuk mendapatkan bukti tentang pakha dan memisahkan mereka berdua. Apapun akan dia lakukan untuk melindungi sahabatnya itu.
Pakha berjalan menghampiri boy yang sedang menunggunya di dalam mobil.
Sekarang mereka berdua terlihat sangat dekat seperti sepasang kekasih.Menurut rumor di sekolahnya mereka berdua sedang menjalin asmara namun kenyataan nya mereka hanya teman.
Mereka terlihat cocok dan serasi sehingga laki-laki yang sedari dulu mendekati pakha sekarang tidak pernah ada yang mengganggu pakha lagi.
Sebuah keberuntungan juga untuk pakha karna bisa berhenti di ganggu pria di sekolah nya. Kehidupannya pun agak lebih tenang dari sebelumnya.
"Boy maaf nunggu lama tadi ada pertemuan antar kelompok sebentar untuk acara amal yang akan diadakan sekolah"kata pakha sesudah duduk di samping boy.
"Iya tidak apa-apa kok meskipun setahun pun aku masih sanggup menunggu mu"jawab boy dengan tersenyum .
Pakha hanya diam mendengarkan gombalan boy dan tidak terpengaruh sama sekali dengan gombalan itu karna hatinya sudah di miliki bima.
"Bima kemana ya akhir-akhir ini jarang terlihat aku jadi merindukannya"kata pakha dalam hati sambil memasang muka cemberutnya.
"ada apa kok kamu terlihat cemberut begitu"kata boy sambil mencubit pipi pakha.
"Boy sakit tau, tidak ada apa-apa kok aku cuma lagi banyak tugas aja"kelah pakha.
"Baiklah, untuk mengembalikan moodmu bagaimana kalau kita mampir di omah es krim dulu"ajak boy
"Terserah deh"jawab pakha tanpa semangat.
Setelah itu mereka mampir sebentar di rumah es krim untuk mengembalikan mood pakha.
Mereka juga sekalian memesan makanan karna sedari tadi perut pakha bunyi.
Boy hanya memesan kopi saja karna tadi dia sudah makan di kantin sekolah.
"Boy apa tidak ada kerjaan lain selain menatapku yang sedang makan,kalau kamu lapar pesan makan sana"kata pakha terlihat risi di tatap boy dari tadi.
"Hanya menatap wajahmu saja membuat ku terasa kenyang"jawab boy dengan tersenyum.
Pakha tidak mendengarkan gombalan boy dan memilih menikmati makanan yang ada di depan matanya tanpa mempedulikan ucapan boy yang sedari tadi ngomong terus.
__ADS_1