Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Kenalan Baru


__ADS_3

Pagi itu pakha membuka pintu kosannya untuk berangkat ke sekolah. Namun di depan gerbangnya sudah ada laki-laki asing yang menunggu dia keluar rumah.


"Kenapa laki-laki dingin itu kemari, melihat mukanya membuatku mual"batin pakha.


Permisi saya mau tanya apakah benar ini kosan pakha, menurut temannya dia sedang kos disini? "tanya pria itu.


"iya dengan saya sendiri ada perlu apa ya"jawab pakha sambil memasang muka cemberut.


"oh ini saya ingin mengembalikan dompet anda yang kemarin jatuh di depan sekolah saya"kata laki-laki itu sambil memberikan dompet pakha.


"Cih kenapa kemarin gak sekalian kasih kalau sudah lihat, sok cuek lagi, jangan-jangan dia lagi modus ya ingin mendekati cewek secantik aku"batin pakha sambil menerima dompet itu.


"Terima kasih ya mas, nama mas siapa ya? "tanya pakha.


"Reno adinanta"jawab laki-laki itu sambil berjalan meninggalkan pakha yang masih bengong.


"Sombong sekali sih dia tak pengin kenal aku apa, awas aja ya reno akan ku buat kau berlutut mengemis cintaku suatu saat nanti, kalau saja aku tak membutuhkan bantuan mu demi mencari bima tak sudi aku melihat mukamu yang dingin itu"batin pakha sambil menatap kepergian reno.


Pakha meninggalkan kediamannya menuju ke sekolahan.Disana sudah ada boy yang sedang membaca buku di tangannya. Pakha menepuk punggung boy dan duduk di samping dirinya. Pakha menceritakan semua kejadian tadi pagi yang membuat mereka tertawa terbahak bahak hanya saja itu membuat boy cemburu.


Dia sudah lama ingin mengisi hati pakha namun pakha tak pernah memberikan satu celah pun di hatinya. Sebenarnya boy malas membantu pakha mencari laki-laki di sekolah lain kalau bukan karna dia menyukai pakha dia tak mungkin melakukan itu.


Bel masuk telah berbunyi membuat para siswa membubarkan diri dalam candaannya begitu juga dengan pakha dan boy.


Mereka berdua segera masuk ke kelas masing-masing. Boy menatap punggung pakha yang berjalan menjauh meninggalkan dirinya.


"Pakha sampai ketemu nanti siang"teriak boy dari jauh.


Tanpa ada jawaban yang keluar dari mulut pakha ,boy hanya menghembuskan nafas dengan kasar dan segera berjalan memasuki ruang kelasnya.


Cinta boy terhadap pakha sampai sekarang hanya bertepuk sebelah tangan. Namun hal itu tidak membuat boy menyerah dan malah menjadikan tantangan bagi boy. Sebenarnya ada banyak prempuan yang suka padanya namun hatinya sudah terisi oleh pakha sehingga membuat nya buta tentang wanita lain.


Guru pelajaran sudah memasuki ruang kelas pakha. Penjelasan guru pagi itu membuat sang wanita yang duduk di belakang mengantuk. Entah kenapa dia lebih memilih untuk membaca novel di mejanya itu.

__ADS_1


Plak sebuah spidol menghantam kepala pakha yang membuatnya kaget dan langsung berdiri.


"akh siapa sih yang melempar kepalaku dengan spidol"teriak pakha sambil mengusap kepalanya yang sedikit benjol itu.


"Pakha apakah buku novel di depanmu lebih menarik dari pada pelajaran bapak, kamu memang tergolong anak berprestasi di sekolah ini namun bapak tidak rela jika kamu asik sendiri dan tidak menjawab pertanyaan bapak"kata pak agus guru bahasa indonesia pakha.


Pakha meminta maaf pada pak agus bahwa dia tidak akan mengulangi perbuatan tidak terpuji itu.


Bel istirahat telah berbunyi menandakan pelajaran pertama telah usai, para siswa berhamburan keluar kelas.


Sedangkan pakha masih berada di bangkunya.


Mata boy mencari batang hidung pakha namun belum terlihat juga, dia berencana menghampiri pakha di kelasnya.


"Pakha kenapa kamu bengong begitu, ada masalah apa"tanya boy sambil mencubit hidung pakha.


"aku hanya memikirkan bima kenapa sampai saat ini dia belum juga menemuiku "jawab pakha yang wajahnya terlihat sayu.


Boy menarik tangan pakha kemudian di ajaklah ke kantin untuk mengisi perutnya yang sedari tadi berbunyi.


Sementara itu di depan kelas ada seorang laki-laki yang sedang menatap sekolah tetangganya itu.


"Wanita itu lumayan juga"gumam pria itu.


Wajahnya menampilkan senyuman manis yang membuat semua kaum hawa terpesona jika melihatnya.


Bel pulang sekolah sudah berbunyi waktunya para siswa untuk menyudahi pelajaran pada hari ini.


Ada dua orang yang sedari tadi bersembunyi di semak-semak untuk mengawasi siswa yang berlalu lalang di depannya.


"Boy gimana ini aku belum menemukan wajah orang itu"bisik pakha di samping boy.


"Tunggu sebentar lagi,, ah itu dia"jawab boy sambil menunjuk seorang laki-laki yang baru saja keluar dari gerbang sma sengkuwan .

__ADS_1


Pakha bergegas menghampiri laki-laki itu, untuk melanjutkan rencana awal nya.


"ini ada kue yang aku buat kemarin, terimalah anggap saja sebagai ucapan terimakasih"kata pakha sambil menyodorkan kue itu di depan reno.


Reno hanya mengernyitkan dahinya tanpa menerima kue yang ada di depannya itu.


Pakha kesal dan kakinya sudah maju untuk menendang kaki pria di depannya namun pria itu menghindar.


"aku tidak akan kena tendangan mu kedua kali"jawab reno sambil menatap HP di tangannya.


"Dasar pria jelek dingin lagi, tak tau sopan santun juga, nih kuenya "teriak pakha di depan reno sambil melempar kue yang di bawanya ke muka reno.


Pakha langsung melangkah meninggalkan reno yang masih mematung di tempat.


Reno tersenyum melihat kelakuan pakha dan mengambil kue yang di tinggalkan pakha begitu saja.


Pakha menghampiri boy dan mengajaknya pulang.


"gimana berhasil tidak ?"tanya boy.


"tidak sama sekali, lupakan orang itu aku sudah tidak sabar dengan kelakuannya, lupakan semua rencana kita aku capek boy"jawab pakha sambil menghentakan kakinya.


Boy tersenyum mendengar berita itu akhirnya pakha menyerah juga kali ini.


Hari ini jadwal pakha pulang di kampung halamannya dia memakai jaket tebal dan juga sleyer untuk bersiap-siap melajukan motornya.


Pakha mempunyai rencana baru, ia hari ini nekat untuk menemui bima di hutan itu.


Dia sudah capek akan semua penantian yang selama ini di lakukannya. Hari ini ia berencana ingin meminta maaf secara langsung di kediaman bima.


Meskipun dalam hatinya masih ada sedikit rasa takut untuk masuk ke dalam hutan yang seram itu. Pakha sudah memikirkan rencana ini berulang kali. Karna sudah tidak ada cara lain yang bisa dia lakukan selain ini.


Dia sangat merindukan bima kekasih hatinya itu. Hati pakha sudah terisi oleh bima laki-laki yang selama ini membuatnya nyaman dan membuat hari-harinya menjadi indah.

__ADS_1


Pakha berjanji akan melakukan apapun untuk mengembalikan situasi seperti sebelumnya.


Cukup di sini dulu ya terimakasih telah membaca. penasaran apa yang di lakukan bima setelah ini, yuk baca episode selanjutnya..


__ADS_2