Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
pernyataan cinta


__ADS_3

Hari ini adalah hari di mana seorang laki-laki sudah mempersiapkan kejutan untuk prempuan yang di cintainya.


Semua orang kalang kabut membawa bunga dan menatanya di belakang taman sekolah.


Para sahabat yang membantu persiapan itu terlihat sangat kerepotan.


Sementara itu pria yang mempunyai acara itu, sudah berdandan rapi dan membawa bunga di tangannya.


Dia sedari tadi sedang menunggu kehadiran prempuan yang di cintainya.


Dret dret HPnya berbunyi muncul nama pakha di hpnya itu, ia segera mengangkat telefon tersebut .


"Halo pakha dimana kamu sekarang kenapa belum datang juga, aku sudah menunggumu dari tadi lo"kata boy sambil menatap jam yang ada di tangannya.


"Boy maaf ya hari ini aku sibuk banget, tadi ada kumpul mendadak mungkin lain kali aja kita makan bersama"jawab pakha dengan tak enak hati.


"Selesaikan dulu urusanmu itu, aku akan tetap menunggu mu di tempat perjanjian kita"kata boy.


"Baiklah nanti aku akan segera kesana setelah urusanku selesai ,sampai ketemu nanti boy"ucap pakha dalam telefon tersebut.


Sambungan telepon itu sudah terputus ,wajah yang sedari tadi terlihat bercahaya sekarang hanya meninggalkan raut muka muram.


Sebenarnya boy itu orang yang malas dan tidak sabaran jika menunggu orang lain.


Setelah satu jam menunggu batang hidung pakha belum juga kelihatan ,sehingga membuat boy kesal.


"Teman-teman kalian pulanglah terlebih dahulu orangtua kalian pasti sudah menunggu di rumah, biar aku sendiri saja yang menunggu pakha, terimakasih atas bantuan kalian hari ini"kata boy kepada teman-temannya.


"Baiklah boy kami pamit dulu ya boy semoga acaranya lancar"kata temannya sambil berlalu meninggalkan boy sendirian.


Sudah pukul delapan malam pakha belum juga muncul sampai boy ketiduran di taman itu.


Lampu berkelap-kelip menyinari taman yang sunyi sepi hanya suara angin yang terdengar sayup-sayup, lilin yang di dekorasi membentuk kata I LOVE YOU sudah hampir meleleh habis ,makanan di atas meja pun sudah mulai dingin.


Pakha berlari menghampiri boy yang sudah lama menunggunya. Dia sangat kagum dengan pemandangan yang ada di depan matanya itu. Di sana tergeletak seorang laki-laki yang sedang tidur pulas.


Pakha melangkah pelan-pelan mendekati boy agar tidak membangunkan laki-laki itu.


"Boy terima kasih kamu sudah susah payah mempersiapkan ini untukku"bisik pakha dengan suara sangat pelan.


Pakha mengelus wajah yang terlihat tenang saat sedang tidur, namun tak sengaja ia membangunkan orang yang sedari tadi tertidur pulas itu.


"Pakha sejak kapan kamu sampai, kenapa tidak membangun kan aku"kata boy sambil mengucek matanya yang masih ngantuk.


"Aku hanya tidak enak hati membangunkan mu, maaf aku sudah membuat mu menunggu"jawab pakha dengan rasa bersalah.

__ADS_1


Grep kedua tangan pakha di genggam oleh boy dan berlutut di hadapan pakha.


"Pakha selama ini aku sudah menyukaimu dari awal kita bertemu , kamu adalah cinta pertama ku, maukah kamu jadi pacarku"kata boy sambil menyodorkan bunga di hadapan pakha.


Pakha hanya terdiam melihat ketulusan boy padanya namun dia juga tidak tau harus menjawab apa.


Karna hatinya sudah ada yang memiliki.


"Boy berdirilah, maaf aku tidak bisa menjadi pacarmu, aku hanya belum siap menjalin asmara pada seseorang karna aku masih fokus sekolah dulu"jawab pakha sambil mengangkat bahu boy yang sedari tadi berlutut di hadapannya itu.


"Pakha jika aku jadi pacarmu aku janji tidak akan mengganggu sekolahmu dan aku juga akan mendukung apapun yang kamu lakukan "kata boy berharap pakha menerimanya.


"Maaf boy aku belum siap"jawab pakha.


"Baiklah kalau kamu belum siap aku akan setia menunggumu kapan pun"jawab boy.


Di sepanjang malam itu mereka saling berdiam diri dan hanya fokus makan makanan di depan mereka masing-masing . Mereka tenggelam pada pikiran nya masing-masing. Boy hanya merasa kecewa dengan penolakan pakha padanya namun dia tak berhenti di sini dia sanggup menunggu pakha sampai kapanpun pakha siap.


Sementara itu pikiran pakha hanya berputar putar memikirkan bima seorang.


Setelah mereka selesai makan malam, mereka pulang di kediaman masing-masing.


Boy sampai di kediamannya dengan wajah yang muram. Disana ada seorang laki-laki yang sedang duduk di ruang tamu.


"Loh boy ada apa dengan mukamu kenapa terlihat kusut begitu"ledek oci sambil memperhatikan muka boy yang terlihat muram.


"Tenanglah masih banyak perempuan di dunia ini yang lebih baik daripada pakha"jawab oci sambil tersenyum mendengar kabar itu.


"Aku tidak mau perempuan selain pakha"jawab boy kesal dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


"Terima kasih tuhan kamu telah membantuku memisahkan mereka berdua, boy tunggu saatnya aku akan membuka mata hati mu itu"gumam oci sambil menatap pintu kamar boy yang tertutup.


boy langsung merebahkan tubuhnya dan mengambil buku diary miliknya, ia dari dulu selalu menulis isi hatinya di dalam buku itu.


Dir diary..


Hari ini tanggal 14 Februari tahun XXXX cintaku telah di tolak bidadari cantik bernama pakha. aku yang hanya seorang pria buruk rupa yang tidak pernah dia anggap ada.


(sambil meneteskan air mata kekecewaannya)


pakha aku ingin menulis sebuah puisi untukmu wanita bintang hatiku.


Sang Malam Memeluk Bintang


Sinar mata hitam nan indah berkilau

__ADS_1


Menyinari hati ini yang gelap dan semu


Hadirmu bagaikan rembulan menerangi -malam yang panjang


Aku hanyalah sang malam yang ingin -memeluk bintang


Engkau cinta pertama dalam hidupku


Setiap senyuman yang terbit dari mulutmu


Membawa kupu-kupu di dalam hati


Apapun yang akan terjadi


Aku akan selalu menunggumu


Pakha engkaulah pujaan hatiku


Bintang ku


Penyinar malam panjangku


Walau mentari terbit di utara


Cinta ini tidak akan pernah sirna


Karna cinta yang suci


Akan di persatuan kembali


karya : Boy william


Setelah boy selesai menulis puisi untuk pakha ditutup lah buku diary miliknya itu, kemudian di simpan di laci samping tempat tidurnya.


Mata yang sedari tadi mengantuk itu segara ia pejamkan untuk melupakan kesedihannya malam ini.


Sementara itu pakha tidak bisa memejamkan matanya yang lelah itu.


Beban pikiran yang sedari tadi menumpuk membuat nya gelisah.


"apa yang aku lakukan tadi sudah benar? aku takut menyakiti hati boy"tanya pakha pada dirinya sendiri.


Sampai pukul 12 malam dia belum bisa tidur dan hanya mengguling gulingkan tubuhnya saja. Pukul dua pagi dia baru bisa memejamkan matanya itu.


Tanpa pakha sadari dari tadi ada sesosok mata yang memperhatikannya. Senyum seringai yang muncul di wajah laki-laki itu.

__ADS_1


"pakha yang kamu lakukan itu sudah benar, jadi aku tidak perlu menyingkir kan laki-laki itu"kata lelaki yang sedang memperhatikan pakha dari jauh.


__ADS_2