
Jika mengomel sama dengan melahirkan, mampu memutuskan urat saraf, mungkin sudah mengulit pohonlah wajah Pakha sekarang. Atau memang berwujud demikian? Sudah hampir tiga jam dia tanpa henti bersumpah serapah tentang wanita yang berani menggoda Boy, bukan kebahagiaan yang Pakha dapatkan sepulangnya dari kampus melainkan seperti manusia yang lagi kesurupan. Bahkan Pakha hingga detik ini masih menyumpahi semua benda yang ia temui termasuk gelas tak berdosa yang terongok di dekatnya.
Benar otaknya sekarang lagi di mode tidak waras. Pikirannya terasa terganggu dengan telefon yang tadi baru ia dengar.
"Dasar wanita murahan berani sekali dia menggoda laki-laki ku, akan ku patahkan semua tulangnya jika aku bertemu dia, "omelan Pakha di sepanjang hari.
Di karenakan mulutnya sudah lelah dia akhirnya mengisi tenaga untuk kembali lagi mengomel.
Sepiring nasi dengan tumpukan tinggi seperti gunung merapi lengkap dengan kawah panas di bawahnya. Tak lupa juga dengan ayam panggang dan gorengan yang berada di atasnya menambah ketinggian gunung tersebut. Tanpa menunggu aba-aba ia langsung melahap dengan cepat semua yang ada di depan matanya saat ini.
"Pedas banget sih bikin air mataku jatuh "kata Pakha kepedasan sambil menangis tersedu-sedu.
Makan pedas memang hal yang wajib Pakha lakukan jika dia lagi sedih, dari dulu ia selalu melakukannya. Bukan untuk hal lain tapi agar air matanya terjatuh bersama rasa pedas yang ada di dalam mulutnya. Setelah semua makanan di lahapnya akhirnya pikirannya kembali normal.
"OH ya apa aku ikuti saja Boy hari ini, kenapa enggak terpikirkan olehku sejak tadi. "kata Pakha kemudian bersiap-siap untuk melancarkan aksinya.
Pakha memesan sebuah taksi dengan cara mengikuti nomor telefon gps Boy. Dan benar lokasinya sekarang berada di bandara. Sebenarnya siapa yang ia temui di bandara?kita lihat saja nanti.
Kini taksi Pakha sudah berhenti di depan bandara, Pakha segera membayar taksi dan segera masuk ke bandara. Tapi gimana dia bisa menemukan Boy di antara jutaan manusia yang berlalu-lalang memenuhi bandara sebesar ini. Jika memang Boy belum sempat ganti baju sepulangnya dia dari kosan Pakha. Boy pasti masih memakai jas warna coksu, Pakha kemudian mencari laki-laki yang memakai jas warna coksu. Matanya menelisik ke penjuru arah akhirnya dia menemukannya juga. Pakha langsung memergoki Boy yang berpelukan dengan cewek cantik berambut pendek. Namun hal yang membuatnya kaget laki-laki berjas coksu itu bukan Boy yang ia kenal melainkan orang lain ,sekarang Pakha sedang salah orang.
"Maaf mas saya salah orang. "kata Pakha meminta maaf, dirinya benar-benar malu hari ini. Sekarang Pakha tidak akan melakukan hal gegabah lagi, dia akan benar-benar memastikan targetnya agar kejadian memalukan tadi tidak terulang kembali.
Pakha kembali menelusuri targetnya matanya berhenti setelah di pojok bandara ada jas warna coksu. Ia mendekati jas itu namun masih jarak aman tiga meter dari laki-laki itu. Benar matanya tidak salah itu adalah Boy yang menggendong anak kecil cantik kira-kira berumur 2 tahunan. Dan di sampingnya sudah ada prempuan cantik yang tersenyum sambil berbincang-bincang dengan Boy.
"Pakha sabar, jangan gegabah kita tunggu situasinya membaik dulu baru kita pergoki Boy, jika benar itu adalah anak dan istrinya tanpa sepengetahuan ku brarti aku adalah selingkuhan Boy. "dalam hati Pakha.
Ketika Boy dan wanita cantik itu melangkah keluar dari bandara menuju mobil Boy. Pakha selalu mengikuti mereka berdua. Ternyata Boy berhenti di sebuah rumah mewah dengan penjagaan yang ketat. Taksinya hanya bisa berhenti di depan gerbang rumah itu. Kemudian Pakha turun dari taksi untuk memeriksa keadaan sekitar.
"Sial kenapa jadi begini sih, aku menyaksikan sendiri laki-laki yang ku cintai berselingkuh di belakang ku. "kata Pakha kesal. Karna hatinya sudah di penuhi api yang berkobar, ia tak sengaja menendang gerbang Boy cukup keras dengan kaki kanannya.
"AWW sakit, " mulut Pakha tiba-tiba berteriak dengan keras.
__ADS_1
Sekarang kakinya terasa berdenyut kesakitan karna semua itu adalah ulahnya sendiri. Rasa cemburu yang sudah mengubun-ubun membuatnya tidak tahan dengan kenyataan yang barusan ia lihat.
Suara Pakha tadi mengagetkan Boy yang masih sibuk mengambil barang-barang di bagasi mobilnya ,yang juga di bantu dengan beberapa pengawal.
"Sepertinya ada keributan di depan pagar, pak tolong bawa semua barang ini ke dalam, aku akan mengecek ke depan gerbang. "kata Boy kemudian berjalan menuju depan gerbang.
"Baik tuan. "kata para pengawalnya.
Setelah dia sampai di depan gerbang ada perempuan yang menunduk sambil memegang kakinya , setelah ia perhatikan sepertinya ia kenal dengan wanita itu.
"Pakha, "kata Boy juga mengagetkan Pakha saat itu.
Habis sudah riwayatnya kini ia sudah ketahuan membuntuti Boy.
"Boy, "kata Pakha tanpa dosa yang tersenyum sambil meringis kesakitan.
"Sayang kamu kok bisa berada di sini? "tanya Boy penasaran.
"Jadi kamu tersesat di sini, eh kakimu kenapa sayang, ayo masuk biar aku obati"kata Boy sambil menuntun Pakha untuk masuk ke dalam rumahnya.
Pakha terpaksa menuruti apa mau Boy.
"Andai saja kakiku tidak sakit, akan aku patahkan tulang wanita dirumah itu. "kata Pakha dalam hati.
Setelah Boy berada di depan pintu rumahnya, mereka berdua di sambut dua pelayan.
"Assalamualaikum, "kata Boy.
"Waalaikumslm. "jawab semua orang yang duduk di ruang tamu.
Tiba-tiba Boy di hampiri anak kecil yang tadi di lihat Pakha saat di bandara. Anak kecil itu meminta Boy untuk menggendongnya, dengan terpaksa akhirnya Boy menggendong anak kecil itu.
__ADS_1
"Honey come on, Ibu bawa coklat kesukaan mu,"Kata wanita cantik yang Pakha temui di bandara.
"Uhhmm oke mam. "kata anak kecil itu kemudian turun dari gendongan Boy menuju ke ibunya.
"Honay siapa wanita cantik di sampingmu itu kenapa tidak kau kenalkan pada kami, "kata ibu Boy di ujung sofa ruang tamu.
"Astaga sampai lupa. "kata Boy sambil menepuk dahinya.
"Perkenalkan ini adalah Pakha pacar Boy yang dulu pernah aku ceritakan pada kalian. "kata Boy memperkenalkan Pakha.
Pakha menjadi bingung dengan ucapan yang barusan Boy katakan. Kenapa dia memperkenalkan Pakha sebagai pacarnya di depan anak, istri beserta keluarganya. Pikiran Pakha berkecamuk apa mungkin dia akan menjadi istri kedua Boy, ihh amit-amit jika benar itu terjadi padanya.
"Ohh jadi ini calon menantu ibu, cantik orangnya, ayo duduk. "kata ibu Boy sambil merangkul Pakha di persilahkan untuk duduk.
"Pakha perkenalkan ini ibu saya dan itu ayah saya, dan yang duduk di sana itu tante saya tak ketinggalan dengan wanita mungil itu dia keponakan saya. "Boy kembali berbicara pada Pakha.
Setelah Boy selesai memperkenalkan keluarganya, seketika hati Pakha seperti mendapat salju untuk pertama kali dalam hidupnya. Ternyata dari tadi dia hanya seuzon kepada Boy dan malah berpikiran jelek pada Boy.
"Boy maafkan aku yang cemburu buta dan berburuk sangka padamu, aku akan mengingat kejadian ini, untuk pembelajaran pada diriku sendiri. "batin Pakha.
Boy adalah lelaki yang sangat setia dan juga sangat mencintai Pakha. Mana mungkin Boy tega menduakan Pakha dalam hidupnya. Dulu ketika Pakha hilang entah kemana , Boy sampai hampir gila karna terlalu mencintai Pakha. Sekarang Pakha benar-benar percaya atas ketulusan hati Boy.
Boy kemudian mengobati kaki Pakha yang sakit dan Pakha di sambut baik oleh keluarga Boy, bahkan Pakha juga ikut makan malam bersama di sana. Kehangatan keluarga dan canda tawa yang menyelimuti kebersamaan di keluarga Boy membuat hatinya iri.
Bahkan ini adalah pertama kali Pakha bisa merasakan kehangatan keluarga yang utuh. Semenjak dulu dia hanya anak buangan yang tersisihkan dari keluarganya sendiri. Pedih itu yang Pakha rasakan.
"Boy sangat beruntung sekali mempunyai orangtua yang sama-sama menyayangi dirinya. "kata Pakha dalam hati sambil menatap gelak tawa keluarga Boy saat makan malam.
Kini teka-teki yang membuat Pakha cemburu akhirnya terjawab sudah. Dan atas kejadian itu Pakha bisa kenal keluarga Boy lebih cepat dari perkiraannya.
sekian dulu ya, nantikan kejutan lainnya di episode selanjutnya. Semangat membaca.
__ADS_1