Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Ego vs Hati


__ADS_3

Sudah genap dua hari Oci mendiamkan istrinya, ia masih kesulitan dalam menata hati. Pikirannya selalu saja di hantui bayangan Dandi yang akan mencium istrinya, meskipun bukan sepenuhnya salah Nawang, namun hal itu membuat hatinya kesal, karna Oci merasa Nawang seperti punya perasaan yang sama terhadap Dandi.


"Apa yang harus aku lakukan agar abi tidak marah lagi. "


Nawang melamun di meja makan, tanpa menyentuh sedikit pun makanan yang ada di depannya. Ia hanya menatap suaminya yang asik menikmati sarapan paginya. Namun sejak tadi suasana begitu mencekam tidak ada percakapan yang keluar dari mulut mereka berdua seperti yang sering mereka lakukan ketika sedang sarapan yang di iringi canda tawa dari keduanya. Seolah-olah mereka sedang berada di kutup utara karna suasana begitu dingin mampu membekukan tubuh.


Hangatnya makanan yang tersaji di atas piring tidak bisa menghangatkan suasana saat ini.


Nawang tidak bisa lagi hanya terus berdiam seperti itu, ia sudah tidak tahan lagi dengan suasana yang tidak enak seperti ini. Ia memberanikan diri membuka percakapan pada suaminya.


"Kenapa abi mendiamkanku seperti ini? "


Oci tiba-tiba langsung berhenti makan setelah mendengar perkataan Nawang. ia bahkan tidak mampu mengungkapkan apa yang ia pikirkan saat ini, mulutnya terasa tercekat seperti kehilangan semua kata demi kata yang sudah lama ia serap.


Oci kemudian menaruh sendok yang ia gunakan untuk makan, sehingga terdengar suara nyaring dari piring yang masih ada sisa makanan.


TING


Oci langsung berdiri dari duduknya tanpa menjawab sepatah katapun. Ia berjalan meninggalkan meja makan yang penuh dengan suasana menyesakkan.


Nawang langsung menangis saat itu juga, hatinya sakit di diamkan Oci tanpa tau apa salahnya.


"Aku tidak boleh menyerah seperti ini, aku harus melakukan sesuatu. "

__ADS_1


Nawang bangkit kemudian menyeka air matanya yang terus-menerus mengalir dari kedua netranya seolah enggan berhenti meski ia paksa berhenti. Nawang berlari mengejar langkah kaki suaminya yang akan berangkat kerja. Dengan sigap Nawang tiba-tiba menjatuhkan tubuhnya di atas lantai dan memeluk kaki suaminya sambil terisak. Oci kaget dengan kejadian mengejutkan seperti ini, tubuhnya seketika membeku saat merasakan dinginnya air mata Nawang yang menembus celah-celah kain celana yang ia pakai.


"Maaf....maaf aku minta maaf bi, jangan abaikan aku seperti ini lagi, aku tidak sanggup menjalani rumah tangga seperti ini. "kata Nawang masih memeluk kaki suaminya sambil meneteskan air mata.


Hati Oci terasa begitu sakit melihat Nawang menangis di bawah kakinya seperti itu. Dia tidak tega membiarkan Nawang sedih seperti ini, Oci langsung jongkok kemudian memeluk tubuh istrinya yang terasa dingin.


"Abi juga minta maaf mi, aku terlalu berlarut-larut dalam kesalah pahaman yang tidak tau apa kebenaran di baliknya. "ucap Oci sambil memeluk erat tubuh Nawang yang bergetar.


Nawang malah semakin kencang menangis, ia merasa lega suaminya mau bicara lagi padanya. Dua hari menjalani rumah tangga tanpa percakapan membuatnya seperti hidup sendirian.


"Abi adalah tempat bersandarku satu-satunya, jika abi mengabaikan aku seperti ini, aku tidak punya siapa-siapa lagi huaa... huaaaa hiks.. hik"


"Abi janji tidak akan seperti itu lagi mi,( maaf aku tidak becus menjadi suami yang baik.) "batin Oci sambil mengelus kepala istrinya yang tertutup jilbab.


Sementara itu ada seseorang yang terlihat suram, hari-hari yang ia lewati semuanya hitam dan gelap seolah mentari tidak akan pernah lagi bersinar. Ia adalah Boy mantan tunangan Pakha yang sekarang sudah banting setir menjadi seorang dukun dan meninggalkan semua kemewahan yang ia miliki. Kini wajahnya sudah di penuhi dengan jenggot dan kumis yang panjang, ia tidak peduli lagi dengan penampilannya. Sekarang ia hanya fokus menjalani hari-harinya sebagai dukun, dan tujuan sebenarnya masih sama yaitu ingin bertemu arwah kekasihnya.


"Pakha kamu tega meninggalkan aku sendirian seperti ini, sudah seluruh penjuru dunia aku mencarimu, di mana kamu sekarang? "batin Boy sambil menatap bintang di langit. ia sekarang sedang menggenggam cincin berbentuk bintang yang dulu pernah ia berikan kepada Pakha waktu melamarnya. Kini cincin itu ia genggam erat sendirian tanpa kehadiran sang pemilik aslinya.


Malam seolah mewakili dirinya saat ini, ia mengembara sendirian dengan kegelapan di hati dan pikirannya.


Hidupnya benar-benar di penuhi dengan aura kegelapan seperti pekatnya malam tanpa bulan.


Cahaya satu-satunya yang ia miliki telah hilang meninggalkan dirinya, Pakha adalah cahaya satu-satunya yang selama ini menerangi hidupnya. Kini hidupnya berubah menjadi gelap semenjak Pakha pergi jauh di dunia seberang.

__ADS_1


"Pakha aku rindu. "kata Boy sambil memikirkan mantan tunangannya yang gagal ia nikahi. Mereka terpaksa terpisah karna maut yang lebih dulu mengambil Pakha darinya. Setiap kali ia memikirkan Pakha tanpa Boy sadari air mata kerinduan juga ikut mengalir bersama perasaan yang hampa.


Di Dunia lain


Ada yang terasa ganjil usai semingu lebih dalam kebangkitan ku di alam ini. Aku tidak pernah lagi melihat mentari siang hari. Aku bahkan seperti salah satu bintang di dalam gelapnya malam yang panjang. Semesta kegelapan adalah duniaku sekarang. Dimensi dan waktu yang ku jejaki pun tak lagi sama saat aku masih hidup. Ingatan masa lalu juga terkubur bersama kegelapan malam yang tiada ujung ini. Sampai saat ini aku benar-benar tidak tau siapa diriku, lantas apa yang membuatku tidak tenang meninggalkan dunia ini dan kenapa aku malah menjadi ratu?


Seribu pertanyaan sering menghantui diriku yang juga di sebut sebagai hantu. Misteri ini pasti akan aku temukan jawabannya.


Makhluk-makhluk seperti diriku di sebut juga sebagai penunggu karna memang konsep dimensi ruang mereka hanya seluas itu. Aku dan para arwah yang lain hanya bisa tinggal di istana hutan kelam ini dengan aman tanpa gangguan manusia yang ingin memanfaatkan keberadaan kami untuk membantu mengabulkan keinginannya. Kalian pasti pernah mendengar perjanjian iblis dan pesugihan itu memang benar adanya, sebagian dari arwah-arwah memanfaatkan kelemahan manusia sebagai ajang kesenangan mereka. Tapi kami berbeda, kami hanya ingin hidup dengan tenang tanpa berurusan dengan dunia manusia.


Semakin hari ada banyak ilusi yang muncul di kepalaku membentuk pecahan-pecahan kenangan yang pernah aku jalani di masa lalu. kepingan ingatan itu yang akan memecahkan alasan mengapa aku mati dengan tidak tenang, ingatan itu juga yang akan membantuku memecahkan misteri mengapa aku menjadi ratu di istana hutan kelam ini.


Kepalaku terasa sakit ketika aku mencoba untuk mengembalikan ingatan masa laluku, namun terkadang ingatan-ingatan itu muncul dengan sendirinya tanpa aku paksa. Hal yang paling membuatku penasaran sampai saat ini adalah laki-laki yang selalu muncul dalam ingatanku, laki-laki yang menatapku dengan ketulusan dan kasih sayang.


"Selamat tidur sayang. "itulah kata yang ia ucapkan kemudian mengecup keningku.


Wajah yang tampak samar itu selalu muncul dalam ingatanku, siapa dia sebenarnya?


Hatiku sakit ketika aku mengingat wajah samar laki-laki itu, seperti ada rasa rindu yang mendalam, rasa rindu yang tidak akan pernah mencair.


"intuisiku berkata lain."


Aku pasti akan bertemu lagi dengan laki-laki itu suatu saat nanti.

__ADS_1


Sekian dulu ya..... akankah Pakha mampu memecahkan misteri yang ada pada dirinya?mampukan ikatan cinta Boy dan Pakha membantu mempertemukan kembali mereka berdua. Temukan jawabannya di episode selanjutnya. Semangat membaca.


__ADS_2