
Oci merasa kan kehangatan tangan yang memeluknya, benar sekali kulit lembut itu pastilah Nawang istri tercintanya.
"Ummi belum tidur? "tanya Oci, kemudian ia memutar tubuhnya 180% dan sekarang ia sudah menghadap wajah istrinya.
Tiba-tiba Nawang memukul pelan dada telanjang Oci, karna hatinya sesak saat mengingat wajah Dandi yang slalu muncul di dalam pikirannya. Nawang merasa telah menghianati Oci saat bertemu Dandi secara diam-diam seperti tadi sore. Ia tak mampu mengatakan apa yang telah terjadi kepada suaminya, ia hanya tak ingin membuat emosi Oci naik seperti dulu. Ia sangat takut akan kejadian dulu, ia juga tau kalau suaminya tidak akan tinggal diam setelah mengetahui kalau Dandi masih berani datang menemui Nawang lagi.
"Wajah ummi tidak seperti biasanya, ada apa?ummi sedang menangis? "tanya Oci kwatir ketika melihat mata Nawang sembab.
Nawang masih diam seribu bahasa, entah kerasukan setan apa ia langsung menabrak tubuh Oci dengan keras. Alhasil Oci pun terjatuh ke lantai dengan tubuh di tindih tubuhnya.
Tanpa aba-aba Nawang langsung ******* dengan kasar bibir suaminya. Oci pun membalas ******* Nawang dengan malu-malu. Ini sudah beberapa kali mereka melakukannya namun Oci masih belum terbiasa dan masih belum bisa menyesuaikan diri. Laki-laki polos seperti Oci mana paham sih soal begituan, yang ia pahami hanya ilmu agama dan cara mencari uang saja.
"um.. ummi lagi pengen ya?"tanya Oci di sela-sela mengambil nafas.
Nawang tetap saja diam kemudian melahap lagi bibir suaminya tanpa memberi kesempatan untuk berbicara atau sekedar mengambil nafas. Entah benar-benar kerasukan setan mesum atau gimana sikap Nawang menjadi buas seperti itu. Sebenarnya Nawang hanya ingin memberi peringatan pada tubuhnya sendiri agar tidak salah dalam memberikan hatinya pada laki-laki lain selain Oci. Nawang sangat takut jika hatinya malah berpindah pada laki-laki cinta pertamanya yang masih tetap gigih berjuang untuk mendapatkannya kembali. Nawang mengingatkan pada dirinya sendiri kalau dia sudah sepenuhnya milik Oci.
"Ummi pi.. pintar juga menggoda abi...baiklah ayo kita bermain ..hah.. hah. "kata Oci mengambil nafas kemudian menurunkankan sehelai gaun tidur di pundak Nawang. Ia mengelus kulit Nawang yang kini terbuka. Oci juga langsung membuang sehelai pakaian yang menempel di tubuhnya sehingga menampakkan ular kobra yang sudah berdiri tegak dan siap melahap mangsanya.
Oci tersenyum kemudian membuang semua baju Nawang yang tersisa mulai dari atas hingga ujung kaki. Kini mereka berdua sudah sama-sama polos tanpa satu benang pun yang menempel di tubuh mereka berdua. Hati Oci bergetar hebat, ia sudah tidak sabar ingin memanjakan istrinya yang nampak cantik seperti bidadari. Oci memindahkan Nawang ke atas ranjang agar permainan mereka nyaman. Setelah merebahkan dengan pelan, ia kembali ******* bibir manis istrinya kini ia mendalami ******* itu.
"Ummi sudah siap? "tanya Oci sambil menatap wajah istrinya yang sudah merah merona.
Nawang hanya menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia sudah siap bermain.
Oci mulai memainkan satu persatu surga istrinya dengan lembut. Pertama ia meremas gundukan kenyal, kemudian mencium leher putih istrinya dan semakin lama semakin turun hingga ke titik pusat kenikmatan yang membuat sang pemilik melenguh keenakan.
__ADS_1
Nawang sangat menikmati satu persatu permainan suaminya. Ia menyerahkan kendali pada suaminya tanpa sadar ia juga meneteskan air mata bahagia.
"Bi aku janji tidak akan menghianatimu, aku akan mencintaimu seumur hidupku. "batin Nawang terharu.
Setelah pergumulan panjang Oci tersenyum bahagia melihat istrinya tertidur lelap karna kelelahan.
"Terima kasih istriku i love you. "bisik Oci sambil mengecup kening istrinya.
Kemudian menutupi tubuh telanjang mereka berdua dengan selimut dan memeluk Nawang dalam dekapannya. Akhirnya mereka berdua tertidur nyenyak setelah perang ranjang suami istri itu berakhir.
Di sisi lain Dandi sedang tersenyum senang sambil meminum kopi hangatnya. Ia hanya duduk di sofa sambil membayangkan wanita pujaan hatinya.
"Bik bikinin aku jus mangga. "teriak Dandi memerintahkan pada salah satu pembantu di rumahnya.
"Baik tuan. "jawab pembantu itu.
Dandi langsung mengambil jus itu, kemudian meneguknya. Saat mulutnya merasakan hal yang tidak ia suka, ia langsung memuntahkan jus itu tepat di depan pembantunya.
"Cuihh, apa-apa ini kamu mau bikin aku diabetes apa, ini terlalu manis dasar pembantu sia**n. kalau tidak becus bekerja pergi sana dari rumah ini. "kata Dandi marah.
Kemudian membanting gelas kaca itu dengan keras sehingga menyebabkan bunyi gaduh saat gelas itu pecah berkeping-keping.
Pecahan itu mengenai kaki pembantu di depannya.
Pembantu itu langsung bersujud meminta maaf pada Dandi.
__ADS_1
"Tuan maafkan saya, biar aku buatkan yang baru. "kata pembantu itu bersimpuh di depan Dandi.
Beberapa saat kemudian ayah Dandi keluar dari kamar karna barusaja mendengar suara gaduh.
Ayahnya kaget melihat pembantunya bersimpuh di hadapan Dandi dengan darah yang bercucuran di kakinya.
"Ada apa ini? "tanya Ayah Dandi kaget.
"Pecat saja pembantu tidak becus ini, dia telah membuat aku diabetes. "kata Dandi sambil berdecak pinggang.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi? "tanya ayahnya yang belum mengerti maksud Dandi.
"Maaf tuan ini salah saya, saya terlalu banyak memberi gula pada jus tuan muda."jawab pembantu itu dengan tubuh bergetar.
PLAKK
Tamparan keras mendarat di wajah Dandi.
"Anak tidak tau diri, belum puas kamu menyakiti orang lain dan menjadi tahanan di rumah seperti ini, sekarang kamu juga mau menyelakai pembantu kita karna masalah sepele begini hah"teriak ayah Dandi dengan sangat marah setelah mendengar jawaban pembantunya.
"Cuihh ,ayah sekarang berpihak pada pembantu itu, ahh apa ayah juga sudah merebut dia dari suaminya haha. "jawab Dandi.
"Jaga mulutmu, Bi iyem tidak ada kaitannya dengan masa lalu ayah. kamu tidak usah melibatkan orang lain di dalam masalah kita. "kata ayah Dandi dengan geram.
"Ohh begitu, terserah ayah deh , urus tuh wanita kesayangan ayah. "kata Dandi kemudian pergi meninggalkan kekacauan yang ia buat. Ia menutup pintu kamarnya dengan keras dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang big size miliknya.
__ADS_1
Sebenarnya hubungan Dandi dan ayahnya tidak begitu baik. Hal itu semenjak kejadian dua puluh tahun yang lalu. Kejadian saat ayahnya lagi sukses suksesnya di karirnya, ayahnya melupakan Dandi dan ibunya dan malah asik bermain dengan wanita lain yang sudah menjadi istri orang. Saat ibunya mengetahui ulah suaminya, ibunya hanya diam saja dan membiarkan ayahnya berbuat semaunya. Hingga semakin hari ibunya menjadi lemah akibat penyakit lambung yang ia abaikan, saat berlarut larut dalam kesedihan. Ayah Dandi tidak peduli soal itu dan menganggap cuma penyakit biasa yang tidak berbahaya dan masih asik bermain dengan wanita yang sudah menjadi istri orang lain itu. Akibatnya nyawa ibunya tidak tertolong ,saat itulah ia membenci sifat ayahnya. Tanpa sadar ia pun berperilaku begitu juga seperti apa yang ayahnya perbuat. Sifat menjadi perisor(perebut istri orang) berhubungan dengan masa lalu ayahnya. Sehingga dia juga bertekad merebut Nawang dari suaminya. Kejadian di keluarganya itu yang mendidik sifat liar Dandi seperti sekarang. Dandi hanya peduli dengan hidupnya sendiri dan dia akan gigih meraih apa yang ia inginkan sampai ia mendapatkannya. Masa lalu kelam keluarganya membuatnya menjadi binatang buas.
Sekian dulu ya... nantikan kejutan lainnya di episode selanjutnya. Tetap semangat membaca.