Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Jangan Membenciku


__ADS_3

Wajah mencekam itu segera masuk ke dalam rumah Boy.


"Kalian kenapa sih pada diam begitu?"tanya Pakha heran. Yah sebenarnya dia baru saja datang dan tidak mendengar apa yang barusan Boy katakan.


"Begini Boy tadi meminta maaf pada kakak tentang kejadian yang menimpa kami berdua dan itu semua bukan salahmu boy, itu semua sudah Allah takdirkan mungkin dia belum rezeki kakak, insyaallah akan segera di ganti dengan bayi yang lucu di kemudian hari, "kata Oci sambil menepuk punggung Boy. Boy hanya kaku terdiam tanpa bicara apapun, dia hanya takut Pakha semakin membencinya.


"Iya sayang itu bukan salahmu kok, kamu tidak boleh menyalahkan diri sendiri seperti itu, "kata Pakha kemudian ikut duduk di samping Boy.


Boy kaget dengan jawaban Pakha ternyata dia tidak di benci oleh wanita yang sangat ia cintai itu, akhirnya kini perasaannya menjadi lega. Jika ia tau semua ini Boy akan meminta maaf segera bukan malah menunda-nunda seperti ini. Kini hatinya sangat bahagia bisa di kelilingi orang-orang baik.


"Sayang makasih ya, "dengan refleks Boy memeluk Pakha.


"Iya sama-sama sayang. "kata Pakha semakin memper erat pelukannya.


"Ehem belum muhrim woyy, "


Mereka berdua sampai lupa jika ada Oci si pria religius itu. Boy dan Pakha segera melepaskan pelukannya. Mereka bertiga tertawa bersama.


Hanya sebuah tekad yang mampu membawa keberanian, semua itu akan saling berhubungan sehingga dapat menyelesaikan masalah. Jika saja dari dulu Boy melakukan nya hatinya akan tenang dan ia tidak akan di ikuti rasa bersalah. Namun karna keberanian nya yang lari membuat hatinya harus menanggung perasaan cemas. Tapi semua itu bisa kita ambil hikmahnya.


Matahari sudah mulai bernjak pergi, hingga tiga orang itu melupakan waktu. Oci segera meninggalkan kediaman rumah Boy.


"Boy aku pulang dulu ya, sudah terlalu lama aku meninggalkan Nawang sendiri di rumah. "kata Oci pamit.


"Iya hati-hati di jalan. "kata Boy dan Pakha bersamaan.


"Pakha apa kamu ikut kakak sekalian biar nanti kakak antar?, "tawar Oci sebelum masuk mobil.


"Nanti saja kak masih ada urusan yang belum selesai. "jawab Pakha.


"Baiklah kalau begitu, tapi ingat jangan melakukan hal yang aneh-aneh kalian belum muhrim, jangan berduan di rumah. "kata Oci kemudian melajukan mobilnya menjauhi rumah Boy.


Kini hanya kesunyian yang tersisa, kencan yang sudah di jadwalkan menjadi mundur.


Boy berencana ingin mengajak Pakha kencan malam ini, dan Pakha menyetujui hal itu. Mungkin ini waktunya menyalurkan rasa cinta yang sempat tertunda gara-gara Oci datang tiba-tiba tanpa ada janji, hal itu tidak bisa menghalangi mereka berdua untuk kencan.


Kini senja mulai hilang menggantikan bulan purnama yang terang menyinari malam. Ini bulan purnama kedua setelah hubungan Pakha dan Bima berakhir. Malam ini merupakan malam penting bagi makhluk halus dunia lain. Setiap bulan purnama sang pemimpin akan mengorbankan satu nyawa untuk di persembahkan sang leluhur. Meski Bima sudah menjadi pemimpin dia masih harus tetap menjalankan ritual itu. Jika dia belum memiliki seorang ratu Bima belum bisa seutuhnya menguasai hutan kelam. Andai saja rencananya dulu berhasil, sekarang dia akan duduk di singgasana bersama Pakha. Dan semua ritual yang selama ini dia lakukan akan berhenti. Bima hanya bisa menerima itu dengan lapang dada, karna dia masih menunggu Pakha untuk menjadi ratunya kelak. Bima hanya mengambil satu nyawa para penjahat atau seseorang yang menjadi buronan polisi, dia akan mempersembahkan nyawa berdosa itu kepada sang leluhur. Dengan begitu keseimbangan dunia tidak akan terganggu.


"Sayang kita udah sampai, nah itu pasar malam yang tadi aku ceritakan. "kata Boy di saat mobilnya berhenti. Tanpa menjawab omongan yang Boy katakan Pakha segera turun dari mobil. Betapa indahnya kerlap-kerlip lampu warna-warni yang menghiasi hiburan malam saat itu. Bulan purnama pun menambah eloknya suasana keramaian di malam ini.


"Boy lihatlah indah sekali bukan, "kata Pakha sambil tersenyum. Tak butuh banyak waktu untuk bosa-basi Pakha langsung menarik tangan Boy untuk segera berkeliling di pasar malam. Mereka berdua asik menikmati wahana permainan yang tersedia di hiburan itu. Setelah waktu semakin malam mereka menghentikan keasikannya dan mampir di kedai sebentar untuk makan malam.


"Sayang gimana udah puas belum mainnya? "tanya Boy sambil mengotak atik buku pesanan di tangannya.


"Yah lumayan sih, "kata Pakha sambil memikirkan menu yang harus ia pesan.


Setelah mereka berdua menentukan menu yang di pesan, mereka menikmati makanannya sambil mendengarkan orkestra musik di depannya.


"Ayo mumpung hari ini ada bulan purnama ada yang mau menyumbang lagu atau menyanyi untuk pacarnya malam ini? "tanya salah satu vokalis orkestra yang sedang tampil di kedai itu.


Tanpa pikir panjang Boy mengacungkan tangannya. Dan hal itu membuat Pakha tersedak saat asik menikmati makanan enak di mulutnya.


"Boy apa yang kamu lakukan, apa kamu tidak dengar vokalis tadi menawarkan pengunjung untuk bernyanyi?, "bisik Pakha kwatir.

__ADS_1


"Iya sayang tenang saja aku bisa kok bernyanyi,hehe tapi cuma sedikit. "kata Boy nyengir.


"Kamu serius, "kata Pakha tidak percaya karna selama ini dia belum pernah melihat Boy bernyanyi sama sekali. Dan Pakha taunya Boy cuma anak pintar dan pemuda yang menekuni dunia bisnis.


Dengan percaya diri Boy melangkah maju dan naik di atas panggung sambil meminjam gitar salah satu gitaris di sana. Hal itu membuat Pakha semakin terkejut.


"Terimakasih untuk vokalis yang sudah memberi saya kesempatan untuk berada disini, hari ini saya akan menyanyikan satu lagu bikinan saya sendiri untuk wanita cantik yang duduk di sana, "kata Boy sambil menunjuk Pakha. Pakha tersipu malu karna semua mata pengunjung mengarah padanya.


"Baiklah ayo kita langsung dengarkan lagunya sekarang, "kata vokalis itu.


Kini gitar di tangan Boy mulai mengeluarkan suara tak lama mulutnya ikut terbuka dan bernyanyi.


Berikut adalah lagu yang dibawakan Boy


...Engkaulah Perubah Hidupku...


Em


Di tangga itu ku pertama bertemu...


f#m G Bm


Hanya sedetik kau perubah hidupku.


Dm


Sinarmu.... bayangmu... membuatku tersipu..


Hanya engkaulah pemilik hatiku...


......


Jangan pernah kau tinggalkan aku


.......


Karna ku sangat mencintai mu...


.....


Waktu kau tinggalkan aku... jantungku berhenti berpacu....


.....


Dan bila suatu saat nanti....


........


Kau temukan pengganti diriku...


.....


Aku tak akan sanggup bila tiada hadirmu disisiku.....ooo... uoo

__ADS_1


Reff:


C Am


Dewiku sang penjaga malam...


......


Kau terangi hidupku...


....


Dan... bila sang waktu dapat berputar kembali..


.....


Aku akan lebih cepat menemukan mu..


.....


Engkau bagi bintang malam yang bersinar terang


.......


Karna aku janji akan menjaga bintangku untuk selamanya... ououooo.


....


(Maaf belum ada chord nya bikin lagu ternyata susah hehe)


Jreng jreng gitar pun berhenti karna lagu itu sudah di penghujung akhir, kini suara tepuk tangan meriah dari para pengunjung membanjiri Boy. Ternyata Boy punya bakat untuk bernyanyi, suaranya pun bagus. Dan dia juga pandai bermain gitar entah sejak kapan bakat itu terpendam dan baru sekarang Pakha mengetahui nya. Sepanjang lagu terdengar tadi Pakha fleshback tentang kejadian waktu ia pertama bertemu Boy. Di tangga itu ciuman pertamanya harus ia relakan. Kini wajah merah meronanya tak mampu ia sembunyikan. Dia sangat malu jika mengingat lagi kejadian itu.


"Pakha selamat hari jadian kita, "kata terakhir Boy sebelum ia turun dari panggung.


Pakha sangat bahagia malam ini dia tidak menyangka Boy adalah laki-laki baik yang sudah ia telantarkan selama ini.


"Sayang kamu sakit, kenapa wajahmu merah begini, "kata Boy sambil menggenggam wajah mungil Pakha di kedua tangannya.


"Boy lepasin, aku tidak apa-apa cuma lagi kedinginan, "kata Pakha sambil melepaskan tangan Boy di wajahnya.


Sebenarnya ia sangat malu karna wajahnya begitu merona dan ia ketahuan oleh Boy.


Karna tau jika Pakha kedinginan Boy melepaskan jaket miliknya dan di sampirkan ke pundak Pakha.


"Apa kita pulang sekarang sayang, anginnya semakin malam semakin dingin ,"tawar Boy.


"Iya ayo kita pulang sekarang, "jawab Pakha.


Sesaat sebelum ia beranjak dari kedai itu tiba-tiba cuaca buruk terjadi, angin kencang melanda mereka berdua. Langit terlihat mendung dan bulan yang terang sekarang hilang tertutup awan. Seakan langit sedang murka menyaksikan kebahagiaan mereka berdua. Mereka terjebak di kedai itu sampai larut malam, karna sakarang hujan turun dengan deras di sertai angin kencang.


Ternyata saat Boy sedang bernyanyi di atas panggung tadi, ada sesosok mata biru yang mengawasi pasangan itu. Siapa lagi kalau bukan bima. Bima sangat marah melihat Pakha sebahagia itu bersama laki-laki lain. Meskipun dia sudah berjanji tidak akan mengganggu hubungan Pakha, namun hatinya tetap sakit melihat wanita yang selama ini ia tunggu dan jaga lebih bahagia bersama pria lain. Mendung dan angin yang tiba-tiba muncul adalah ulah Bima. Dia ingin memberi satu pelajaran pada Boy malam ini. Karna malam ini adalah malam bulan purnama dan kekuatannya berada di level tertinggi, sebelum malam ini berakhir ia ingin bertemu Pakha kembali.Karna jika malam ini berakhir kekuatannya akan kembali seperti semula dan dia tidak akan bisa menampakkan wujudnya di depan Pakha. Dan sekarang Bima harus melakukan cara untuk memisahkan mereka berdua malam ini.


Cukup dulu ya,,, nantikan kelanjutannya di episode berikutnya...... semangat membaca.

__ADS_1


__ADS_2