
"3 bulan yag lalu, Kakakmu dan Nona tertua Finch berangkat menuju ke tempat dimana dia mengatakan bahwa kau menghilang terakhir kali sekaligus mencari kebenaran tentang Reruntuhan desa kuno yang begitu misterius. Di sana, Aku ikut serta sebagai petugas medis."
Kusuma tengah mendengarkan secara seksama cerita dari seorang perawat itu, yang menceritakan alasan kebencian Nona bangsawan itu kepada Kakaknya.
"Selama itu, kami telah mencari kalian,menelusuri jejak yang mungkin kau tinggalkan sebagai petunjuk, setelah 20 hari pencarian, kami akhirnya menemukan peruunjuk dimana ada jejak kaki yang menuju ke Sebuah Desa misterius itu. Kami segera bergerak dengan berhati-hati ke sana, yang ternyata desa itu malah tidak terlihat sama sekali, padahal reruntuhan itu terlihat sangat jelas dari kejauhan sebelumnya."
Kusuma mendadak teringat sesuatu. Reruntuhan desa yang mereka maksud pasti merujuk pada tempat dimana dulu nya Ibunya tinggal. Dia sengaja, memasang Formasi ilusi untuk menghilangkan keberadaan reruntuhan Desa itu, untuk keamanannya dan juga Crystal Core itu. Kusuma terdiam, mulutnya tertutup rapat, seakan tidak mau bersuara. Bagaimana mungkin dia membeberkan tempat yang kini telah menjadi kenangan itu?
"Lalu, kami terus berjalan, hingga secara mendadak sebuah patung batu raksasa menyerang kami."
"Patung batu?" Kusuma kembali teringat Patung baru yang ibunya gunakan untuk menguji kemampuannya sebelum upacara kedewasaan. Ternyata itu telah ada sebelumnya dan juga telah memakan korban.
"Yah, patung batu aneh yang tidak pernah bisa dihancurkan. Karena terdesak, Nona tertua Finch melakukan penyelamatan dengan cara memancing Patung batu itu agar mengejar dirinya. Sejak saat itu, Kami mulai melakukan pencarian terhadapnya yang memakan waktu selama 2 bulan, sampai pada akhirnya kami memutuskan untuk menyerah dalam pencarian itu."
Kusuma menghela nafas pelan, baru menyadari bahwa kemarahan gadis bangsawan tadi itu ternyata karena ini. Namun, Gadis itu tidak terbunuh oleh kakaknya bukan?
"Bagaimana rupa nona bangsawan yang telah hilang itu?" tanya Kusuma sedikit penasaran. Entah mengapa dia merasa feeling dia mengatakan bahwa mungkin yang mereka maksud adalah gadis yang telah dia lihat sebelumnya yang tengah berlindung di Goa berisi formasi penjebak itu.
"Dia sangat cantik, berpakaian Hijau, membawa Senjata pedang bersaing warna hitam di tangannya, lalu memiliki kemampuan Sihir yang bagus, Rambutnya terkepang dua berwarna biru, lalu ..."
__ADS_1
Dokter itu tidak berhenti dalam menjelaskan rupa bangsawan itu, membuat Kusuma sedikit uring uringan mendengarnya, namun dia menangkap beberapa ciri ciri yang sama persis dengan apa yang dia lihat.
"Berpakaian ala hijau, memiliki pedang hitam, berambut biru terkepang dua? Mungkinkah..."
Kusuma segera melesat keluar dari Ruang medis begitu cepat, membiarkan teriakan dokter yang histeris dengan kepergiannya. "Nak, Kau belum pulih total!"
Kusuma kini terbang di atas awan, mencoba melesat dengan kecepatan tinggi menuju goa itu dengan cepat. Kini dia tahu, Gadis yang dimaksud itu pasti orang yang bersembunyi di Goa itu.
Mendadak, dia mendengar suara teriakan mengerikan dari belakang. Begitu menoleh ke belakang, rawut muka nya langsung cemberut. Dia melihat ada makhluk bermata satu tengah mengejarnya dan itu adalah hal yang sudah lumrah dia temukan selama berada di luar wilayah yang dihuni manusia.
Kusuma segera menghentikan kecepatanya dan berniat menghabisi mereka terlebih dahulu. Mereka sangat menjengkelkan, Suka mengejar mangsanya sambil berteriak untuk memancing Monster menyebalkan lainnya untuk bergabung dalam pengejarannya.
Dengan mudah, Kusuma langsung lakukan Charge dengan cepat, lalu memanipulasi alam untuk menciptakan gelombang api yang dengan cepat membakar mereka hingga gosong parah. Sihir manipulasi alam ini termasuk sihir yang langka sekali. Begitu Orang lain tahu dia punya kekuatan semacam inu, pasti langsung diburu untuk diinterogasi cara menguasainya, lalu disiksa dan ujung-ujungnya dibunuh. Oleh karena itu, Kusuma tidak pernah menggunakannya di hadapan orang-orang.
Sementara itu, Di Ibu kota. Sang pemimpin tengah membicarakan hal ini kepada para dewan yang ada. Ini masalah Kehilangan putri tertuanya itu dan luka serius yang diderita putri termudanya.
Kini keluarga Handerson mungkin berada dalam bahaya jika sudah begini, dimana Jack telah membuat Putri pertama itu hilang dan kini Putri termuda terluka parah karena Kusuma. Masalahnya sang pemimpin juga merupakan kepala keluarga Finch yang memiliki pengaruh no 1 di wilayah ini. Melenyapkan keluarga Handerson pun menjadi semudah menyapu semut dengan sapu lidi.
"Sudah 3 bulan, putri tertuaku tidak ditemukan dan kini putri termuda tengah sakit parah. Pertanda macam apa ini?"
__ADS_1
"Aku rasa, Keluarga Handerson sama sekali tidak mampu menjaga generasinya agar tidak membuat masalah. Kami telah berupaya untuk memaafkan tindakan Jack yang membuat Putri pertama yang mulia hilang. Namun, tindakan mereka masih belum berhenti. Aku sarankan untuk melenyapkan keluarga itu saja."
"Ketua Hunter benar. Kita telah memberikan kesempatan kepada keluarga Handerson untuk memperbaiki tindakan mereka, namun tampaknya mereka terus menyebabkan masalah."
"Keluarga Handerson telah menjadi sumber masalah terus-menerus. Tindakan mereka harus dihentikan sebelum lebih banyak kerusakan terjadi. Kita harus mempertimbangkan tindakan tegas terhadap mereka, mungkin dengan menghilangkan keluarga Handerson dari wilayah ini sepenuhnya. Namun, mereka adalah tulang punggung militer kita. Melenyapkannya justru akan memperlemah lini pertahanan kita sehingga lebih mudah diserang. Aku rasa, itu juga pilihan yang tidak baik."
"Sekarang bagaimana? Apakah kita harus membiarkan mereka hidup dengan tanpa rasa bersalah setelah membuat kekacauan seperti ini?"
"Tidak seharusnya kita melenyapkan keluarga itu. Aku rasa menjebloskan kedua lelaki bersaudara yang telah membawa masalah ke penjara adalah hal yang baru tepat."
Semuanya mulai berfikir sejenak, dan pada akhirnya Sang pemimpin mulai berdiri, memberikan keputusannya. "Aku ingin kedua bersaudara itu ditangkap dan dihadapkan kemari. Aku merasa sangat penasaran, apa yang mereka berdua pikirkan waktu itu sebelum benar-benar mengambil keputusan."
Kembali ke udara sana, Kusuma tengah menggendong gadis bangsawan yang telah hilang ini menuju ke ibukota dengan kecepatan layaknya angin. Gadis ini tengah panas tinggi, dan dia merasa kemampuan healing yang dia miliki masih jauh dari kata layak untuk melakukan upaya pengobatan.
"Aku harus cepat sebelum keadaannya memburuk."
Begitu sampai di ibukota, Dia melihat Raven dan Shara yang kini terlihat linglung. ini aneh, pikirnya. Terlihat ada poster dirinya adalah buronan di mana mana, membuat Kusuma merasa semakin kesal saja. Dia segera medekati mereka berdua.
"Shara, kak Raven, apa yang terjadi?"
__ADS_1
"Kusuma, kau dari mana saja? Kakakmu kini dihadapkan di pengadilan tadi pagi dan kau belum ditemukan, mereka mengira kau melarikan diri."
.